
hai para reader yang ku sayangi !!!
berhubung besok sudah hari raya idul Fitri .
Dian mengucapkan minal aidzin wal Faidzin pada kalian semua .
tolong di maafkan jika ada kesalahan yang menyinggung kalian dan setelah lebaran akan Dian usahakan untuk update sehari 1 kali lagi 😃 .
yeeeey siapa yang seneng angkat tangan ! . gak ada ya ? wkwkwkwk .
o iya Dian juga mau mengingatkan untuk selalu jaga kondisi badan dan makan makanan yang bergizi agar terhindar dari pandemi yang tak kunjung reda ini .
patuhi aturan perintah agar semua nya bisa kembali normal . dah segitu aja pesan ku untuk kalian , keep healthy sayang-sayang ku😘😍
Nesya turun dari ranjang dan mengambil buku diary nya yang tersimpan apik di laci dekat sofa setelah itu dia kembali duduk bersandar sambil menggerakkan tangan nya di atas lembaran diary .nesya sesekali menitihkan air mata dan terus menerus mengusapnya , dia menulis hingga hatinya tak kuat menahan sakit , dia sangat tersiksa dengan rindu .
Di lemparnya diary itu dan Nesya mulai meringkuk sambil menangis sejadi-jadinya lagi .
" aku tidak bisa membenci mu kak . sungguh sebaliknya aku sangat merindukan mu " ucap Nesya dalam Isak tangisnya .
"tuhan , setelah Kau ambil ayah ku lalu ibu ku dan sekarang orang yang ku cintai telah kau jauhan . apa Kau sesuka ini untuk mempermainkan bonekaMu" ucap Nesya putus asa .
dia terus berdiam diri hingga ketukan pintu membuyarkan lamunan nya .
" permisi non . apakah non ingin makan malam di luar ? " ucap mbak Rani .
" aku makan di kamar saja mbak " ucap Nesya lemah .
" aku muak dengan wajah pemukul kak sean " imbuh Nesya dalam hati.
" baik non . saya ambilkan dulu " ucap mbak Rani menutup pintu hingga terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga.
#####
di meja makan
" kenapa kau hanya melihat makanan nya ? " ucap ghuzheng pada Xing lu .
" aku tidak berselera makan makanan ini . bisakah kita makan di luar saja " ucap Xing lu .
" baiklah kita akan makan di luar kalau begitu kau siap-siap lah dulu . aku juga akan ke kamar sebentar " ucap ghuzheng sambil mengelap tangan nya dengan sapu tangan di dekatnya .
" ok " ucap Xing lu sambil berdiri .
#####
Apartemen mewah
RB sedang bersiap memakai jaket kulit yang membalut tubuhnya dengan pas body dan tak lupa dia membawa tembak untuk senjata darurat jika sewaktu-waktu dapat di gunakan .
" apa kau akan pergi ? " ucap Sean yang berjalan menghampiri RB .
" benar tuan " ucap RB sambil mengangguk .
" baiklah . bawa camera tersembunyi ini aku ingin kau merekam nya " ucap Sean .
" baik tuan " ucap RB lalu meletakan camera itu di tas waisbag yang ada saku transparan berupa jaring-jaring .
" ingat , jangan sampai kau ketahuan dan jangan mengambil tindakan yang gegabah ok! " ucap Sean menepuk pundak RB.
" baik tuan . saya pergi dulu " ucap RB sambil membungkuk .
" tetap berjaga-jaga . kau harus kembali dengan keadaan sama persis saat kau pergi " ucap Sean lagi .
" jangan memberiku perhatian lebih atau aku tidak akan membiarkan mu kembali pada pujaan hatimu " ucap RB dalam hati sambil menatap mata Sean .
__ADS_1
" baik tuan " ucap RB lalu pergi menutup pintu apartemen . RB terus berjalan cepat dengan tubuhnya yang berdiri tegap .
