Teach Me To Love

Teach Me To Love
DIVA SADAR


__ADS_3

" aku tidak mau menikah dengan pria pemaksa seperti mu ! kau egois Ghuzheng " ucap Nesya sambil berteriak .


Xing lu hanya menatap Nesya dengan pandangan jijik dan mulai berfikir bagaimana cara untuk menyingkirkan Nesya .


" ku pasti kan kau akan mati secara mengenaskan bersama mimpi mu Nesya " ucap Xing lu sambil melihat pisau buah yang tergeletak di samping buah apel .


" nesya , apa kau benar - benar tidak mau menikah dengan Ghuzheng ? " tanya xing lu sambil turun dari ranjang nya mendekati Nesya .


" aku tidak mau . aku sangat ingin lari dari nya " ucap Nesya dengan mata nya yang masih sembab.


" jika aku menawarkan bantuan untuk mu . apa kau mau ? " ucap Xing lu dengan tersenyum tulus .


" itu arti nya kau mau membantu ku " ucap Nesya menatap Xing lu seperti menatap Dewi penolong nya . astaga nesya sadarlah gadis di depan mu itu jelmaan iblis .


" iya aku akan membantu mu . dengan syarat kau harus menuruti segala perintah ku bagaimana ? " ucap Xing lu yang kini duduk sambil mengelus rambut Nesya .


" baiklah aku akan menuruti segala ucapan mu . terimakasih Xing lu kau memang sahabat ku " ucap Nesya seraya memeluk Xing lu tetapi ekspresi nya berubah menjadi bimbang kembali dan mulai melepas pelukan nya .


" tapi...bagaimana kamu akan membantu ku . kamu sedang sakit bukan ? " ucap Nesya menatap Xing lu dengan sedih .


" aku tidak separah itu Nesya . melihat mu terbebas dari Ghuzheng aku merasa lebih senang " ucap Xing lu tersenyum licik tetapi Nesya tidak melihat gelagat buruk dari iblis kecil itu .


" tentu saja aku senang . peti mati mu sudah menunggu untuk kau masuki " ucap Xing lu dalam hati dengan nada yang ketus .


" sekali lagi terimakasih Xing lu . aku banyak berhutang Budi pada mu . jika waktu nya nanti aku akan membalas nya " ucap Nesya dengan tulus seraya memegang tangan Xing lu .


.


.


.


Di apartemen mewah yang di tinggali Sean dan RB . Disana sudah ada Mario yang duduk di sofa dengan di temani dua orang yang tak lain adalah Sean dan RB .


" bagaimana keadaan Nesya tadi ? kenapa dia sampai tidak sadarkan diri" tanya Mario serius memandang Sean .


" dia tadi hanya ketiduran di pelukan ku " Mario pun mengangguk-anggukan kepala nya .


" kurang ajar sekali orang yang memasukan Nesya ke kamar mayat . aku akan mencari dan memberinya pelajaran ! lihat saja nanti ." ujar Mario dengan geram .


" tidak perlu . aku sudah lebih dulu memberinya pelajaran " ucap Sean santai .


" maksud mu ? " ucap Mario yang tak paham dengan maksud Sean .


" dia sudah di pecat dari rumah sakit itu " ucap Sean .


" dia bekerja di rumah sakit? " Mario menebak dengan ekspresi kaget yang tidak bisa dia sembunyikan .


" tepat nya dia seorang perawat " ucap Sean sambil membuka kaleng pepsi yang ada di depan nya .


" rencana kita selanjut nya bagaimana ? " RB mulai menanyakan perihal misi ini .

__ADS_1


" tunggu kabar lagi . kita lihat situasi nya " ujar Sean dengan serius .


tiba-tiba ponsel Mario berbunyi.


" halo "


" ....."


" benarkah ? baiklah aku akan ke rumah sakit sekarang " ucap Mario dengan ekspresi yang tidak percaya .


" kau mau kemana ? " ucap Sean yang tertarik dengan masalah si penelfon tadi .


" diva sudah bisa bicara lagi kak . aku ingin melihat nya " ucap Mario dengan senang .


" boleh aku ikut bersama RB ? " ucap Sean.


" ayo ! " ucap Mario dengan berjalan cepat di susul Sean dan RB di belakang nya .


Sesampainya di tempat parkir yang tidak jauh dengan bangunan gedung apartemen . Kini sean memasuki pintu mobil yang sejajar dengan Mario sedangkan RB berada di kursi penumpang belakang .


" apa yang terjadi pada diva ? " ucap Sean yang tidak tahu mengenai diva .


