
"baiklah tapi kalau berat , turunkan saja ya " ucap nesya .
"ok. ayo sini naik lah " ucap ghuzheng tersenyum .
"aku akan melakukan apapun yang kamu suka nes. jika memang itu jalan untuk memenangkan hatimu" ucap ghuzheng dalam hati.
"sudah ayo" ucap Nesya yang sudah naik ke punggung ghuzheng .
"ok . satu....dua...tiga roket meluncur" ucap ghuzheng yang mencoba berdiri . Nesya pun tertawa melihat ghuzheng yang menggendongnya menuju pedagang bakso kaki lima itu.
"bang bakso 2 mangkok ya" ucap ghuzheng sambil menurunkan Nesya.
"ini pedes apa nggak mas ?" ucap si tukang bakso .
"sedang aja . ok bang !" ucap ghuzheng tersenyum pada tukang bakso .
"siap mas" ucap tukang bakso itu lalu meracik bahan-bahan nya di mangkuk .
"nes kamu disini dulu ya . aku mau beli air mineral disana untuk kita" ucap ghuzheng.
"ok" ucap Nesya .
"bang sudah jualan berapa lama ? " ucap Nesya menanyakan pada tukang bakso itu.
"sudah 10 tahun ini mbak " ucap tukang bakso itu .
"selalu rame kayak gini terus ? " ucap Nesya lagi.
"ya kadang rame . kadang sepi mbak . nama nya juga pedagang . mbak ngomong-ngomong tadi itu pacar nya ? " ucap tukang bakso itu menyodorkan bakso di depan Nesya.
"memang nya kenapa bang?" ucap Nesya
"ganteng orang nya mbak . cocok kalau jalan bareng mbak" ucap tukang bakso itu sambil tersenyum . Nesya hanya tersenyum saja menanggapi ucapan tukang bakso itu .
tak lama kemudian ghuzheng pun datang dengan membawa 2 botol minuman di tangan nya.
"maaf ya nes aku lama . tadi masih di ajak bicara sama penjual nya" ucap ghuzheng
"iya gapapa" ucap Nesya tersenyum .
"di godain ya mas sama mbak-mbak yang disitu" celetuk tukang bakso .
"enggak kok bang. cuma bilang kalo saya ganteng " ucap ghuzheng
"nah itu fakta mas . tadi baru saja saya bahas dengan pacar nya mas " ucap tukang bakso melihat Nesya. ghuzheng melihat ke arah Nesya dan medekatkan wajah nya ke arah Nesya .
"apa benar kamu tadi membahas ku? " ucap ghuzheng tersenyum.
"hanya sedikit" ucap Nesya dengan tetap menyantap bakso nya .
"kapan lagi bahas saja yang banyak ,aku tidak masalah kok" ucap ghuzheng tersenyum manis .
"kamu ini ....cepat makan . punyaku sudah mau habis " ucap Nesya .
"iya iya aku makan . suapin" ucap ghuzheng menggoda Nesya
"ghuzheng" ucap Nesya memprotes .
"iya iya aku makan sendiri" ucap ghuzheng tertawa melihat ekspresi Nesya . setelah itu ghuzheng makan dengan lahap tiba-tiba ponsel Nesya berbunyi .
"nes ada pesan masuk di ponsel mu " ucap ghuzheng yang melihat sekilas layar yang menyala itu .lalu Nesya melihat ponsel nya ,ternyata dia mendapat pesan dari Sean .
"aku tunggu di Utara taman . tidak ada alasan cepat kemarilah " isi pesan Sean .
"kenapa mendadak sekali " ucap Nesya dalam hati.
"nes ,pesan dari siapa? " ucap ghuzheng .
"dari Xing lu . dia ingin bertemu dengan ku sekarang . ghuzheng aku tinggal dulu tidak apa-apa kan ?" ucap Nesya berbohong
"bagaimana kalau aku antar saja . aku akan menelfon supir di rumah untuk menjemput kita " ucap ghuzheng
"tidak usah ,aku akan naik taxi saja " ucap Nesya tersenyum .
"hati-hati kalau begitu . jika sudah sampai chat aku ya" ucap ghuzheng
"iya" ucap Nesya melambai.
#####
"mana dia , kenapa tidak kunjung datang " ucap Sean melihat ke sekeliling taman .
"kak" ucap Nesya dari belakang .
"astaga kenapa kau muncul tiba-tiba" ucap Sean yang kaget . Nesya hanya menaikan alis nya saja .
"naik mobil" ucap Sean . Nesya pun menurut saja . lalu Sean melajukan mobil nya menuju ke suatu tempat .
__ADS_1
"kakak kenapa ada di taman " tanya Nesya
"aku butuh bantuan mu" ucap Sean
"bantuan apa kak ?" ucap Nesya
"aku ingin kamu menjadi pasangan fake ku untuk menemui perempuan itu" ucap Sean
"hah ! kak jangan ngawur nanti mama bisa marah dengan ku" ucap Nesya .
