
"ah apa yang ku pikirkan . mungkin aku masih mengantuk , aku harus kembali ke kamar ku " gumam Sean lalu pergi meninggalkan Nesya di kamar sendirian tetapi saat ingin menutup pintu kamar Nesya , Sean berbalik lagi dan meletak an ponsel nya yang masih di nyalakan senter untuk menemani Nesya agar tidak takut lagi . setelah itu Sean pun benar-benar pergi kembali ke kamar nya untuk tidur kembali .
#####
Keesokan paginya Nesya pun terbangun dari tidur lelap nya .
tok...tok..tok...
"siapa ? "ucap Nesya yang masih mengerjapkan matanya .
"saya non ,mbak Rani " ucap pelayan pribadi Nesya .
"buka saja mbak ,tidak di kunci" ucap Nesya yang mulai terduduk .
"bagaimana tidur nya non ?" ucap pelayan pribadi Nesya.
"nyenyak mbak " ucap Nesya tersenyum
"syukurlah . saya kesini ingin memberitahu kalau sarapan nya sudah siap non . dan ini seragam non Nesya sudah saya siapkan" ucap pelayan itu .
"iya mbak terimakasih . aku akan mandi dulu " ucap Nesya dengan tersenyum .
"kalau begitu saya tinggal dulu non . permisi" ucap pelayan itu dengan tersenyum sopan .
"kenapa aku sudah ada di tempat tidur ? bukan kah kemarin aku ......"gumam Nesya dengan memikirkan kejadian tadi malam .
"astaga ...kenapa aku memeluk kak Sean . aduh aku sangat malu . sekarang dia pasti sedang marah dengan ku " ucap Nesya di tepi ranjang nya . lalu saat Nesya hendak berdiri untuk menuju ke kamar mandi di samping bantal nya ada sebuah benda persegi panjang tipis berwarna hitam .
"ponsel siapa ini ? " ucap Nesya lalu dia menyentuh layar ponsel itu dan memperlihatkan foto sean .
"jadi kak Sean sengaja meninggalkan ponsel nya di kamar ku ? . apa mungkin dia berharap aku mengembalikan ponsel nya dan dia akan memarahi ku habis-habis an karena kejadian tadi malam ....aahhhh sudah lah aku mau mandi saja " ucap Nesya menebak-nebak .
#####
"pagi mama , pagi big bro" ucap ghuzheng mencium pipi nyonya Britney .
"pagi sayang " ucap nyonya Britney tersenyum dengan memberikan sepiring nasi pada ghuzheng
"Nesya belum turun ma ?" tanya ghuzheng sambil mengambil lauk .
"belum . mungkin Nesya masih dandan . maklum dia kan perempuan "ucap nyonya Britney.
"sudah pukul berapa ini . aku bisa telat ke kantor kalau begini caranya " ucap Sean yang sudah selesai makan duluan .
"tunggu lah sebentar lagi Sean . sabar" ucap nyonya Britney.
"aku ada meeting ma"ucap Sean berbohong dan dia pun menjadi bersin .
"hmmm dasar tukang bohong " ucap nyonya Britney .
"nah itu Nesya" ucap ghuzheng
"maaf mama ,kak Sean , ghuzheng aku membuat kalian menunggu " ucap Nesya .
"tidak apa-apa sayang. bagaimana tidur mu ? " ucap nyonya Britney
"sangat nyenyak ma " ucap Nesya dengan tersenyum .
"kalau begitu sarapan lah sekarang " ucap nyonya Britney. Nesya yang melihat piring-piring kotor di depan mereka menyimpulkan bahwa mereka sudah makan terlebih dahulu sebelum dia . jadi Nesya memutuskan untuk mengambil roti slice yang di beri selai coklat .
"ayo berangkat sekarang " ucap Nesya pada ghuzheng .
__ADS_1
"tapi kamu belum sarapan " ucap ghuzheng
"ini aku sedang sarapan "ucap Nesya memamerkan roti yang ada di tangan nya.
"nanti kamu bisa lapar nes saat pelajaran di kelas " ucap ghuzheng
"tidak akan . tenang saja" ucap Nesya
"kau ini tidak usah memaksa . jika dia tidak mau sarapan ya sudah " ucap Sean yang berdiri lalu berjalan keluar untuk mengantar ghuzheng dan Nesya sekalian berangkat ke kantor nya .
"kenapa dia akhir-akhir ini selalu marah" ucap ghuzheng heran .
"ma Nesya berangkat dulu ya "ucap Nesya dengan mencium tangan nyonya britney .
"hati-hati sayang " ucap nyonya Britney
"Sean hati-hati ya . jangan ngebut" ucap nyonya britney dari depan pintu rumah nya melambaikan tangan .
#####
"nes coba dengarkan lagu ini" ucap ghuzheng memberikan earphone pada Nesya
"enak juga lagunya. " ucap nesya dengan mengangguk-anggukan kepalanya menikmati lagu itu .
"nes nanti waktu di sekolah kamu sebangku saja ya dengan ku . agar aku lebih mudah menjagamu" ucap ghuzheng .
"ok tidak masalah " ucap Nesya tersenyum
"mau dia sebangku dengan siapapun itu bukan hak mu untuk mengatur nya . paham" ucap Sean dengan melihat ghuzheng dari kaca mobil nya
" apa kakak tidak mendengar kemarin malam mama bicara apa . mama menyuruhku untuk menjaga Nesya" ucap ghuzheng
"kau ke sekolah itu niat nya untuk belajar atau jadi bodyguard " ucap Sean
tak terasa sampailah mereka di gerbang sekolah ghuzheng.