" kau orang yang pertama memperlakukan ku layak nya wanita . kau juga yang menyelamatkan ku dari tragedi itu . apa aku salah telah menaruh hati untuk mu tuan " ucap RB saat menyusuri lantai apartemen hingga terdengar dua kali klakson mobil membuyarkan lamunan nya .
Tiiin-tiiin !!!
RB pun menengok ke arah mobil itu dan masuk ke dalam nya .
" sudah ku bilang . kita bertemu di dekat rumah nyonya britney . kenapa kau menjemputku " ucap RB sambil melepas masker berwarna hitam nya .
" aku sudah tidak sabar " ucap Mario .
" jadi nanti yang akan masuk kesana kau atau aku " ucap mario lagi .
" kita " ucap RB .
" apa tidak terlalu berbahaya ? " ucap Mario .
" apanya yang berbahaya , aku sudah menyelidiki hari ini ghuzheng dan wanita ular itu sedang berada di butik " ucap RB .
" siapa yang kau maksud wanita ular ? " ucap Mario mengeryitkan dahinya .
"aku ingin bermain tebak-tebakan dengan mu" ucap RB yang kini membuka ponsel hanya untuk melihat waktu .
" maksud mu Xing lu " ucap Mario .
" benar " ucap RB tersenyum.
" kau juga mengetahui kebusukan nya? " ucap Mario tak percaya .
" karena dia masih mempunyai hutang nyawa dengan ku " ucap RB yang tiba-tiba sorotan matanya menjadi tajam .
" maksudmu . sebenarnya apa yang terjadi . kau sudah lama mengenalnya ? " ucap Mario yang mulai tertarik dengan cerita RB .
" ada apa ? bukan kah rumah nya masih di ujung sana " ucap Mario tidak menyadari apa yang telah terjadi .
" menunduk ! itu mobil ghuzheng " ucap RB sambil mendorong paksa kepala Mario agar menunduk.
" mereka baru keluar " ucap Mario .
" itu bagus . kita mempunyai waktu lama untuk bertemu nona Nesya " ucap RB sambil tersenyum sedikit .
" benar juga " ucap Mario sambil menancap gas nya lagi hingga tiba di area belakang rumah nyonya britney .
" ayo turun " ucap Mario .
" tunggu ! " ucap RB yang menahan bahu Mario agar tidak turun terlebih dahulu .
" kenapa ? " ucap Mario heran .
" lihat disana " ucap RB sambil melempar pandangan ke arah pagar besi yang di kerumuni tanaman rambat .
" sial , kenapa mereka ada disini " ucap Mario sambil memukul kemudi nya .
" tenang lah kita tunggu 5 menit lagi semua akan beres " ucap RB sambil tersenyum licik .
saat mereka sibuk menunggu , keluarlah seorang wanita yang membawa minuman beserta camilan untuk para pengawal itu , dia adalah mbak Rani .
" ayo kita keluar sekarang , mumpung mereka sedang makan " ucap Mario menatap RB karena belum mengambil tindakan .
" kau jangan merusak rencana ku Mario . tenanglah dulu , sebentar lagi kita akan masuk dengan tenang " ucap RB sambil terus menatap para pengawal setelah itu dia tersenyum sambil mengangkat alisnya .
" kau lihat itu . sekarang waktunya kita yang beraksi " ucap RB lalu turun dari mobil Mario .
tanpa banyak omong lagi Mario ikut turun dari mobil dan mengikuti langkah RB .
__ADS_1
" kenapa kau berhenti " ucap Mario yang berjalan di belakang RB mengerem dengan mendadak .
" sssttt diam " ucap RB lalu menunjuk pengawal uang menjaga di lantai bawah dekat anak tangga .
setelah itu muncul lah mbak Rani dengan maksud meminta tolong pada dua pengawal itu , akhirnya mereka pun meninggalkan tugasnya dan pergi bersama mbak Rani .
