
"kalau begitu aku akan pergi sendiri " ucap Sean dengan mata yang berubah tajam lalu masuk ke ruangan nya .
"Sean , Sean (memanggil Sean ) dia marah lagi " gumam Naomi dengan mengangkat bahu nya .
tok...tok...tok
"masuk" ucap Sean dari dalam dan muncul lah Naomi dengan senyumannya.
"ada apa ? " ucap Sean
"apa kau marah ? " ucap Naomi
"ya aku marah dengan mu " ucap Sean
"kenapa ? " ucap Naomi
"apa kau belum jelas jika aku menyukaimu ?" ucap Sean .
"Sean ku mohon sadar lah , aku hanya menganggap mu bos ku dan di luar itu sebagai adik .kau tau sendiri aku sudah mempunyai anak terlebih lagi aku janda " ucap Naomi menjelaskan dengan santai.
"masa bodoh dengan status mu .yang ku tau aku menyukai mu .kau belum mencobanya dengan ku tapi kau terus menolak ku apa itu adil ?" ucap Sean emosi . Naomi terdiam sejenak
"ok.akan ku berikan kamu kesempatan untuk mendekati ku . tapi kau harus menjadi pria yang Ku suka .bagaimana?" ucap Naomi memberi tawaran pada Sean .
"katakan pria seperti apa yang kau suka ?" ucap Sean penasaran
"aku menyukai pria yang ramah , tidak berbicara blak-blak an , mengerti apapun hal yang ku sukai dan tentunya bergairah . kau tau kan aku janda " ucap Naomi dengan serius .
"ok. ku buktikan padamu jika aku bisa seperti yang kau minta kau akan menjadi milik ku. benar begitu ?" ucap Sean memperjelas perkataan naomi . Naomi pun menganggukan kepalanya .
"tapi untuk bicara yang tidak blak-blak an apa aku bisa ? kau sendiri tau aku mengidap phinokio syndrom kan . " ucap Sean
"kalau tidak bisa ya sudah . berarti kau tidak bisa mendekati ku lagi" ucap Naomi mengangkat bahu nya .
"ok-ok akan ku coba untuk mu" ucap Sean .
"maafkan aku Sean aku menyulitkan mu dengan syarat ku . mana bisa kau seperti itu Sean . kau juga tidak berpengalaman . pasti kau akan kalah" ucap Naomi dalam hati .
#####
"baiklah hari ini ulangan dadakan . kumpulkan catatan kalian di depan " ucap guru dan berjalan lah semua murid ke depan untuk mengumpulkan catatan .
"nes" ucap ghuzheng memanggil Nesya
"iya ? " ucap Nesya menengok ke samping
"semangat " ucap ghuzheng dengan tersenyum pada Nesya . Nesya pun membalas ghuzheng dengan senyuman .
"aduh nes aku kemarin sudah belajar tapi tetap tidak paham di bab ini . apa kamu paham ? " ucap Xing lu
"tenang lah jika kamu kesusahan menjawab . silahkan melihat jawaban ku ."ucap Nesya menepuk pundak Xing lu .
"ok terimakasih nes. nanti saat di kantin aku akan mentraktir mu" ucap Xing lu ,Nesya hanya tersenyum saja .di bangku lain stefi juga kebingungan sama halnya dengan Xing lu tadi"div bagaimana ini aku belum belajar tadi malam " ucap stefi
"kamu ini kebiasaan . awas saja kalau kamu berani menyontek ku" ucap diva dengan memperingat kan stefi . lembaran demi lembaran terus di geser ke belakang oleh guru mereka ,tak ada murid yang terlewatkan pada kesempatan ulangan ini .
ghuzheng sangat serius mengerjakan pertanyaan yang ada di depan nya karena ini adalah pelajaran favorit nya . tak kalah serius dari ghuzheng Nesya pun mengerjakan dengan sangat teliti . sampai tiba waktunya untuk mengumpulkan soal ulangan itu .
"yang sudah silahkan di kumpulkan dan bisa istirahat " ucap guru .
"ssst...nes sudah belum?" ucap ghuzheng dengan berbisik . Nesya hanya memberi kode jempol di tangan kirinya . lalu Nesya dan Xing lu mengumpulkan soal nya ke depan terlebih dahulu dan di ikuti ghuzheng setelah itu mereka keluar dari kelas bersama.
"nes bagaimana tadi? lancar tidak?"" ucap ghuzheng berjalan berdampingan dengan Nesya .
"lancar . untung kamu mengajariku . terimakasih ya" ucap Nesya.
