
" kamu terima saja , daripada kamu kebingungan untuk mencari tempat tinggal , nanti akan ku bantu membeli persediaan makanan untuk mamamu dan kamu " ucap Nesya tersenyum hangat.
" makasih ya nes , ghuzheng aku beruntung mempunyai teman seperti kalian " ucap Xing lu haru .
" bukankah memang itu gunanya teman " ucap Nesya tersenyum .
" kalau begitu ayo kita sekarang belanja di supermarket dulu " ucap ghuzheng .
akhirnya mereka beranjak dari tempat duduk untuk membeli bahan-bahan makanan .
mereka menghabiskan waktu menuju ke supermarket kira-kira 10 menitan dari cafe itu .
" nes aku ikut ya ? " ucap ghuzheng tersenyum .
Nesya hanya diam saja dan langsung membuka pintu .
" sebaiknya kamu disini nemenin mama ku aja ya . biar Nesya belanja sama aku " ucap Xing lu yang akhirnya berbicara dengan ghuzheng .
" baiklah " ucap ghuzheng tersenyum .
lalu setelah mereka turun ghuzheng pun menghembuskan nafas dengan kasar .
" aku akan tetap berusaha membuatmu jatuh cinta padaku nes " ucap ghuzheng yakin .
#####
kini Nesya masuk ke dalam supermarket dengan membawa keranjang yang di dorongnya .
" kita belanja apa dulu " ucap Nesya pada Xing lu yang baru datang menghampirinya .
" sembako dulu nes " ucap Xing lu .
" baiklah " ucap Nesya menuruti Xing lu sambil mencari rak tempat bahan sembako berada .
" nes! " ucap Xing lu .
" ada apa ? " ucap Nesya menengok ke arah Xing lu .
" kamu lagi bertengkar ya dengan ghuzheng " ucap Xing lu .
" sangat keliatan ya " ucap Nesya .
Xing lu pun menganggukan kepalanya .
" kalian ada masalah apa ? " ucap Xing lu .
" aku merasa semakin kesini sifat ghuzheng semakin terlihat buruk di mataku " ucap Nesya tetap berjalan .
" buruk gimana maksud mu ? " ucap Xing lu sambil tetap mengambil bahan yang di perlukan .
" dia egois . sangat egois " ucap Nesya .
" mungkin karena dia sangat mencintaimu nes , jadi dia tidak ingin kamu di dekati siapapun " ucap Xing lu memberi pengertian pada Nesya .
" tapi tetap saja aku tidak menyukai itu . dia sangat berbeda dengan kak ...." ucap Nesya terhenti karena mengingat itu adalah rahasianya sendiri .
" dengan ... ? " ucap Xing lu menunggu lanjutan ucapan Nesya .
" dengan ghuzheng yang dulu ku kenal " ucap Nesya menyangkal .
" nes bolehkah aku jujur ? tapi ku mohon kamu jangan marah " ucap Xing lu menggenggam tangan Nesya .
__ADS_1
" ada apa Xing lu ? " ucap Nesya .
" kamu harus janji dulu " ucap Xing lu .
" iya aku janji " ucap Nesya tersenyum .
" sebenarnya aku sudah lama mencintai ghuzheng " ucap Xing lu sambil menatap mata Nesya .
seketika senyuman Nesya memudar berganti dengan ekspresi datar .
" tapi setelah ghuzheng mendapatkan mu . aku menjadi sadar cinta memang tidak bisa di paksa " ucap Xing lu tersenyum miris .
" Xing lu maafkan aku . apa menurutmu aku juga merebut ghuzheng ? " ucap Nesya menyesal .
" kenapa kamu meminta maaf padaku sih nes . ini bukan salahmu . semua ini sudah takdir yang di haruskan oleh tuhan , tenanglah kita akan tetap bersahabat seperti ini " ucap Xing lu tersenyum hambar .
" terimakasih Xing lu " ucap Nesya memeluk Xing lu.
" sebaiknya kamu berhati - hati nes " ucap Xing lu lembut di telinga Nesya .
" hati-hati kenapa ? " ucap Nesya melepas pelukan nya dengan ekspresi bingung .
" hati - hati dengan diva . dia kan nenek lampir" ucap Xing lu mulai menjelekan diva lagi .
" dasar kamu tuh ( sambil memegang hidung Xing lu ) sudah yuk kita ke kasir " ucap Nesya tertawa.
setelah selesai membayar , mereka kembali ke mobil ghuzheng dengan tertawa bersama .
" sudah selesai ? " ucap ghuzheng .
Nesya hanya menganggukan kepalanya .
" ayo jalan " ucap Xing lu tersenyum pada ghuzheng .
" hanya beberapa bahan pokok dan sayuran " ucap Nesya lirih .
setelah obrolan itu , mereka menjadi hening hingga sampai di suatu gedung yang tinggi menjulang .
