Teach Me To Love

Teach Me To Love
BERKELAHI


__ADS_3

" anggap saja itu tidak pernah terjadi . ayolah jangan membuat semuanya menjadi sulit ! " ucap Sean menatap Nesya dengan mata tajam .


sejatinya dia tidak tega menatap Nesya dengan pandangan yang kejam seperti itu .


" kau pembohong ! aku membencimu !!! sangat membencimu !!! " ucap Nesya berlari memasuki rumah nyonya britney dengan tangisnya yang pecah .


" kau bawa kemana Nesya selama beberapa hari ini ? " tanya ghuzheng berjalan menuju Sean .


" bukan urusan mu . sekarang yang terpenting Nesya sudah kembali kan " ucap Sean menatap tegas adik nya itu .


lalu dia berjalan mendekati ghuzheng tepat di depan wajah nya dia berdiri dengan jarak 1 meter saja .


" tolong jaga Nesya ! jangan sampai lengah ada bahaya yang tak kau sadari mengancam nyawa nya " ucap Sean menatap ghuzheng .


" siapa yang kau maksud ? " ucap ghuzheng khawatir .


lalu Sean pun memajukan kakinya selangkah dan berbisik .


" Xing lu " ucap Sean .


sotnak mata ghuzheng pun terbelalak kaget .


" bagus sekali kau memfitnah sahabat Nesya . kau tidak mengenalnya kenapa kau ber prasangka buruk dengan nya . justru yang harus ku waspadai adalah kau " ucap ghuzheng memukul Sean .


" percayalah padaku , itu sebuah kebenaran " ucap Sean tak percaya dengan yang di lakukan ghuzheng .


" omong kosong apa yang kau bicarakan dengan ku . persetan kau adalah saudaraku aku tidak peduli " ucap ghuzheng marah .


" apa kau tuli . Nesya sudah membenci ku sekarang giliran mu membuat nya jatuh cinta dengan mu . apa itu sangat sulit untukmu dasar bodoh ! " ucap Sean lalu berjalan menuju mobil nya .


" hei " teriak ghuzheng .


Sean pun menoleh dan tanpa bisa menghindar Sean terkena tendangan ghuzheng hingga terbanting ke samping .


" aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah sebelum amarah ku mereda , kau paham !!! " ucap ghuzheng menarik kaos yang di pakai Sean .


" mau mu apa !!! " ucap Sean menatap ghuzheng dengan tajam .


" sekarang mengakulah . kau bawa kemana Nesya beberapa hari ini ! " ucap ghuzheng marah .


Sean hanya tersenyum sinis dan mengangkat salah satu alisnya saja .


" yang pasti aku bersenang - senang dengan nya " ucap Sean membuat ghuzheng bertambah panas karena dia merasa kesal ghuzheng memukul nya .


" apa yang telah kau lakukan dengan nya ? " ucap ghuzheng bertambah geram pada Sean .


" apa yang ada di pikiran mu , itu lah yang aku lakukan bersamanya " ucap Sean lagi .

__ADS_1


" kurang ajar ! " ucap ghuzheng memukul wajah Sean hingga bersimbah darah . Sean hanya diam tanpa perlawanan .


" lawan aku pengecut !!! " ucap ghuzheng berteriak di depan wajah Sean .


" kenapa berhenti...ayo terus pukul aku . biar Nesya tau bagaimana buruknya dirimu . jika aku mati disini kau akan menerima kebencian dari Nesya akan ku pastikan itu " ucap Sean menatap ghuzheng dengan yakin .


" Diam !!! " teriak ghuzheng sambil memberi pukulan pada Sean hingga tak sadarkan diri karena pukulan terakhirnya mengenai kepala Sean .


" ghuzheng stop !!! " ucap Nesya yang tiba-tiba keluar dengan berlari .


" kenapa kamu keluar lagi nes . masuklah ini urusanku dengan nya " ucap ghuzheng .


" kak Sean bangun kak " ucap Nesya sambil menggoyangkan tubuh Sean .


" sekarang panggil ambulance . dia tak sadarkan diri " ucap Nesya berteriak ke semua orang yang ada di situ .


tetapi semua hanya terdiam dengan wajah sombong nya .


