
" anggap saja itu tidak pernah terjadi . ayolah jangan membuat semuanya menjadi sulit ! " ucap Sean menatap Nesya dengan mata tajam .
sejatinya dia tidak tega menatap Nesya dengan pandangan yang kejam seperti itu .
" kau pembohong ! aku membencimu !!! sangat membencimu !!! " ucap Nesya berlari memasuki rumah nyonya britney dengan tangisnya yang pecah .
" kau bawa kemana Nesya selama beberapa hari ini ? " tanya ghuzheng berjalan menuju Sean .
" bukan urusan mu . sekarang yang terpenting Nesya sudah kembali kan " ucap Sean menatap tegas adik nya itu .
lalu dia berjalan mendekati ghuzheng tepat di depan wajah nya dia berdiri dengan jarak 1 meter saja .
" tolong jaga Nesya ! jangan sampai lengah ada bahaya yang tak kau sadari mengancam nyawa nya " ucap Sean menatap ghuzheng .
" siapa yang kau maksud ? " ucap ghuzheng khawatir .
lalu Sean pun memajukan kakinya selangkah dan berbisik .
" Xing lu " ucap Sean .
sotnak mata ghuzheng pun terbelalak kaget .
" bagus sekali kau memfitnah sahabat Nesya . kau tidak mengenalnya kenapa kau ber prasangka buruk dengan nya . justru yang harus ku waspadai adalah kau " ucap ghuzheng memukul Sean .
" percayalah padaku , itu sebuah kebenaran " ucap Sean tak percaya dengan yang di lakukan ghuzheng .
" omong kosong apa yang kau bicarakan dengan ku . persetan kau adalah saudaraku aku tidak peduli " ucap ghuzheng marah .
" apa kau tuli . Nesya sudah membenci ku sekarang giliran mu membuat nya jatuh cinta dengan mu . apa itu sangat sulit untukmu dasar bodoh ! " ucap Sean lalu berjalan menuju mobil nya .
" hei " teriak ghuzheng .
Sean pun menoleh dan tanpa bisa menghindar Sean terkena tendangan ghuzheng hingga terbanting ke samping .
" aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah sebelum amarah ku mereda , kau paham !!! " ucap ghuzheng menarik kaos yang di pakai Sean .
" mau mu apa !!! " ucap Sean menatap ghuzheng dengan tajam .
" sekarang mengakulah . kau bawa kemana Nesya beberapa hari ini ! " ucap ghuzheng marah .
Sean hanya tersenyum sinis dan mengangkat salah satu alisnya saja .
" yang pasti aku bersenang - senang dengan nya " ucap Sean membuat ghuzheng bertambah panas karena dia merasa kesal ghuzheng memukul nya .
" apa yang telah kau lakukan dengan nya ? " ucap ghuzheng bertambah geram pada Sean .
" apa yang ada di pikiran mu , itu lah yang aku lakukan bersamanya " ucap Sean lagi .
__ADS_1
" kurang ajar ! " ucap ghuzheng memukul wajah Sean hingga bersimbah darah . Sean hanya diam tanpa perlawanan .
" lawan aku pengecut !!! " ucap ghuzheng berteriak di depan wajah Sean .
" kenapa berhenti...ayo terus pukul aku . biar Nesya tau bagaimana buruknya dirimu . jika aku mati disini kau akan menerima kebencian dari Nesya akan ku pastikan itu " ucap Sean menatap ghuzheng dengan yakin .
" Diam !!! " teriak ghuzheng sambil memberi pukulan pada Sean hingga tak sadarkan diri karena pukulan terakhirnya mengenai kepala Sean .
" ghuzheng stop !!! " ucap Nesya yang tiba-tiba keluar dengan berlari .
" kenapa kamu keluar lagi nes . masuklah ini urusanku dengan nya " ucap ghuzheng .
" kak Sean bangun kak " ucap Nesya sambil menggoyangkan tubuh Sean .
" sekarang panggil ambulance . dia tak sadarkan diri " ucap Nesya berteriak ke semua orang yang ada di situ .
tetapi semua hanya terdiam dengan wajah sombong nya .
" baj*ngan kalian semua . dasar manusia berhati binatang ! apa kau belum puas aku membencinya . biadab kalian semua !!!" Nesya terus menjerit dan mengumpat karena kesal .
