
Sean tetap tidak mengindahkan suara panggilan Nesya , dia memilih diam dengan duduk di lantai menyender dinding .
" apa ini harus segera berakhir ? . tapi aku tidak mau ini berakhir " ucap Sean lemah sambil meringkuk tubuhnya sendiri .
pertahanan nya kini benar - benar hancur tanpa tersisa . dia terus terisak karena tidak ingin kehilangan Nesya .
tiba-tiba Nesya pun membuka pintu nya dengan bantuan kunci cadangan yang di berikan jims .
" kakak kenapa ? " ucap Nesya yang menghambur ke Sean .
" tolong jangan melihat ku saat ini . aku sangat malu ! pergilah " ucap Sean tidak ingin mengangkat wajahnya .
" apa yang terjadi dengan tangan mu ? " ucap Nesya yang mengetahui tangan Sean membiru dan buku-buku jarinya berdarah .
" tunggu sebentar disini " ucap Nesya lalu berlari memencet bel di dinding .
tak lama kemudian datanglah jims ke kamar mereka.
" ada yang dapat saya bantu nona ? " ucap jims .
" tolong anda ambilkan kotak obat " ucap Nesya sambil menatap Sean .
" baik nona " ucap jims lalu pergi .
" sebenarnya apa yang terjadi padamu kak " ucap Nesya .
" angkat kepalamu dan jawab pertanyaan ku " ucap Nesya mengangkat kepala Sean .
" kakak menangis ? apa ini gara-gara aku " ucap Nesya menangkup pipi Sean.
" ini bukan salah mu . ini memang salah ku . seharusnya aku tidak membawa mu dalam masalah rumit seperti ini" ucap Sean .
" silahkan nona " ucap jims yang datang dengan membawa kotak di tangan kanannya lalu pergi menutup pintu kamar lagi .
" maafkan aku sudah membuatmu seperti ini" ucap Nesya memelas .
entahlah sean yang sekarang berbeda dengan Sean yang dulu . dia lebih memilih menyakiti dirinya sendiri daripada menyakiti Nesya saat emosinya meluap . padahal dulu ,Sean terkenal kasar dan perfect sionis apapun yang dia mau jika tidak sesuai dengan harapannya pasti dia akan marah dan mengamuk.
ponsel Sean pun bergetar di saku celananya .
" halo " ucap Sean .
" ......." ucap si penelpon .
" apa ! . baiklah sekarang kau bawa nyonya ke tempat yang jauh . bilang saja kau adalah orang suruhan ku " ucap Sean menjadi cemas .
" ..... "
" kau lakukan saja perintahku . aku akan membantumu dengan menelfon mamaku " ucap Sean yang emosi karena perasaan takut di hatinya lalu menutup telfon nya .
" nes sekarang kamu ikut aku . please untuk sekali ini saja " ucap Sean memegang tangan Nesya .
__ADS_1
" ada apa kak ? kenapa kakak begitu cemas ? " uccap Nesya .
" jangan tanya dulu . kamu cukup ikuti perintah ku . ok ! " ucap Sean mulai mengambil jaket dan koper .
" sekarang kamu masukan semua baju-bajumu . setelah itu kita berangkat " ucap Sean .
#####
di tempat lain yang ada gedung tinggi menjulang dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang terdengar riuh ramainya orang - orang yang berjalan berlawan .
di antara mereka ada seorang pria berkacamata dengan beberapa orang berbadan tegap di belakang nya sedang mencari keberadaan Nesya dan Sean ,ya dia adalah ghuzheng . ghuzheng tanpa merasa lelah ,dia terus mencari Sean yang membawa kabur Nesya . setelah itu dia mendapatkan telfon dari nomor yang selama ini dia tunggu - tunggu .
" ..............." ucap si penelfon .
" bagaimana aku bisa mempercayai omonganmu " ucap ghuzheng menahan emosinya .
".....…...............' ucap si penelfon.
" ok . ku tunggu kedatangan mu " ucap ghuzheng menutup telfonnya dengan wajah yang masih terlihat tak percaya dengan ucapan si penelfon .
" sementara hentikan pencarian . kita kembali ke rumah ku sore ini juga " ucap ghuzheng memberi perintah pada anak buah nya .
" baik tuan " ucap anak buahnya mengikuti langkah ghuzheng yang berbalik menuju penginapan dan langsung lepas landas menuju bandara .
#####
" kak .... kakak lama sekali di kamar mandi ? " ucap Nesya mengetuk pintu .