"tidak akan marah jika mama tidak tau . nanti aku akan merubah tampilan mu " ucap Sean .
"tetap saja , aku tidak mau" ucap Nesya .
"kau tidak ingat tadi malam aku bilang apa ? " ucap Sean mengingatkan Nesya lagi .
"ok aku akan bantu kakak . tapi ini bantuan yang extrime sekali kak . Nesya takut " ucap Nesya.
"tugas mu nanti hanya menggandeng tangan ku dengan bergelayut manja saja . simple kan " ucap Sean . Nesya pun tidak banyak bicara lagi ,dia menurut saja pada Sean .tidak lama kemudian tiba lah mereka di salon ternama milik salah satu teman sean.
"hai Sean . apa yang membawamu datang kemari?" ucap teman sean
"aku ingin kau merias dia . jangan terlalu mencolok . yang natural saja" ucap Sean .
"siapa perempuan muda yang kau bawa ini ? pacar mu? " ucap teman sean.
"teman" ucap Sean cuek lalu duduk di sofa .
"ayo ikut dengan ku" ucap teman sean tersenyum pada Nesya .
saat Sean sibuk membuka-buka majalah , dia sedang di telfon oleh perempuan yang akan kencan buta dengan nya .
"halo Sean " ucap perempuan itu
"ada apa kau menghubungi ku?" ucap Sean bernada ketus .
"aku sudah di restoran " ucap perempuan itu .
"tunggu " ucap Sean
"jangan lama-lama" ucap perempuan itu dengan manja.
"kalau kau tidak bisa menunggu ku ,kau bisa pulang sekarang "ucap Sean
"ok ok aku akan menunggu mu tapi berapa lama lagi? " ucap perempuan itu
"sekitar 30 menit " ucap Sean
"dasar wanita gatal" ucap Sean kesal .tidak lama datanglah seorang kurir yang mengantar paper bag yang berisi dress pesanan Sean .
"tuan Sean ?" ucap kurir itu sambil membaca card yang di pegang nya .
"ya" ucap Sean
"silahkan tuan " ucap kurir itu memberikan paper bag pada Sean .
"letakan di meja. ambil ini" ucap Sean memberi uang .lalu kurir itu meletakan paperbag yang di bawanya sesuai perintah Sean dan mengambil uang yang di berikan Sean .
"jeslyn , masih lama kah ? " ucap Sean yang membelakangi teman nya itu .
"sudah" ucap teman sean . lalu Sean berjalan ke arah teman nya itu tanpa melihat ke arah kaca dimana Nesya yang menampilkan wajah nya .
"aku minta bantuan mu untuk menggantikan nya dengan dress yang ku beli ini " ucap Sean
"ok. duduk lagi sana" ucap teman sean . lalu Sean kembali duduk di sofa dan Nesya mulai mengganti kaos olahraga nya tadi dengan dress yang di berikan Sean pada nya .
"kamu ganti sendiri atau aku temani ? " ucap teman sean .
"ganti sendiri saja kak " ucap Nesya tersenyum .
"ok cantik . aku tinggal menemui Sean dulu ya" ucap teman sean .Nesya hanya tersenyum samar saja .
"seperti nya selera kak Sean bagus juga" ucap Nesya memandang dress yang ada di tangan nya lalu masuk ke bilik ganti .
"Sean" ucap jeslyn memanggil Sean .
"apa ? " ucap Sean .
"kau kenal perempuan semuda itu dimana ? " ucap jeslyn yang penasaran .
"dia calon tunangan adik ku" ucap Sean masih melihat ke arah majalah yang di buka nya .
"yang benar ? " ucap jeslyn
"tentu" ucap Sean mengangkat bahu nya.
"jika dia tunangan adik mu ,kenapa kau yang membawa nya kemari.ayolah jujur saja " ucap jeslyn masih tidak puas dengan jawaban Sean .
__ADS_1
"sudah ku bilang kan . dia calon tunangan adik ku . alasan ku membawanya kemari karena aku butuh bantuan nya " ucap Sean .
"tapi jika ku perhatikan tatapan nya berbeda saat melihatmu" ucap jeslyn.
"hei kenapa kau ada disini ,sana bantu dia " ucap Sean mengalihkan pembicaraan
"sudah selesai semua . sekarang dia sedang memakai dress yang kau beli tadi " ucap jeslyn. tak lama kemudian Nesya keluar dengan berbalut dress selutut yang indah .
"kak apa aku pantas pakai begini ? " ucap Nesya yang menyibakan tirai bilik itu . dengan sengaja Sean pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Nesya . betapa terkejutnya dia melihat Nesya yang tampil cantik dengan aura yang memikat mata.
