Teach Me To Love

Teach Me To Love
KEBOHONGAN GHUZHENG


__ADS_3

" tidak " ucap Nesya tersenyum haru lalu Sean memagut bibir Nesya lagi.


ciuman awal yang hanya membuktikan bukan sekedar mimpi berganti pagutan manis penuh kerinduan yang sangat dalam .


" nak " ucap nyonya britney dengan suara nya yang lembut .


" mama " ucap Sean bersamaan dengan Nesya .


" selamat berbahagia . mama akan selalu mendoakan yang terbaik untuk hubungan kalian kelak " ucap nyonya britney menitihkan air mata bahagia .


" mama jangan menangis " ucap Nesya memeluk nyonya britney .


" tak apa ini hanya air mata bahagia . aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini " ucap nyonya britney memegang pipi Nesya .


" baiklah aku akan turun untuk menemui rekan bisnis . sebaik nya kalian berbicara dan meluruskan semua nya " ucap nyonya britney sambil melirik sekilas ke arah ghuzheng yang sedang menunggu giliran .


setelah nyonya britney turun ghuzheng berjalan ke arah Nesya dengan tersenyum .


" kenapa kau nampak kaget begitu ? " ucap ghuzheng tersenyum .


" ku pikir ... "


" kau pikir aku yang menjadi mempelai pria nya ? " tebak ghuzheng lalu tersenyum sekilas .


"nes selamat atas pernikahan mu . aku memang sangat mencintai mu tapi yang kau butuhkan bukan aku . aku tidak bisa memaksakan kehendak ku lagi. semua sudah di tuliskan oleh takdir bahkan aku tidak bisa mengubah nya"


" kenapa kau tidak mengatakan rencana ini dari awal ? " ucap Nesya .


" apa kau tidak suka dengan rencana ini . ayolah ini sangat hebat " ucap ghuzheng tertawa .


" kau membuat kakak ipar mu takut . dasar bodoh ! " ucap Sean menampik pipi ghuzheng dengan pelan .


" aku merasa bersalah karena berprasangka buruk pada mu ghuzheng . maafkan aku "


" kau sama sekali tidak salah dari awal aku yang salah pada kalian tidak seharus nya aku bersikap bocah seperti dulu "


" kemari lah aku ingin memeluk mu " ucap ghuzheng membuka tangan nya lebar lebar . saat Nesya hendak mendekat untuk memberi pelukan tiba tiba sean memegang erat pinggang istri nya dengan posesif .


" jangan meminta lebih " ucap sean menatap tajam ghuzheng.


" apa ? aku hanya meminta satu pelukan saja . ayolah jangan pelit dia juga kakak ipar ku kan " ucap ghuzheng.


" tidak " ucap Sean . lalu ghuzheng pun menghela nafas dengan kasar .


" dasar pelit " ucap ghuzheng memukul lengan Sean sedikit keras .


" baiklah biarkan aku memeluk mu sekali saja . aku ingat dulu terakhir aku memeluk mu saat umur delapan tahun di tempat tidur "


" apa kau cabul ? " ucap Mario.


" kau orang berwawasan sempit . aku hanya tidak sengaja tidur menimpa kakak ku " ucap ghuzheng memberi penjelasan .


" dia mana mau ku peluk saat sadar seperti ini " ucap ghuzheng tiba tiba Sean memeluk adik semata wayang nya itu sambil menepuk punggung.


" terimakasih " bisik Sean di telinga ghuzheng.


ghuzheng tidak menjawab tapi kini dia membenamkan wajah nya di sela sela lengan Sean .


" hei apa kau menangis ? . kau ini pria bagaimana bisa mengeluarkan air mata dengan memeluk ku . hentikan itu " ucap Sean memukul pelan punggung ghuzheng .


" aku sangat malu pada diri ku sendiri kak . benar kata mario aku memang adik yang tidak tahu diri . seharusnya kau pantas membenci ku kak " ucap ghuzheng masih menunduk .


" tolong benci lah aku sedikit saja agar rasa penyesalan ku tidak seberat ini " ucap ghuzheng .


