Teach Me To Love

Teach Me To Love
PUPUS


__ADS_3

" karena aku bisa membawanya kemanapun yang ku mau " ucap Nesya dengan ceria .


" baiklah kalau begitu . sekarang giliranku minta hadiah " ucap Sean .


" kakak minta hadiah apa ? " ucap Nesya .


" inilah hadiahku " ucap Sean sambil memeluk Nesya dengan penuh cinta .


" aku mencintaimu kak " ucap Nesya memeluk Sean sembari menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sean .


" aku lebih mencintaimu " ucap Sean mencium kepala Nesya .


#####


setibanya di rumah , ghuzheng masuk dengan melepas blazer hitam panjangnya .


" mbak , mama kemana ? " ucap ghuzheng yang mencari keberadaan nyonya Britney .


" nyonya sedang ada urusan tuan " ucap pelayan itu .


" jam berapa mama pergi ?" ucap ghuzheng lagi .


" sekitar dua jam yang lalu tuan . tadi nyonya bilang saat anda sudah sampai di suruh menelfon nyonya " ucap pelayan itu .


" ok terimakasih " ucap ghuzheng lalu menuju kamar nya.


" kamu sudah pulang ? Nesya sudah kamu temukan ? " ucap Xing lu yang berjalan dari arah dapur menuju ghuzheng .


" Xing lu ? . sejak kapan kamu ada disini ? " ucap ghuzheng tanpa rasa curiga .


" aku kangen dengan Nesya jadi aku naik ke kamar nya , saat aku mencoba menghubunginya , dia tidak menjawab telfonku . ku pikir kau datang karena menemukan Nesya " ucap xing lu bersedih .


" sebaiknya kau pulang sekarang . aku ingin istirahat dulu " ucap ghuzheng lalu memasuki kamar nya .


" tapi ini sudah larut malam " ucap Xing lu .


" pak tong ! " ghuzheng memanggil supir pribadi keluarga britney .


" iya tuan " ucao pak tong dengan sopan.


" antarkan teman ku pulang " ucap ghuzheng pada pak tong.


" kalau begitu selamat beristirahat " ucap Xing lu lembut dan ghuzheng pun mengelus kepala xing lu lalu berjalan memasuki kamar nya .


#####


" kak kita mau tidur dimana ? " ucap Nesya .


" kita ke tempat rahasia ku dulu nes " ucap Sean sambil menyetir .


" bukankah posisi kita ini sangat jauh ? " ucap Nesya .


" benar ( sambil mengangguk ) jika kamu ngantuk , tidurlah dulu nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan mu " ucap Sean tersenyum .


Nesya pun mengubah posisi kursi yang semula terduduk menjadi posisi tidur untuk di jadikan alas tidurnya . ya walaupun tak seberapa nyaman kursi yang di tidurkan itu cukup untuk membuatnya pulas .


kini Sean menyetir mobil dengan keadaan hening tetapi pikiran nya sedang riuh ramai . bermacam-macam pikiran berkecambuk disana .


saat menyetir Sean tidak merasakan kantuk sama sekali hingga jam menunjukan pukul 3 dini hari , mereka sudah sampai di pantai tempat rahasia Sean .


" masih pukul 3 " ucap Sean melihat di layar ponsel nya . lalu menengok ke arah Nesya .


" sebentar lagi kamu tidak akan berlari-larian lagi nes " ucap Sean lembut lalu bersandar di kursi kemudi nya hingga matanya tertutup.


.


.


.


jam sudah menunjukan pukul 5 dan Nesya pun mengerjapkan matanya .


" kapan sampainya ? " ucap Nesya sambil menggeliatkan tubuh nya .


" kak Sean bangun " ucap Nesya membangunkan Sean .


" kamu sudah bangun ? " ucap Sean .


" baru saja aku bangun " ucap Nesya .


" baiklah ayo kita keluar melihat matahari terbit " ucap Sean sambil mengambil roti yang ada di kursi belakang . dia membelinya saat berada di expo kemarin .


Sean dan Nesya berjalan hingga sampai di tepi pantai dekat dengan ombak .

__ADS_1


" disini saja " ucap Sean duduk di pasir putih .


" tunggu sebentar " ucap Sean menegur Nesya agar tidak duduk dulu.


" kenapa kak ? " ucap Nesya bingung melihat pasir putih yang akan di dudukinya .


setelah itu sean melepas jaket yang dia pakai untuk di jadikan alas duduk Nesya .


