
" terimakasih non " ucap penjual itu sambil sumringah . bagaimana tidak dia mendapatkan uang double dari Sean dan Nesya .
" sungguh aku ingin membawa mu ke dekapan ku nes . maaf aku belum bisa muncul sebagai Sean di depan mu saat ini " ucap Sean tak terasa menitihkan air mata di balik kacamata hitam .
15 menit kemudian Nesya dan Xing lu pun berniat untuk pulang karena Xing lu mengeluh perutnya sakit .akhirnya pengintaian Sean hanya sampai di taman itu saja . dia melihat punggung Nesya yang berjalan menjauh.
" halo tuan "
" awasi mereka . mereka sedang menuju rumah "
" baik tuan "
" terimakasih mbak Rani " ucap Sean lalu menutup telfon nya .
di tempat lain Mario dan RB sedang berada di dalam mobil hitam metalik untuk mengintai Xing lu .
" RB bolehkah aku bertanya sesuatu ? "
" tanya saja " jawab RB dengan asal .
" siapa kau sebenarnya ? "
" bukan urusan mu " ucap RB tegas .
" ini menjadi urusan ku karena kau menjadikan ku partner "
" itu karena tujuan kita sama. kau juga tidak perlu cemas aku ada di pihak mu " jelas RB .
" aku tahu kau bukan seorang spy . siapa kau sebenar nya " seketika badan RB membeku mendengar ucapan Mario .
" apakah aku harus jujur saja dengan Mario " gumam RB dalam hati .
" RB , aku tahu kau dari awal menyembunyikan sesuatu dari ku bukan "
" baiklah aku akan jujur padamu . tapi kau harus berjanji untuk menjaga rahasia ku " seketika tatapan Mario menjadi lebih serius daripada sebelumnya .
" baiklah "
" kau masih ingat kecelakaan yang menimpa sepupu mu " seketika mata Mario mengeryit heran .
" kenapa kau mengetahui tentang kesialan sepupu ku . jangan - jangan kau orang suruhan Xing lu untuk menjebak ku !" ucap Mario berteriak keras di depan wajah RB .
"dasar bocah bodoh . majikan ku seorang pria bukan gadis bertanduk iblis seperti dia" ucap RB yang mengubah tatapan nya menjadi tatapan kebencian .
" saat sepupu mu kecelakaan , dia menaiki taxi yang di kemudikan oleh ayah ku hingga mereka mendapatkan kesialan menabrak truk yang sedang berhenti karena kesengajaan iblis kecil itu "
__ADS_1
" bagaimana mungkin? " ucap Mario yang kaget mendengar fakta dari RB .
" awal nya ayah ku di iming-iming uang 200 dollar untuk menyewakan taxi nya pada Xing ku tetapi ayah ku menolak . dia takut taxi nya akan di pergunakan untuk kejahatan "
" setelah itu Xing lu pergi menjauh dan tak lama sepupu mu datang menaiki taxi ayahku . dalam perjalanan semua baik-baik saja hingga sampai di jalur cepat "
" saat ayah ku hendak menyalip mobil yang ada di depan nya tiba-tiba dia di kaget kan oleh mobil sedan hitam yang mengemudi secara ugal-ugalan. setelah itu ayah ku membanting setir ke kanan dimana ada truk yang sedang parkir "
Mario terus terdiam sambil menyerap setiap cerita yang di sampaikan RB .
" naas nya , ayah ku telah meninggal di tempat . beliau sempat sadar tetapi karena pihak polisi dan tim medis terlambat datang mengakibatkan hal yang fatal " ucap RB yang suara nya mulai bergetar .
" jadi ayah mu sudah meninggal akibat kecelakaan itu ? " tanya Mario sambil memegang pundak RB .
" begitulah " ucap RB mengusap air mata nya . dia masih merasakan sakit di hati nya karena kehilangan sosok ayah yang penyabar serta penuh kasih sayang .
" pihak kepolisian pun tidak ingin mengusut kasus ini secara mendetail . mereka sepakat untuk menutup kasus ini agar tidak terjamah oleh satu orang pun " ucap RB menundukan kepala nya .
