Teach Me To Love

Teach Me To Love
MEMBAWA PERGI


__ADS_3

Sean tetap tidak mengindahkan suara panggilan Nesya , dia memilih diam dengan duduk di lantai menyender dinding .


" apa ini harus segera berakhir ? . tapi aku tidak mau ini berakhir " ucap Sean lemah sambil meringkuk tubuhnya sendiri .


pertahanan nya kini benar - benar hancur tanpa tersisa . dia terus terisak karena tidak ingin kehilangan Nesya .


tiba-tiba Nesya pun membuka pintu nya dengan bantuan kunci cadangan yang di berikan jims .


" kakak kenapa ? " ucap Nesya yang menghambur ke Sean .


" tolong jangan melihat ku saat ini . aku sangat malu ! pergilah " ucap Sean tidak ingin mengangkat wajahnya .


" apa yang terjadi dengan tangan mu ? " ucap Nesya yang mengetahui tangan Sean membiru dan buku-buku jarinya berdarah .


" tunggu sebentar disini " ucap Nesya lalu berlari memencet bel di dinding .


tak lama kemudian datanglah jims ke kamar mereka.


" ada yang dapat saya bantu nona ? " ucap jims .


" tolong anda ambilkan kotak obat " ucap Nesya sambil menatap Sean .


" baik nona " ucap jims lalu pergi .


" sebenarnya apa yang terjadi padamu kak " ucap Nesya .


" angkat kepalamu dan jawab pertanyaan ku " ucap Nesya mengangkat kepala Sean .


" kakak menangis ? apa ini gara-gara aku " ucap Nesya menangkup pipi Sean.


" ini bukan salah mu . ini memang salah ku . seharusnya aku tidak membawa mu dalam masalah rumit seperti ini" ucap Sean .


" silahkan nona " ucap jims yang datang dengan membawa kotak di tangan kanannya lalu pergi menutup pintu kamar lagi .


" maafkan aku sudah membuatmu seperti ini" ucap Nesya memelas .


entahlah sean yang sekarang berbeda dengan Sean yang dulu . dia lebih memilih menyakiti dirinya sendiri daripada menyakiti Nesya saat emosinya meluap . padahal dulu ,Sean terkenal kasar dan perfect sionis apapun yang dia mau jika tidak sesuai dengan harapannya pasti dia akan marah dan mengamuk.


ponsel Sean pun bergetar di saku celananya .


" halo " ucap Sean .


" ......." ucap si penelpon .


" apa ! . baiklah sekarang kau bawa nyonya ke tempat yang jauh . bilang saja kau adalah orang suruhan ku " ucap Sean menjadi cemas .


" ..... "


" kau lakukan saja perintahku . aku akan membantumu dengan menelfon mamaku " ucap Sean yang emosi karena perasaan takut di hatinya lalu menutup telfon nya .


" nes sekarang kamu ikut aku . please untuk sekali ini saja " ucap Sean memegang tangan Nesya .

__ADS_1


" ada apa kak ? kenapa kakak begitu cemas ? " uccap Nesya .


" jangan tanya dulu . kamu cukup ikuti perintah ku . ok ! " ucap Sean mulai mengambil jaket dan koper .


" sekarang kamu masukan semua baju-bajumu . setelah itu kita berangkat " ucap Sean .


#####


di tempat lain yang ada gedung tinggi menjulang dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang terdengar riuh ramainya orang - orang yang berjalan berlawan .


di antara mereka ada seorang pria berkacamata dengan beberapa orang berbadan tegap di belakang nya sedang mencari keberadaan Nesya dan Sean ,ya dia adalah ghuzheng . ghuzheng tanpa merasa lelah ,dia terus mencari Sean yang membawa kabur Nesya . setelah itu dia mendapatkan telfon dari nomor yang selama ini dia tunggu - tunggu .


" ..............." ucap si penelfon .


" bagaimana aku bisa mempercayai omonganmu " ucap ghuzheng menahan emosinya .


".....…...............' ucap si penelfon.


" ok . ku tunggu kedatangan mu " ucap ghuzheng menutup telfonnya dengan wajah yang masih terlihat tak percaya dengan ucapan si penelfon .


" sementara hentikan pencarian . kita kembali ke rumah ku sore ini juga " ucap ghuzheng memberi perintah pada anak buah nya .


" baik tuan " ucap anak buahnya mengikuti langkah ghuzheng yang berbalik menuju penginapan dan langsung lepas landas menuju bandara .


