
" apa maksud kakak ? "
" bangun lah , kamu sudah tidur terlalu lama " ucap Sean sambil mengusap wajah Nesya .
seketika Nesya langsung membuka mata nya tanpa mengerjap . dia sudah tak sadarkan diri lebih dari 3 hari .
" nes , kamu sudah sadar ? " ucap ghuzheng .
" kak Sean mana ? " ucap Nesya .
" kenapa kau selalu menanyakan dia . padahal kau sudah mendengar kabar duka itu " ucap ghuzheng .
" berani nya mulut mu bilang begitu " ucap Nesya berteriak marah .
" kak Sean masih hidup ! " ucap Nesya menangis .
" seberat ini kah untuk menerima cinta ku . aku benar benar tidak akan bisa memiliki tempat di hati mu " gumam ghuzheng dalam hati .
" kau mau apa ! " ucap Nesya memundurkan diri .
" apakah harus ada alasan untuk menyentuh istri ku ? "
" aku bukan istri mu . kita tidak akan menikah ghuzheng " ucap Nesya .
" tolong beri aku kesempatan nes . aku janji akan menjadi yang terbaik untuk mu " ucap ghuzheng terus mendekat ingin mencium bibir Nesya . sebelum berhasil mencapai tujuan nya ,Nesya lebih dulu menggigit bibir nya hingga berdarah.
" silahkan cium " ucap Nesya menahan sakit .
" Nesya ! kau jangan bodoh " ucap ghuzheng kebingungan karena darah segar menetes sampai dagu .
" stop ! . aku tidak mau di sentuh "
" kenapa kau menyakiti diri mu " ucap ghuzheng dengan nada rendah .
kini dia mencoba mengontrol emosi nya agar Nesya tidak bertambah benci dengan nya.
" karena hanya ini senjata ku " ucap Nesya dalam hati .
" pergi ! cepat pergi ! " ucap Nesya marah . tanpa banyak kata , ghuzheng pun pergi meninggalkan Nesya .
" apa benar dia telah pergi " gumam Nesya dalam hati .
.
.
.
Ting tung Ting tung .pintu pun di buka oleh seorang wanita paruh baya yang ramah .
" ghuzheng mana ? " tanya Mario dengan wajah mengeras .
" tuan muda sedang tidak enak badan . kapan kapan saja kesini lagi " ucap pelayan itu .
" ghuzheng keluar kau ! dasar pengecut " teriak Mario .
" tuan tolong jaga sikap anda " ucap seorang bodyguard dengan tubuh nya yang besar .
__ADS_1
" aku tidak ada urusan dengan mu . sebaik nya kau diam ! " ucap Mario menatap tajam bodyguard itu .
" ada apa ? " ucap ghuzheng yang turun dari lantai dua setelah itu pelayan dan bodyguard itu pun pergi .
" kau sembunyikan Nesya dimana ? "
" apa kau perlu tahu ? "
" aku teman nya . aku perlu tahu keadaan nya" ucap Mario .
" aku calon suami nya kau mau apa ? "
" calon suami ? begitu percaya diri nya kau menyebut diri mu calon suami "
" jika kau merasa dirimu layak dengan sebutan itu . dimana kau saat Nesya di culik ! , jika kau benar benar mencintai Nesya seharusnya tau mana orang yang berbahaya dan tidak "
" jika kau mencintai nya seharusnya kau bahagia dengan pilihan nya bukan memaksakan pilihan mu . sekarang ku tanya kau . bagian dari kebaikan mu mana yang bisa kau banggakan sebagai sebutan calon suami hah ! " ghuzheng hanya terdiam .
" ghuzheng , kau tidak perlu memaksakan kehendak mu untuk memiliki apapun . sejauh ini aku sangat kecewa padamu "
" bukan karena aku kalah memenang kan hati Nesya tapi karena sikap mu yang sudah terlampau jauh dari kata baik " ucap Mario lalu pergi meninggalkan ghuzheng yang diam terpaku .
.
.
.
hampir satu bulan telah berlalu , ghuzheng masih tidak menyerah untuk memaksakan kehendak nya . dia tetap mengurung Nesya di kamar dan sesekali menjenguk hanya untuk memastikan kesehatan orang yang di cintai nya .
" nes " ucap ghuzheng membuka pintu .
" aku punya boneka dan coklat untuk mu " ucap ghuzheng memberikan boneka berukuran 2 meter dan coklat batang pada Nesya . akan tetapi Nesya terus diam , dia hanya menulis syair yang selalu dia habiskan setiap hari .
" nes " ucap ghuzheng hendak menyentuh pucuk kepala Nesya tetapi tiba tiba Nesya melempar buku diary nya ke pintu dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya hingga kepala .
" dia sangat benci pada ku bahkan saat aku mendekat dia menjadi takut " ucap ghuzheng dalam hati .
" dasar bodoh ! apa yang telah aku lakukan selama ini menjadi Bumerang untuk diri ku sendiri . aku sangat menderita , hati ini sangat sakit " ucap ghuzheng dalam hati lalu dia berjalan ke arah pintu dan mengambil buku diary Nesya .
saat membaca tulisan terakhirnya , ghuzheng tersenyum .