" Mario ! " Sean menatap Mario yang berada di belakang ghuzheng .


" apa ? aku tidak mengatakan sepedas itu . ghuzheng ! kau jangan keterlaluan " ucap Mario yang kini menjadi takut menatap Sean .

__ADS_1


" berdiri dengan benar , jangan menempel di tuxedo putih ku . kau akan mengotori nya " ucap Sean lagi .


" ya ! seperti nya rasa sayang mu beralih ke tuxedo bodoh ini " ucap ghuzheng menarik pelan tuxedo yang di pakai Sean .


seketika Mario mencengkram kerah kemeja ghuzheng lalu menarik nya dari pelukan Sean .


" serahkan dia pada ku kak . kalian lanjutkan saja ngobrol nya " ucap Mario .


" hei aku belum selesai bicara "


" kau sudah banyak bicara . lihat banyak tamu yang sudah mengantri gara gara ulah mu " ucap Mario menunjuk antrian panjang untuk memberi selamat pada pengantin .


" ayo pergi " ucap Mario merangkul tengkuk ghuzheng dengan paksa lalu membawa nya pergi .


Nesya yang melihat itu hanya bisa menahan tawa dan mulai menyalami tamu undangan satu persatu. satu jam telah berlalu , kini mereka kembali ke rumah untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum acara resepsi nanti malam di gelar .


Kamar pengantin.


" apa kau senang ? " ucap Sean memeluk Nesya dari belakang .


" aku sangat senang " ucap Nesya melepas anting dan kalung mutiara nya .


Sean kini mencium tengkuk Nesya dan tangan nya membelai lengan Nesya yang halus dengan menghadap cermin rias .


" aku sangat merindukan mu " ucap Sean berbisik sambil menggigit lembut telinga istri nya . seketika keringat dingin mulai bercucuran dan kaki Nesya mulai gemetar .


" hentikan itu . nanti malam kita masih ada acara resepsi " ucap Nesya menghindar dari Sean .


" tak apa . hanya satu kali permainan saja " ucap Sean mencoba penawaran dengan Nesya .


" aku...aku masih belum siap " ucap Nesya dengan pipi yang memerah .


" aku akan mengajari mu hingga kau bisa " ucap Sean membaringkan Nesya di ranjang .


tiba-tiba pintu pun terbuka dengan memunculkan dua pria yang mereka kenal .


dengan cepat Nesya mendorong tubuh Sean lalu duduk tergagap .


" Wow . seperti nya kita mengganggu acara penting kalian " ucap ghuzheng berbasa basi .


" jangan malu . aku kemari hanya ingin mengambil stik game nya . ayo lanjutkan saja aku akan menutup mata " ucap ghuzheng yang menutup mata nya dengan tangan kanan dan Mario pun mengikuti sikap ghuzheng .


Sean hanya menatap mereka dengan pandangan kesal .


" aku sudah mendapatkan yang ku ingin kan . sekarang aku akan menutup pintu lagi " ucap ghuzheng berjalan seperti kepiting agar tidak melihat hal intim Sean dan Nesya .


" ghuzheng , Mario " panggil Sean .


" ya " ucap ghuzheng dan Mario secara bersamaan sambil menutup mata nya .


" aku sudah menikah paling tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk "


" baiklah . lain kali aku akan melakukan itu " ucap ghuzheng dan Mario sambil lari agar kakak nya tidak bertambah marah .


kini Nesya tertunduk malu karena kejadian tadi , Sean pun menghela nafas berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah benda untuk Nesya .


" ini punya mu " ucap Sean meletakan boneka hadiah menembak boneka di pasar malam itu di pangkuan Nesya .


" bagaimana ini ada pada mu ? " ucap Nesya kaget.


" saat kau keluar dari mobil ku , kau lupa membawa nya karena terlalu marah pada ku " ucap Sean .


" selama satu bulan ini . kau kemana saja kak ? " ucap Nesya .


" aku menjalani pengobatan di Jerman . ghuzheng yang membawa ku kesana " ucap Sean .


" benarkah ? " ucap Nesya tidak percaya dan Sean pun mengangguk .

