Tawanan Cinta Playboy

Tawanan Cinta Playboy
Bab 60 Hentikan, Ayah!


__ADS_3

Udara pagi yang dingin, membuat kedua anak manusia saling mengeratkan pelukannya. Jojo yang rencananya hanya ingin berpura-pura tertidur di kamar Melati. Pada akhirnya, dia benar-benar tertidur di sana. Apalagi, semalam dia mendengar keributan di luar saat Sandi keluar dari kamar Melati. Membuat dia mengurungkan niatnya untuk berakting sedang melakukan ninaninu bersama dengan Melati.


Namun, perkiraan dia melenceng. Yang awalnya Jojo akan pulang saat pagi buta, tapi kenyataannya dia tertidur di kamar gadis itu hingga fajar menyingsing. Sampai mereka tidak menyadari, sudah ada dua orang dewasa yang sedang mengawasi di samping tempat tidur.


"Ayah, kita bangunkan saja," usul Bu Maryam, ibunya Melati


"Biarkan saja. Ayah ingin tahu apa yang akan mereka lakukan saat melihat kita," ucap Pak Wisnu, ayahnya Melati


"Tapi ibu belum menyiapkan sarapan," keluh Bu Maryam.


"Ya sudah Ibu pergi sana. Biar Ayah saja yang menjaga mereka."


"Tidak mau, Ibu khawatir nanti Ayah kalap pada mereka. Lagian, kenapa tidak direstui saja hubungan mereka berdua? Mereka tidak ada sangkut pautnya dengan permusuhan Ayah dengan Simon."


"Ayah hanya tidak mau, apa yang terjadi pada Fitri harus terjadi pula pada putri kita."


Mendengar suara orang yang mengobrol, perlahan Jojo pun membuka matanya. Dia sangat terkejut melihat Pak Wisnu dan Bu Maryam berdiri di samping tempat tidurnya. Jojo pun hanya bisa meringis melihat ke arah Pak Wisnu.


"Malam, Om!" sapa Jojo dengan tangan menggoyang-goyangkan badan Melati.


"Pagi!" ketus Wisnu. "Sudah puas tidurnya?"


"I-i-iya, Om!" sahut Jojo kikuk.


"Mel, bangun ...," ucapnya pelan.


"Apaan sih? Masih ngantuk Bu," sungut Melati.


"MELATI BANGUN!" sentak Wisnu kencang.


Seketika Melati dan langsung terduduk. Matanya membulat sempurna melihat ayah dan ibunya. Namun, sesaat kemudian dia hanya cengengesan untuk menghilangkan kekagetannya.

__ADS_1


"Eh, Ayah Ibu," ucap Melati cengengesan. "Bu, kita bikin nasi goreng seafood yuk!" ajaknya kemudian. Dia langsung menghampiri ibunya dan menarik tangan wanita cantik itu keluar kamar. Melati sangat takut melihat gurat kemarahan di wajah tegas ayahnya. Dia pun memilih mengamankan dirinya sendiri.


Sementara Jojo langsung membulatkan matanya melihat apa yang Melati lakukan. Dia ingin protes tapi sudah pasti pria dewasa yang ada di depannya akan sangat marah. Pada akhirnya, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan ayah Melati lakukan padanya.


Gila! Ternyata rencana Sandi membuat aku berada di ujung tanduk. Apa yang harus aku lakukan sekarang? batin Jojo.


"Bersihkan dirimu! Aku tunggu di ruang keluarga," ketus Wisnu. Dia sebenarnya ingin memukuli Jojo, tetapi saat melihat wajah tidak berdaya pemuda itu, mebuat dia mengurungkan niatnya.


"Baik, Pak!" sahut Jojo. Dia langsung beranjak pergi menuju ke kamar mandi.


Cepat-cepat dia membasuh mukanya dan kumur-kumur dengan antiseptic mouthwash. Setelah dirasa semuanya beres, Jojo pun segera keluar dari kamar mandi. Dia berjalan keluar dari kamar Melati. Sungguh, hati Jojo seperti kerupuk yang tersiram air saat melihat wajah Wisnu yang sangar sednag menunggunya di ruang keluarga. Dengan jantung yang terus bertalu-talu, Jojo pun meberanikan diri mendekat ke arah pria dewasa itu.


