
" mereka kenapa bisa bertengkar ? " ucap diva yang sempat mendengar kan percakapan mereka .
" aku tidak tau tapi tadi yang memukul pertama kali adalah ghuzheng " ucap murid laki - laki itu .
lalu diva ikut menghambur pergi untuk melihat perkelahian mereka .
.
.
.
Lapangan basket
saat sampai disana Nesya benar - benar menyaksikan perkelahian ghuzheng dan Mario .
" duh nes gimana ini ? kok mereka berkelahi " ucap Xing lu .
tiba - tiba Nesya melangkahkan kaki nya untuk menuju ke tengah lapangan .
" nes mau kemana ? " ucap Xing lu
" mau misahin mereka . kamu tunggu disini aja ya " ucap Nesya lalu tidak menggubris Xing lu lagi .
Di tengah lapangan
" sial kau , kenapa menyukai gadis yang ku suka " ucap ghuzheng memukul Mario
" dia masih belum jadi milik mu jadi aku juga bisa mendapatkan nya " ucap Mario yang tak mau kalah dengan ghuzheng .
" dia sudah di jodohkan dengan ku , apa kau buta !!! " ucap ghuzheng dengan berteriak ke Mario .
" stop !!! " ucap Nesya
dia dengan berani langsung berdiri di tengah - tengah pertengkaran mereka .
" kenapa kalian bertengkar seperti anak kecil ? kalian tidak malu di lihat murid lain ? " ucap Nesya .
" sebaiknya kamu minggir nes . aku masih ingin menghajarnya " ucap ghuzheng yang masih berapi - api .
" aku bilang cukup ghuzheng . kalau kamu masih bertengkar lagi aku tidak mau berbicara dengan mu lagi " ucap Nesya menahan tubuh ghuzheng untuk menyerang Mario .
" ada apa ini ? " ucap kepala sekolah dengan suara berat nya .
mereka pun terdiam tidak bisa menjawab.
"ghuzheng !! Mario !! ikut Master " ucap kepala sekolah itu .
lalu mereka menurut dengan ucapan kepala sekolah nya dan semua kerumunan murid yang tadi nya melingkari lapangan kini sudah pergi entah tak tau kemana .
saat itu Nesya hanya bisa diam tanpa mengangkat kepala nya , dia sangat merasa bersalah saat itu . dari belakang Xing lu pun menghampiri Nesya yang masih di tengah lapangan sendirian .
" nes , kamu gapapa kan ? " ucap Xing lu
" gapapa kok " ucap Nesya sambil mengusap air matanya .
" kamu nangis ? " ucap Xing lu .
" ini semua salah ku Xing lu " ucap Nesya sambil menatap Xing lu .
" tidak nes ini bukan salah mu . tentu saja salah mereka , siapa suruh mereka memilih berkelahi seperti itu " ucap Xing lu menenangkan Nesya lalu membawanya ke kelas .
.
.
.
Di dalam kelas
" sudah ya kamu jangan sedih lagi . semua akan baik - baik saja kok " ucap Xing lu sambil mengelus pundak Nesya .
" Nesya !!! " teriak diva
dia berteriak dari arah belakang mereka , Nesya pun membalikan badan nya menghadap ke diva .
Byuurrr...!!!
diva menyiramkan jus mangga di pucuk kelapa Nesya .
BRAAAK !!!
" heh apa maksud mu !!! " ucap Xing lu menggebrak meja .
dia tidak terima oleh perlaku diva terhadap Nesya.
" diam ! aku tidak ada urusan dengan mu" ucap divasambil menunjuk Xing lu
" Nesya , apa kau pernah mendengar bahwa kau itu pembawa sial !!! . sebelum kedatangan mu , mereka adalah sahabat yang sangat dekat dan sekarang lihatlah...gara - gara kamu mereka berkelahi hanya untuk merebutkan gadis kampung seperti mu . sebaiknya kau pergi dari kehidupan Mario terutama ghuzheng . kau tidak pantas untuk nya ! " ucap diva berapi - api .
Nesya hanya diam terpaku dan menatap tajam mata diva .
" kenapa kau hanya menatap ku . cepat bicara !!! " ucap diva berteriak lagi.
" kalau Nesya tidak pantas untuk ghuzheng , menurut mu siapa yang pantas , kamu ?? ngaca dong !!! " ucap Xing lu dengan suara yang tak kalah keras dengan diva.
" heh diva tidak bicara dengan mu . jadi kau diam saja . dasar kacung " ucap stefi yang ada di samping diva .
