Teach Me To Love

Teach Me To Love
KENCAN BUTA SEAN


__ADS_3

"baiklah tapi kalau berat , turunkan saja ya " ucap nesya .


"ok. ayo sini naik lah " ucap ghuzheng tersenyum .


"aku akan melakukan apapun yang kamu suka nes. jika memang itu jalan untuk memenangkan hatimu" ucap ghuzheng dalam hati.


"sudah ayo" ucap Nesya yang sudah naik ke punggung ghuzheng .


"ok . satu....dua...tiga roket meluncur" ucap ghuzheng yang mencoba berdiri . Nesya pun tertawa melihat ghuzheng yang menggendongnya menuju pedagang bakso kaki lima itu.


"bang bakso 2 mangkok ya" ucap ghuzheng sambil menurunkan Nesya.


"ini pedes apa nggak mas ?" ucap si tukang bakso .


"sedang aja . ok bang !" ucap ghuzheng tersenyum pada tukang bakso .


"siap mas" ucap tukang bakso itu lalu meracik bahan-bahan nya di mangkuk .


"nes kamu disini dulu ya . aku mau beli air mineral disana untuk kita" ucap ghuzheng.


"ok" ucap Nesya .


"bang sudah jualan berapa lama ? " ucap Nesya menanyakan pada tukang bakso itu.


"sudah 10 tahun ini mbak " ucap tukang bakso itu .


"selalu rame kayak gini terus ? " ucap Nesya lagi.


"ya kadang rame . kadang sepi mbak . nama nya juga pedagang . mbak ngomong-ngomong tadi itu pacar nya ? " ucap tukang bakso itu menyodorkan bakso di depan Nesya.


"memang nya kenapa bang?" ucap Nesya


"ganteng orang nya mbak . cocok kalau jalan bareng mbak" ucap tukang bakso itu sambil tersenyum . Nesya hanya tersenyum saja menanggapi ucapan tukang bakso itu .


tak lama kemudian ghuzheng pun datang dengan membawa 2 botol minuman di tangan nya.


"maaf ya nes aku lama . tadi masih di ajak bicara sama penjual nya" ucap ghuzheng


"iya gapapa" ucap Nesya tersenyum .


"di godain ya mas sama mbak-mbak yang disitu" celetuk tukang bakso .


"enggak kok bang. cuma bilang kalo saya ganteng " ucap ghuzheng


"nah itu fakta mas . tadi baru saja saya bahas dengan pacar nya mas " ucap tukang bakso melihat Nesya. ghuzheng melihat ke arah Nesya dan medekatkan wajah nya ke arah Nesya .


"apa benar kamu tadi membahas ku? " ucap ghuzheng tersenyum.


"hanya sedikit" ucap Nesya dengan tetap menyantap bakso nya .


"kapan lagi bahas saja yang banyak ,aku tidak masalah kok" ucap ghuzheng tersenyum manis .


"kamu ini ....cepat makan . punyaku sudah mau habis " ucap Nesya .


"iya iya aku makan . suapin" ucap ghuzheng menggoda Nesya


"ghuzheng" ucap Nesya memprotes .


"iya iya aku makan sendiri" ucap ghuzheng tertawa melihat ekspresi Nesya . setelah itu ghuzheng makan dengan lahap tiba-tiba ponsel Nesya berbunyi .


"nes ada pesan masuk di ponsel mu " ucap ghuzheng yang melihat sekilas layar yang menyala itu .lalu Nesya melihat ponsel nya ,ternyata dia mendapat pesan dari Sean .


"aku tunggu di Utara taman . tidak ada alasan cepat kemarilah " isi pesan Sean .


"kenapa mendadak sekali " ucap Nesya dalam hati.


"nes ,pesan dari siapa? " ucap ghuzheng .


"dari Xing lu . dia ingin bertemu dengan ku sekarang . ghuzheng aku tinggal dulu tidak apa-apa kan ?" ucap Nesya berbohong


"bagaimana kalau aku antar saja . aku akan menelfon supir di rumah untuk menjemput kita " ucap ghuzheng


"tidak usah ,aku akan naik taxi saja " ucap Nesya tersenyum .


"hati-hati kalau begitu . jika sudah sampai chat aku ya" ucap ghuzheng


"iya" ucap Nesya melambai.


#####


"mana dia , kenapa tidak kunjung datang " ucap Sean melihat ke sekeliling taman .


"kak" ucap Nesya dari belakang .


"astaga kenapa kau muncul tiba-tiba" ucap Sean yang kaget . Nesya hanya menaikan alis nya saja .


"naik mobil" ucap Sean . Nesya pun menurut saja . lalu Sean melajukan mobil nya menuju ke suatu tempat .

__ADS_1


"kakak kenapa ada di taman " tanya Nesya


"aku butuh bantuan mu" ucap Sean


"bantuan apa kak ?" ucap Nesya


"aku ingin kamu menjadi pasangan fake ku untuk menemui perempuan itu" ucap Sean


"hah ! kak jangan ngawur nanti mama bisa marah dengan ku" ucap Nesya .


