Teach Me To Love

Teach Me To Love
PERSEKUTUAN


__ADS_3


" tunggu ! " ucap Nesya menghentikan langkah RB yang akan membuka pintu kembali .


" aku mau . mana gelang nya " ucap Nesya sambil mengulurkan tangan nya seperti meminta .


" Mario pakaikan gelang nya " perintah RB .


" nes aku minta kerja samamu agar kita bisa menangkap dalang di balik kerusuhan ini . ok ! " ucap Mario sambil memegang pipi Nesya .


" aku masih bingung apa yang terjadi . bisa kah kau menjelaskan nya padaku ? " ucap Nesya dengan lemas .


" ceritanya sangat panjang . aku tidak tau harus memulai dari mana " ucap Mario bingung .


" intinya saja " ucap Nesya sudah mulai tidak sabar .


" kau sedang di bahayakan oleh orang terdekat mu " ucap Mario mengambil kesimpulan begitu .


" siapa ? " Nesya mulai penasaran sambil mengerutkan dahinya .


" Mario cepat ! . mereka sudah kembali " ucap RB yang melihat mobil Mario memasuki gerbang di balik jendela kaca .


" nes maaf aku harus pergi . pokok nya kamu tenang saja . selama kamu memakai gelang ini pasti aman .sampai jumpa nes " ucap Mario lalu pergi bersama RB kembali .


" gelang apa ini ? " ucap Nesya sambil mengelus sebentar lalu berjalan ke balkon untuk melihat ghuzheng yang turun dari mobil .


" orang itu " Nesya memandangnya benci lalu mengalihkan pada bulan yang berbentuk sabit .


" apa kau benar-benar rela jika aku menikah dengan ghuzheng . kurang 5 hari lagi kak tolong datang dan bawa aku pergi " gumam Nesya lirih .


" nes kamu sedang apa di luar sana ? " ghuzheng sedang berjalan dengan membawa kantong kresek .


" tidak ada " Nesya menjawab dengan nada malas . ghuzheng tersenyum dan mengeluarkan isi yang ada di dalam kantong kresek.


" taraaa ! aku membawakan mu lolipop " .


"aku tidak ingin memakan nya . kau berikan saja pada Xing lu " Nesya pun kembali masuk ke kamar nya .


" tapi aku khusus membelikan ini untuk mu nes " ghuzheng memasang wajah sedih .


" bisakah kau keluar . aku ingin istirahat" sambil menata selimut dan mematikan lampu atap hanya menyisakan lampu tidur yang ada di meja nakas .


" kalau begitu , aku letakan di sini saja . terserah mau kamu apakan . good night nesya" ghuzheng pun berlalu dengan rasa sedihnya .


" aku masih tetap tidak terima atas tindakan mu pada kak Sean . aku akan terus seperti ini" Nesya pun menyingkirkan selimut yang dia pakai lalu kembali terduduk dengan meringkuk .


seseorang pun datang dengan menyalakan lampu kamar Nesya .


" kamu sudah mau tidur nes ? " Xing lu tersenyum .


" tidak . aku hanya ingin sendiri "


" bolehkah aku menghampirimu ? " sambil tersenyum meminta izin pada Nesya .


" kemari lah " Nesya menepuk tepi ranjang sekali .

__ADS_1


" kamu kok murung terus sih nes . kan sebentar lagi kamu akan menikah dengan ghuzheng " mengelus kepala Nesya .


" lalu menurutmu aku harus bahagia ? pernikahan ini hanya mampu mengikat tubuh ku" Nesya meluruskan kaki nya lalu kembali berbicara .


" tetapi tidak untuk hati ku " sambung Nesya sambil menatap Xing lu .


" aku tahu " Xing lu mendekat ke arah Nesya seraya memeluk nya .


" kau sangat menyedihkan nes " Xing lu kembali berucap sambil menunjukan ekspresi kebencian nya di sela sela pelukan itu .


" hanya kau yang mengerti aku . aku sangat berterima kasih padamu Xing lu " nesya memeluk Xing lu dengan penuh sayang terhadap sahabat busuk nya itu .


" sudalah jangan bersedih . disini masih ada aku di pihak mu " ucap Xing lu sambil mengelus punggung rapuh Nesya .


"besok kita jadi ke rumah sakit kan " Nesya kembali menanyakan kesepakatan mereka sambil melepas pelukan mereka.


" pasti jadi . aku sudah mengatur semua agar berjalan lancar " jawab Xing lu sambil menyentuh pundak Nesya dengan senyuman palsu .


" sudah pasti jadi . mana mungkin aku menggagalkan rencana kematian mu " xing lu berkata dalam hati .


