
Ruangan serba putih dengan bau obat yang menyengat, menjadi tempat bermalam Jojo selama dua hari ini. Melati dengan setia menemani Jojo bersama dengan Raline. Meskipun sebenarnya tidak yang serius, tetapi Jojo memutuskan untuk menginap di rumah sakit selama beberapa hari.
Sandi dan Thalia pun sering mengunjungi mereka sepulang dari kafe. Mereka merasa prihatin dengan keadaan Jojo yang babak belur. Apalagi semua itu karena ide Sandi.
Wisnu dan istrinya pun datang menjenguk Jojo. Kedua orang tua Melati, nampak ragu untuk menemui Jojo. Namun, saat dia mendapatkan sambutan hangat dari Raline, akhirnya mereka pun menemui pemuda yang dicintai putrinya.
"Maaf Nyonya, kalau kedatangan kami mengganggu," ucap Maryam.
"Tidak, Bu. Saya senang, Ibu dan Bapak berkenan untuk menjenguk Jojo. Tapi maaf, Ibu dan Bapak ini ...."
"Kami orang tuanya Melati," potong Maryam seraya mengulurkan tangannya.
"Oh, saya Raline mamanya Jojo. Silakan masuk!" suruh Raline dengan tersenyum hangat.
"Putra saya fisiknya memang tidak sekuat kakaknya. Tapi dia seorang lelaki yang bertanggung jawab. Sedari kecil, Jojo selalu patuh dengan aturan yang ada. Dia tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh," tutur Raline tersenyum ramah.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Raline, Maryam dan Wisnu hanya saling berpandangan. Antara percaya dan tidak dengan apa yang dikatakan oleh Raline. Karena pada kenyataannya, mereka memergoki Jojo tidur bersama dengan putri mereka.
"Apa Nyonya tahu, kenapa putra Anda babak belur?" tanya Wisnu.
"Oh, kalau itu karena ada orang yang akan merampok. Jojo berusaha menghadangnya tetapi dia malah babak belur. Bersyukur lukanya tidak terlalu parah," ungkap Raline.
Ternyata anak itu tidak terus terang pada ibunya kalau aku telah memukulinya. Tapi apa maksudnya? batin Wisnu.
Saat Wisnu akan berbicara, terdengar pintu kamar mandi ada yang membukanya. Nampak Melati keluar dari sana dengan membawa kantong obat di tangannya. Rupanya, dia sehabis membantu Jojo mengoleskan salep di bagian tubuhnya yang memar.
Melati dan Jojo sangat terkejut mendapati kedua orang tua itu. Mereka masih trauma, takut Wisnu ingin melampiaskan kemarahannya lagi. Dengan hati yang was-was, Jojo kembali ke tempat tidur.
Sementara Melati menghampiri ibunya. Semenjak, ayahnya membuat Jojo babak belur, Melati sengaja mendiamkan cinta pertamanya itu. Dia merasa kesal karena menurut dia, tindakan ayahnya itu sangat keterlaluan.
"Mel, Tante sangat senang bisa bertemu dengan kedua orang tua kamu," ucap Raline dengan tersenyum ramah. "Saya juga mengucapkan banyak terima kasih. Karena Ibu dan Bapak sudah mengijinkan Melati merawat putra saya. Putri ibu sangat telaten, saya jadi ingin cepat-cepat menikahkan mereka. Mungkin setelah Jojo sembuh saya sesegera mungkin akan datang ke rumah bapak dan ibu untuk melamar Melati dengan benar," lanjutnya.
__ADS_1
Mendengar penuturan Raline, pasangan suami istri jadi saling berpandangan. Mereka jadi merasa tidak enak hati mendapatkan keramahan dari mamanya Jojo. Wisnu jadi berpikir, mungkinkah Jojo mengikuti sifat ibunya jadi orang yang baik, tidak seperti Simon yang arogan.
"Sebenarnya kami ke sini untuk membicarakan hal itu pada Nyonya. Kami ke sini untuk meminta pertanggungjawaban putra Nyonya terhadap putri kami Melati," ucap Wisnu.
"Maksud Anda?" tanya Raline bingung.
"Melati hamil oleh putra Nyonya," jawab Maryam.
"Apa, Melati hamil?! Syukurlah!" pekik Raline. Dia sangat bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh orang tua Melati. Karena jika memang benar Melati hamil, sudah pasti Jojo sembuh dari hal yang menyimpang.
