Teach Me To Love

Teach Me To Love
HARI PERTAMA NESYA


__ADS_3


"ah apa yang ku pikirkan . mungkin aku masih mengantuk , aku harus kembali ke kamar ku " gumam Sean lalu pergi meninggalkan Nesya di kamar sendirian tetapi saat ingin menutup pintu kamar Nesya , Sean berbalik lagi dan meletak an ponsel nya yang masih di nyalakan senter untuk menemani Nesya agar tidak takut lagi . setelah itu Sean pun benar-benar pergi kembali ke kamar nya untuk tidur kembali .


#####


Keesokan paginya Nesya pun terbangun dari tidur lelap nya .


tok...tok..tok...


"siapa ? "ucap Nesya yang masih mengerjapkan matanya .


"saya non ,mbak Rani " ucap pelayan pribadi Nesya .


"buka saja mbak ,tidak di kunci" ucap Nesya yang mulai terduduk .


"bagaimana tidur nya non ?" ucap pelayan pribadi Nesya.


"nyenyak mbak " ucap Nesya tersenyum


"syukurlah . saya kesini ingin memberitahu kalau sarapan nya sudah siap non . dan ini seragam non Nesya sudah saya siapkan" ucap pelayan itu .


"iya mbak terimakasih . aku akan mandi dulu " ucap Nesya dengan tersenyum .


"kalau begitu saya tinggal dulu non . permisi" ucap pelayan itu dengan tersenyum sopan .


"kenapa aku sudah ada di tempat tidur ? bukan kah kemarin aku ......"gumam Nesya dengan memikirkan kejadian tadi malam .


"astaga ...kenapa aku memeluk kak Sean . aduh aku sangat malu . sekarang dia pasti sedang marah dengan ku " ucap Nesya di tepi ranjang nya . lalu saat Nesya hendak berdiri untuk menuju ke kamar mandi di samping bantal nya ada sebuah benda persegi panjang tipis berwarna hitam .


"ponsel siapa ini ? " ucap Nesya lalu dia menyentuh layar ponsel itu dan memperlihatkan foto sean .


"jadi kak Sean sengaja meninggalkan ponsel nya di kamar ku ? . apa mungkin dia berharap aku mengembalikan ponsel nya dan dia akan memarahi ku habis-habis an karena kejadian tadi malam ....aahhhh sudah lah aku mau mandi saja " ucap Nesya menebak-nebak .


#####


"pagi mama , pagi big bro" ucap ghuzheng mencium pipi nyonya Britney .


"pagi sayang " ucap nyonya Britney tersenyum dengan memberikan sepiring nasi pada ghuzheng


"Nesya belum turun ma ?" tanya ghuzheng sambil mengambil lauk .


"belum . mungkin Nesya masih dandan . maklum dia kan perempuan "ucap nyonya Britney.


"sudah pukul berapa ini . aku bisa telat ke kantor kalau begini caranya " ucap Sean yang sudah selesai makan duluan .


"tunggu lah sebentar lagi Sean . sabar" ucap nyonya Britney.


"aku ada meeting ma"ucap Sean berbohong dan dia pun menjadi bersin .


"hmmm dasar tukang bohong " ucap nyonya Britney .


"nah itu Nesya" ucap ghuzheng


"maaf mama ,kak Sean , ghuzheng aku membuat kalian menunggu " ucap Nesya .


"tidak apa-apa sayang. bagaimana tidur mu ? " ucap nyonya Britney


"sangat nyenyak ma " ucap Nesya dengan tersenyum .


"kalau begitu sarapan lah sekarang " ucap nyonya Britney. Nesya yang melihat piring-piring kotor di depan mereka menyimpulkan bahwa mereka sudah makan terlebih dahulu sebelum dia . jadi Nesya memutuskan untuk mengambil roti slice yang di beri selai coklat .


"ayo berangkat sekarang " ucap Nesya pada ghuzheng .

__ADS_1


"tapi kamu belum sarapan " ucap ghuzheng


"ini aku sedang sarapan "ucap Nesya memamerkan roti yang ada di tangan nya.


"nanti kamu bisa lapar nes saat pelajaran di kelas " ucap ghuzheng


"tidak akan . tenang saja" ucap Nesya


"kau ini tidak usah memaksa . jika dia tidak mau sarapan ya sudah " ucap Sean yang berdiri lalu berjalan keluar untuk mengantar ghuzheng dan Nesya sekalian berangkat ke kantor nya .


"kenapa dia akhir-akhir ini selalu marah" ucap ghuzheng heran .


"ma Nesya berangkat dulu ya "ucap Nesya dengan mencium tangan nyonya britney .


"hati-hati sayang " ucap nyonya Britney


"Sean hati-hati ya . jangan ngebut" ucap nyonya britney dari depan pintu rumah nya melambaikan tangan .


#####


"nes coba dengarkan lagu ini" ucap ghuzheng memberikan earphone pada Nesya


"enak juga lagunya. " ucap nesya dengan mengangguk-anggukan kepalanya menikmati lagu itu .


"nes nanti waktu di sekolah kamu sebangku saja ya dengan ku . agar aku lebih mudah menjagamu" ucap ghuzheng .


"ok tidak masalah " ucap Nesya tersenyum


"mau dia sebangku dengan siapapun itu bukan hak mu untuk mengatur nya . paham" ucap Sean dengan melihat ghuzheng dari kaca mobil nya


" apa kakak tidak mendengar kemarin malam mama bicara apa . mama menyuruhku untuk menjaga Nesya" ucap ghuzheng


"kau ke sekolah itu niat nya untuk belajar atau jadi bodyguard " ucap Sean


tak terasa sampailah mereka di gerbang sekolah ghuzheng.


