Tawanan Cinta Playboy

Tawanan Cinta Playboy
Bab 62 Kejujuran Melati


__ADS_3

Pernikahan yang sederhana, tetapi sakral baru saja selesai dilaksanakan. Nampak Wajah bahagia terpancar jelas dari kedua mempelai. Tak hentinya Melati menyunggingkan senyum bahagia di kedua sudut bibirnya. Dia sangat bahagia karena akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang dicintainya.


Tidak jauh berbeda dengan Melati. Jojo pun merasakan hal yang sama. Dia terus saja melirik ke arah Melati yang terlihat cantik dengan balutan kebaya warna putih. Meskipun acara serba mendadak, tetapi semuanya berjalan dengan lancar.


"Selamat ya Mel, Jo! Akhirnya kalian resmi menjadi suami istri. Aku gak nyangka kalau Jojo bisa nabung benih terlebih dahulu sama kamu," ucap Thalia dengan menggenggam tangan Melati.


"Nabung benih apaan, Tha? Orang aku gak hamil," Ceplos Melati.


"Apa katamu? Gak hamil?!" pekik Thalia kaget.


"Berisik, Tha! Jangan kencang-kencang ngomongnya!" Melati langsung membekap mulut Thalia khawatir ada orang lain yang mendengar.


Rasanya telat Melati melakukan hal itu. Semua orang yang sedang berada di ruang tamu sudah mendengar apa yang Thalia katakan, sehingga ayah Melati yang tidak jauh dari mereka langsung bertanya.


"Katakan yang sebenarnya Melati, kamu hamil atau tidak?" tanya Wisnu yang merasa dibohongi oleh putrinya sendiri.


Suasana bahagia yang tadi menyelimuti rumah Melati, kini berubah hening. Semua orang merasa was-was saat melihat raut wajah serius Wisnu. Mereka memasang telinganya lebar-lebar menunggu jawaban yang akan Melati berikan.


Sementara Melati melihat ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab pertanyaan ayahnya. "Sebenarnya-sebenarnya aku tidak hamil. Aku tidak pernah melakukan hal yang diluar batas dengan lelaki manapun."


Melati langsung menunduk, dia memejamkan matanya seraya menautkan kedua tangannya. Dia sudah bersiap jika nanti ayahnya akan memarahi dia. Dengan perasaan harap-harap cemas, dia terus saja melipat bibirnya ke dalam.


"Maaf, Pak Wisnu. Kami memang pernah bermalam di villa tapi kami tidak sampai melakukan hal yang biasa dilakukan oleh suami istri," timpal Jojo. Dia langsung menggenggam tangan Melati erat. Jojo ingin meyakinkan Melati, kalau gadis itu tidak sendiri.


"Kalian tahu, sebenarnya aku sangat kecewa dengan apa yang kalian lakukan. Tapi aku juga senang kalian masih memegang norma yang ada dalam keluarga kita. Mungkin aku terlalu keras mendidik putriku sehingga dia tega membohongi ayahnya sendiri," tutur Pak Wisnu.


Wajah serius laki-laki itu kini berubah sendu. Dia ingin menertawakan dirinya sendiri. Seorang Magister Psikologi ternyata bisa dibohongi oleh putrinya sendiri.


"Maaf, Ayah! Mela-Mela tidak punya pilihan karena ayah tidak merestui hubungan Mela dengan Jojo," sesal Melati. Hatinya terasa sakit saat melihat wajah kecewa dan luka hati yang tersirat jelas di wajah tegas pria dewasa itu.


"Sudahlah, sekarang kalian sudah menikah. Mau tidak mau Ayah harus merestui pernikahan kalian. Semoga kalian bahagia," ucap Wisnu seraya berlalu pergi menuju ke kamarnya.


Melati dan yang lainnya, hanya melihat punggung tegap itu menghilang di balik tirai yang membatasi ruang tamu dengan ruang tengah. Mereka tidak ada yang bersuara, sampai akhirnya Maryam bangun dari duduk.

__ADS_1


"Ayo makan-makan lagi! Ibu ke dalam dulu ya, mau menemui ayah kamu."


"Iya, Bu!" sahut Melati.


"Mel, maafkan aku ya! Gara-gara aku keceplosan jadi seperti ini," sesal Thalia.


"Gak apa Thalia. Cepat atau lambat juga ayah pasti tahu. Memang aku yang salah kho, tapi aku pun tidak punya cara lain."


