
Hari pernikahan Nesya dan ghuzheng telah tiba .
Disana berjejer para saksi dan tamu undangan sedang duduk berbincang bincang menunggu kedatangan mempelai wanita yaitu Nesya.
di tempat lain Nesya sedang gusar karena menunggu kedatangan Xing lu yang menyiapkan rencana untuk kabur .pintu pun terbuka dan memperlihatkan Xing lu yang sedang berpakaian dress berwarna putih yang membentuk tubuh nya dengan rambut yang di sanggul .
entah mengapa Reina merasa aura Xing lu kali ini sungguh tidak seperti Xing lu yang dia kenal . dia nampak takut melihat ekspresi yang di tunjukan Xing lu pada nya , akan tetapi pikiran buruk itu segera Nesya tepis karena mengingat Xing lu akan menolongnya untuk pergi.
" cepat pergi dari sini ,kalian di panggil tuan ghuzheng di lantai atas " ucap Xing lu pada dua orang Perias Nesya .
" baik nona " ucap dua orang itu secara bersamaan .
setelah dilihat mereka benar benar pergi ,Xing lu berjalan mendekat ke arah Nesya dan menggandeng tangan nya untuk di tuntun keluar .
" ayo sekarang waktu yang tepat " dengan cepat Nesya menggenggam erat tangan Xing lu dan mengikuti langkah nya dari belakang .
semua rencana nya berjalan dengan lancar hingga dia bisa membawa nesya menaiki mobil yang sudah dia sewa dengan empat orang berbadan tegap yang wajah nya terlihat sangar .
" Xing lu siapa mereka ? "
" diam ! kau akan tau nanti " ucap Xing lu sambil duduk di sebelah nesya .
" jalan ! " ucap Xing lu pada pria botak yang mengemudikan mobil . gang perumahan lewat , jalan setapak lewat hingga akhirnya perkotaan pun lewat . Nesya mulai khawatir dengan jalan yang mereka lewati karena terasa asing bagi penglihatan nya .
" Xing lu apakah mereka tidak salah jalan ? "
" bagaimana mungkin anak buah ku salah jalan " ucap Xing lu dengan bernada tenang bercampur tatapan tajam .
" tenang lah nesya . mereka tidak akan menyakiti mu " ucap Xing lu mengelus kepala Nesya dengan sangat lembut hingga bulu kuduk Nesya berdiri .
Perjalanan terus terlewati hingga mereka beberapa kali berganti mobil agar tidak mudah di lacak oleh Sean maupun ghuzheng .
.
.
.
Sudah 15 menit acara pemberkatan telah di undur karena hilang nya Nesya . semua tamu menjadi gundah dan mempertanyakan tentang gosip yang selama ini beredar .
__ADS_1
" apa kalian menemukan nya ? " ucap ghuzheng pada para pengawal nya .
" nona tidak ada di gedung ini tuan "
" sial ! cari sampai dapat " teriak ghuzheng dengan amarah yang meletup .
" Xing lu , berani nya kau ! " gumam ghuzheng sambil menggebrak meja .
di antara kursi tamu duduk lah dua orang pria dan dua wanita . siapa lagi kalau bukan Sean , Mario , RB dan diva .
" Mario , apa kau menemukan petunjuk ? " ucap Sean dengan gugup .
" titik merah nya tidak terlihat . lokasi nya tidak bisa terlacak oleh mesin itu tanda nya nesya berada di daerah yang sulit terdeteksi" ucap Mario tak kalah bingung nya .
" bangs*t ayo pergi sekarang . kau mencari di barat kota " ucap Sean pada Mario .
" ok " ucap Mario lalu bergegas menancap gas nya .
" RB kau ikut aku "
" baik tuan "
" tapi , "
" tidak ada tapi . tolong mengerti lah ini sudah darurat " diva pun akhir nya terdiam hanya melihat Sean dan RB pergi menggunakan mobil Lamborghini milik Sean .
" tapi aku ingin menebus kesalahan ku pada Nesya . Tuhan semoga Nesya tidak terjadi apa-apa . aku sangat bersalah pada nya " gumam diva dalam hati .
saat di perjalanan komunikasi Mario dan Sean tidak pernah terputus . mereka selalu saling bertukar informasi dan saling mengarahkan . disini bukan lagi antara tua dan muda melainkan kerjasama antara kawan .
" Mario kau menemukan petunjuk ? " ucap Sean .
" belum kak . aku sudah mengutus anak buah ku untuk melacak semua penginapan maupun bangunan kosong yang ada di kota tapi hasil nya nihil " ucap Mario dengan serius .
" perluas hingga ke luar kota " ucap Sean memberi arahan .
" baik kak " ucap Mario meletakan telfon nya namun tidak di matikan .
" tuan bagaimana jika saya yang menyetir . Anda bisa mencari bantuan dari rekan anda yang lain " ucap RB memberi saran . sejenak Sean teringat pada Justin.
" ide bagus " ucap Sean lalu menyambungkan telfon nya pada Justin .
__ADS_1
" ada apa kawan ? "
" Justin bisakah kau membantu ku meminjamkan kekuatan dunia bawah mu sebentar dan juga satu helikopter "
" ada apa ? "
" wanita ku sedang dalam bahaya . ini sangat darurat dia di culik "
" ok satu menit anak buah ku akan ikut andil dalam pencarian " telfon pun di tutup .
setelah itu Sean kembali mengemudi dengan kecepatan kilat menuju kaki bukit . dia mempunyai firasat bahwa Nesya berada disana .
" tuan ini sudah jauh dari kota . kenapa kita masuk ke daerah terpencil seperti ini ? "
" entah lah perasaan ku mengatakan bahwa Nesya ada di bangunan tua itu " ucap Sean menunjuk bangunan yang memiliki dua lantai dengan atap yang sudah tidak karuan dengan di tumbuhi tumbuhan rambat . tempat itu begitu lembab dan sangat tidak nyaman .
" tuan kami anak buah Mr. Justin . kami berada di belakang anda dengan pasukan 60 orang " ucap seseorang sambil menelfon Sean uang masih berada di dalam mobil .
" bagus . sekarang mari kita turun dan kalian ambil posisi untuk mengepung bangunan itu"
" jangan ada yang menembak . itu akan membahayakan nyawa wanita ku . gunakan otak kalian untuk melindungi diri . paham ! "
" paham tuan " ucap pentolan pasukan itu .
.
.
.
kini Nesya merasa pusing dan mual . dia mengingat bahwa saat di mobil seseorang yang berada di belakang sedang membungkam mulut nya hingga tak sadarkan diri .
" Xing lu ! Xing lu ! " teriak nesya yang kebingungan karena posisi nya kini duduk terikat di kursi .
" apa kau sedang mencari ku ? " ucap Xing lu tersenyum dengan sinis .
sekilas Nesya nampak bingung dengan pakaian xing lu . disini Xing lu berganti pakaian berwarna hitam yang membalut semua tubuh nya dengan ketat serta memakai lipstik merah dengan mengurai rambut nya .
" apa itu kamu ? syukurlah kamu tidak apa-apa . sekarang tolong lepaskan aku . seperti nya kita di sekap" ucap Nesya dengan sedikit ketenangan karena menemukan Xing lu.
"kita ? hahaha begitu bodohnya kamu hingga mengira seperti itu "
__ADS_1