Tawanan Cinta Playboy

Tawanan Cinta Playboy
Bab 80 Jodoh dari Tuhan


__ADS_3

"Kamu jangan memprovokasi aku! Aku tahu siapa suami aku," sentak Camelia.


"Oh, ya? Apa kamu tahu apa yang Joseph lakukan di belakangmu? Sudahlah! Lebih baik kamu pulang, aku mau istirahat," usir Sandi.


"Aku tidak percaya dengan apapun yang kamu katakan tentang suamiku."


"Terserah! Tapi kalau kamu ingin aku mencabut tuntutan itu, bisa saja sih. Asal kalian mau menandatangani surat perjanjian. Sekarang kamu pulang, aku mau istirahat."


"Sandi, aku akan menandatangani surat perjanjian itu, asalkan kamu membebaskan Joseph. Aku tidak mau, anakku memiliki ayah seorang napi," ucap Camellia dengan suara yang sudah biasa


"Baiklah! Nanti aku hubungi saat aku sudah bisa pergi ke rutan," ucap Sandi.


Camelia pun berlalu pergi begitu saja. Dia bahkan tidak menyapa Morgan ataupun Raline sedikit pun. Kemarahannya pada Sandi membuat dia tidak mengindahkan kesopanan pada orang tua yang ada di sana.


"Nak, apa kamu yakin akan mencabut tuntutan itu?" tanya Morgan.


"Yakin, Pah. Secara tidak langsung, aku sendiri yang sudah memicu kemarahan Joseph. Aku tidak tahu kalau adiknya pernah jadi pacar aku," ucap Sandi.


"Tapi dia sudah mengancam jiwa kamu." Morgan kekeh merasa keberatan dengan keputusan putranya.


"Aku akan membuat perjanjian dengan mereka agar tidak tinggal di negara ini lagi. Terserah mereka mau ke mana. Mereka tidak akan pernah lagi tinggal di negara ini karena aku akan membuat perjanjian itu secara legal di depan penegak hukum."


"Baiklah jika itu sudah keputusan kamu. Papa hanya khawatir dengan keselamatan kalian. Apa Papa perlu mencari pengawal seperti dulu?"

__ADS_1


"Tidak usah, Pah. Aku akan memakai pengawal dari Keluarga Wiratama. Aku sudah melihat bagaimana mereka bekerja untuk menyelamatkan aku," ucap Sandi lagi.


...***...


Seminggu setelah kedatangan Camelia, Sandi pun memenuhi ucapannya. Dia datang ke rumah tahanan dengan Thalia dan pengacara menemaninya. Mereka rencananya akan menemui Tantra dan Joseph.


Tak lupa dia pun menghubungi Camelia dan petinggi polri sebagai saksi perjanjian itu. Kebebasan Tantra dan Joseph, dibayar dengan deportasi keduanya dari negeri ini. Tapi sepertinya, Tantra tidak menyetujui perjanjian itu. Dia memilih mendekam di balik jeruji besi dibandingkan harus keluar dari negara ini. Berbeda dengan Joseph yang langsung menandatangani perjanjian itu, karena dia berpikir hidup di luar negeri tidak akan sulit baginya.


"Tantra, kenapa kamu menolaknya?" tanya Sandi dengan menatap lekat mantan sahabatnya.


Tantra tersenyum miring sebelum dia menjawab pertanyaan Sandi. "Di penjara tidak akan seumur hidup, sedangkan dideportasi selamanya tidak akan bisa kembali. Aku tidak bisa meninggalkan tanah kelahiran aku. Apalagi meninggalkan ayah dan ibuku."


"Baiklah, jika itu sudah keputusan kamu. Aku harap, tidak ada lagi dendam di antara kita," ucap Sandi dengan menatap lekat Tantra.


Sebenarnya dia juga tidak tega membiarkan sahabat baiknya berada di balik jeruji besi tapi apa yang telah dilakukan oleh Tantra kepadanya, sudah melewati batas kewajaran. Mau tidak mau, Sandi pun harus mengambil keputusan itu.


