Tawanan Cinta Playboy

Tawanan Cinta Playboy
Bab 29 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Seperti orang gila, Simon terus mencari keberadaan Raline. Dia mengerahkan seluruh anak buahnya bahkan menyebarkan pencarian orang hilang di berbagai media. Namun tetap saja, Simon tidak bisa menemukan Raline. Hingga setelah satu minggu terus mencari keberadaan istrinya, akhirnya Simon pun menyerah dan kembali bersenang-senang dengan istri simpanannya.


Sementara Sandi dan Thalia sibuk mempersiapkan acara pernikahannya. Seperti hari ini, Thalia dan Melati sibuk memilah dan memilih siapa saja teman dan saudara yang akan mereka undang, sedangkan Sandi sibuk mengecek laporan keuangan dari kafe cabang miliknya.


Tok tok tok


Terdengar pintu ruangan Sandi ada yang mengetuk. Sandi pun segera mempersilakannya untuk masuk. Terlihat Gunawan membukakan pintu bersama dengan Jojo di belakangnya. Sandi langsung mengerutkan keningnya melihat laki-laki yang tidak dia sukai untuk saat ini kembali datang menemuinya. Dia pun langsung memasang wajah sinis pada Jojo.


"Eh, ada idola datang ke sini. Ayo idola duduk dekat aku," ajak Melati dengan menarik tangan Jojo agar duduk di sofa bersamanya.


Jojo hanya mengikuti ke mana gadis itu membawanya. Entah kenapa badannya seperti tersengat aliran listrik kecil saat Melati menarik tangannya, sehingga Jojo hanya memperhatikan tangannya yang masih digenggam erat oleh Melati.


Ada apa dengan diriku? Kenapa aku merasakan seperti tersengat listrik. Sungguh aneh perasaan yang aku rasakan, batin Jojo.


"Thalia apa kabar?" tanya Jojo setelah duduk di sofa.


"Aku baik. Apa kabar juga?" tanya Thalia balik.


"Aku juga baik. Aku dengar kalian akan menikah, apa aku akan diundang?" tanya Jojo dengan melirik sekilas ke arah Sandi.


"Tentu saja. Ini undangan masih disusun," jawab Thalia dengan tersenyum manis


Melihat keakraban Thalia dan Jojo, membuat laki-laki yang berstatus sahabat Thalia langsung meradang. Dia tidak suka melihat Thalia tersenyum manis pada lelaki lain.


"Ada apa kamu datang ke sini?" tanya Sandi dengan sinis.


"Aku ada perlu denganmu. Bisa kita bicara berdua?" tanya Jojo lembut.


Mendengar keinginan Jojo, Thalia pun segera membereskan kartu undangan. Lalu dia pamit keluar bersama dengan Melati. "Kalian lanjutkan ngobrolnya, aku akan membuat minuman dulu. Jojo mau minum apa?"


"Capuccino saja," jawab Jojo.


"Sandal mau minum apa?" tanya Thalia kemudian.

__ADS_1


"Aku moccacino," jawab Sandi.


"Baiklah, aku ke dapur dulu. Ayo Mel!" ajak Thalia.


Mereka langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan minuman dan beberapa cemilan. Melati yang penasaran dengan hubungan antara Sandi dan Jojo, akhirnya tidak sanggup menahan rasa penasarannya.


"Tha, memang tidak apa mereka ditinggal berdua? Bagaimana kalau sampai adu jotos kayak di film-film?" tanya Melati.


"Tidak akan, Mel. Kamu tidak usah khawatir," jawab Thalia.


"Jojo kho bisa langsung kenal dengan Sandi? Padahal kan dia artis yang selalu dingin pada semua orang," tanya Melati heran.


"Mereka sebenarnya sahabat baik. Tapi karena ada suatu hal, jadinya seperti orang musuhan. Aku yakin mereka sebenarnya saling menyayangi satu sama lain," ungkap Thalia seraya menyiapkan cemilan di piring. Sedangkan Melati menyiapkan minuman untuk mereka.


"Apa??!!" pekik Melati yang begitu kaget. "Berarti kamu menaklukkan dua sahabat sekaligus dong!" lanjutnya.


"Ya enggaklah! Aku sama Jojo kan karena perjodohan, bukan karena suka sama suka. Beda lagi dengan Sandal, kita sama-sama saling terikat," beber Thalia. "Sudah belum bikin minumnya?" tanyanya kemudian.