__ADS_1


" dia bersusah payah mencarikan ku dokter yang handal untuk menyembuhkan luka dalam yang ada di tubuh ku " ucap Sean .


" selama satu bulan penuh, ghuzheng selalu menemani ku di rumah sakit dan menceritakan tentang perilaku mu selama di rumah . dia selalu bercerita kau yang berusaha belajar memasak untuk menyenangkan ku , mencoba gaun pengantin dengan tersenyum dan banyak lagi "


" sebenarnya dulu aku ingin menyerah tapi setelah mendengar harapan mu yang sangat indah itu , aku tidak berani menghancurkan nya . aku bertekad untuk keluar dari masa sulit ku "


" tapi dia bilang pada ku bahwa kakak telah mati dia selalu bertindak keras pada ku "


" entah apa maksud nya aku pun tidak tahu yang terpenting kau sekarang menjadi milik ku " lanjut Sean memeluk Nesya dengan sayang .


.


.


.


Di kamar ghuzheng .


" kau akan kalah dengan ku " ucap Mario .


" tidak akan . aku sudah mengalahkan mu selama 249 kali dan kau akan kalah lagi " ucap ghuzheng sambil memakan keripik yang tersuguh di depan nya .


" oh jangan ! " ucap Mario lalu mengacak rambut nya dengan frustasi .


" hahahaha apa aku bilang . kau sudah berjanji pada ku jadi jangan pernah kau tarik lagi " ucap ghuzheng .


" baiklah apa permintaan mu " ucap Mario kesal .


" aku ingin mendekati adik mu . bantu aku mendapatkan hati nya " ucap ghuzheng .


" bukan kah diva memang masih mencintai nya . kenapa si bodoh ini meminta bantuan ku . hahaha aku akan memanfaatkan moment ini " ucap Mario dalam hati ingin berniat jahil pada ghuzheng .


" baik lah tapi aku punya syarat " ucap Mario .


" kenapa ada syarat . aku pemenang nya "


" permintaan mu ini sangat berat . kau harus membelikan ku Hennessey venom GT " ucap Mario dengan enteng nya .


" kau mencoba memeras ku " ucap ghuzheng mengerut kan dahi nya.


" ayo lah itu hanya seharga $1.200.000 apakah kau sepelit itu dengan kakak ipar mu "


" kau belum berhasil mendekatkan ku dengan diva . kenapa aku harus membayar mu " ucap ghuzheng .


" belikan yang ku mau atau aku tidak akan mem mu . yang pasti diva sekarang tidak menyukai mu lagi karena kau sudah mengabaikan dia beberapa tahun ini "


" ku dengar dari diva , dia telah di dekati oleh pria berkebangsaan Prancis yang sangat tampan " ucap Mario sambil menggosok gosok kuku nya lalu meniup .


" bisakah kau menurunkan selera mu . aku tidak punya uang sebanyak itu . uang ku sudah ku transfer untuk daftar ulang kuliah "


" jika kau tidak mau ya sudah . berusaha lah sendiri " ucap Mario .


" ya sudah . aku akan berusaha sendiri daripada rugi " ucap ghuzheng tersenyum licik .


" kau sangat perhitungan . hanya mobil saja kau sudah mengeluh bagaimana kau mencukupi kebutuhan adik ku " ucap Mario .


" yang pasti jika aku mengeluarkan uang untuk dia , setidak nya aku mendapat hadiah sebuah kecupan "


" kau berharap mendapat kecupan dari ku ? " ucap Mario berpura pura menjadi manis . lalu ghuzheng hanya melirik nakal untuk menggoda Mario. . dia sangat faham jika Mario jijik dengan pria yang tidak normal .


" ghuzheng ! darimana datang nya pikiran mesum mu " ucap Mario memukul kepala ghuzheng .


" jangan memukul ku . itu sakit ! " ucap ghuzheng mengelus kepala nya .


Ini penampakan mobil Hennessey venom GT . bukan kah ini sangat bagus dan elegan . tapi bagi ku harga nya sungguh menguras air mata 🤧


__ADS_1


__ADS_2