"nes ayo masuk" ucap ghuzheng


"sebentar ada barang yang tertinggal di mobil " ucap Nesya .


"kalau begitu aku tunggu di sana ya" ucap ghuzheng menunjuk patung yang besar . Nesya pun menganggukan kepalanya . setelah kepergian ghuzheng ,Nesya pun mengetuk kaca mobil Sean .


"ada apa ? " ucap Sean


"ini" ucap Nesya dengan sedikit takut kepada Sean .


"maaf tadi malam sudah merepotkan mu" ucap Nesya lalu ingin beranjak pergi .


"sebentar . kembali kemari" ucap Sean saat Nesya membalikan badan nya hendak pergi . lalu Nesya menghadap Sean dengan patuh .


"mendekat lah" ucap Sean


"ada apa kak ? " ucap Nesya menunduk menuruti instruksi Sean .


"coba mendekat lagi" ucap Sean ,Nesya pun menambah langkah nya sedikit maju pada Sean .


"terlalu lama" ucap Sean meraih tengkuk Nesya untuk mendekat pada Sean . Nesya pun kaget dengan menutup matanya ,tak di sangka ternyata Sean menyeka tepi bibir Nesya yang terdapat selai coklat tadi .


"kau lihat ini ,KO-TOR kau ini perempuan . jaga penampilan mu " ucap Sean lalu menutup kembali kaca mobilnya dan melaju meninggalkan Nesya yang masih diam mematung .


"kenapa jantungku berdetak sangat cepat " ucap Nesya dengan memegangi dada nya .


"Nesya ...ayo masuk " ucap ghuzheng dengan berteriak karena jarak mereka jauh, Nesya pun berjalan menuju ghuzheng .

__ADS_1


#####


Sean terus memikirkan kejadian saat mengelap bibir Nesya . dia terus membayangkan bibir pink Nesya yang tebal di bagian bawah dan terlihat imut itu .


"ah aku memikirkan apa . dasar mesum" ucap Sean dengan mengacak rambut nya .


"tapi kenapa dia selalu ada di pikiran ku . kenapa dia mendominasi imajinasi ku . seperti nya aku butuh obat penghilang halusinasi" ucap Sean yang keheranan dengan pikiran nya . lalu Sean menambah gigi mobil agar dapat melaju lebih kencang lagi .


kembali lagi di sekolah Nesya yang baru ini , semua mata memandang ke arah nya , tak terkecuali perempuan semua sama saja .


"nes lihat lah mereka sedang memandang mu" ucap ghuzheng


"benarkah ! tapi aku tidak merasa seperti itu" ucap Nesya


"kalau tidak percaya ,coba saja lambai kan tangan mu . pasti mereka akan membalas nya " ucap ghuzheng ,lalu Nesya pun mencoba saran dari ghuzheng dan benar mereka juga membalas lambaian Nesya .


"benar katamu . tapi kenapa mereka melihatku seperti itu . apa dandanan ku berlebihan " ucap Nesya .


"tidak. dandan an mu pas kok . hanya saja mereka mengagumi kecantikan mu " ucap ghuzheng .


"kamu ini bisa saja " ucap Nesya tersenyum .


"morning Nesya" ucap Mario dari balik tiang yang lebarnya 30 Senti an .


"Mario . kau membuatku kaget saja . " ucap Nesya .


"ini bunga untuk mu bidadari ku " ucap Mario .


"terimakasih" ucap Nesya tersenyum geli menerima bunga dari Mario .


"kau tau kenapa aku memberimu bunga matahari ini ? " tanya Mario pada Nesya .


"tidak . memang nya kenapa ? " ucap Nesya bingung .


"karena mulai sekarang kau adalah matahari ku .harapan baruku " ucap Mario .


"lalu yang lama kemana ? apa sudah kau buang " ucap ghuzheng menyela gombalan Mario .


"CK...kau diam dulu . ini tidak ada urusan nya dengan mu . ok kawan" ucap Mario pada ghuzheng .


"kau ini tidak tau malu . sudah jelas Nesya di jodohkan dengan ku . tapi kau tetap ingin mendekatinya " ucap ghuzheng .


"jodoh siapa yang tau . kalaupun Tante rose menjodohkan mu dengan Nesya tetapi takdir berkata Nesya menjadi jodoh ku . kau mau apa ? " ucap Mario .


"oooo jadi kau menyumpahi ku agar tidak jadi dengan Nesya . begitu?" ucap ghuzheng .


"that right . kau sangat pintar kawan " ucap Mario .


"kemari kau ,akan ku jitak kepalamu . Mario ! " ucap ghuzheng dengan mengejar Mario yang berlarian di sekitar Nesya .


#####


"gawat gawat gawat ...div gawat div" ucap stefi dengan kebingungan .


"gawat kenapa . bicara yang jelas " ucap diva membaca buku di perpustakaan .


"ghuzheng tadi berangkat sekolah bersama seorang perempuan" ucap stefi


"alah palingan kamu salah lihat . mana mungkin perempuan satu sekolah berani mendekati ghuzheng ku " ucap diva.


"aku serius . kalau kamu tidak percaya coba lihat sendiri ke kelas " ucap stefi .


"hah ! perempuan itu satu kelas dengan ghuzheng? " ucap diva .stefi hanya menganggukan kepalanya saja .

__ADS_1


"ok akan ku lihat dia rupanya seperti apa . berani-berani nya ingin merebut ghuzheng ku" ucap diva marah sambil berjalan menuju kelas .


__ADS_2