"tidak masalah " ucap ghuzheng
"kamu di ajari ghuzheng nes? kalau begitu bisakah kamu mengajariku juga ? " ucap Xing lu pada ghuzheng
__ADS_1
"boleh . kita bisa belajar bersama .benar kan nes" ucap ghuzheng. belum sempat Nesya menjawab dari belakang ada seseorang yang menyenggol pundak Nesya dan membuatnya terdorong ke samping .
"ghuzheng" ucap diva yang menyela-nyela tempat Nesya berjalan .
"kamu mau kemana ? " ucap diva
"ke kantin " ucap ghuzheng
"kalau begitu kita kesana bersama saja. yuk " ucap diva menggandeng tangan ghuzheng.
"hei nona ! apa kau tidak melihat kalau Nesya di samping ghuzheng . main tambrak saja " ucap Xing lu yang tidak terima saat diva menyerobot Nesya dari belakang .
"oh benarkah . maaf kan aku . aku tidak sengaja" ucap diva yang berpura-pura
"iya tidak apa-apa kok " ucap Nesya tersenyum.
"tidak sengaja dari mana . jelas-jelas kau melihat Nesya kan tadi . dasar ! " ucap Xing lu
"sudah lah jangan ribut ( ucap Nesya memegangi Xing lu) ghuzheng ,seperti nya aku akan ke kantin dulu dengan Xing lu " ucap Nesya pada ghuzheng .
"tapi nes " ucap ghuzheng yang ingin mengikuti Nesya
"sudahlah disini masih ada aku . ayo kita ke kantin bersama " ucap diva . lalu mereka berjalan memecah menjadi dua .
saat di kantin , ghuzheng tetap duduk bersama diva sedangkan Nesya duduk bersama Xing lu . "dasar tidak tau malu . sudah jelas-jelas dia yang salah . kenapa tidak merasa seperti itu" ucap Xing lu yang tetap mendengung seperti tawon .
"sudah lah . ayo makan " ucap Nesya dengan memberikan Supit pada Xing lu .
"tadi kamu juga kenapa diam saja sih nes " ucap Xing lu dengan mengambil bola daging di mangkuk nya .
"tadi diva sudah bilang kan dia tidak sengaja . jangan di besar-besar kan ,ok Xing lu ku " ucap Nesya mencubit pipi Xing lu .
"hai nes" ucap Mario tersenyum dengan membawa makanan nya .
"hai Mario" ucap Nesya tersenyum .
"boleh aku gabung dengan kalian " ucap Mario. Nesya melirik ke Xing lu karena dia tau Xing lu menyukai orang yang ada di depan Nesya ini .
"kenapa kamu memberikan nya padaku ? " ucap Nesya .
"ku lihat kau sangat suka . jadi aku memberikan nya padamu. makan lah" ucap Mario
"jangan begitu . kamu juga suka ini kan " ucap Nesya memberikan bola daging itu kembali .
"tidak apa-apa . toh aku sudah sering memakan bola daging itu . kamu saja yang makan " ucap Mario .
"baiklah. terimakasih Mario" ucap Nesya
"nes aku juga mau " ucap Xing lu .
"baiklah satu untuk mu dan satu untuk ku " ucap Nesya memberikan bola daging nya pada Xing lu .
"terimakasih Nesya " ucap Xing lu .
"nes kamu suka warna apa ? " ucap Mario
"aku menyukai warna merah .kenapa ?" ucap Nesya .
"hmmmm baiklah" ucap Mario tidak menggubris pertanyaan Nesya karena dia sibuk memikirkan sesuatu.
"kata ghuzheng kamu dulu pemain basket ya ? " ucap Mario.
"iya . tapi sekarang sudah jarang berlatih . mungkin cara bermain ku tidak seperti dulu" ucap Nesya .
"wow ,kamu pemain basket nes ? bisakah kamu mengajariku . aku selalu remidi di olahraga itu " ucap Xing lu .
"tentu" ucap Nesya tersenyum manis .
"besok ayo kita bermain bersama ? " ucap Mario .
"hmmm seperti nya jangan besok . karena aku belum meminta izin pada mama. bagaimana kalau Minggu depan saja ,karena aku , ghuzheng dan kak Sean akan bermain bersama " ucap Nesya .
__ADS_1
"ok . sepakat" ucap Mario . di sisi lain ghuzheng duduk bersebelahan dengan diva. ghuzheng terus memperhatikan Nesya yang mengobrol dengan dengan Mario.
"div aku sudah selesai makan . kamu lanjutkan saja makan mu " ucap ghuzheng dengan tetap memandang ke nesya.