"Sudahlah Lia! Aku memang memiliki hubungan dengan wanita itu. Tapi itu dulu, sekarang aku sudah putus. Lagipula kita akan ke luar negeri, tidak mungkin akan bertemu lagi dengan dia," ucap Joseph berusaha menenangkan istrinya.


"Laki-laki brengsekk! Aku tidak akan ikut ke luar negeri bersama kamu. Aku akan tetap di sini melanjutkan karierku."


Sandi hanya tersenyum dalam hatinya mendengar perdebatan pasangan suami-isteri itu. Bisa-bisanya Camelia menjadi korban dua playboy sekaligus. Meskipun dia tidak melakukan hal yang jauh seperti apa yang Joseph lakukan bersama dengan gadis itu.


"Sandal, kita pulang yuk! Sudah beres kan urusannya?" ajak Thalia.

__ADS_1


"Sudah. Tantra, aku pulang dulu." Sandi pun berpamitan pada mantan sahabatnya itu


Tantra hanya mengangguk menanggapi ucapan Sandi. Namun saat pasangan suami istri itu baru saja melangkahkan kakinya, dia pun angkat bicara.


"Thalia, aku minta maaf dengan apa yang telah aku lakukan padamu. Aku baru sadar, kalau jodoh dari Tuhan itu tidak mungkin dapat dipisahkan. Semoga kalian bahagia. Aku yakin, Tantri pun pasti bahagia jika melihat laki-laki yang dicintainya hidup bahagia."


"Aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf. Aku senang jika kamu sudah bisa menerima takdir Tuhan."


Sepulang dari rumah tahanan, Sandi tidak langsung pulang ke rumah. Tetapi dia mengajak Thalia untuk bernostalgia, mengenang saat-saat mereka dulu duduk di bangku SMP. Dia pun melajukan mobilnya menuju ke sekolah yang memberikan sejuta kenangan.


Saat pertama kali mereka berteman. Saat pertama kali rasa itu mulai tumbuh subur di hati keduanya dan saat pertama kali keduanya merasa saling terikat satu sama lain. Meskipun dalam ikatan persahabatan yang mereka ikrarkan di depan orang lain.


"Tali, terima kasih sudah menemani aku selama ini. Mungkin, jika waktu itu aku tidak bertemu denganmu. Entah apa yang akan terjadi padaku. Kamu tahu, kamu seperti cahaya yang menerangi hidupku. Kamu hadir di saat aku sedang terpuruk. Berkat kamu juga, aku bisa menata kembali hidupmu. Meskipun ternyata jalan yang aku ambil salah untuk mendapatkan cinta kamu."


"Makasih juga Sandal, kamu selalu ada untuk aku. Meskipun kamu suka ngeselin dengan gadis-gadis cantik yang selalu mengelilingi kamu. Tapi kamu tidak pernah mengabaikan aku. Kamu tahu, saat bersama kamu, aku selalu merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini."


Langit yang berwarna jingga keemasan, tidak membuat pasangan suami istri beranjak dari tempatnya. Mereka sengaja duduk berdua di halte sekolah yang dulu menjadi tempat mereka nongkrong saat enggan pulang ke rumah. Keduanya larut dalam kenangan yang membekas di ingatan.


Seperti pasangan yang kasmaran, Sandi dan Thalia hanya saling melempar senyum mengingat masa-masa indah dulu. Sampai langit sudah mulai gelap barulah keduanya memutuskan untuk pulang, meninggalkan sekolah yang penuh dengan kenangan.


Terima kasih Tuhan, telah mempertemukan aku dengan kekasih hatiku di sini. Aku akan menjaga jodoh yang sudah Engkau berikan untukku. Semoga kebahagian selalu menyertai perjalanan cintaku dengan Thalia, ibu dari anak-anakku.


...~Tamat~...

__ADS_1


...Terima kasih kakak readers semua yang sudah menyertai perjalanan cinta Sandal Tali. Semoga karya Author yang keenam ini dapat menghibur Kakak readers semua. Untuk pemenang give away, nanti akan diumumkan di bab khusus pengumuman...


...Terima kasih🙏🏻...


__ADS_2