" kau menganggap ku jahat kan " ucap ghuzheng dengan nada mencemooh .
" siap tidak siap , gaun pernikahan sudah ku pesan untuk mu . besok kita pergi ke gereja untuk acara pemberkatan . jika kau berani lari kau akan tahu akibat nya " ucap ghuzheng pergi sambil membawa buku diary itu .
saat ghuzheng sudah pergi tangis Nesya langsung pecah . dia tidak Tahan membendung keresahan dan sakit hati yang dia derita .
esok pagi pun datang . Nesya di rias seperti patung yang hanya menurut tanpa berbicara sedikit pun . dua orang Perias itu menjadi heran dengan sikap Nesya.
" nona , apakah anda gugup ? " tanya seorang perias . Nesya hanya diam tanpa merespon apapun .
" Anda akan menikah dengan pewaris Jalavanya grup . bagaimana perasaan mu ? " ucap perias itu lagi dengan wajah gembira karena dia ingin melihat senyum Nesya .
" baiklah lupakan saja pertanyaan teman ku .silahkan minum dulu nona . santai lah " ucap perias lain . lalu Nesya mengambil air minum itu .
" mempelai pria sudah datang , apakah mempelai wanita sudah siap ? "
" sudah " sekejap Nesya menitihkan air mata dan mencengkram kuat gaun putih yang melekat di tubuh nya .
__ADS_1
" apa kau merasa pernikahan ini suatu paksaan satu pihak . lihat lah wajah gadis itu sangat tersiksa " gumam lirih perias A saat Nesya di tuntun pergi ke gedung gereja .
" sssttt jangan sampai mulut mu membuat kita tidak menerima uang sepeser pun " ucap perias B .
.
.
.
saat tiba di pintu gereja , semua tamu menyaksikan Nesya yang di gandeng oleh Mario untuk mendampingi Nesya menuju ke acara pemberkatan .
" tenang aku ada disini " ucap Mario .
" nes angkat kepala mu , lihat lah kedepan . calon suami mu sangat gagah menunggu kedatangan mu " ucap Mario tersenyum .
Nesya tidak terpengaruh oleh ucapan Mario . kini mereka berjalan dengan beriringan . bagi Mario , mereka sedang berjalan menggiring nesya menuju kebahagiaan tetapi bagi Nesya dia berjalan di atas tajam nya belati yang sangat menyayat tapak kaki dan tubuh nya hingga dia harus menahan kesakitan itu .
acara pemberkatan akan di mulai Nesya tidak mau melepaskan tangan Mario .
" Ne nesya lepaskan tangan mu . kau tidak ingin aku mati terbunuh oleh tatapan suami mu kan" ucap Mario dengan gugup karena calon suami Nesya sedang diam mengawasi .
" Aku duduk disana " ucap Mario yang akhirnya berhasil melepaskan cengkraman jemari Nesya di tangan nya .
" apakah acara ini bisa di mulai ? " tanya pendeta dan hanya mempelai pria yang mengangguk tanpa membuka suara .
" saudari Nesya apa kau bersedia menemani suami mu di kala senang maupun susah dan di kala sehat maupun sakit " ucap pendeta .
" aku bersedia " ucap Nesya dengan lirih serta berat hati .
" kak Sean maafkan aku " ucap Nesya dalam hati sambil memasang wajah yang kaku.
" saudara Sean apa kau bersedia menemani istri mu di kala senang maupun susah dan di kala sehat maupun sakit " ucap pendeta itu .
" Sean ? apakah pendeta ini salah bicara " ucap Nesya sambil mengerutkan dahinya .
" aku bersedia " ucap mempelai pria dengan suara yang mantap dan senang .
" tunggu ! . suara ini " ucap Nesya lalu mendongak untuk memastikan .
ketika mendongak jantung nesya langsung berdegup 2 kali lipat dan mata nya terbelalak tak percaya .
" kak Sean ! " ucap Nesya .
" iya ini aku " ucap Sean tersenyum memandang Nesya tetapi Nesya tidak percaya lalu menengok ke arah tamu . disana dia melihat ghuzheng sedang tersenyum dan mengangguk ke arah Nesya , ada nyonya britney yang menitihkan air mata dan Mario yang mengacungkan jempol nya sambil merangkul pundak ghuzheng .
" apa aku mimpi lagi " ucap Nesya ingin mencubit tangan nya .
" jangan di cubit . begini saja " ucap Sean menyingkirkan tangan Nesya lalu mencium bibir pujaan nya dengan lembut . semua tamu pun bertepuk tangan melihat ke haruan itu . lalu Sean melepas ciumannya dan menatap mata Nesya .
" apa kau masih berpikir ini mimpi ? " ucap sean.
" tidak " ucap Nesya tersenyum haru lalu Sean memagut bibir Nesya lagi.
ciuman awal yang hanya membuktikan bukan sekedar mimpi berganti pagutan manis penuh kerinduan yang sangat dalam .
###########
siapa yang merindukan mereka bersama 😁😁🤭🤭
__ADS_1
bonus