"kamu mau kemana ?" ucap diva dengan memegang pergelangan tangan ghuzheng
"aku ingin ke kelas . kamu di sini saja ya" ucap ghuzheng tersenyum lembut . akhirnya diva pun menurut apa kata ghuzheng . ghuzheng kalau sudah seperti itu tanda nya dia sedang tidak mood . diva sudah hafal dengan ghuzheng .
"belum juga menjadi pacarnya . sekarang sudah tumbuh pengganggu" ucap diva dengan menatap benci ke arah Nesya .
bel pun berbunyi lagi ,Nesya dan Mario harus memutus obrolan mereka di sini untuk melanjutkan pelajaran di kelas masing-masing .
"Nesya" ucap seseorang dari belakang memanggil Nesya
"ada apa ? " ucap Nesya tersenyum
"sebenar nya kau ini siapanya ghuzheng . kenapa dia selalu ingin menempel padamu " ucap diva.
"hei asal kau tau ya . Nesya itu " ucap Xing lu yang terputus karena di hentikan oleh Nesya .
"aku teman ghuzheng sama seperti mu " ucap Nesya
"ku peringatkan pada mu . jangan dekati ghuzheng ku . atau kau akan menerima akibatnya " ucap diva
"hei kalau bicara itu yang sopan . dasar nenek lampir " ucap Xing lu .
"aku tidak ada urusan dengan mu jadi kau diam saja. Nesya ingat ucapan ku itu " ucap diva dengan menunjuk wajah nesya lalu berjalan menuju kelas .
" hei kau pikir kau itu siapa berani mengancam Nesya . sini kau kalau berani aku Jambak rambut jelek mu itu " ucap Xing lu yang meneriaki diva tetapi tidak di gubris oleh nya .
"sudah lah Xing lu . sabar ,orang seperti itu tidak usah terlalu di ladeni . ayo cepat kembali ke kelas sebelum guru datang" ucap Nesya.
#####
"akhirnya aku mempunyai kesempatan mendekati nya ,tapi apa yang dia sukai ....seperti nya aku akan meminta bantuan bocah itu untuk menjadi mata-mataku " ucap Sean dalam hati .
tok...tok...tok
"masuk" ucap Sean . dan muncul lah dari Balik pintu itu seorang wanita paruh baya yang familiar bagi Sean .
"mama" ucap Sean sedikit kaget .
"surprise" ucap nyonya britney dengan membawakan Sean makan siang .
"kenapa mama kemari . tidak biasa nya seperti ini"ucap Sean
"mama bosan di rumah dan ingin mengunjungi putra mama . apa itu salah ?" ucap nyonya Britney.
"mama tidak pernah salah" ucap Sean .
"nah itu kamu tau. kemarilah tinggal kan dulu pekerjaan yang membosankan itu . mama sudah menyiapkan bekal dari rumah untuk mu"ucap nyonya Britney.
"ok mama" ucap Sean yang menutup proposal di depan nya dan menghampiri nyonya britney. saat Sean sedang makan nyonya Britney memandang ke semua ruangan yang ada di depan nya ,sikap nyonya britney ini membuat Sean menengok kearahnya . "mama lihat apa ?" ucap Sean .
"ruangan ini ...tidak berubah sampai saat ini" ucap nyonya britney sendu
"aku sengaja tidak mengubah nya ma" ucap Sean berhenti makan .
"kenapa ? apa kau menyukai design lama seperti ini" ucap nyonya britney.
"tidak . aku hanya ingin selalu merasakan kehadiran papa lewat ruangan ini .aku tidak akan merubah ruangan ini ma " ucap Sean melihat ke arah nyonya britney .
"kau ini selalu berhasil membuatku terharu sean" ucap nyonya britney dengan memeluk Sean .
"sudah lah ma" ucap Sean juga memeluk nyonya britney .
"kau tau , kau dan papamu itu sama persis . sama sama keras kepala dan dingin " ucap nyonya britney masih memeluk Sean .
"kalau begitu mama menikah dengan ku saja . jadi aku tidak perlu kencan buta dengan gadis lain kan " ucap Sean asal-asalan ingin menggoda nyonya Britney.
"huuss(memukul lengan Sean ) bicara apa kamu ini . tentu mama akan tetap meneruskan rencana kencan buta mu . awas saja kalau kamu menghindar . mama tidak mau bicara lagi dengan kamu.sudah lah mama mau pulang dulu bye sayang " ucap nyonya Britney pergi meninggalkan Sean .
__ADS_1
"hah gagal lagi " ucap Sean dengan membuang nafas dengan kasar ,karena tidak berhasil merayu nyonya britney untuk tidak melanjutkan kencan buta Sean .