" terimakasih Xing lu .kalau begitu pergilah istirahat "


" tunggu , ini gelang dari siapa ? " ucap Xing lu sambil menunjuk gelang yang menurutnya misterius .


" ini gelang meninggalkan ibu ku . sudah lama aku menyimpan nya dan sekarang aku ingin memakai nya agar aku tidak merasa sendiri " ucap Nesya berbicara mengarang namun cukup bisa membuat Xing lu yakin .


" hanya gelang jelek saja di pakai " imbuh Xing lu dalam hati.


" pantas aku tidak pernah melihat nya . oh iya bukan kah tadi ghuzheng membelikan mu lolipop ? "


" itu di atas meja . apa kau mau ? " Nesya menawarkan.


" jika kau suka ambil saja . aku tidak akan bilang kau yang memakan nya " Nesya tersenyum tipis .


" benarkah ! terimakasih " wajah yang tadinya muram menjadi sumringah kembali .


" andai saja meminta nyawa mu segampang meminta lolipop ini . pasti kau sekarang sudah tidak bisa bernafas Nesya " gumam Xing lu dalam hati .


" sekarang pergi lah beristirahat " Nesya mengulangi ucapan nya .


" kau juga . sebaiknya tidur dengan baik agar besok bisa menyambut hari baru mu " ucap Xing lu seraya mengelus pundak Nesya tetapi anehnya Nesya tidak peka terhadap kode mengerikan yang di ucapkan Xing lu malah dia tersenyum senang saat Xing lu mengatakan itu . mungkin menurut Nesya Xing lu orang yang paling baik selama dia ada .


" atau kau bisa memilih untuk tidak tidur karena besok kau akan tidur selamanya " ucap Xing lu dalam hati di sertai senyum licik sambil melambai menutup pintu .


.


.


.


#####


di dalam mobil Mario


" berhenti disini saja " ucap RB memakai topi baseball hitam nya lagi.

__ADS_1


" tunggu " ucap Mario sambil memegang pergelangan tangan RB dan dia menoleh .


" apa tadi adalah rencana mu ? " ucap Mario mencari jawaban dari mulut RB .


" kau tidak perlu tahu . tugasmu hanya bersekutu dengan ku untuk melindungi nona Nesya " ucap RB .


" baiklah . besok jangan lupa untuk terus mengawasi nya " Mario mengingatkan RB agar tidak lupa .


" aku lebih tau tugas ku daripada kau bocah " ucap RB ketus lalu turun dari mobil .


" galak sekali " ucap Mario sambil terkekeh .


" hei lambaikan tangan mu untuk salam perpisahan " ucap Mario berteriak di sela-sela RB berjalan dengan cepat .


.


.


.


#####


rumah nyonya britney


Xing lu sedang berjalan menuju kamar ghuzheng sambil membawa secangkir capuccino hangat .


tok-tok-tok


" siapa ? " teriak ghuzheng .


" aku "


" masuklah . tidak di kunci "


Xing lu pun masuk dengan senyum nya yang terus mengembang .


" kau sedang ada di luar sana ? . seperti nya pikiran mu tidak tenang " ucap Xing lu lembut sambil menaruh minuman untuk ghuzheng .


" kata dokter yang merawat kak Sean . kak Sean telah berhasil kabur dari rumah sakit " ucap ghuzheng muram .


"bukan kah itu bagus . itu arti nya kakak mu benar benar menepati janji nya untuk menghilang dari kehidupan Nesya mendatang" ucap Xing lu .


" dia tidak akan semudah itu untuk pergi . aku telah mengenal kakak ku " ucap ghuzheng berjalan memasuki kamar nya lalu duduk di tepi ranjang .


" aku takut dia akan merusak pernikahan ku nanti " lanjut ghuzheng .


" tenang saja . tambah lah pengawal untuk menjaga ketat di lokasi pernikahan mu nanti " ucap Xing lu .


" benar juga " ucap ghuzheng membenarkan ucapan Xing lu .


" kalau begitu . santai lah jangan terlalu di fikirkan . aku akan membantu mu ghuzheng " ucap xing lu memberikan capuccino itu pada ghuzheng .


" terimakasih " ucap ghuzheng menerimanya .


" Nesya , mendengar bahwa orang yang kau cinta telah kabur seperti nya tidak adil jika kau ku bunuh tanpa mengabulkan permintaan terakhir mu tapi tergantung mood ku besok " ucap Xing lu dalam hati sambil menaikan salah satu alisnya .

__ADS_1


siapa yang kangen mereka bersatu lagi ?



__ADS_2