" baj*ngan kalian semua . dasar manusia berhati binatang ! apa kau belum puas aku membencinya . biadab kalian semua !!!" Nesya terus menjerit dan mengumpat karena kesal .


" tak perlu kau menangisi nya . dia orang yang telah merebut kesucian mu ! " ucap ghuzheng menarik tangan Nesya agar menjauhi Sean .


" apa kau gila menuduhnya seperti itu . selama aku pergi dengan nya tidak pernah dia berbuat hal yang menjijikan seperti dugaan mu bodoh !!! " ucap Nesya .


" tapi kenapa dia mengatakan seperti itu padaku !!! " ucap ghuzheng menunjuk Sean .


" tidak .apa yang telah ku lakukan " ucap ghuzheng dalam hatinya sambil memandang wajah Sean yang bersimbah darah .


" panggil ambulance kemari !!! " teriak ghuzheng khawatir dengan Sean . dengan segera anak buah ghuzheng pun menghubungi rumah sakit terdekat .


tak lama kemudian datanglah ambulance dengan 4 orang perawat yang menjemput sean .


" kamu mau kemana nes ? " ucap ghuzheng menarik tangan Nesya .


" lepaskan . jika terjadi sesuatu yang buruk pada kak Sean . jangan harap kau bisa ku maafkan " ucap Nesya menghempaskan tangan ghuzheng lalu memasuki ambulance .


" Nesya !!! sial seharusnya aku tidak menghajarnya membabi buta seperti tadi ! " ucap ghuzheng lalu memasuki mobil nya untuk menyusul Nesya ke rumah sakit .


" kalian jaga rumah saja . aku akan pergi sendiri " ucap ghuzheng lalu menancap gas nya .


" baik tuan " ucap anak buah nya .


saat di perjalanan ghuzheng pun menghubungi Xing lu .


" halo ada apa ghuzheng ? " ucap Xing lu di telfon .


" Xing lu datanglah ke rumah sakit kasih sekarang " ucap ghuzheng .

__ADS_1


" kau kenapa ghuzheng ? " ucap Xing lu khawatir .


" disana kau akan tau " ucap ghuzheng lalu menutup telfon nya .


.


.


.


#####


di dalam ambulance


" apakah nadinya masih ada ? " ucap Nesya pada perawat yang ada di depannya .


" masih nona . tapi sangat lambat " ucap perawat itu .


" bilang pada supir nya untuk lebih cepat " ucap Nesya gugup .


" kak bangunlah jangan membuat ku takut " ucap Nesya memegang tangan Sean .


" aku bersumpah jika kau tidak selamat maka aku akan ikut dengan mu " ucap Nesya meletakan telapak tangan Sean di atas kepala Nesya.


" ya Tuhan selamatkan orang yang ku cinta .ku mohon walaupun aku tidak bisa hidup dengan nya . berilah dia kekuatan , jangan biarkan dia mati dengan sia-sia seperti ini " ucap Nesya menangis membenamkan wajahnya di dekat perut Sean .


tiba - tiba jari telunjuk Sean bergerak di atas kepala Nesya .


" ne...s " ucap Sean .


" kakak ! " ucap Nesya yang kaget mendengar suara Sean .


" syukurlah kakak sadar " ucap Nesya .


" jangan menangis...maafkan aku " ucap Sean mengusap air mata Nesya .


" sudah diamlah . aku tidak ingin berbicara dengan mu " ucap Nesya menahan isak tangisnya .


" tidak nes . dengarkan aku , setelah aku memasuki ruang rumah sakit . ku mohon pergilah ,kembali kerumah mama . ok ! " ucap Sean menahan sakit di kepalanya lalu melemas kembali .


" kak bangunlah jangan menutup mata lagi . kakak boleh bicara sepuas nya , ayo kak bicara lah lagi . jangan diam seperti ini " ucap Nesya menggoyang tubuh Sean yang terbaring .


" nona kendalikan emosimu " ucap perawat memegangi tangan Nesya agar tidak menggoyang-goyangkan tubuh Sean .


" minggirlah aku ingin membangunkan nya " ucap Nesya mendorong perawat itu hingga terpentok jendela kaca .


dengan terpaksa perawat harus menyuntikan obat penenang pada Nesya dan akhirnya Nesya pun lemas tak sadarkan diri di dalam ambulance bersama Sean .

__ADS_1


__ADS_2