
" karena aku bisa membawanya kemanapun yang ku mau " ucap Nesya dengan ceria .
" baiklah kalau begitu . sekarang giliranku minta hadiah " ucap Sean .
" kakak minta hadiah apa ? " ucap Nesya .
" inilah hadiahku " ucap Sean sambil memeluk Nesya dengan penuh cinta .
" aku mencintaimu kak " ucap Nesya memeluk Sean sembari menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sean .
" aku lebih mencintaimu " ucap Sean mencium kepala Nesya .
#####
setibanya di rumah , ghuzheng masuk dengan melepas blazer hitam panjangnya .
" mbak , mama kemana ? " ucap ghuzheng yang mencari keberadaan nyonya Britney .
" nyonya sedang ada urusan tuan " ucap pelayan itu .
" jam berapa mama pergi ?" ucap ghuzheng lagi .
" sekitar dua jam yang lalu tuan . tadi nyonya bilang saat anda sudah sampai di suruh menelfon nyonya " ucap pelayan itu .
" ok terimakasih " ucap ghuzheng lalu menuju kamar nya.
" kamu sudah pulang ? Nesya sudah kamu temukan ? " ucap Xing lu yang berjalan dari arah dapur menuju ghuzheng .
" Xing lu ? . sejak kapan kamu ada disini ? " ucap ghuzheng tanpa rasa curiga .
" aku kangen dengan Nesya jadi aku naik ke kamar nya , saat aku mencoba menghubunginya , dia tidak menjawab telfonku . ku pikir kau datang karena menemukan Nesya " ucap xing lu bersedih .
" sebaiknya kau pulang sekarang . aku ingin istirahat dulu " ucap ghuzheng lalu memasuki kamar nya .
" tapi ini sudah larut malam " ucap Xing lu .
" pak tong ! " ghuzheng memanggil supir pribadi keluarga britney .
" iya tuan " ucao pak tong dengan sopan.
" antarkan teman ku pulang " ucap ghuzheng pada pak tong.
" kalau begitu selamat beristirahat " ucap Xing lu lembut dan ghuzheng pun mengelus kepala xing lu lalu berjalan memasuki kamar nya .
#####
" kak kita mau tidur dimana ? " ucap Nesya .
" kita ke tempat rahasia ku dulu nes " ucap Sean sambil menyetir .
" bukankah posisi kita ini sangat jauh ? " ucap Nesya .
" benar ( sambil mengangguk ) jika kamu ngantuk , tidurlah dulu nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan mu " ucap Sean tersenyum .
Nesya pun mengubah posisi kursi yang semula terduduk menjadi posisi tidur untuk di jadikan alas tidurnya . ya walaupun tak seberapa nyaman kursi yang di tidurkan itu cukup untuk membuatnya pulas .
kini Sean menyetir mobil dengan keadaan hening tetapi pikiran nya sedang riuh ramai . bermacam-macam pikiran berkecambuk disana .
saat menyetir Sean tidak merasakan kantuk sama sekali hingga jam menunjukan pukul 3 dini hari , mereka sudah sampai di pantai tempat rahasia Sean .
" masih pukul 3 " ucap Sean melihat di layar ponsel nya . lalu menengok ke arah Nesya .
" sebentar lagi kamu tidak akan berlari-larian lagi nes " ucap Sean lembut lalu bersandar di kursi kemudi nya hingga matanya tertutup.
.
.
.
jam sudah menunjukan pukul 5 dan Nesya pun mengerjapkan matanya .
" kapan sampainya ? " ucap Nesya sambil menggeliatkan tubuh nya .
" kak Sean bangun " ucap Nesya membangunkan Sean .
" kamu sudah bangun ? " ucap Sean .
" baru saja aku bangun " ucap Nesya .
" baiklah ayo kita keluar melihat matahari terbit " ucap Sean sambil mengambil roti yang ada di kursi belakang . dia membelinya saat berada di expo kemarin .
Sean dan Nesya berjalan hingga sampai di tepi pantai dekat dengan ombak .
__ADS_1
" disini saja " ucap Sean duduk di pasir putih .
" tunggu sebentar " ucap Sean menegur Nesya agar tidak duduk dulu.
" kenapa kak ? " ucap Nesya bingung melihat pasir putih yang akan di dudukinya .
setelah itu sean melepas jaket yang dia pakai untuk di jadikan alas duduk Nesya .
" sekarang kamu bisa duduk " ucap Sean tersenyum .
sungguh hati Nesya tersentuh dengan kelembutan Sean ini . semakin lama sikap Sean semakin manis pada Nesya .