"kamu cantik sekali" ucap jeslyn
"benarkah ? terimakasih kak. tapi aku tidak nyaman. di bagian ini terlalu terbuka " ucap Nesya
"tidak apa-apa ,kamu belum terbiasa memakai seperti itu . tapi sungguh ,kamu sangat cantik benarkan Sean ? " ucap jeslyn meminta persetujuan sean . Sean hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan nya .
"ayo kita pergi sekarang" ucap Sean yang berjalan terlebih dahulu
"astaga sepatu ini menyusahkan saja " ucap Nesya yang berjalan dengan kualahan karena hak sepatu yang di pakai terlalu tinggi untuk nya.
"kau bisa jalan tidak?" ucap Sean pada Nesya .
"bisa kak. tapi sabar ya , nesya masih takut pakai sepatu seperti ini" ucap Nesya . lalu Sean berjalan mendekati Nesya dan menggendong nya ala bridal style. Nesya hanya tercekat kaget sebentar dan Sean pun menggerutu . " kau seperti siput " ucap Sean sambil menggendong Nesya menuju mobil nya .
"kak terimakasih ya" ucap Nesya dengan melambai ke arah jeslyn.
"aku tidak yakin kalau bocah itu tunangan adik nya " ucap jeslyn dengan melipat tangan nya di depan.
#####
setibanya di rumah , ghuzheng memberikan sepeda itu pada pelayan yang berjalan keluar rumah .
"ghuzheng , dimana Nesya ? " ucap nyonya britney yang keluar dengan mengenakan pakaian rapi.
"tadi Nesya masih menemui teman sebangku nya ma " ucap ghuzheng.
"kenapa kamu tidak mengantar nya ? " ucap nyonya britney
"Nesya tidak mau ma . dia memilih untuk naik taxi " ucap ghuzheng .
"ghuzheng , kamu sebagai laki-laki harusnya peka dong . jangan biarkan Nesya jalan sendiri" ucap nyonya Britney.
"iya mama . kapan lagi ghuzheng akan lebih peka pada Nesya" ucap ghuzheng tersenyum .
"bagus . kalau begitu mama pergi dulu ya , ada pertemuan dengan teman lama mama " ucap nyonya britney.
"ok ma . hati-hati ya" ucap ghuzheng melambai ke arah nyonya britney.
#####
setelah beberapa menit menempuh perjalanan Sean dan Nesya akhirnya sampai di cafe&resto yang di maksud wanita tadi. melihat Nesya yang kebingungan ,Sean pun bertanya pada Nesya .
"kau ini kenapa?" ucap Sean menoleh ke arah Nesya .
"sabuk pengaman nya susah di lepas" ucap Nesya yang masih mencoba melepas pengait sabuk pengaman itu. tiba-tiba Sean mendekat ke arah Nesya untuk membantu Nesya membuka sabuk pengaman nya . yang pasti posisi Sean saat itu memuat jantung nesya berdetak dengan cepat.
"begini saja tidak bisa" ucap Sean menggerutu lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nesya .
"ingat , setelah ini kau harus menggandeng ku" ucap Sean yang ngingatkan Nesya .
"iya aku tau" ucap Nesya sambil turun dari mobil . setelah itu Nesya menggandeng Sean berjalan ke arah cafe&resto itu.
"selamat pagi tuan" ucap pelayan resto itu .
"saya Sean . sudah di tunggu seseorang disini" ucap Sean
"baik , mari ikut saya . lewat sini" ucap pelayan itu dengan sopan .
"Sean" ucap perempuan yang tengah duduk sambil melambai ke arah Sean .
"tidak salah lagi pasti dia orang nya . nes jangan gugup .nanti apa saja yang dia tanya kau yang harus menjawab. bersikap normal saja ok" ucap Sean reflek memegang tangan Nesya yang menggandengan lengan nya .
"silahkan tuan " ucap pelayan itu lalu pergi .
"hai Sean , aku Suzi " ucap perempuan itu memperkenalkan nama nya .
"kau sudah tau aku jadi aku tidak perlu lagi memperkenalkan namaku " ucap Sean dengan tetap menggandeng tangan Nesya .
"siapa yang kau bawa ini ? kenapa kalian berpegangan tangan ?" ucap perempuan itu .
"kau bisa tanya pada dia" ucap Sean dengan mengelus rambut Nesya.
"kau siapa?" ucap perempuan itu pada Nesya .
"aku.....teman nya " ucap Nesya yang membuat Sean melotot kaget.
"teman ? tapi kenapa kalian berpegangan tangan " ucap perempuan itu yang masih belum puas dengan jawaban Nesya .
__ADS_1
"maksud dia ,teman itu berarti pacar bagi nya benarkan sayang!" ucap Sean dengan mengelus pipi Nesya dan di ikuti bersin .
"apa ! tapi mama mu bilang kau sedang bujang . tapi kenapa kau membawa perempuan lain untuk kencan buta kita? " ucap perempuan itu merasa tidak terima