"tidak akan marah jika mama tidak tau . nanti aku akan merubah tampilan mu " ucap Sean .


"tetap saja , aku tidak mau" ucap Nesya .


"kau tidak ingat tadi malam aku bilang apa ? " ucap Sean mengingatkan Nesya lagi .


"ok aku akan bantu kakak . tapi ini bantuan yang extrime sekali kak . Nesya takut " ucap Nesya.


"tugas mu nanti hanya menggandeng tangan ku dengan bergelayut manja saja . simple kan " ucap Sean . Nesya pun tidak banyak bicara lagi ,dia menurut saja pada Sean .tidak lama kemudian tiba lah mereka di salon ternama milik salah satu teman sean.


"hai Sean . apa yang membawamu datang kemari?" ucap teman sean


"aku ingin kau merias dia . jangan terlalu mencolok . yang natural saja" ucap Sean .


"siapa perempuan muda yang kau bawa ini ? pacar mu? " ucap teman sean.


"teman" ucap Sean cuek lalu duduk di sofa .


"ayo ikut dengan ku" ucap teman sean tersenyum pada Nesya .


saat Sean sibuk membuka-buka majalah , dia sedang di telfon oleh perempuan yang akan kencan buta dengan nya .


"halo Sean " ucap perempuan itu


"ada apa kau menghubungi ku?" ucap Sean bernada ketus .


"aku sudah di restoran " ucap perempuan itu .


"tunggu " ucap Sean


"jangan lama-lama" ucap perempuan itu dengan manja.


"kalau kau tidak bisa menunggu ku ,kau bisa pulang sekarang "ucap Sean


"ok ok aku akan menunggu mu tapi berapa lama lagi? " ucap perempuan itu


"sekitar 30 menit " ucap Sean


"dasar wanita gatal" ucap Sean kesal .tidak lama datanglah seorang kurir yang mengantar paper bag yang berisi dress pesanan Sean .


"tuan Sean ?" ucap kurir itu sambil membaca card yang di pegang nya .


"ya" ucap Sean


"silahkan tuan " ucap kurir itu memberikan paper bag pada Sean .


"letakan di meja. ambil ini" ucap Sean memberi uang .lalu kurir itu meletakan paperbag yang di bawanya sesuai perintah Sean dan mengambil uang yang di berikan Sean .


"jeslyn , masih lama kah ? " ucap Sean yang membelakangi teman nya itu .


"sudah" ucap teman sean . lalu Sean berjalan ke arah teman nya itu tanpa melihat ke arah kaca dimana Nesya yang menampilkan wajah nya .


"aku minta bantuan mu untuk menggantikan nya dengan dress yang ku beli ini " ucap Sean


"ok. duduk lagi sana" ucap teman sean . lalu Sean kembali duduk di sofa dan Nesya mulai mengganti kaos olahraga nya tadi dengan dress yang di berikan Sean pada nya .


"kamu ganti sendiri atau aku temani ? " ucap teman sean .


"ganti sendiri saja kak " ucap Nesya tersenyum .


"ok cantik . aku tinggal menemui Sean dulu ya" ucap teman sean .Nesya hanya tersenyum samar saja .


"seperti nya selera kak Sean bagus juga" ucap Nesya memandang dress yang ada di tangan nya lalu masuk ke bilik ganti .


"Sean" ucap jeslyn memanggil Sean .


"apa ? " ucap Sean .


"kau kenal perempuan semuda itu dimana ? " ucap jeslyn yang penasaran .


"dia calon tunangan adik ku" ucap Sean masih melihat ke arah majalah yang di buka nya .


"yang benar ? " ucap jeslyn


"tentu" ucap Sean mengangkat bahu nya.


"jika dia tunangan adik mu ,kenapa kau yang membawa nya kemari.ayolah jujur saja " ucap jeslyn masih tidak puas dengan jawaban Sean .

__ADS_1


"sudah ku bilang kan . dia calon tunangan adik ku . alasan ku membawanya kemari karena aku butuh bantuan nya " ucap Sean .


"tapi jika ku perhatikan tatapan nya berbeda saat melihatmu" ucap jeslyn.


"hei kenapa kau ada disini ,sana bantu dia " ucap Sean mengalihkan pembicaraan


"sudah selesai semua . sekarang dia sedang memakai dress yang kau beli tadi " ucap jeslyn. tak lama kemudian Nesya keluar dengan berbalut dress selutut yang indah .


"kak apa aku pantas pakai begini ? " ucap Nesya yang menyibakan tirai bilik itu . dengan sengaja Sean pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Nesya . betapa terkejutnya dia melihat Nesya yang tampil cantik dengan aura yang memikat mata.