" ayo turun " ucap ghuzheng .
lalu mereka pun turun mengikuti perintah ghuzheng .
kini ghuzheng membawa tas belanjaan itu menuju apartemen nya .
.
.
.
kini ghuzheng berjalan terlebih dahulu dari ketiga wanita yang ada di belakangnya .
" ini apartemen ku " ucap ghuzheng sambil membuka pintu apartemen .
lalu mereka pun masuk dan dilihat nya apartemen itu sudah lengkap dengan segala perabotan dan ada balkon di samping nya .
" wah luas sekali " ucap Xing lu .
" sementara kau tinggal di sini dulu ya " ucap ghuzheng .
" terimakasih ghuzheng " ucap Xing lu .
__ADS_1
" apa kau lupa di dalam pertemanan tidak ada kata terimakasih " ucap ghuzheng mengulangi ucapan Xing lu yang pernah dia katakan .
" kalau begitu kamu dan mama mu segeralah beristirahat . kita akan pulang dulu " ucap Nesya tersenyum .
" baiklah . terimakasih ya nes " ucap Xing lu memeluk Nesya sebelum mereka berpisah .
#####
di tempat lain kini Sean mengendarai mobil nya memasuki halaman rumah nyonya britney.
" ghuzheng kemana pak ? " ucap Sean pada supir nya karena melihat mobil sport milik ghuzheng tidak ada di tempat.
" tuan muda sedang keluar dengan nona Nesya tuan " ucap supir itu .
" di rumah sedang ada tamu ? " ucap Sean lagi .
" iya tuan " ucap supir itu .
lalu Sean pun mengangguk dan berjalan memasuki rumah .
" akhirnya kamu datang juga . kemarilah mereka sudah menunggu mu dari tadi " ucap nyonya Britney dengan ramah .
" ada apa lagi ini ! " ucap Sean dalam hati dengan kesal .
" beri salam pada tuan Alexander dan istri nya" ucap nyonya Britney sambil mengkode Sean agar menuruti perkataan nya .
" selamat sore tuan , nyonya " ucap Sean membungkukan badan tanpa ekspresi yang ramah .
" duduk lah kemari Sean " ucap nyonya Britney menarik tangan Sean .
" ma Sean capek " ucap Sean berbohong lalu dia bersin .
" istirahat nanti saja ya sayang . sekarang kan sedang ada tamu . oh iya kenalkan ini claudya anak paman dan bibi " ucap nyonya Britney sambil memegang tangan gadis yang ada di samping nya .
lalu gadis itu pun tersenyum malu - malu pada Sean .
" kami kesini ingin melamar nak Sean untuk menjadi menantu kami . apakah nak Sean Sudi untuk menerima lamaran kami " ucaptuan Alexander .
lalu Sean mencoba berfikir cara yang tepat untuk menolak secara halus lamaran orang tua di depan nya ini .
" saya mau menerima lamaran ini . tapi saya mau jujur kepada kalian semua " ucap Sean dengan ekspresi serius .
" ma , sebelumnya Sean mau meminta maaf pada mama " ucap Sean sambil memegang tangan nyonya britney.
" kenapa Sean ? " ucap nyonya Britney penasaran .
" Sean sakit kanker otak ma . tidak lama lagi Sean akan meninggal " ucap Sean yang pura - pura menangis sambil menahan bersin nya dengan menutup mulut .
" Sean kamu jangan bercanda ya . mama tidak suka ini ! " ucap nyonya Britney menatap Sean dengan kesal .
" sungguh ma . Sean tidak berbohong . lihat mata Sean ma . apakah mata Sean menunjukan kalau Sean berbohong" ucap Sean sambil menatap mata nyonya Britney dengan serius .
" nyonya britney . maaf seperti nya rencana kita di batalkan saja . saya tidak mau mempunyai menantu yang penyakitan seperti anak anda . permisi ! " ucap tuan Alexander dengar rasa kecewanya lalu melangkah pergi .
" sebentar tuan Alexander . Sean hanya bercanda " ucap nyonya Britney mengejar kepergian keluarga Alexander tetapi tidak berhasil .
lalu mobil tuan Alexander pun sudah melaju menjauhi rumah nyonya britney .
" Sean apa kau gila . kenapa kau berbuat seperti itu tadi ! " ucap nyonya Britney sangat kesal pada Sean.
" sudah Sean katakan beberapa kali pada mama . Sean tidak suka di jodoh - jodohkan ma " ucap Sean tenang .
__ADS_1
" kamu sekali saja nurut sama mama bisa gak sih . coba contoh ghuzheng dia sangat menurut dengan mama " ucap nyonya Britney membanding - bandingkan lagi .
" sudahlah ma , Sean benar - benar capek " ucap Sean dengan nada malas dan mulai berjalan menuju kamar nya .