Tawanan Cinta Playboy

Tawanan Cinta Playboy
Bab 53 Pernikahan Camelia


__ADS_3

Pesta pernikahan seorang artis ibu kota nampak sangat meriah. Banyak wartawan yang datang mengabadikan momment sang artis yang diagung-agungkan itu. Namun banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa pengantin prianya mendadak berubah, tidak sama dengan yang ada dalam undangan.


Sandi yang datang bersama dengan Jojo dan pasangan masing-masing, sempat mengerutkan keningnya saat melihat pengantin pria yang bersanding di pelaminan bersama dengan Camelia. Bukan tanpa sebab dia seperti itu, karena dia kenal dengan laki-laki yang menjadi pengantinnya Camelia.


"Jo, bukankah itu Kakak tiri kamu?" tanya Sandi untuk memastikan.


"Iya, aku juga baru tahu kemarin kalau dia akan menikah dengan Camelia," jawab Jojo dengan melirik sekilas ke arah Sandi.


"Pantas saja Camelia bilang hanya pebinor itu yang baik sama dia. Ternyata calon mertuanya," gumam Sandi.


"Idola, kita tidak ke sana untuk memberi selamat?" tanya Melati.


"Mel, aku ke sana sendiri ya! Kamu nanti bersama Thalia saja," suruh Jojo.


"Memangnya kenapa? Malu membawa aku ke sana?" tanya Melati yang merasa tersinggung.


"Bukan malu. Aku tidak mau, nanti kamu dikejar wartawan karena dekat dengan aku," jelas Jojo. "Aku tidak suka privasi aku diusik. Makanya aku selalu tertutup pada wartawan," lanjutnya.


"Ya udah deh!" sahut Melati dengan memanyunkan bibirnya.


Pantas saja tadi berangkat ke sini suruh bareng dengan Sandi dan Thalia. Ternyata aku hanya akan dijadikan kekasih yang disembunyikan, batin Melati.


"Jangan sedih! Sepulang dari sini, aku akan mengajak kamu ke suatu tempat. Kita di sini hanya sebentar," bisik Jojo seperti mengerti dengan apa yang Melati pikirkan.


Sementara gadis itu hanya tersenyum samar mendapatkan bisikan dari kekasih hatinya. Antara bahagia dan sedih karena keberadaannya disembunyikan dari publik. Padahal Melati berharap, semua orang tahu kalau dia kekasihnya Jojo.


Berbeda dengan Thalia yang sedari tadi terus bergelayut manja di lengan kekar suaminya. Dia sengaja agar mantan-mantan Sandi yang kebetulan datang menghadiri pernikahan Camelia, tidak datang mendekat ke arahnya.


"Ayo kita kasih kejutan buat Camelia!" ajak Sandi dengan menggandeng Thalia.


Benar saja apa yang merekah perkirakan, Camelia sangat terkejut melihat Sandi yang sudah berjalan lagi. Apalagi, lelaki tampan itu menggandeng Thalia dengan mesra. Darahnya langsung mendidih melihat kemesraan mereka.


"Selamat Bang Ronald, semoga kalian bahagia selalu," ucap Sandi dengan tersenyum. "Selamat Camelia, terima kasih kamu sudah memutuskan pernikahan kita," lanjutnya. Sementara Thalia hanya menjabat tangan pengantin seraya tersenyum.


"Mau apa kalian datang? Mau pamer?" tanya Camelia sengit.

__ADS_1


"Mau kasih tahu kamu kalau istriku baik-baik saja. Ayo Tali kita pulang!" ajak Sandi dengan menggenggam tangan Thalia.


Mereka tidak mau berlama-lama ada di atas pelaminan. Apalagi sorotan kamera terus saja membidik setiap tamu yang datang. Namun, saat Sandi akan mengajak Thalia dan Melati pulang, tanpa sengaja bertemu dengan Devan dan yang lainnya.


"Woy, Bro! Buru-buru amat," tegur Devan.


"Biasalah! Ayo gabung! istri kamu yang hilang itu yang mana?" tanya Devan to the points.


"Oh iya kenalin. Ini Tali, maksudku Thalia istriku. Sementara yang satunya sahabat istriku, Melati. Dia kekasihnya Jojo," ucap Sandi.