" kamu sudah selesai beres-beres ? " ucap Sean .
" sudah " ucap Nesya .
" baiklah kalau begitu ayo pergi sekarang " ucap sean menggandeng Nesya keluar dan menuju landasan .
saat di perjalanan Nesya terus memperhatikan Sean yang tampak cemas . tetapi entahlah Nesya tidak tau yang dia cemaskan saat ini .
"are you ok ?" ucap Nesya memegang pipi sean .
" it's ok " ucap Sean mengangkat bahunya dengan apik menutupi kesedihannya sambil mengembangkan senyum .
" sure ? " ucap Nesya yang kurang yakin .
" yes, seriously " ucap Sean lagi untuk meyakinkan Nesya .
"aku tau kakak sedang cemas . tapi tenanglah aku akan selalu ada di samping mu " ucap Nesya tersenyum dengan mengelus pipi Sean .
" terimakasih nes " ucap Sean mencium tangan Nesya .
#####
Di rumah nyonya britney
__ADS_1
tok...tok...tok.... seseorang mengetuk kamar nyonya britney .
" masuk " ucap nyonya britney .
lalu orang itu pun masuk setelah itu di kunci olehnya yang baru masuk agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka .
" maaf nyonya saya ingin membuat pengakuan " ucap Spy suruhan Sean sambil melepas kumis pasangan nya .
"pengakuan seperti apa ? " ucap nyonya Britney memegangi kepalanya .
" anda kenapa nyonya ? " ucap Spy itu curiga .
" kepalaku terasa pusing . aku ingin mual " ucap nyonya Britney . lalu Spy itu melihat ada secangkir teh di meja kecil samping ranjang nyonya Britney.
" apakah anda meminum teh itu ?" ucap Spy itu .
" iya aku menyuruh pelayan membuatkan ku " ucap nyonya Britney .
" sial aku kecolongan ! " ucap Spy dalam hati .
" sebaiknya anda ikut saya sekarang nyonya . ini darurat " ucap Spy itu.
" kau siapa ? " ucap nyonya Britney.
" saya agen Spy tuan Sean nyonya . mungkin tuan belum berbicara dengan Anda " ucap Spy itu .
" kenapa kau ingin membawaku pergi dari rumah ku sendiri " ucap nyonya Britney yang belum mengetahui bahaya yang mengincarnya .
" anda sedang di incar oleh seseorang nyonya . nyawa anda adalah taruhannya . maka dari itulah tuan Sean menyuruh saya untuk membawa pergi nyonya " ucap Spy itu .
" sebenarnya apa yang terjadi ?. tolong jelaskan dulu padaku ! " ucap nyonya Britney yang menjadi bingung .
" sekarang nyonya lebih baik pergi dari sini dulu . saya akan membawa nyonya di tempat yang aman . setelah tiba di sana saya akan menjelaskan semuanya . tuan Sean pasti akan menemui nyonya " ucap Spy itu .
" sebentar aku akan menelfon Sean " ucap nyonya Britney .
setelah beberapa menit dia menunggu telfon itu tidak di angkat oleh Sean timbul keraguan pada hati nyonya Britney .
" aku tidak akan meninggalkan rumah ku . disini sudah tempat yang aman untuk ku " ucap nyonya Britney menolak ajakan Spy itu .
kini Spy itu lebih bingung karena sikap nyonya Britney yang tidak percaya dengan nya .
" baiklah jika nyonya belum percaya dengan ucapan saya, tidak apa-apa . tapi kita hanya punya waktu hingga besok dan saya sangat meminta tolong pada nyonya , jika anda di beri minum oleh siapapun jangan anda minum . anda hanya boleh minum dari minuman yang saya beri . ku mohon yang ini jangan di bantah jika nyonya ingin tetap hidup " ucap Spy itu sedikit tegas .
nyonya Britney pun mengangguk paham .
" untuk membuat buktinya . aku akan membawa sempel teh ini " ucap Spy itu membawa cangkir berisi teh yang tinggal setengah itu .
" tunggu ! . biarkan orang kepercayaan ku yang mengecek nya " ucap nyonya Britney yang masih merasa curiga dengan Spy itu .
" baiklah nyonya . silahkan anda hubungi orang kepercayaan anda untuk mengambil teh ini kemari " ucap Spy itu . lalu nyonya britney pun mulai menekan nama yang tertera di layar ponselnya .
__ADS_1