Padahal aku cuma bohong kemarin bicara seperti itu. Tapi ternyata mamanya Jojo sangat bahagia. Apa yang harus aku lakukan? Kalau aku jujur, sudah pasti ayah akan menjauhkan aku dengan Jojo tapi kalau gak jujur, aku sudah membohongi semua orang, batin Melati.
Sementara kedua orang tua Melati lagi-lagi saling berpandangan. Mereka tidak menyangka reaksi Raline akan seperti itu. Bukannya malu dengan apa yang putranya lakukan tetapi malah terlihat bangga.
"Iya, Nyonya. Mereka sudah ...."
"Ibu dan Bapak tenang saja, Jojo pasti akan bertanggung jawab dengan apa yang telah dia lakukan," potong Raline. "Kalau perlu, kita langsung nikahkan saja setelah Jojo keluar dari rumah sakit. Senangnya, langsung mendapatkan dua cucu sekaligus."
...***...
Hari yang telah direncanakan oleh Raline dan Jojo kini sudah di depan mata. Raline sangat bahagia karena akhirnya dia bisa melamar seorang gadis untuk putra sambungnya. Tak lupa, Jojo pun mengajak Sandi dan Thalia ikut serta.
Mereka begitu antusias untuk mempersunting Melati, sampai banyak barang mewah yang dibawa sebagai pengantar acara lamaran. Sampai-sampai orang tua Melati tercengang kaget dengan apa yang dilihatnya.
"Ayah, bukannya hanya lamaran saja, tapi kenapa mereka bawa barang-barang sampai satu mobil bok," bisik Maryam.
"Ayah juga tidak tahu. Apa sebaiknya kita panggil Pak Amran saja, dia kan penghulu di KUA. Biar sekalian kita nikahkan saja," Wisnu berbisik balik.
"Iya boleh, Yah. Biar langsung sah."
Wisnu langsung pergi ke rumah tetangganya yang memang seorang penghulu. Sementara Maryam langsung menyambut kedatangan Jojo dan yang lainnya. Melati dan beberapa keluarga yang diberitahu tentang acara lamaran itu, ikut menyambut kedatangan Jojo.
__ADS_1
"Wah, Mel. Beruntung sekali kamu akan menikah dengan artis. Padahal kamu biasa saja. Cantik juga Nabilah putri bude," sinis budenya Melati.
"Berarti Melati lebih beruntung dari anakmu Nabilah, Kiki. Sudahlah! Kamu jangan membandingkan-bandingkan anakmu dengan orang lain. Mereka kan punya jalan hidup masing-masing," cetus neneknya Melati.
"Iya, Bu!" sahut Kiki, budenya Melati.
Setelah mereka cukup beramah-tamah, Jojo dan yang lainnya pun duduk di ruang tamu. Mereka berbincang seraya menunggu kedatangan Wisnu yang sedang memanggil tetangganya.
"Maaf, Nyonya! Sebenarnya ada hubungan apa, Anda dengan Sandi?" tanya Maryam yang sedari tadi terus memperhatikan wajah Sandi dan Raline yang memiliki sedikit kemiripan.
"Oh, Sandi putra pertama saya. Kalau Jojo, putra kedua saya." Raline tersenyum ramah menanggapi pertanyaan Maryam. Dia memang selalu mengakui Jojo sebagai anaknya sendiri di depan orang lain. Kecuali di depan orang-orang yang mengetahui kisah hidupnya.
"Oh, begitu ya! Tapi wajah Jojo dengan Sandi tidak ada kemiripan. Nyonya sangat beruntung memiliki putra yang tampan-tampan. Saya juga memiliki seorang putri yang sangat cantik. Kalau Nyonya berkenan, putra pertama Anda bisa kita dekatkan dengan putri saya," celetuk Kiki.
"Maaf sekali, Mbak. Sandi sudah menikah dan sekarang istrinya Thalia sedang hamil," sesal Raline.
Kiki langsung tersenyum kecut mendengar apa yang Raline katakan. Dia langsung mendelik ke arah Thalia yang duduk di samping Sandi. Apalagi melihat apa yang Sandi lakukan pada istrinya.
Cih! Padahal wajah Thalia itu biasa saja. Tapi Sandi sampai segitunya, batin Kiki
"Nyonya, bagaimana kalau hari ini, selain acara lamaran, kita langsung menikahkan mereka saja." Maryam langsung mengalihkan pembicaraan. Dia pun bicara sangat hati-hati.
"Itu lebih baik. Saya sangat setuju dengan usul Ibu," sahut Raline dengan wajah sumringah.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
...Sambil nunggu Playboy update, yuk kepoin karya keren yang satu ini....
__ADS_1