#####


" kak .... kakak lama sekali di kamar mandi ? " ucap Nesya mengetuk pintu .


" kamu sudah selesai beres-beres ? " ucap Sean .


" sudah " ucap Nesya .


" baiklah kalau begitu ayo pergi sekarang " ucap sean menggandeng Nesya keluar dan menuju landasan .


saat di perjalanan Nesya terus memperhatikan Sean yang tampak cemas . tetapi entahlah Nesya tidak tau yang dia cemaskan saat ini .


"are you ok ?" ucap Nesya memegang pipi sean .


" it's ok " ucap Sean mengangkat bahunya dengan apik menutupi kesedihannya sambil mengembangkan senyum .


" sure ? " ucap Nesya yang kurang yakin .


" yes, seriously " ucap Sean lagi untuk meyakinkan Nesya .


"aku tau kakak sedang cemas . tapi tenanglah aku akan selalu ada di samping mu " ucap Nesya tersenyum dengan mengelus pipi Sean .


" terimakasih nes " ucap Sean mencium tangan Nesya .


#####


Di rumah nyonya britney

__ADS_1


tok...tok...tok.... seseorang mengetuk kamar nyonya britney .


" masuk " ucap nyonya britney .


lalu orang itu pun masuk setelah itu di kunci olehnya yang baru masuk agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka .


" maaf nyonya saya ingin membuat pengakuan " ucap Spy suruhan Sean sambil melepas kumis pasangan nya .


"pengakuan seperti apa ? " ucap nyonya Britney memegangi kepalanya .


" anda kenapa nyonya ? " ucap Spy itu curiga .


" kepalaku terasa pusing . aku ingin mual " ucap nyonya Britney . lalu Spy itu melihat ada secangkir teh di meja kecil samping ranjang nyonya Britney.


" apakah anda meminum teh itu ?" ucap Spy itu .


" iya aku menyuruh pelayan membuatkan ku " ucap nyonya Britney .


" sial aku kecolongan ! " ucap Spy dalam hati .


" sebaiknya anda ikut saya sekarang nyonya . ini darurat " ucap Spy itu.


" kau siapa ? " ucap nyonya Britney.


" saya agen Spy tuan Sean nyonya . mungkin tuan belum berbicara dengan Anda " ucap Spy itu .


" kenapa kau ingin membawaku pergi dari rumah ku sendiri " ucap nyonya Britney yang belum mengetahui bahaya yang mengincarnya .


" anda sedang di incar oleh seseorang nyonya . nyawa anda adalah taruhannya . maka dari itulah tuan Sean menyuruh saya untuk membawa pergi nyonya " ucap Spy itu .


" sebenarnya apa yang terjadi ?. tolong jelaskan dulu padaku ! " ucap nyonya Britney yang menjadi bingung .


" sekarang nyonya lebih baik pergi dari sini dulu . saya akan membawa nyonya di tempat yang aman . setelah tiba di sana saya akan menjelaskan semuanya . tuan Sean pasti akan menemui nyonya " ucap Spy itu .


" sebentar aku akan menelfon Sean " ucap nyonya Britney .


setelah beberapa menit dia menunggu telfon itu tidak di angkat oleh Sean timbul keraguan pada hati nyonya Britney .


" aku tidak akan meninggalkan rumah ku . disini sudah tempat yang aman untuk ku " ucap nyonya Britney menolak ajakan Spy itu .


kini Spy itu lebih bingung karena sikap nyonya Britney yang tidak percaya dengan nya .


" baiklah jika nyonya belum percaya dengan ucapan saya, tidak apa-apa . tapi kita hanya punya waktu hingga besok dan saya sangat meminta tolong pada nyonya , jika anda di beri minum oleh siapapun jangan anda minum . anda hanya boleh minum dari minuman yang saya beri . ku mohon yang ini jangan di bantah jika nyonya ingin tetap hidup " ucap Spy itu sedikit tegas .


nyonya Britney pun mengangguk paham .


" untuk membuat buktinya . aku akan membawa sempel teh ini " ucap Spy itu membawa cangkir berisi teh yang tinggal setengah itu .


" tunggu ! . biarkan orang kepercayaan ku yang mengecek nya " ucap nyonya Britney yang masih merasa curiga dengan Spy itu .


" baiklah nyonya . silahkan anda hubungi orang kepercayaan anda untuk mengambil teh ini kemari " ucap Spy itu . lalu nyonya britney pun mulai menekan nama yang tertera di layar ponselnya .

__ADS_1


__ADS_2