" ok ayo masuk " ucap RB sambil berjalan santai tetapi tidak menimbulkan suara.
sesampainya di depan pintu kamar Nesya Mario langsung menerobos masuk bersama RB .
" kunci pintu nya " ucap Mario . lalu RB pun mengunci pintu sesuai instruksi yang di berikan Mario .
" kalian mau apa ? " ucap Nesya yang berada di atas ranjang dengan wajah bingung memandang Mario.
" ssssttt aku kesini untuk menyelamatkan mu" ucap Mario .
" maksud mu ? " ucap Nesya belum paham dengan ucapan Mario .
" kau pakailah gelang ini nes " ucap Mario menunjukan gelang berwarna silver itu .
" tidak . untuk apa aku memakainya ? " ucap Nesya menolak .
" ini untuk menjaga mu nes " ucap Mario .
" ini gelang di rancang khusus untuk mu. ku mohon pakailah . ini bentuk dari melindungi mu " ucap Mario memohon .
" melindungi dari apa ? siapa yang ingin mencelakai ku . atau jangan-jangan kalian yang akan melakukan hal jahat padaku " ucap Nesya .
" tentu itu salah nes . yang ingin membuatmu celaka adalah s- " ucap Mario terhenti ketika bahu nya di tepuk oleh RB .
" anda tidak perlu cemas tentang siapa aku . aku bukan orang jahat . aku di utus tuan ku untuk menjaga anda " ucap RB sambil tersenyum sambil berlutut pada Nesya .
" anda juga tidak perlu mengetahui siapa yang ingin mencelakai anda karena selama ada aku . ada akan aman " sambung RB lagi .
" siapa yang telah menyuruhmu? " ucap Nesya heran . disini RB hanya terdiam dengan senyum simpulnya menatap Nesya .
" begitu bodoh nya gadis yang di sukai oleh tuan . dia sangat naif " ucap RB dalam hati .
" sebaiknya kamu jangan pernah melepas gelang ini sedetik pun . jika kamu kemana mana , sulit bagi ku untuk melacak mu . ok " ucap Mario .
" tapi kenapa aku harus memakai ini ? " ucap Nesya memandang Mario .
" ini untuk menjaga mu nes . jika tidak..." ucap Mario menggantung karena takut Nesya akan terkejut saat mendengarnya.
" jika tidak kenapa ? apa yang terjadi " ucap Nesya .
" anda akan mati " saut RB yang sedikit kesal dengan Nesya karena tidak mau menurut .
" siapa yang akan membunuh ku ? katakan ! aku akan berucap terimakasih pada nya . setidaknya dengan bantuan nya aku lebih dekat dengan maut " ucap Nesya yang matanya berkaca-kaca .
" apa kau yakin tidak akan menyesal setelah mati ? kau tidak ingin bertemu Sean ? " ucap RB menatap mata Nesya dengan pandangan kesal .
" siapa wanita ini . kenapa dia mengenal kak Sean . apakah dia orang suruhan nya " gumam Nesya dalam hati .
" ingin bertemu pun untuk apa . tak ada guna nya lagi . aku sebentar lagi bukankah aku akan mati " ucap Nesya membuang pandangan nya ke jendela kaca .
" jika kau memutuskan untuk mati . baik lah jangan salahkan aku ataupun Mario karena tidak membantumu untuk hidup . ayo Mario kita pergi . kita sudah membuang waktu untuk orang yang akan mati sia-sia " ucap RB sambil tersenyum sinis menatap Nesya .
" SPY macam apa kau ! kenapa menyerah dengan tugas mu ! " ucap Mario marah dengan tindakan RB .
" tunggu ! " ucap Nesya menghentikan langkah RB yang akan membuka pintu kembali .
" aku mau . mana gelang nya " ucap Nesya sambil mengulurkan tangan nya seperti meminta .
" aku masih ingin bertemu dengan mu kak . aku tidak ingin mati " ucap Nesya dalam hati .
__ADS_1