" dia kecelakaan yang di sebab kan oleh Xing lu " ucap Mario sambil menyetir mobil .


RB di belakang hanya mendengarkan mereka yang sedang bertukar cerita diva saat kecelakaan . dia terus menguping pembicaraan sampai pada akhirnya Sean berkata sesuatu yang membuat RB angkat bicara .


" apa mungkin supir itu bersekongkol dengan Xing lu untuk menyingkirkan diva ? " ucap Sean sambil menoleh ke Mario .


" maksud mu ? " ucap Sean yang tidak mengerti ucapan RB .


" aku adalah anak supir taxi itu " ucap RB menatap Sean dengan berani . tiba-tiba Mario menepikan mobil nya tanpa mematikan mesin mobil.


" tunggu tunggu . berarti selama ini kau menyembunyikan identitas mu pada kak Sean juga ? " ucap Mario .


" benar " ucap RB berganti menatap Mario .


" kenapa kau membantu ku . apa yang kau mau ? " ucap Sean menatap RB .


" aku ingin menuntut balas Xing lu atas kematian ayah ku " ucap RB .


" maksud mu ? " ucap mario yang tidak mengerti arti ucapan RB .


" kalian akan lihat saat waktunya tiba " ucap RB dengan wajah berubah menjadi dingin .


kini wajah Sean berubah serius dan Mario nampak terdiam sambil menatap Sean.


" tenang lah . aku berada di pihak kalian , aku tidak akan membahayakan kalian " ucap RB tersenyum tipis untuk menghilangkan kesan dingin.


" terutama anda , tuan " ucap RB menatap Sean dengan lekat . dia benar - benar terpesona oleh kedewasaan Sean .


" baiklah kita bahas itu lagi nanti . sekarang cepat menuju rumah sakit " ucap Sean lalu menatap ke arah depan dengan pikiran yang kacau tidak karuan .

__ADS_1


.


.


.


sesampainya di rumah sakit , Mario berlari lebih dulu dan di ikuti dua orang tadi . kini mereka telah tiba di ruangan terang dan di sambut seorang gadis yang duduk bersandar di kepala ranjang dengan tersenyum pucat .


" diva " panggil Mario pada sepupu nya itu sambil berjalan cepat dan memeluk nya .


" kau sudah bisa bicara . apa yang kau rasakan " ucap Mario memegang kedua pipi diva .


" aku tidak apa apa . terimakasih kau telah merawat ku Mario " ucap diva sambil terisak tangis .


beberapa menit kemudian diva menyadari ada dua orang di belakang Mario yang sedang memperhatikan mereka .


" kak Sean " ucap diva menatap Sean dengan kaget .


" iya ini aku " ucap Sean sambil tersenyum untuk menyambut kesadaran diva .


" bukan kah kakak sudah .... " ucap diva dengan rasa bingung bercampur takut.


" sudah apa ? " ucap Sean mengerutkan dahi nya .


" tidak. tidak ada " ucap diva seperti menyembunyikan sesuatu .


" diva , kau sudah berjanji pada ku bahwa tidak ada yang kau sembunyikan lagi . ayo katakan " ucap Mario dengan lembut .


" 4 hari yang lalu , Xing lu datang kemari dengan menyamar sebagai perawat dan dia mengatakan bahwa kak Sean sudah mati di tangan nya " ungkap nya dengan rasa takut sambil meremas lengan Mario .


" setelah itu dia mengancam ku . dia ingin mengakhiri hidup ku secara perlahan . aku takut " ucap diva menangis lagi. .


" dia tidak akan pernah menyakiti mu selagi ada aku " ucap RB dengan tegas untuk menenangkan diva .


" siapa kau ? " ucap diva mendongak menatap RB .


" aku RB teman Mario " ucap RB memperkenalkan diri nya .


" apa kau mengingat supir taxi yang kau tumpangi?" ucap Mario mengingatkan kembali .


" ya aku masih mengingat supir itu . beliau orang yang baik , saat aku menangis di taxi , beliau mencoba menghibur ku . beliau juga mengatakan mempunyai anak perempuan yang umur nya 3 tahun di atas ku "


" aku lah anak itu " saut RB ikut menitihkan air mata lalu dengan cepat mengusap nya .


" sungguh ! " ucap diva tidak percaya .


" ya aku anak supir taxi itu "


" bagaimana keadaan beliau kak ? " ucap diva memegang tangan RB dengan cemas .


" ayah ku sudah meninggal saat di larikan ke rumah sakit . dia tidak seberuntung diri mu " ucap RB .

__ADS_1


" maafkan aku kak " diva bersimpuh di hadapan RB .


__ADS_2