"Hai, aku Devan. Temannya Sandi."


"Thalia."


"Melati."


Mereka pun saling berjabat tangan dengan senyum ramah yang menghiasi bibir kedua gadis cantik itu. Sampai akhirnya datang dua orang gadis cantik menghampiri mereka.


"Tasya, kenalin ini istrinya Sandi. Namanya Thalia," ucap Devan. "Ini istriku Tasya dan ini kakak iparku, Diandra."


Mereka pun saling memperkenalkan diri dan berjabat tangan. Saat sudah saling berkenalan, akhirnya Sandi mengikuti Devan ke mejanya. Nampak di sana Elgar sudah duduk bersama dengan Aigner, Orion dan Davin.


Pemuda itu tidak enak hati kalau sampai Sandi tahu, dia sudah mencuri ciuman pada Thalia. Saat gadis itu sedang pingsan. Apalagi mereka semua berteman baik karena sering menghabiskan malam di klub.


"Simpan saja keinginan kamu itu, Ion. Aku tidak akan pernah membiarkan siapa oun mendekati istriku," ketus Sandi.


"Ion nih becandanya suka keterlaluan. Udah Sandi, jangan dianggap. Mana mungkin Bang Elgar jadi pebinor. Paling jadi perjaka tua," sambung Devan.


"Mentang-mentang kamu ya, Van. Mau aku bikin perusahaan kamu bangkrut?" ancam Elgar.


"Jangan dong, Bang! Baru juga jalan dua tahun, masa udah bangkrut aja. Malu-maluin," sanggah Devan.


"Kamu tuh, Van. Sama saja dengan Ion sebelas dua belas. Mana mungkin Bang Elgar jadi perjaka tua. Pacarnya aja banyak, paling juga jadi bujang lapuk," timpal Davin.


"Kalian jangan menghina Bang Elgar terus! Masa cowok tampan dan tajir begini jadi bujang lapuk. Orang dia cassanova karatan," sambung Aigner yang sedari tadi diam.

__ADS_1


"Hina saja terus, suka-suka kalian. Paling besok saham perusahaan kalian pada anjlok semua," ucap Elgar enteng.


"Jangan, Bang!" kompak Devan dan yang lainnya.


"Mending pestanya pindah yuk! Udah lama gak main ke klub," cetus Orion.


"Boleh tuh, Ion. Luna aman kan, gak bakalan nyusul?" tanya Elgar.


"Aman. Dia lagi pulang ke rumah orang tuanya. Biasalah, ngadu paling juga," ucap Orion.


"Habis kamu apakan sampai ngadu ke orang tuanya." tanya Devan penasaran.


"Aku kesal, dia ngidam maunya yang aneh-aneh."


"Astaga, Ion! Orang ngidam memang begitu. Kamu tanya Davin, dulu aku ngidam seperti apa." Diandra yang sedari tadi diam ikut menimpali pembicaraan para lelaki. Sementara yang lainnya hanya jadi pendengar setia.


"Tau akh! Pusing hadapin dia."


"Sudah, sudah! Dari pada pusing, ayo kita berangkat ke klub mumpung belum terlalu malam biar puas di sananya!" ajak Elgar.


"Maaf semuanya, sepertinya aku gak ikut. Lain kali aja," sesal Sandi.


"Kenapa gak ikut? Ajak saja istrimu sekalian," saran Devan.


"Nggak, Van. Istriku lagi hamil. Mana mungkn aku bawa ke sana," tolak Sandi.


"Iya, gak apa. Sehat-sehat anak dan istrimu," tukas Elgar.


"Iya, Bang Makasih! Semuanya aku duluan ya!" pamit Sandi langsung pergi dengan menggenggam tangan Thalia. Entahlah,dia merasa tidak enak hati melihat Elgar yang sering curi pandang pada istrinya.


Setibanya di mobil, ternyata Jojo sudah ada di sana. Mereka pun langsung naik ke dalam mobil dan berencana akan pergi suatu tempat untuk merayakan kebebasan Jojo dari Ivan


Kekuatan uang memang dahsyat. Meskipun mendadak, tetapi Jojo mampu menyewa sebuah villa yang ada di tepi pantai. Rencananya, mereka akan menghabiskan malam bersama dengan menikmati deburan ombak yang bersahutan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2