"Tapi bagaimana bisa kamu bisa kepikiran mengaku hamil sebelum menikah?"


"Aku tidak tega melihat Jojo yang sudah tidak berdaya masih jadi sasaran kemarahan ayah," ucap Melati pelan.


Saat keduanya asyik berbincang, tiba-tiba saja Kiki menyela pembicaraan dua sahabat itu. Entah kenapa budenya Melati selalu bersikap sinis. Apalagi kalau merasa tersaingi oleh keluarga kakaknya.


"Hebat sekali kamu, Mel! Bergaul dengan dia, kamu jadi pandai membohongi orang tua," sindir Kiki.


"Apaan sih Bude? Kalau belum tahu masalahnya lebih baik Bude jangan asal bicara." Melati langsung memanyunkan bibirnya merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh budenya


"Iya, Nek! Makasih sudah menyempatkan datang," sahut Melati.


"Anak bodoh! Sudah pasti Nenek datang karena kamu cucu Nenek." Nenek Melati tertawa samar. "Nyonya, kami permisi dulu!" pamitnya.


"Iya, Bu! Hati-hati di jalan!" sahut Raline yang sedari tadi diam mencerna apa yang sudah terjadi. Dia pun sama terkejutnya mendengar pengakuan Melati. Harapannya yang tinggi untuk kesembuhan Jojo, kini terasa terhempas ke dasar jurang.


Raline pun langsung mendekat ke arah Melati dan Thalia. Dia ingin tahu dengan apa yang telah terjadi sebenarnya. Karena Raline merasa, mereka seperti menyimpan sesuatu yang disembunyikan.


"Mel, boleh Tante nanya?" tanya Raline.


"Boleh, Tan. Apa Tante penasaran dengan apa yang telah terjadi?" tebak Melati.


"Hehe ... Ketahuan banget ya rasa penasaran Mama. Sekarang panggil Mama ya, Mel. Karena mulai hari ini dan seterusnya, kamu menantu Mama," ucap Raline.


"Iya, Mah!" sahut Melati.

__ADS_1


Dengan hati-hati Melati menceritakan apa yang telah terjadi sebenarnya. Dimulai dari pertemuan keluarganya dan Simon, tentang rencana Sandi yang gagal. Sampai saat ayahnya membuat Jojo babak belur.


Raline hanya menutup mulut dengan kedua tangannya. Dia merasa tidak percaya kalau sebenarnya Wisnu dan Simon saling mengenal. Ditambah lagi soal Jojo yang harus masuk ke rumah sakit gara-gara dipukuli Simon. Tapi kemudian, Raline tersenyum seperti merasa sangat puas.


"Mama bingung harus bilang apa. Tapi Mama merasa senang mendengar Jojo mau memperjuangkan kamu, Mel. Itu tandanya dia benar-benar serius ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan kamu. Soal permusuhan ayah kamu dan papanya Melati, nanti Mama akan bantu menjelaskan."


"Makasih, Mah!" sahut Jojo dan Melati kompak.


"Harusnya kalian berterima kasih sama aku, bukannya gagal rencana aku tapi kalian melakukan hal diluar rencana," celetuk Sandi.


"Diam, Sandal! Jangan ikut-ikutan. Kalau kamu tidak bikin rencana seperti itu, Idola tidak akan babak belur," tukas Thalia.


"Tapi mereka jadi menikah, kan? Ya, meskipun harus bonyok dulu. Yang terpenting tujuannya tercapai," bela Sandi.


"Iya, aku makasih sama kamu. Karena ikut rencana gila kamu, aku jadi menikah dengan Melati. Aku tidak menyesal pernah merasakan dipukuli orang, karena aku mendapatkan imbalan yang luar biasa," ucap Jojo dengan tersenyum manis.


"Mode-mode budak cinta nih," sindir Sandi.


"Tidak apa, karena kebahagiaan Melati akan menjadi kebahagiaan aku juga."


"Ya sudah deh, kalian selamat menikmati belah duren. Aku dan Thalia pulang dulu. Apa Mama mau ikut bersamaku?" tanya Sandi.


"Boleh! Kalau kamu tidak keberatan Mama menumpang."


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


...Sambil nunggu Playboy update, yuk kepoin karya keren yang satu...


__ADS_1


__ADS_2