
" sudah sana mandi " ucap Nesya menunduk sambil menutup pintu .
kini Sean hanya tersenyum sendiri sambil memandang pintu Nesya .
" dia malu - malu....itu artinya dia akan marah jika aku begitu " ucap Sean dengan perasaan yang senang melangkah ke kamar nya .
#####
" aduh hatiku kok deg - deg an gini ya " ucap Nesya sambil memegang dada nya .
tiba - tiba telfon Nesya pun berbunyi di atas ranjang.
" halo ? " ucap Nesya mengangkat telfon dari Xing lu .
" kamu dimana nes ? " ucap Xing lu dengan suara yang serak.
" aku sedang di kamar . ada apa ? " ucap Nesya .
" bisakah kita bertemu di taman kota " ucap Xing lu .
" kenapa kamu tidak kemari saja ? " ucap Nesya .
" aku ingin berbicara empat mata dengan mu . di rumah itu banyak orang " ucap Xing lu seperti berbisik .
" baiklah tapi setelah makan malam ya aku akan menemui mu " ucap Nesya .
" baiklah aku tunggu disini . tapi kau harus datang kesini sendiri . tidak boleh dengan ghuzheng " ucap Xing lu memberi syarat pertemuan mereka .
Nesya kini merasa aneh , tapi rasa aneh nya itu segera di tepis oleh Nesya .
" baiklah aku akan kesana sendiri " ucap Nesya tersenyum menutup telfon nya .
lalu dia berjalan menuruni anak tangga.
sesampainya di meja makan , di sana sudah ada nyonya Britney , ghuzheng dan Sean yang menunggu kedatangan nya .
" nes duduk sini " ucap ghuzheng menghampiri Nesya sambil menggandeng tangan nya menuju kursi kosong yang ada di samping nya .
" baiklah kalau begitu ayo kita makan " ucap nyonya Britney tersenyum .
" sebentar ma . mumpung semua berkumpul disini . aku mau bicara dengan mama dan kak Sean " ucap ghuzheng memandang Sean licik .
" bicara apa ghuzheng . apa tidak sebaiknya setelah makan saja " ucap nyonya Britney mempunyai usul .
" ini penting ma . kemungkinan mama dan kak Sean akan senang mendengarnya " ucap ghuzheng tersenyum simpul .
dia sengaja membicarakan sebelum makan karena ingin melihat respon Sean dan kini Sean hanya menaikan alisnya saja .
" baiklah ghuzheng . apa yang ingin kau katakan " ucap nyonya Britney penasaran .
" aku ingin mempercepat pertunangan ku dengan Nesya ma " ucap ghuzheng mantap.
disini Sean hanya terdiam dengan mengatur emosi nya yang memuncak karena ucapan ghuzheng . Nesya pun tak kalah kaget dengan ucapan ghuzheng , dia langsung menatap tidak percaya ke arahnya .
" apa mama tidak salah dengar ? " ucap nyonya Britney kaget .
" benar ma . ghuzheng tidak bercanda " ucap ghuzheng .
" apa yang membuatmu ingin mempercepat pertunangan ini ghuzheng ? " ucap nyonya Britney pada ghuzheng .
" bukan apa - apa ma . ghuzheng hanya tidak suka dengan orang yang mencoba merebut Nesya dari ku " ucap ghuzheng sambil menatap Sean sekilas .
__ADS_1
" maksudmu ada yang menyukai Nesya selain dirimu ? " ucap nyonya Britney .
" begitulah ma . makannya ghuzheng ingin mengikat Nesya lebih dulu " ucap ghuzheng menatap Nesya dengan senyuman manis nya .
" baiklah . pertunangan mu akan di selenggarakan bulan depan " ucap nyonya Britney .
" aku tidak setuju ma . bagaimana kalau Minggu depan . setelah aku ujian akhir semester ? " ucap ghuzheng bersemangat .
" apa ! " ucap Nesya yang kini tidak bisa menahan kaget nya .
" bagaimana menurutmu nes ? kamu mau kan ! " ucap ghuzheng .
" ghuzheng kita masih pelajar . lagi pula kita juga belum lulus ! " ucap Nesya menolak .
" ini kan hanya tunangan nes . tidak masalah juga , toh kita masih tidur di kamar masing - masing " ucap ghuzheng memancing amarah Sean .
berharap Sean akan tersulut emosi dan membongkar perasaannya sendiri di hadapan nyonya Britney tetapi harapan nya tidak terwujud . Sean kini hanya duduk sambil mengiris daging yang ada di piring nya dengan santai .
padahal hatinya sekarang entah rasanya seperti apa setelah ghuzheng berkata seperti tadi .
" ma Sean sudah selesai . Sean mau ke kantor dulu " ucap Sean berdiri .
" ke kantor ? ini kan sudah malam kenapa kamu mau ke kantor ! " ucap nyonya Britney heran .
" ada berkas yang harus Sean ambil ma " ucap Sean .
" baiklah tapi kamu hati-hati ya " ucap nyonya Britney .
tiba - tiba ponsel Nesya berbunyi saat ada di genggaman nya .
" halo " ucap Nesya.
"...."
" siapa nes ? " ucap ghuzheng .
" Xing lu " ucap Nesya.
" aku ikut ya " ucap ghuzheng hendak berdiri .