" sekarang kamu bisa duduk " ucap Sean tersenyum .


sungguh hati Nesya tersentuh dengan kelembutan Sean ini . semakin lama sikap Sean semakin manis pada Nesya .


" terimakasih " ucap Nesya .


" nes , apa kamu percaya suatu pribahasa pertemuan akan berakhir dengan perpisahan? " ucap Sean.


" kenapa kakak menanyakan itu ? " ucap Nesya .


" aku hanya bertanya saja Nesya " ucap Sean tersenyum membuka roti dan memberikan nya pada Nesya.


" sudahlah jangan membahas hal yang sedih .yang terpenting kakak dan aku tidak akan terpisah lagi . benarkan ! " ucap Nesya tersenyum.


Sean hanya tersenyum saja sambil meraih tangan Nesya untuk menggenggam roti yang ada di tangan nya .


" makanlah " ucap Sean .


" kak lihat itu matahari mau terbit " ucap Nesya .


" iya aku melihatnya " ucap Sean tersenyum mengeluarkan ponselnya .


dengan spontan Sean pun mengambil foto Nesya secara diam - diam .


" kalian sama - sama cantik " ucap Sean menatap hasil jepretan nya yang menunjukan Nesya sedang berhadapan dengan matahari yang masih oranye.


" kakak mengambil fotoku ya ! " ucap Nesya menunjuk Sean .


" aku ingin memiliki fotomu lebih banyak nes " ucap Sean berterus terang .


" baiklah kalau begitu ambil gambar ku sebanyak yang kakak mau " ucap Nesya tersenyum menghadap camera dan bergaya kecil .


kini Sean pun mendekat ke arah Nesya dan menarik tangan Nesya agar menghadapnya .


" ada apa kak ? " ucap Nesya yang rambut nya masih tergerai di terpa angin .


Sean pun menyentuh rambut nesya dengan lembut setelah itu mencepolnya seperti adonan donat .


"akhir-akhir ini kakak selalu menggombali ku " ucap Nesya memukul dada Sean dengan pelan .


" aku tidak gombal nes . kemarilah aku ingin memeluk mu lagi " ucap Sean menarik tangan Nesya untuk mendekat padanya.


" kakak juga akhir-akhir ini selalu memeluk ku" ucap Nesya di sela pelukan mereka tetapi Sean hanya diam tanpa menggubris ucapan Nesya .


" kau tau kan aku mencintaimu " ucap Sean setelah diam beberapa menit .


" ya aku tau " ucap Nesya .


" ku harap kamu tidak akan pernah membenci ku di kemudian hari " ucap Sean mengelus kepala nesya.


" tidak akan pernah . aku tidak akan membencimu kak " ucap Nesya mengeratkan pelukan nya .


" begitu damainya hati ini saat kau memeluk ku seperti ini nes . aku harus berterimakasih pada Tuhan karena sudah memberikan cinta dalam wujud seperti mu " ucap Sean dalam hati memejamkan matanya .


tanpa terasa Sean menitihkan air matanya yang mengenai kulit kepala Nesya.


" kakak menangis ? " ucap Nesya mendongak .


" ya nes . aku terharu " ucap Sean menutupi kejadian yang sebenarnya pada Nesya .


" ku kira kakak bersedih . kakak manis sekali " ucap Nesya menghapus air mata Sean .


" kamu tidak perlu tau yang sedang ku pikirkan nes . cukup aku saja " ucap Sean dalam hatinya setelah itu dia melihat jam yang melekat pada tangan .


" sebaiknya sekarang kita melanjutkan perjalanan " ucap sean melepas pelukan nya pada Nesya .


" kemana kak ? " ucap Nesya .


" itu rahasia . yang pasti ini adalah perjalanan terakhir kita . ini adalah akhir dari pelarian kita " ucap Sean tersenyum memandang Nesya .


" benarkah ? " ucap Nesya senang tanpa mengetahui motif Sean .


" tentu . sekarang ayo kita kembali ke mobil " ucap Sean menggandeng Nesya .


setelah memasuki mobil Sean memasangkan sabuk pengaman pada Nesya .

__ADS_1


" terimakasih " ucap Nesya mengembangkan senyumnya dan Sean hanya tersenyum untuk memberi respon .


" kamu masih lapar tidak ? " ucap Sean pada Nesya .


" tidak . sekarang aku kekenyangan karena roti dan susu yang kakak beli " ucap Nesya .


lalu nesya pun mengecas ponselnya di dalam mobil dan menyalakan radio .


" kak ini kan lagu kesukaan kita " ucap Nesya membesarkan volume nya dan mulai menyanyikan lagu fix you .