"Permisi, Om! Boleh saya duduk?"


"Tidak! Kamu cukup berdiri saja dan dengarkan apa yang akan aku katakan," sahut Wisnu dengan menatap lekat pemuda yang ada di depannya.


"Ba-baik, Om!" sahut Jojo gugup.


Wisnu langsung bangun dari duduknya saat dia selesai berbicara. Tanpa berkata lagi, dia langsung melayangkan bogem mentah di perut dan wajah tampan laki-laki itu. Melati yang sedang di dapur seketika berlari saat mendengar suara baku hantam di ruang tengah. Entah mendapat keberanian dari mana, dia segera menghampiri Jojo yang sudah babak belur karena dihajar oleh ayahnya.


"Hentikan, Ayah! Apa Ayah akan membunuh papa dari anak yang sedang aku kandung? Kenapa tidak sekalian membunuh aku juga? Aku tidak mau melahirkan tanpa seorang suami," teriak Melati.


"Apa katamu? Kamu hamil anaknya dia?" tunjuk Wisnu.


"I-iya. Aku pernah bermalam di vila bersama Jojo dan tidak sengaja melakukannya. Semakin ayah menentang hubunganku dengan Jojo, semakin aku nekat melakukan hal yang di luar nalar."


"Anak kurang ...."


"Hentikan Ayah! Aku tidak mengijinkan Ayah menyakiti putriku. Susah payah aku melahirkan dan membesarkannya. Saat sudah besar, ayah malah ingin menyakitinya," sentak Maryam ikut membela Melati. Segalak-galaknya dia pada Melati, tapi Maryam sangat tidak rela meliat ada orang yang ingn menyakiti putrinya.


"Kamu juga, aku merestui kalian tapi aku tidak mengijinkan kamu menyakiti putriku sedikit pun. Apalagi kalau sampai mendapatkan kekerasan fisik," tunjuk Maryam pada Jojo yang meringis kesakitan duduk di lantai.

__ADS_1


"A-aku janji tidak akan pernah menyakiti Melati, Tan!" ujar Jojo seraya menahan sakit di perutnya.


Saat wisnu akan bicara kembali, terdengar suara orang yang memberi salam dari luar. Melati yakin kalau itu suara Thalia. Pasti sahabatnya itu datang untuk melihat keadaan Jojo.


Maryam segera beranjak ke ruang tamu dan membukakan pintu. Nampak Sandi dan Thalia tersenyum ramah pada wanita yang selalu baik pada mereka. Maryam pun langsung membalas senyum pasangan suami istri itu.


"Pagi, Tan. Maaf aku datang pagi-pagi sekali. Melatinya ada?" tanya Thalia.


"Ada di dalam, ayo masuk saja! Sekalian Tante juga mau minta tolong pada suami kamu," ajak Maryam.


"Minta tolong apa ya, Tan? Kalau bisa, pasti aku tolongin," tanya Sandi.


"Kalian duduk saja dulu, Tante ke dalam sebentar," ucap Maryam.


Sandi dan Thalia hanya saling berpandangan. Tak urung mereka pun mengikuti apa yang Maryam katakan. Meskipun hati keduanya dipenuhi banyak pertanyaan, tetapi mereka tidak berani bertanya lebih jauh pada Maryam yang terlihat serius.


Tidak lama kemudian, Maryam datang bersama dengan Jojo dan Melati. Tentu saja Sandi dan Thalia sangat terkejut melihat wajah Jojo yang kini tak berbentuk. Mereka hanya meringis, ikut merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh Jojo.


"Tolong kalian bawa dia ke klinik atau rumah sakit ya! Tante perlu bicara dengan ayahnya Melati. Dan kamu Mel, diam di rumah tidak boleh pergi ke mana pun!" suruh Maryam.


"Tapi Bu, aku ingin memastikan keadaan Jojo. Apa Ibu tahu, Jojo memiliki masalah lambung. Sekarang sama ayah malah terus dipukuli perutnya. Kalau kenapa-napa gimana?" rengek Melati.


"Kamu mandi dulu, baru menyusul mereka."


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, rate, gift, dan favorite....


...Terima kasih....


...Sambil nunggu Playboy update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini!...

__ADS_1



__ADS_2