" begitu licik nya dia ! " geram Mario .
" tidak ada seorang pun yang membantuku untuk membuka kebenaran . semua nya telah tergiur dengan uang " ucap RB yang kini terisak karena sakit hati . setelah itu Mario melepas sabuk pengaman nya dan memeluk RB dengan menyandarkan kepala RB di pundak nya yang kokoh .
" kau harus sabar . aku akan membantu mu menemukan keadilan " ucap Mario mengelus kepala RB .
.
.
.
*Di rumah nyonya britney*
Xing lu keluar dari mobil hingga lupa menutup pintu nya lagi. dia berlari hingga tersandung sandung Karena merasakan perut nya yang amat sakit .
" Xing lu kamu kenapa ? " tanya Nesya sambil menutup pintu mobil lalu berlari menyusul Xing lu .
sesampainya di toilet dekat anak tangga , Nesya tidak melihat Xing lu hanya mendengar pintu yang berdetum keras dengan bunyi air yang mengalir saja .
" Xing lu , kamu kenapa ? "
" aku tidak apa-apa nes " saut Xing lu dari dalam .
" ada yang bisa aku bantu "
" tidak ada " saut Xing lu singkat sebab dia tidak ingin di ganggu .
__ADS_1
setelah itu Nesya pun melangkah menjauh untuk pergi ke kamar nya . saat ingin menaiki anak tangga pertama Xing lu membuka pintu toilet sambil menarik nafas lega .
" kamu sakit ? " ucap Nesya dengan mimik wajah khawatir .
" tidak kok " tiba-tiba perut Xing lu kembali mules seperti ada yang ingin keluar .
" sial , aku salah makan apa " geram Xing lu. dia keluar masuk ke toilet sudah 4 kali hingga tubuh nya lemas .
" aku buatkan teh hangat untuk mu , ok ? " Xing lu hanya mengangguk lemah karena tenaga nya sudah habis .
tak beberapa lama datang lah Nesya dengan secangkir teh hangat lalu meletakan di sofa ruang keluarga . disana sudah ada Xing lu yang berbaring menutup mata .
" Xing lu bangunlah ini minum teh mu " ucap Nesya .
" terimakasih nes " ucap Xing lu telah meminum teh itu sedikit .
" bagaimana jika kita ke rumah sakit saja . aku khawatir dengan mu "
" tidak perlu . ini hanya masalah kecil nanti juga sembuh sendiri " ucap Xing lu sambil menahan sakit di perut nya .
akhirnya Nesya memanggil mbak Rani untuk menelfon ghuzheng agar pulang .
" nes seharusnya jangan panggil ghuzheng . dia sedang ujian "
" aku tidak peduli. kau lebih mendengarkan ucapan nya daripada aku " ucap Nesya memegang tangan Xing lu .
" terimakasih nes . aku beruntung mempunyai sahabat baik seperti mu" ucap Xing lu .
Nesya benar benar polos ,dia menolong orang yang salah . tak beberapa lama kemudian ghuzheng datang dengan langkah cepat.
" kau kenapa ?" tanya nya.
" saat aku makan bakso bersama nesya seperti nya aku kebanyakan memberi sambal di dalam mangkok bakso ku " .
" kenapa bisa ceroboh seperti itu "
" bagaimana dengan mu nes . apa perutmu sakit juga ? " lanjut ghuzheng .
" aku tak apa " jawab Nesya dengan acuh .
" sial ! kenapa ghuzheng malah khawatir dengan perempuan tidak tahu diri ini " gumam Xing lu dalam hati sambil menatap benci Nesya .
" sebaiknya kau bawa Xing lu ke rumah sakit , aku takut dia mengalami dehidrasi"
Nesya sangat menyayangi Xing lu seperti keluarga sendiri. dia adalah orang pertama yang mengkhawatirkan Xing lu . nesya menganggap Xing lu adalah orang yang sangat baik akan tetapi alangkah terkejut nya dia jika mengetahui motif dari kebaikan Xing lu .
__ADS_1