"nes ayo masuk" ucap ghuzheng
"sebentar ada barang yang tertinggal di mobil " ucap Nesya .
"kalau begitu aku tunggu di sana ya" ucap ghuzheng menunjuk patung yang besar . Nesya pun menganggukan kepalanya . setelah kepergian ghuzheng ,Nesya pun mengetuk kaca mobil Sean .
"ada apa ? " ucap Sean
"ini" ucap Nesya dengan sedikit takut kepada Sean .
"maaf tadi malam sudah merepotkan mu" ucap Nesya lalu ingin beranjak pergi .
"sebentar . kembali kemari" ucap Sean saat Nesya membalikan badan nya hendak pergi . lalu Nesya menghadap Sean dengan patuh .
"mendekat lah" ucap Sean
"ada apa kak ? " ucap Nesya menunduk menuruti instruksi Sean .
"coba mendekat lagi" ucap Sean ,Nesya pun menambah langkah nya sedikit maju pada Sean .
"terlalu lama" ucap Sean meraih tengkuk Nesya untuk mendekat pada Sean . Nesya pun kaget dengan menutup matanya ,tak di sangka ternyata Sean menyeka tepi bibir Nesya yang terdapat selai coklat tadi .
"kau lihat ini ,KO-TOR kau ini perempuan . jaga penampilan mu " ucap Sean lalu menutup kembali kaca mobilnya dan melaju meninggalkan Nesya yang masih diam mematung .
"kenapa jantungku berdetak sangat cepat " ucap Nesya dengan memegangi dada nya .
"Nesya ...ayo masuk " ucap ghuzheng dengan berteriak karena jarak mereka jauh, Nesya pun berjalan menuju ghuzheng .
__ADS_1
#####
Sean terus memikirkan kejadian saat mengelap bibir Nesya . dia terus membayangkan bibir pink Nesya yang tebal di bagian bawah dan terlihat imut itu .
"ah aku memikirkan apa . dasar mesum" ucap Sean dengan mengacak rambut nya .
"tapi kenapa dia selalu ada di pikiran ku . kenapa dia mendominasi imajinasi ku . seperti nya aku butuh obat penghilang halusinasi" ucap Sean yang keheranan dengan pikiran nya . lalu Sean menambah gigi mobil agar dapat melaju lebih kencang lagi .
kembali lagi di sekolah Nesya yang baru ini , semua mata memandang ke arah nya , tak terkecuali perempuan semua sama saja .
"nes lihat lah mereka sedang memandang mu" ucap ghuzheng
"benarkah ! tapi aku tidak merasa seperti itu" ucap Nesya
"kalau tidak percaya ,coba saja lambai kan tangan mu . pasti mereka akan membalas nya " ucap ghuzheng ,lalu Nesya pun mencoba saran dari ghuzheng dan benar mereka juga membalas lambaian Nesya .
"benar katamu . tapi kenapa mereka melihatku seperti itu . apa dandanan ku berlebihan " ucap Nesya .
"tidak. dandan an mu pas kok . hanya saja mereka mengagumi kecantikan mu " ucap ghuzheng .
"kamu ini bisa saja " ucap Nesya tersenyum .
"morning Nesya" ucap Mario dari balik tiang yang lebarnya 30 Senti an .
"Mario . kau membuatku kaget saja . " ucap Nesya .
"ini bunga untuk mu bidadari ku " ucap Mario .
"terimakasih" ucap Nesya tersenyum geli menerima bunga dari Mario .
"kau tau kenapa aku memberimu bunga matahari ini ? " tanya Mario pada Nesya .
"tidak . memang nya kenapa ? " ucap Nesya bingung .
"karena mulai sekarang kau adalah matahari ku .harapan baruku " ucap Mario .
"lalu yang lama kemana ? apa sudah kau buang " ucap ghuzheng menyela gombalan Mario .
"CK...kau diam dulu . ini tidak ada urusan nya dengan mu . ok kawan" ucap Mario pada ghuzheng .
"kau ini tidak tau malu . sudah jelas Nesya di jodohkan dengan ku . tapi kau tetap ingin mendekatinya " ucap ghuzheng .
"jodoh siapa yang tau . kalaupun Tante rose menjodohkan mu dengan Nesya tetapi takdir berkata Nesya menjadi jodoh ku . kau mau apa ? " ucap Mario .
"oooo jadi kau menyumpahi ku agar tidak jadi dengan Nesya . begitu?" ucap ghuzheng .
"that right . kau sangat pintar kawan " ucap Mario .
"kemari kau ,akan ku jitak kepalamu . Mario ! " ucap ghuzheng dengan mengejar Mario yang berlarian di sekitar Nesya .
#####
"gawat gawat gawat ...div gawat div" ucap stefi dengan kebingungan .
"gawat kenapa . bicara yang jelas " ucap diva membaca buku di perpustakaan .
"ghuzheng tadi berangkat sekolah bersama seorang perempuan" ucap stefi
"alah palingan kamu salah lihat . mana mungkin perempuan satu sekolah berani mendekati ghuzheng ku " ucap diva.
"aku serius . kalau kamu tidak percaya coba lihat sendiri ke kelas " ucap stefi .
"hah ! perempuan itu satu kelas dengan ghuzheng? " ucap diva .stefi hanya menganggukan kepalanya saja .
__ADS_1
"ok akan ku lihat dia rupanya seperti apa . berani-berani nya ingin merebut ghuzheng ku" ucap diva marah sambil berjalan menuju kelas .