Teach Me To Love

Teach Me To Love
SALING MENCARI


__ADS_3

" dan saat sudah bertemu , aku ingin acara pernikahan langsung di gelar " ucap ghuzheng tegas lalu benar - benar pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian.


" ya Tuhan aku harus berbuat apa . kenapa anak - anak ku menjadi saling musuh begini " ucap nyonya Britney menangis .


setelah itu nyonya Britney mencoba menghubungi Sean tetapi nomornya tidak aktif . beliau kini menjadi lebih khawatir lagi .


" kau kemana Sean ! " ucap nyonya britney lalu menghubungi seseorang yang dia percayai .


" Robert ku minta kau awasi ghuzheng terus dan kerahkan anak buah mu untuk mencari Sean " ucap nyonya Britney lalu menutup telfon nya kembali .


tak beberapa lama keluarlah ghuzheng dengan setelan jaket kulit berwarna coklat gelap dengan balutan celana hitam .


" ghuzheng kau mau kemana ? " ucap nyonya Britney .


" aku ingin mencari Nesya ma " ucap ghuzheng datar sambil melangkahkan kakinya .


" ghuzheng tunggu ! jangan pergi nak . relakan Nesya karena mereka saling mencintai . ghuzheng ! " ucap nyonya Britney meneriaki anaknya itu . tetapi ghuzheng terus berjalan seperti tidak mendengar yang di katakan nyonya Britney.


#####


lama mereka menempuh perjalanan dengan jet pribadi milik sahabat sean tibalah mereka di suatu pulau yang kecil dan terpencil yang terdapat bangunan megah berwarna putih seperti istana dengan sisi kanan dan kiri ada kastil yang menjulang tinggi .


" selamat datang tuan Sean . perkenalkan saya jims kepala pelayan di hunian Mr.justin mari ikuti saya " ucap pria paruh baya dengan rambut yang hampir memutih semua . dia adalah orang kepercayaan Justin yang mempunyai bisnis perancangan perhiasan termewah di kalangan atas . apa kalian masih mengingat Justin dan Nadine ? itulah dia .


Sean dan Nesya pun berjalan berdampingan dengan koper yang di bawa oleh seorang pelayan yang ikut menyambut kedatangan nya .


privasi di pulau itu sangat bagus karena dijaga oleh 20 bodyguard dan 20 pelayan yang tugasnya sudah terbagi masing - masing .


saat pintu berwarna emas yang menjulang tinggi nan gagah itu di buka , menampakan gemerlap isi di ruangan yang sangat mewah dan elegan . disini Sean menaikan alisnya karena merasa ucapan sahabatnya tidak sesuai dengan ekspektasi Sean .


" bisakah kau langsung tunjukan kamar ku ? " ucap Sean pada jims .


" tentu tuan . mari ikuti saya " ucap jims ramah .


" silahkan tuan " ucap jims membuka pintu berwarna emas itu dan menampakan segala isinya .


Sean dan Nesya pun melangkah memasuki kamar yang sangat luas , ukuran nya seperti kamar hunian milik Sean .


" silahkan koper Anda . jika tuan dan nona ada sesuatu yang di butuhkan bisa memencet bel yang ada di sebelah sana . saya akan datang kemari " ucap jims tersenyum .


" baiklah . terimakasih " ucap Sean lalu jims pun pamit undur diri sambil menutup pintu kamar kembali .


kini Sean mengeluarkan ponselnya yang di matikan tadi dan mencoba menghubungi justin menggunakan nomor lainnya .


" halo " ucap Sean.


" bagaimana kau sudah sampai ? " ucap Justin santai .

__ADS_1


" kau gila . aku menyuruhmu untuk menyiapkan Fila , kenapa kau malah memberiku istana megah mu " ucap Sean terdengar kesal .


" sudahlah kau tinggal disana saja. tentunya itu aman untukmu dan wanitamu . aku sengaja memberimu perlindungan ekstra agar kau tetap terjaga " ucap Justin .


" sebelumnya aku mengucapkan terimakasih padamu kawan " ucap Sean .


" kau tak perlu sungkan " ucap Justin .


" bagaimana dengan gadis yang kau kejar itu ? " ucap Sean pada Justin .


" dia galak . aku masih mencoba meluluhkan hatinya " ucap Justin .


" mungkin kau terlalu bar-bar untuk nya jadi dia tidak tertarik denganmu " ucap Sean menggoda sahabatnya itu .