"Bentar lagi," jawab Melati. "Kalau Jojo mau, aku juga mau jadi pengantin pengganti. Tapi masa aku harus terus terang bilang suka sama idola, pasti dikeroyok nanti sama fansnya dia."


"Elah, emang berapa harganya Buk? Palingan goceng tiga," cibir Melati.


"Hahaha ... Kemahalan, dua ribu tiga aja."


Saat keduanya sedang bercanda dan tertawa bersama, salah seorang pelayan kafe masuk ke ruangan tempat Thalia dan Melati berada. Ruangan khusus untuk membuat berbagai jenis minuman dan tempat penyimpanan kue-kue. Sementara untuk menu makanan sudah ada dapur khusus yang terpisah.


"Eh Mbak Thalia, aku pikir di sini gak ada siapa-siapa. Tadi aku lihat Mas Ferry ada di depan," ucap Akira, salah satu pelayan kafe.


"Pantas saja di sini gak ada yang jaga. Aku udah selesai kho! Mau buat minuman?" tanya Thalia.


"Iya, Mbak. Ada pesanan es sweet love sama es kopyor bergoyang," jawab Akira.


"Oh, kita udah kho. Pergi dulu ya!" pamit Thalia.

__ADS_1


"Iya Mbak!" sahut Akira.


Pantas saja waktu itu ada desas desus tentang peraturan rahasia para karyawan pria.Ternyata Bos Sandi memang mencintai sahabatnya sendiri, batin Akira.


Sementara Thalia langsung menuju ke ruangan Sandi. Setelah mengetuk pintu terlebih dahulu dan terdengar suara Sandi yang nge-bass menyuruhnya untuk masuk, barulah mereka pun membuka pintu.


Thalia langsung menuju ke arah Sandi. Satu persatu makanan dan minuman yang mereka bawa disimpan di atas meja. Setelah semuanya beres barulah Thalia berbicara.


"Ayo diminum Idola!" suruh Thalia.


"Makasih!" sahut Jojo. Dia pun langsung mengambil minuman yang Thalia simpan di atas meja. Dia menyesapnya sedikit kemudian menyimpan lagi di atas meja.


"Thalia, bolehkah aku jadi pengiring pengantinnya?" tanya Jojo kemudian.


"Eh, pengiring pengantin ya? Kalau itu aku-aku ...."


"Boleh saja, asal kamu harus mau berpasangan dengan Melati." Sandi langsung memotong ucapan Thalia, sehingga gadis itu langsung membungkam mulutnya mendengar apa yang Sandi katakan.


"Wah, kamu sahabat yang pengertian, Sandi. Gak rugi aku bisa berteman dengan kamu, hehehe ...." Melati tertawa cengengesan merasa senang dengan ide yang Sandi cetuskan.


"Tidak masalah! Aku tidak keberatan berpasangan dengan dia," sahut Jojo.


Aku harus mencobanya, siapa tahu gadis itu bisa membuat aku kembali menjadi laki-laki normal. Aku tidak ingin mengecewakan mama, yang banyak berkorban untuk aku. Meskipun benar kalau mama bukan ibu yang sudah melahirkan aku, batin Jojo.


"Bagus deh, berarti kita punya dua pengiring pengantin. Mas Gus dan pacarnya, Idola dengan Melati. Semoga nanti kalian menyusul kita," celetuk Thalia.


"Barengan nikah juga gak apa sih, aku gak keberatan." Lagi-lagi Melati cengengesan dengan ucapannya sendiri.


"Itu sih mau kamu," cibir Thalia. "Padahal kan, aku yang harus nya jadi ...."


"Apa katamu? Mau aku hukum sekarang?" Sandi langsung memotong ucapan Thalia dengan merangkulkan tangannya ke leher Thalia. Membuat gadis itu meringis takut calon suami sekaligus sahabatnya itu melakukan hal yang di luar nalar dia.


Baru saja Thalia berpikir sampai ke sana, Sandi langsung mengecup bibirnya di depan Jojo dan Melati. Tentu saja hal membuat Melati menjadi histeris melihat kelakuan calon suami sahabatnya.

__ADS_1


"Hiyya ... Sandi! Jangan kasih tontonan plus-plus sama anak perawan."


...~Bersambung~...


__ADS_2