" terimakasih " ucap Nesya .
" nes , apa kamu percaya suatu pribahasa pertemuan akan berakhir dengan perpisahan? " ucap Sean.
" kenapa kakak menanyakan itu ? " ucap Nesya .
" aku hanya bertanya saja Nesya " ucap Sean tersenyum membuka roti dan memberikan nya pada Nesya.
" sudahlah jangan membahas hal yang sedih .yang terpenting kakak dan aku tidak akan terpisah lagi . benarkan ! " ucap Nesya tersenyum.
Sean hanya tersenyum saja sambil meraih tangan Nesya untuk menggenggam roti yang ada di tangan nya .
" makanlah " ucap Sean .
" kak lihat itu matahari mau terbit " ucap Nesya .
" iya aku melihatnya " ucap Sean tersenyum mengeluarkan ponselnya .
dengan spontan Sean pun mengambil foto Nesya secara diam - diam .
" kalian sama - sama cantik " ucap Sean menatap hasil jepretan nya yang menunjukan Nesya sedang berhadapan dengan matahari yang masih oranye.
" kakak mengambil fotoku ya ! " ucap Nesya menunjuk Sean .
" aku ingin memiliki fotomu lebih banyak nes " ucap Sean berterus terang .
" baiklah kalau begitu ambil gambar ku sebanyak yang kakak mau " ucap Nesya tersenyum menghadap camera dan bergaya kecil .
kini Sean pun mendekat ke arah Nesya dan menarik tangan Nesya agar menghadapnya .
" ada apa kak ? " ucap Nesya yang rambut nya masih tergerai di terpa angin .
Sean pun menyentuh rambut nesya dengan lembut setelah itu mencepolnya seperti adonan donat .
"akhir-akhir ini kakak selalu menggombali ku " ucap Nesya memukul dada Sean dengan pelan .
" aku tidak gombal nes . kemarilah aku ingin memeluk mu lagi " ucap Sean menarik tangan Nesya untuk mendekat padanya.
" kakak juga akhir-akhir ini selalu memeluk ku" ucap Nesya di sela pelukan mereka tetapi Sean hanya diam tanpa menggubris ucapan Nesya .
" kau tau kan aku mencintaimu " ucap Sean setelah diam beberapa menit .
" ya aku tau " ucap Nesya .
" ku harap kamu tidak akan pernah membenci ku di kemudian hari " ucap Sean mengelus kepala nesya.
" tidak akan pernah . aku tidak akan membencimu kak " ucap Nesya mengeratkan pelukan nya .
" begitu damainya hati ini saat kau memeluk ku seperti ini nes . aku harus berterimakasih pada Tuhan karena sudah memberikan cinta dalam wujud seperti mu " ucap Sean dalam hati memejamkan matanya .
tanpa terasa Sean menitihkan air matanya yang mengenai kulit kepala Nesya.
" kakak menangis ? " ucap Nesya mendongak .
" ya nes . aku terharu " ucap Sean menutupi kejadian yang sebenarnya pada Nesya .
" ku kira kakak bersedih . kakak manis sekali " ucap Nesya menghapus air mata Sean .
" kamu tidak perlu tau yang sedang ku pikirkan nes . cukup aku saja " ucap Sean dalam hatinya setelah itu dia melihat jam yang melekat pada tangan .
" sebaiknya sekarang kita melanjutkan perjalanan " ucap sean melepas pelukan nya pada Nesya .
" kemana kak ? " ucap Nesya .
" itu rahasia . yang pasti ini adalah perjalanan terakhir kita . ini adalah akhir dari pelarian kita " ucap Sean tersenyum memandang Nesya .
" benarkah ? " ucap Nesya senang tanpa mengetahui motif Sean .
" tentu . sekarang ayo kita kembali ke mobil " ucap Sean menggandeng Nesya .
setelah memasuki mobil Sean memasangkan sabuk pengaman pada Nesya .
__ADS_1
" terimakasih " ucap Nesya mengembangkan senyumnya dan Sean hanya tersenyum untuk memberi respon .
" kamu masih lapar tidak ? " ucap Sean pada Nesya .
" tidak . sekarang aku kekenyangan karena roti dan susu yang kakak beli " ucap Nesya .
lalu nesya pun mengecas ponselnya di dalam mobil dan menyalakan radio .
" kak ini kan lagu kesukaan kita " ucap Nesya membesarkan volume nya dan mulai menyanyikan lagu fix you .