" tak perlu kau menangisi nya . dia orang yang telah merebut kesucian mu ! " ucap ghuzheng menarik tangan Nesya agar menjauhi Sean .
" apa kau gila menuduhnya seperti itu . selama aku pergi dengan nya tidak pernah dia berbuat hal yang menjijikan seperti dugaan mu bodoh !!! " ucap Nesya .
" tapi kenapa dia mengatakan seperti itu padaku !!! " ucap ghuzheng menunjuk Sean .
" tidak .apa yang telah ku lakukan " ucap ghuzheng dalam hatinya sambil memandang wajah Sean yang bersimbah darah .
" panggil ambulance kemari !!! " teriak ghuzheng khawatir dengan Sean . dengan segera anak buah ghuzheng pun menghubungi rumah sakit terdekat .
tak lama kemudian datanglah ambulance dengan 4 orang perawat yang menjemput sean .
" kamu mau kemana nes ? " ucap ghuzheng menarik tangan Nesya .
" lepaskan . jika terjadi sesuatu yang buruk pada kak Sean . jangan harap kau bisa ku maafkan " ucap Nesya menghempaskan tangan ghuzheng lalu memasuki ambulance .
" Nesya !!! sial seharusnya aku tidak menghajarnya membabi buta seperti tadi ! " ucap ghuzheng lalu memasuki mobil nya untuk menyusul Nesya ke rumah sakit .
" kalian jaga rumah saja . aku akan pergi sendiri " ucap ghuzheng lalu menancap gas nya .
" baik tuan " ucap anak buah nya .
saat di perjalanan ghuzheng pun menghubungi Xing lu .
" halo ada apa ghuzheng ? " ucap Xing lu di telfon .
" Xing lu datanglah ke rumah sakit kasih sekarang " ucap ghuzheng .
__ADS_1
" kau kenapa ghuzheng ? " ucap Xing lu khawatir .
" disana kau akan tau " ucap ghuzheng lalu menutup telfon nya .
.
.
.
#####
di dalam ambulance
" apakah nadinya masih ada ? " ucap Nesya pada perawat yang ada di depannya .
" masih nona . tapi sangat lambat " ucap perawat itu .
" bilang pada supir nya untuk lebih cepat " ucap Nesya gugup .
" kak bangunlah jangan membuat ku takut " ucap Nesya memegang tangan Sean .
" aku bersumpah jika kau tidak selamat maka aku akan ikut dengan mu " ucap Nesya meletakan telapak tangan Sean di atas kepala Nesya.
" ya Tuhan selamatkan orang yang ku cinta .ku mohon walaupun aku tidak bisa hidup dengan nya . berilah dia kekuatan , jangan biarkan dia mati dengan sia-sia seperti ini " ucap Nesya menangis membenamkan wajahnya di dekat perut Sean .
tiba - tiba jari telunjuk Sean bergerak di atas kepala Nesya .
" ne...s " ucap Sean .
" kakak ! " ucap Nesya yang kaget mendengar suara Sean .
" syukurlah kakak sadar " ucap Nesya .
" jangan menangis...maafkan aku " ucap Sean mengusap air mata Nesya .
" sudah diamlah . aku tidak ingin berbicara dengan mu " ucap Nesya menahan isak tangisnya .
" tidak nes . dengarkan aku , setelah aku memasuki ruang rumah sakit . ku mohon pergilah ,kembali kerumah mama . ok ! " ucap Sean menahan sakit di kepalanya lalu melemas kembali .
" kak bangunlah jangan menutup mata lagi . kakak boleh bicara sepuas nya , ayo kak bicara lah lagi . jangan diam seperti ini " ucap Nesya menggoyang tubuh Sean yang terbaring .
" nona kendalikan emosimu " ucap perawat memegangi tangan Nesya agar tidak menggoyang-goyangkan tubuh Sean .
" minggirlah aku ingin membangunkan nya " ucap Nesya mendorong perawat itu hingga terpentok jendela kaca .
dengan terpaksa perawat harus menyuntikan obat penenang pada Nesya dan akhirnya Nesya pun lemas tak sadarkan diri di dalam ambulance bersama Sean .
__ADS_1