"When you try your best but you don't succeed


When you get what you want but not what you need 🎼 " Nesya mulai bernyanyi .


Sean hanya terdiam sambil menikmati suara lembut Nesya .


" Lights will guide you home And ignite your bones . and I Will try 🎼 " Sean mulai bernyanyi pada reff nya .


" one-two-three " ucap Nesya menghitung .


" fix you 🎼 " Sean dan Nesya bernyanyi dengan saling tunjuk dan tersenyum senang .


mereka terus bersenandung ria hingga lagu itu selesai di putar .


" hooaamm " Nesya menguap .


" kamu mengantuk lagi ? " ucap Sean tersenyum .


" sedikit . masih lama kak kita sampainya " ucap Nesya yang merasa bisa. berada di mobil .


" masih . sebaiknya kamu tidurlah dulu " ucap Sean .


" baiklah . kalau sudah sampai bangunkan aku ya kak " ucap Nesya .


" iya sayang " ucap Sean mengelus kepala nesya .


lalu Nesya pun tidur dengan posisi duduk bersanding di kursi .


" syukurlah jika kamu mengantuk . Dengan begini aku bisa tenang menyetir tanpa rasa takut akan kesadaran mu " ucap Sean dalam hatinya .


Sean terus melajukan mobil nya dengan kencang agar lekas sampai pada tujuan . satu setengah jam pun telah di lewatinya .


kini dia berada di kota yang tak asing baginya , melewati penjual gulali yang pernah di beli Nesya dan terakhir melewati taman yang pernah di kunjungi bersama Nesya . ya Sean sekarang berada di kotanya untuk menuju ke rumah nyonya britney .


kini dia sudah memasuki gerbang besi berwarna putih emas yang di jaga oleh 4 orang keamanan dengan tubuh sangar mereka . dada Sean mulai sesak , nafasnya mulai tidak teratur dan matanya mulai memerah mengingat sebentar lagi dia akan berpisah dengan Nesya .


tak di sangka nya , kedatangan Sean sudah di nanti-nanti oleh ghuzheng yang berdiri di depan halaman .


ciiiit.....


bunyi rem yang di sengaja agar Nesya terbangun .


" sudah sampai kak ? " ucap Nesya memandang Sean dengan mengerjapkan mata .


tok...tok ..tok


pintu kemudi telah di ketuk oleh anak buah ghuzheng untuk menyuruh Sean keluar .


" kenapa kita kembali kerumah ini kak ! . sekarang ayo kita pergi ! " ucap Nesya gugup .


Sean hanya terdiam sambil menatap mata ghuzheng yang terus melihatnya di dalam mobil .


" kak ayo! jangan diam saja " ucap Nesya kesal .


" tidak nes . sekarang ayo turun " ucap Sean datar.


" tapi kenapa ? " ucap Nesya mulai menangis.


" ikuti saja perintahku . ghuzheng tidak akan menyakiti mu akan sebaliknya dia sangat mencintaimu " ucap Sean lalu membuka pintu mobil nya dan Nesya pun membuka pintu mobilnya .


" akhirnya kamu kembali juga nes " ucap ghuzheng menghampiri Nesya tetapi Nesya malah bersembunyi di balik tubuh Sean .


" aku tidak ingin dengan mu . aku ingin bersama kak Sean . ghuzheng tolong mengertilah " ucap Nesya mencengkram jaket Sean dengan kuat . Nesya sangat ketakutan jika akan berpisah dengan Sean .


" Nesya sebaiknya kamu ikut dengan nya " ucap Sean menghempaskan tangan Nesya dan mendorong nya untuk mendekati ghuzheng .


" tapi aku tidak mau ! " ucap Nesya mendekat ke arah Sean .


" kau harus mau . karena kau sudah di jodohkan dengan nya mengerti ! " ucap Sean mencoba berbicara dengan nada tinggi pada nesya agar dia merasa sakit hati dengan Sean .


" tapi bagaimana dengan janji mu . bagaimana dengan kisah kita ? " ucap Nesya memegang tangan Sean dengan terisak .


" anggap saja itu tidak pernah terjadi . ayolah jangan membuat semuanya menjadi sulit ! " ucap Sean menatap Nesya dengan mata tajam .

__ADS_1


sejatinya dia tidak tega menatap Nesya dengan pandangan yang kejam seperti itu .


" kau pembohong ! aku membencimu !!! sangat membencimu !!! " ucap Nesya berlari memasuki rumah nyonya britney dengan tangisnya yang pecah .


__ADS_2