"When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need 🎼 " Nesya mulai bernyanyi .
Sean hanya terdiam sambil menikmati suara lembut Nesya .
" Lights will guide you home And ignite your bones . and I Will try 🎼 " Sean mulai bernyanyi pada reff nya .
" one-two-three " ucap Nesya menghitung .
" fix you 🎼 " Sean dan Nesya bernyanyi dengan saling tunjuk dan tersenyum senang .
mereka terus bersenandung ria hingga lagu itu selesai di putar .
" hooaamm " Nesya menguap .
" kamu mengantuk lagi ? " ucap Sean tersenyum .
" sedikit . masih lama kak kita sampainya " ucap Nesya yang merasa bisa. berada di mobil .
" masih . sebaiknya kamu tidurlah dulu " ucap Sean .
" baiklah . kalau sudah sampai bangunkan aku ya kak " ucap Nesya .
" iya sayang " ucap Sean mengelus kepala nesya .
lalu Nesya pun tidur dengan posisi duduk bersanding di kursi .
" syukurlah jika kamu mengantuk . Dengan begini aku bisa tenang menyetir tanpa rasa takut akan kesadaran mu " ucap Sean dalam hatinya .
Sean terus melajukan mobil nya dengan kencang agar lekas sampai pada tujuan . satu setengah jam pun telah di lewatinya .
kini dia berada di kota yang tak asing baginya , melewati penjual gulali yang pernah di beli Nesya dan terakhir melewati taman yang pernah di kunjungi bersama Nesya . ya Sean sekarang berada di kotanya untuk menuju ke rumah nyonya britney .
kini dia sudah memasuki gerbang besi berwarna putih emas yang di jaga oleh 4 orang keamanan dengan tubuh sangar mereka . dada Sean mulai sesak , nafasnya mulai tidak teratur dan matanya mulai memerah mengingat sebentar lagi dia akan berpisah dengan Nesya .
tak di sangka nya , kedatangan Sean sudah di nanti-nanti oleh ghuzheng yang berdiri di depan halaman .
ciiiit.....
bunyi rem yang di sengaja agar Nesya terbangun .
" sudah sampai kak ? " ucap Nesya memandang Sean dengan mengerjapkan mata .
tok...tok ..tok
pintu kemudi telah di ketuk oleh anak buah ghuzheng untuk menyuruh Sean keluar .
" kenapa kita kembali kerumah ini kak ! . sekarang ayo kita pergi ! " ucap Nesya gugup .
Sean hanya terdiam sambil menatap mata ghuzheng yang terus melihatnya di dalam mobil .
" kak ayo! jangan diam saja " ucap Nesya kesal .
" tidak nes . sekarang ayo turun " ucap Sean datar.
" tapi kenapa ? " ucap Nesya mulai menangis.
" ikuti saja perintahku . ghuzheng tidak akan menyakiti mu akan sebaliknya dia sangat mencintaimu " ucap Sean lalu membuka pintu mobil nya dan Nesya pun membuka pintu mobilnya .
" akhirnya kamu kembali juga nes " ucap ghuzheng menghampiri Nesya tetapi Nesya malah bersembunyi di balik tubuh Sean .
" aku tidak ingin dengan mu . aku ingin bersama kak Sean . ghuzheng tolong mengertilah " ucap Nesya mencengkram jaket Sean dengan kuat . Nesya sangat ketakutan jika akan berpisah dengan Sean .
" Nesya sebaiknya kamu ikut dengan nya " ucap Sean menghempaskan tangan Nesya dan mendorong nya untuk mendekati ghuzheng .
" tapi aku tidak mau ! " ucap Nesya mendekat ke arah Sean .
" kau harus mau . karena kau sudah di jodohkan dengan nya mengerti ! " ucap Sean mencoba berbicara dengan nada tinggi pada nesya agar dia merasa sakit hati dengan Sean .
" tapi bagaimana dengan janji mu . bagaimana dengan kisah kita ? " ucap Nesya memegang tangan Sean dengan terisak .
" anggap saja itu tidak pernah terjadi . ayolah jangan membuat semuanya menjadi sulit ! " ucap Sean menatap Nesya dengan mata tajam .
__ADS_1
sejatinya dia tidak tega menatap Nesya dengan pandangan yang kejam seperti itu .
" kau pembohong ! aku membencimu !!! sangat membencimu !!! " ucap Nesya berlari memasuki rumah nyonya britney dengan tangisnya yang pecah .