" tidak usah ! .dia ingin aku menemuinya sendiri katanya ada yang ingin dia sampaikan empat mata dengan ku" ucap Nesya .
" begitu . baiklah biar pak tong saja yang mengantarmu " ucap ghuzheng .
" tidak usah . aku naik taxi saja , toh yang ku temui Xing lu kau tidak perlu khawatir " ucap Nesya lalu pergi .
ghuzheng dan nyonya Britney pun melanjutkan makan malam nya .
sedangkan sean pergi kekamar nya dengan pikiran yang berkecamuk .
" mau kemana dia ! " ucap Sean mengerutkan dahinya lalu berjalan menuju mobil nya .
saat tiba di depan gerbang rumah , Nesya menunggu taxi online yang dia pesan .
" kau mau kemana ? " ucap Sean yang keluar dari mobilnya menghampiri Nesya .
" ke taman kota kak " ucap Nesya .
setelah ucapan Nesya seperti itu Sean mengerutkan dahinya seperti respon tidak suka . karena mengingat tempat itu sangatlah sepi .
" untuk apa kau kesana malam - malam seperti ini ? " ucap Sean lagi .
__ADS_1
" Xing lu mengajak ku kesana " ucap Nesya .
" tapi kan banyak tempat yang lebih nyaman daripada taman . ubah saja tempat janjian kalian " ucap Sean dengan khawatir .
" sudah dulu ya kak . taxi pesanan ku sudah datang " ucap Nesya menunduk tidak berani menatap Sean .
" Nesya , tunggu " ucap Sean tetapi Nesya tidak mendengarkan ucapannya.
entah kenapa perasaan Sean semakin bertambah tidak enak dan dia memutuskan untuk mengikuti Nesya dari belakang .
" siapa Xing lu ? kenapa aku tidak pernah tau " ucap Sean mengerutkan dahinya .
setelah beberapa menit menempuh perjalanan Nesya pun turun di trotoar yang bersebrangan dengan taman .
" mana teman yang dia maksud ? " ucap Sean sambil memantau Nesya dari dalam mobil dengan jarak yang cukup jauh agar Nesya tidak curiga .
" kenapa dia hanya mondar - mandir disana saja . mana teman yang dia maksud " ucap Sean yang terus melihat ke sekeliling Nesya .
tiba - tiba ada orang yang berjalan dari arah belakang Nesya dengan Jumper merah dan kepalanya tertutup hoodi . entah apa yang di sembunyikan di balik saku jumper itu . tetapi disini Sean sangat was-was .
" astaga itu siapa ? tidak mungkin jika dia teman nesya " ucap Sean lalu menyalakan mobil nya dan dengan cepat mengegas ke arah Nesya berada.
setelah jarak semakin dekat kini Sean mengetahui benda apa yang di sembunyikan pada saku orang itu .
" pisau ! " ucap Sean lirih dengan tatapan kaget .
dengan cepat Sean menyalakan lampu mobil nya menjadi sangat terang serta membunyikan klakson sambil terus melaju lurus nya di keberadaan Nesya seperti ingin menabraknya .
TIIIIN...!!!..........
" Aaaa " jerit Nesya menutupi wajahnya karena takut bercampur silau .
akhirnya tindakan Sean tadi membuat orang misterius itu melarikan diri karena takut lampu mobil Sean menyorot wajahnya yang tertutup hoodi . kini Sean pun turun dari mobilnya dan berlari ke arah Nesya .
" Nesya ini aku ! " ucap Sean memegang kedua pundak Nesya .
" kakak " ucap Nesya mendongak ke atas .
" ayo pulang " ucap Sean menarik tangan Nesya .
" kakak kenapa kesini . kan Nesya sudah bilang kalau Nesya mau menemui teman Nesya " ucap Nesya .
" apa kau tidak lihat tadi ..." ucap Sean menunjuk arah menghilangnys orang misterius itu tetapi terhenti karena tidak mau Nesya merasa takut.
" tadi apa ? " ucap Nesya penasaran .
" tadi aku di suruh mama untuk menjemputmu . sudahlah batalkan saja pertemuan mu . ayo kita pulang " ucap Sean beralasan dengan wajah yang masih terbayang dengan orang misterius itu .
Sean terus berucap syukur karena dia datang tepat waktu untuk menyelamatkan Nesya .
" ternyata kamu disini nes " ucap Xing lu tersenyum yang muncul dari arah belakang Sean .
" Xing lu . kamu kemana saja " ucap Nesya menghampiri Xing lu .
" tadi aku masih berjalan - jalan sebentar karena menunggumu cukup lama " ucap Xing lu tersenyum .
" maafkan aku karena sudah membuat mu menunggu lama " ucap Nesya merasa tidak enak pada Xing lu .
" tidak apa-apa " ucap Xing lu tersenyum lalu memandang Sean .
" oh iya ini kak Sean . kakak nya ghuzheng " ucap Nesya memperkenalkan Sean pada Xing lu .
__ADS_1
" oh jadi kakak ini yang membawamu saat di acara dansa sekolah . hai kak aku Xing lu " ucap Xing lu tersenyum simpul .
Sean menerima salaman itu dengan pandangan yang tidak menyenangkan .dia sangat marah dengan Xing lu karena gara - gara ingin menemui dia , Nesya hampir saja celaka .