"kamu cantik sekali" ucap jeslyn


"benarkah ? terimakasih kak. tapi aku tidak nyaman. di bagian ini terlalu terbuka " ucap Nesya


"tidak apa-apa ,kamu belum terbiasa memakai seperti itu . tapi sungguh ,kamu sangat cantik benarkan Sean ? " ucap jeslyn meminta persetujuan sean . Sean hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan nya .


"ayo kita pergi sekarang" ucap Sean yang berjalan terlebih dahulu


"astaga sepatu ini menyusahkan saja " ucap Nesya yang berjalan dengan kualahan karena hak sepatu yang di pakai terlalu tinggi untuk nya.


"kau bisa jalan tidak?" ucap Sean pada Nesya .


"bisa kak. tapi sabar ya , nesya masih takut pakai sepatu seperti ini" ucap Nesya . lalu Sean berjalan mendekati Nesya dan menggendong nya ala bridal style. Nesya hanya tercekat kaget sebentar dan Sean pun menggerutu . " kau seperti siput " ucap Sean sambil menggendong Nesya menuju mobil nya .


"kak terimakasih ya" ucap Nesya dengan melambai ke arah jeslyn.


"aku tidak yakin kalau bocah itu tunangan adik nya " ucap jeslyn dengan melipat tangan nya di depan.


#####


setibanya di rumah , ghuzheng memberikan sepeda itu pada pelayan yang berjalan keluar rumah .


"ghuzheng , dimana Nesya ? " ucap nyonya britney yang keluar dengan mengenakan pakaian rapi.


"tadi Nesya masih menemui teman sebangku nya ma " ucap ghuzheng.


"kenapa kamu tidak mengantar nya ? " ucap nyonya britney


"Nesya tidak mau ma . dia memilih untuk naik taxi " ucap ghuzheng .


"ghuzheng , kamu sebagai laki-laki harusnya peka dong . jangan biarkan Nesya jalan sendiri" ucap nyonya Britney.


"iya mama . kapan lagi ghuzheng akan lebih peka pada Nesya" ucap ghuzheng tersenyum .


"bagus . kalau begitu mama pergi dulu ya , ada pertemuan dengan teman lama mama " ucap nyonya britney.


"ok ma . hati-hati ya" ucap ghuzheng melambai ke arah nyonya britney.


#####


setelah beberapa menit menempuh perjalanan Sean dan Nesya akhirnya sampai di cafe&resto yang di maksud wanita tadi. melihat Nesya yang kebingungan ,Sean pun bertanya pada Nesya .


"kau ini kenapa?" ucap Sean menoleh ke arah Nesya .


"sabuk pengaman nya susah di lepas" ucap Nesya yang masih mencoba melepas pengait sabuk pengaman itu. tiba-tiba Sean mendekat ke arah Nesya untuk membantu Nesya membuka sabuk pengaman nya . yang pasti posisi Sean saat itu memuat jantung nesya berdetak dengan cepat.


"begini saja tidak bisa" ucap Sean menggerutu lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nesya .


"ingat , setelah ini kau harus menggandeng ku" ucap Sean yang ngingatkan Nesya .


"iya aku tau" ucap Nesya sambil turun dari mobil . setelah itu Nesya menggandeng Sean berjalan ke arah cafe&resto itu.


"selamat pagi tuan" ucap pelayan resto itu .


"saya Sean . sudah di tunggu seseorang disini" ucap Sean


"baik , mari ikut saya . lewat sini" ucap pelayan itu dengan sopan .


"Sean" ucap perempuan yang tengah duduk sambil melambai ke arah Sean .


"tidak salah lagi pasti dia orang nya . nes jangan gugup .nanti apa saja yang dia tanya kau yang harus menjawab. bersikap normal saja ok" ucap Sean reflek memegang tangan Nesya yang menggandengan lengan nya .


"silahkan tuan " ucap pelayan itu lalu pergi .


"hai Sean , aku Suzi " ucap perempuan itu memperkenalkan nama nya .


"kau sudah tau aku jadi aku tidak perlu lagi memperkenalkan namaku " ucap Sean dengan tetap menggandeng tangan Nesya .


"siapa yang kau bawa ini ? kenapa kalian berpegangan tangan ?" ucap perempuan itu .


"kau bisa tanya pada dia" ucap Sean dengan mengelus rambut Nesya.


"kau siapa?" ucap perempuan itu pada Nesya .


"aku.....teman nya " ucap Nesya yang membuat Sean melotot kaget.


"teman ? tapi kenapa kalian berpegangan tangan " ucap perempuan itu yang masih belum puas dengan jawaban Nesya .

__ADS_1


"maksud dia ,teman itu berarti pacar bagi nya benarkan sayang!" ucap Sean dengan mengelus pipi Nesya dan di ikuti bersin .


"apa ! tapi mama mu bilang kau sedang bujang . tapi kenapa kau membawa perempuan lain untuk kencan buta kita? " ucap perempuan itu merasa tidak terima


__ADS_2