Teach Me To Love

Teach Me To Love
IDE SEAN


__ADS_3

" kamu terima saja , daripada kamu kebingungan untuk mencari tempat tinggal , nanti akan ku bantu membeli persediaan makanan untuk mamamu dan kamu " ucap Nesya tersenyum hangat.


" makasih ya nes , ghuzheng aku beruntung mempunyai teman seperti kalian " ucap Xing lu haru .


" bukankah memang itu gunanya teman " ucap Nesya tersenyum .


" kalau begitu ayo kita sekarang belanja di supermarket dulu " ucap ghuzheng .


akhirnya mereka beranjak dari tempat duduk untuk membeli bahan-bahan makanan .


mereka menghabiskan waktu menuju ke supermarket kira-kira 10 menitan dari cafe itu .


" nes aku ikut ya ? " ucap ghuzheng tersenyum .


Nesya hanya diam saja dan langsung membuka pintu .


" sebaiknya kamu disini nemenin mama ku aja ya . biar Nesya belanja sama aku " ucap Xing lu yang akhirnya berbicara dengan ghuzheng .


" baiklah " ucap ghuzheng tersenyum .


lalu setelah mereka turun ghuzheng pun menghembuskan nafas dengan kasar .


" aku akan tetap berusaha membuatmu jatuh cinta padaku nes " ucap ghuzheng yakin .


#####


kini Nesya masuk ke dalam supermarket dengan membawa keranjang yang di dorongnya .


" kita belanja apa dulu " ucap Nesya pada Xing lu yang baru datang menghampirinya .


" sembako dulu nes " ucap Xing lu .


" baiklah " ucap Nesya menuruti Xing lu sambil mencari rak tempat bahan sembako berada .


" nes! " ucap Xing lu .


" ada apa ? " ucap Nesya menengok ke arah Xing lu .


" kamu lagi bertengkar ya dengan ghuzheng " ucap Xing lu .


" sangat keliatan ya " ucap Nesya .


Xing lu pun menganggukan kepalanya .


" kalian ada masalah apa ? " ucap Xing lu .


" aku merasa semakin kesini sifat ghuzheng semakin terlihat buruk di mataku " ucap Nesya tetap berjalan .


" buruk gimana maksud mu ? " ucap Xing lu sambil tetap mengambil bahan yang di perlukan .


" dia egois . sangat egois " ucap Nesya .


" mungkin karena dia sangat mencintaimu nes , jadi dia tidak ingin kamu di dekati siapapun " ucap Xing lu memberi pengertian pada Nesya .


" tapi tetap saja aku tidak menyukai itu . dia sangat berbeda dengan kak ...." ucap Nesya terhenti karena mengingat itu adalah rahasianya sendiri .


" dengan ... ? " ucap Xing lu menunggu lanjutan ucapan Nesya .


" dengan ghuzheng yang dulu ku kenal " ucap Nesya menyangkal .


" nes bolehkah aku jujur ? tapi ku mohon kamu jangan marah " ucap Xing lu menggenggam tangan Nesya .

__ADS_1


" ada apa Xing lu ? " ucap Nesya .


" kamu harus janji dulu " ucap Xing lu .


" iya aku janji " ucap Nesya tersenyum .


" sebenarnya aku sudah lama mencintai ghuzheng " ucap Xing lu sambil menatap mata Nesya .


seketika senyuman Nesya memudar berganti dengan ekspresi datar .


" tapi setelah ghuzheng mendapatkan mu . aku menjadi sadar cinta memang tidak bisa di paksa " ucap Xing lu tersenyum miris .


" Xing lu maafkan aku . apa menurutmu aku juga merebut ghuzheng ? " ucap Nesya menyesal .


" kenapa kamu meminta maaf padaku sih nes . ini bukan salahmu . semua ini sudah takdir yang di haruskan oleh tuhan , tenanglah kita akan tetap bersahabat seperti ini " ucap Xing lu tersenyum hambar .


" terimakasih Xing lu " ucap Nesya memeluk Xing lu.


" sebaiknya kamu berhati - hati nes " ucap Xing lu lembut di telinga Nesya .


" hati-hati kenapa ? " ucap Nesya melepas pelukan nya dengan ekspresi bingung .


" hati - hati dengan diva . dia kan nenek lampir" ucap Xing lu mulai menjelekan diva lagi .


" dasar kamu tuh ( sambil memegang hidung Xing lu ) sudah yuk kita ke kasir " ucap Nesya tertawa.


setelah selesai membayar , mereka kembali ke mobil ghuzheng dengan tertawa bersama .


" sudah selesai ? " ucap ghuzheng .


Nesya hanya menganggukan kepalanya .


" ayo jalan " ucap Xing lu tersenyum pada ghuzheng .


" hanya beberapa bahan pokok dan sayuran " ucap Nesya lirih .


setelah obrolan itu , mereka menjadi hening hingga sampai di suatu gedung yang tinggi menjulang .