" mana ada aku begitu . aku berfikir akan mencoba saran dari seseorang untuk menaklukan dia " ucap Justin .


" saran apa ? ku harap itu bukan saran yang bodoh " ucap Sean curiga .


lalu tiba - tiba Justin pun terkekeh mendengar ucapan Sean .


" baiklah aku akan menutup telfonnya " ucap Justin .


" tunggu dulu jangan kau tutup telfon mu " ucap Sean tergopoh - gopoh karena mengingat sesuatu .


" bisakah kau menolongku lagi ? " ucap Sean .


" sebentar " ucap Sean berjalan memasuki kamar mandi yang kedap suara .


dia tidak ingin Nesya mendengar pembicaraan rahasianya itu .


" bisakah kau menyelidiki seseorang yang bernama Xing lu . dia mengaku sahabat dari wanitaku tapi aku merasa tidak beres dengan sikap nya " ucap Sean .


" baiklah . nanti ku coba untuk membaca pikiran nya dan meminta bantuan pada detektif kepercayaan fang Lee tapi ku minta kau memberi foto dan ciri - ciri wanita yang kau maksud itu " ucap Justin .


" ok akan ku kirim lewat email mu " ucap Sean .


" baiklah ku tunggu " ucap justin menutup telfon nya .


tok...tok...tok


" kak , kakak sedang apa di situ ? " ucap Nesya .


" sebentar nes ! " ucap Sean kaget karena ketukan Nesya.


" kakak kenapa lama sekali di kamar mandi ? " ucap Nesya khawatir saat Sean membuka pintu .


" tidak , aku hanya menelfon teman ku yang mempunyai pulau ini " ucap Sean .

__ADS_1


" kalau begitu aku mau mandi dulu ya kak " ucap Nesya tersenyum .


" baiklah " ucap Sean menyingkir dari pintu kamar mandi untuk memberi jalan Nesya agar bisa masuk .


.


.


.


setelah Nesya keluar dari kamar mandi dengan membungkus kepalanya menggunakan handuk kecil , dia duduk di depan meja rias.


" kak sekarang giliran mu untuk mandi " ucap Nesya melihat Sean dari cermin rias .


" iya nes . tunggu sebentar " ucap Sean sibuk dengan ponsel nya .


#####


di dalam mobil , ghuzheng dan Xing lu terus menelusuri setiap jalan raya maupun jalan setapak sambil memperlihatkan foto Sean dan Nesya . berjaga jaga bila ada orang yang melihat salah satu dari mereka . tetapi hasilnya pun nihil .


" ghuzheng aku capek " ucap Xing lu mengeluh .


" kalau kau mau istirahat , istirahat lah di mobil aku akan tetap mencari Nesya " ucap ghuzheng mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi anak buah nya .


" bagaimana , apakah kau menemukan nya ? " ucap ghuzheng .


" maaf tuan , rumah kakak anda sudah kosong sepertinya dia membawa nona Nesya ke luar negeri " ucap anak buah ghuzheng .


" bodoh ! sekarang ku minta kalian cepat cari keberadaan mereka " ucap ghuzheng marah lalu menutup telfon nya .


" ghuzheng , sabarlah Nesya pasti kembali padamu " ucap Xing lu .


" diam lah . aku tidak perlu kau tenangkan " ucap ghuzheng membentak Xing lu lalu pergi melangkah menuju mobil karena percuma saja dia mencari di situ toh Nesya juga tidak berada di kota itu lagi .


sejenak Xing lu hanya terdiam dan matanya berubah menjadi merah karena marah tetapi amarahnya dengan sesegera mungkin dia padamkan lalu mengikuti ghuzheng yang sudah memasuki mobil terlebih dahulu .


tanpa mereka sadari , ghuzheng dan Xing lu telah di awasi oleh 2 orang kepercayaan nyonya Britney dengan menyamar sebagai taxi online yang memarkirkan mobil mereka di dekat mobil ghuzheng .


" nyonya ternyata tuan Sean membawa pergi nona Nesya ke luar negeri " ucap Robert .


" sekarang kau cari keberadaan mereka jika sudah ketemu terus pantau dan laporkan kepadaku . mengerti ! " ucap nyonya Britney dengan cemas.


" baik nyonya . saya akan mengikuti tuan muda terlebih dahulu " ucap Robert.


" pastikan kau tidak ketahuan oleh nya . paham ! " ucap nyonya Britney .


" paham nyonya " ucap Robert lalu mematikan telfon nya .

__ADS_1


__ADS_2