" kacung kok teriak kacung " ucap Xing lu dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
" memang kurang ajar kau ya . sini kau akan ku Jambak rambut mu " ucap stefi
" ok , emang aku takut " ucap Xing lu juga melangkah maju .
" STOP !!! " ucap Nesya dengan tegas .
" bisakah kalian jangan ribut . Xing lu aku mohon padamu jangan membuat masalah lagi please " ucap Nesya memohon .
" tapi dia ..." ucap Xing lu terpotong
" sudah tidak apa - apa aku bisa menerimanya ( menatap mata Xing lu ) dan untuk mu diva , jika kamu memang menyukai ghuzheng aku bisa kok merelakan dia untuk kamu . kamu tidak harus memperlakukan ku seperti ini " ucap Nesya
Nesya berusaha menahan tangis nya agar tidak pecah .
" sok baik sekali kau rupanya Nesya . kali ini aku sangat ingin menamparmu " ucap diva.
sambil melayangkan tangan nya untuk bersiap menampar Nesya . tapi sayang, aksinya telah gagal karena ada tangan lain yang menahan tangan diva .
" ghuzheng " ucap diva kaget saat menengok ke arah tangan yang menggenggam nya .
" aku kecewa denganmu div " ucap ghuzheng dengan mimik wajah yang sedih .
" ghuzheng ini tidak seperti yang kamu kira . aku hanya memberinya pelajaran karena dia sudah membuat mu bertengkar dengan saudaraku " ucap diva membela dirinya .
" ini bukan salah Nesya ! sekali lagi ku bilang ini bukan salah Nesya ! ( dengan nada penekanan ) . ini salah saudaramu . kenapa dia menyukai gadis yang sudah di jodohkan dengan ku " ucap ghuzheng berusaha menjaga emosinya
" apa !!! jadi kau dan Nesya ..." ucap diva yang tidak bisa meneruskan ucapannya .
" ternyata benar kata Xing lu , kau memang gadis yang kasar diva ( sambil menatap diva dengan kekecewaan yang mendalam ) ayo nes kita pulang sekarang " ucap ghuzheng dengan menggandeng tangan Nesya keluar kelas .
kini diva hanya lemas setelah mendengarkan penjelasan ghuzheng tadi .
" mereka di jodohkan " ucap diva dengan lirih .
" div tenang jangan emosi " ucap stefi yang mencoba menenangkan diva .
" pergi kau !!!! jangan ganggu aku , ini semua salahmu ,kenapa kau tadi menyuruhku menyiram jus ke gadis bodoh itu . kau puas ghuzheng marah padaku ! " ucap diva sambil menepis tangan stefi yang ada di pundak nya .
stefi pun kini pergi karena tidak terima di perlakukan kasar oleh diva .
" aku harus membuat rencana untuk membuatnya malu " ucap diva .
.
.
.
#####
Di koridor sekolah
" ghuzheng stop !!! " ucap Nesya
" ada apa nes ? " ucap ghuzheng
" bisakah kita tidak usah melanjutkan perjodohan ini " ucap Nesya .
" kenapa kamu bicara seperti itu ? tidak , aku tidak akan membatalkan perjodohan ini nes . nes lihatlah aku . aku sangat mencintai mu " ucap ghuzheng .
" ku pikir yang di katakan diva tadi benar " ucap Nesya.
" jangan pernah memikirkan omongan orang lain selain omongan ku . ok ? . sudah ayo kita pulang " ucap ghuzheng yang masih terbawa emosi .
sesampainya di depan gerbang ,mereka sudah ditunggu supir pribadi yang tadi pagi mengantar nya .
" ayo pak jalan " ucap ghuzheng
" baik tuan muda " ucap sang supir .
.
🚘🚘🚘
.
hingga sampailah mereka di rumah . seperti biasa ghuzheng membukakan pintu untuk Nesya .
" terimakasih " ucap Nesya lalu berjalan cepat memasuki rumah .
" kenapa Nesya marah dengan ku ? . apa aku terlalu keras padanya ya ?" pikir ghuzheng lalu menyusul masuk .
#####
Di dalam rumah
" siang ma " ucap ghuzheng yang melihat nyonya britney .
" ghuzheng jelaskan ke mama , sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa Nesya pulang dengan rambut yang lepek dan seragam kotor seperti itu ? " ucap nyonya Britney yang khawatir .
" Nesya di siram diva ma " ucap ghuzheng yang wajah nya kini nampak sedih .
" sudah mama duga dia itu gadis yang kasar . makannya mama tidak suka dengan dia " ucap nyonya Britney yang ikut merasa kesal .