" ayo turun " ucap ghuzheng .


lalu mereka pun turun mengikuti perintah ghuzheng .


kini ghuzheng membawa tas belanjaan itu menuju apartemen nya .


.


.


.


kini ghuzheng berjalan terlebih dahulu dari ketiga wanita yang ada di belakangnya .


" ini apartemen ku " ucap ghuzheng sambil membuka pintu apartemen .


lalu mereka pun masuk dan dilihat nya apartemen itu sudah lengkap dengan segala perabotan dan ada balkon di samping nya .


" wah luas sekali " ucap Xing lu .


" sementara kau tinggal di sini dulu ya " ucap ghuzheng .


" terimakasih ghuzheng " ucap Xing lu .

__ADS_1


" apa kau lupa di dalam pertemanan tidak ada kata terimakasih " ucap ghuzheng mengulangi ucapan Xing lu yang pernah dia katakan .


" kalau begitu kamu dan mama mu segeralah beristirahat . kita akan pulang dulu " ucap Nesya tersenyum .


" baiklah . terimakasih ya nes " ucap Xing lu memeluk Nesya sebelum mereka berpisah .


#####


di tempat lain kini Sean mengendarai mobil nya memasuki halaman rumah nyonya britney.


" ghuzheng kemana pak ? " ucap Sean pada supir nya karena melihat mobil sport milik ghuzheng tidak ada di tempat.


" tuan muda sedang keluar dengan nona Nesya tuan " ucap supir itu .


" di rumah sedang ada tamu ? " ucap Sean lagi .


" iya tuan " ucap supir itu .


lalu Sean pun mengangguk dan berjalan memasuki rumah .


" akhirnya kamu datang juga . kemarilah mereka sudah menunggu mu dari tadi " ucap nyonya Britney dengan ramah .


" ada apa lagi ini ! " ucap Sean dalam hati dengan kesal .


" beri salam pada tuan Alexander dan istri nya" ucap nyonya Britney sambil mengkode Sean agar menuruti perkataan nya .


" selamat sore tuan , nyonya " ucap Sean membungkukan badan tanpa ekspresi yang ramah .


" duduk lah kemari Sean " ucap nyonya Britney menarik tangan Sean .


" ma Sean capek " ucap Sean berbohong lalu dia bersin .


" istirahat nanti saja ya sayang . sekarang kan sedang ada tamu . oh iya kenalkan ini claudya anak paman dan bibi " ucap nyonya Britney sambil memegang tangan gadis yang ada di samping nya .


lalu gadis itu pun tersenyum malu - malu pada Sean .


" kami kesini ingin melamar nak Sean untuk menjadi menantu kami . apakah nak Sean Sudi untuk menerima lamaran kami " ucaptuan Alexander .


lalu Sean mencoba berfikir cara yang tepat untuk menolak secara halus lamaran orang tua di depan nya ini .


" saya mau menerima lamaran ini . tapi saya mau jujur kepada kalian semua " ucap Sean dengan ekspresi serius .


" ma , sebelumnya Sean mau meminta maaf pada mama " ucap Sean sambil memegang tangan nyonya britney.


" kenapa Sean ? " ucap nyonya Britney penasaran .


" Sean sakit kanker otak ma . tidak lama lagi Sean akan meninggal " ucap Sean yang pura - pura menangis sambil menahan bersin nya dengan menutup mulut .


" Sean kamu jangan bercanda ya . mama tidak suka ini ! " ucap nyonya Britney menatap Sean dengan kesal .


" sungguh ma . Sean tidak berbohong . lihat mata Sean ma . apakah mata Sean menunjukan kalau Sean berbohong" ucap Sean sambil menatap mata nyonya Britney dengan serius .


" nyonya britney . maaf seperti nya rencana kita di batalkan saja . saya tidak mau mempunyai menantu yang penyakitan seperti anak anda . permisi ! " ucap tuan Alexander dengar rasa kecewanya lalu melangkah pergi .


" sebentar tuan Alexander . Sean hanya bercanda " ucap nyonya Britney mengejar kepergian keluarga Alexander tetapi tidak berhasil .


lalu mobil tuan Alexander pun sudah melaju menjauhi rumah nyonya britney .


" Sean apa kau gila . kenapa kau berbuat seperti itu tadi ! " ucap nyonya Britney sangat kesal pada Sean.


" sudah Sean katakan beberapa kali pada mama . Sean tidak suka di jodoh - jodohkan ma " ucap Sean tenang .

__ADS_1


" kamu sekali saja nurut sama mama bisa gak sih . coba contoh ghuzheng dia sangat menurut dengan mama " ucap nyonya Britney membanding - bandingkan lagi .


" sudahlah ma , Sean benar - benar capek " ucap Sean dengan nada malas dan mulai berjalan menuju kamar nya .


__ADS_2