" ya sudah ma ghuzheng mau ke kamar dulu " ucap ghuzheng
" ghuzheng ,mama belum selesai bicara " ucap nyonya britney .
" nanti saja ma , ghuzheng masih capek " ucap ghuzheng acuh .
__ADS_1
" kenapa anak sekarang tidak peduli dengan orang yang lebih tua . pusing rasanya kepala ini " ucap nyonya britney lalu pergi ke kamarnya juga .
.
.
.
#####
Di kamar Nesya
waktu sudah menunjukan pukul 6 sore tetapi Nesya masih belum mandi , dia kini termenung memikirkan ucapan diva saat di sekolah tadi .
tok...tok...tok...
" masuk " ucap Nesya
dengan bersuara lemah tetapi masih bisa di dengarkan oleh orang yang mengetuk .
" maaf non , sudah waktunya makan malam " ucap mbak Rani
" Nesya gak lapar mbak " ucap Nesya tetap menghadap ke jendela .
" non Nesya kenapa ? " ucap mbak Rani .
" gapapa kok mbak . Nesya baik - baik aja " ucap Nesya masih tetap tidak menengok ke arah mbak Rani .
" ya sudah kalau begitu , saya bawakan ke sini saja ya non makanan nya . nanti kalau tidak makan non Nesya bisa sakit " ucap mbak Rani ,
tetapi kini tidak ada jawaban lagi dari Nesya.
" saya permisi dulu non " ucap mbak Rani sambil menutup pintu kamar Nesya lagi .
.
.
.
#####
Di meja makan
" tumben Mario tidak kemari . biasanya dia main dengan mu ? " ucap nyonya Britney bertanya pada ghuzheng sambil menunggu kedatangan Nesya .
" jangan bahas si sialan itu ma " ucap ghuzheng sambil mengambil nasi untuk nyonya Britney dan dirinya.
" tumben kamu bertengkar dengan Mario ? apa masalahnya ? " ucap nyonya Britney
dia penasaran karena baru pertama kali ini ghuzheng bertengkar dengan sahabat nya dari Masa SD itu.
" ceritanya panjang ma " ucap ghuzheng yang memilih tutup mulut .
" maaf nyonya , non Nesya tidak mau turun ke bawah . saya lihat tadi suasana hati nya kurang baik " ucap mbak Rani dengan wajah yang sedih .
" ya sudah kau bawakan saja makanan nya ke atas " ucap nyonya Britney .
" tidak usah mbak . biar aku saja " ucap ghuzheng
lalu mengambilkan makanan dan minuman untuk Nesya . ghuzheng pun menaiki tangga untuk menuju ke kamar Nesya .
tok...tok...tok....
" nes ini aku , apa aku boleh masuk ? " ucap ghuzheng .
" masuk lah " ucap Nesya yang berada di dalam kamar .
setelah memasuki kamar Nesya , ghuzheng meletakan nampan yang di bawanya .
" aku kesini membawa makanan untukmu . ayo makan ,aku akan menemanimu disini " ucap ghuzheng yang mendekati Nesya .
saat Nesya menengok , ghuzheng pun kaget .
" nes kenapa kamu nangis ? " ucap ghuzheng
" aku masih memikirkan ucapan diva " ucap Nesya dengan suara yang parau .
" sudah ku bilangkan omongan nya jangan kau gubris . ok ! " ucap ghuzheng menangkup wajah Nesya .
" lagi pula kamu juga kenapa berkengkar dengan Mario ? " ucap Nesya .
" nes , dia mempunyai niat untuk merebutmu dariku . tentunya aku tidak terima karena aku mencintaimu . apa aku salah jika harus mempertahan mu ? " ucap ghuzheng.
tetapi Nesya tidak menanggapi ucapan ghuzheng lagi .
" sekarang kamu makan ya ? " ucap ghuzheng
" nanti saja aku akan makan . aku ingin mandi dulu " ucap Nesya .
" ya sudah kalau begitu aku tinggal dulu ya . nanti aku akan kembali " ucap ghuzheng dengan mengelus kepala nesya lalu berjalan menuju pintu .
" tunggu " ucap Nesya .
" ada apa nes ? " ucap ghuzheng membalikan mengurungkan niatnya membuka pintu dan kini membalikan tubuhnya .
" bagaimana luka di wajah mu ? " ucap Nesya yang masih mencoba peduli dengan ghuzheng .
" oh ini ( sambil menunjuk luka yang ada di pelipis nya ) tidak sakit kok , besok juga sembuh sendiri " ucap ghuzheng dengan tersenyum lalu pergi .
__ADS_1