
" sudah semua kan ? " ucap Xing lu.
" sudah sekarang ayo kita pulang untuk bersiap-siap " ucap Nesya .
" ok . let's go ! " ucap Xing lu menarik tangan Nesya lagi .
lalu mereka menghampiri taxi yang baru saja menurunkan penumpang di mall itu .
" jalan pak " ucap Xing lu .
sekitar 15 menit mereka duduk di kursi penumpang , tiba - tiba Nesya membuka suara .
" Xing lu , aku lupa " ucap Nesya terlihat sedih .
" apa yang lupa kamu beli nes ? mau balik lagi ke mall ? " ucap Xing lu ikut bingung .
" bukan . aku lupa kalau tidak bisa berias . sebaiknya aku tidak usah ikut lah " ucap Nesya menyerah sambil menyenderkan tubuhnya .
" tenang saja kan ada aku " ucap Xing lu .
" emang kamu bisa ? " ucap Nesya .
" iya aku bisa . nanti aku bakal buat kamu berbeda bahkan lebih cantik dari nenek sihir itu ? " ucap Xing lu .
" nenek sihir ? " ucap Nesya mengerutkan dahinya .
" iya si diva sialan itu " ucap Xing lu .
" kamu jangan ngawur gitu ngomong nya . dia kan juga teman kita " ucap Nesya .
" nes , kamu itu terlalu baik sama dia . seharusnya kemarin pas kamu di siram , Jambak aja rambut nya biar rontok terus botak " ucap Xing lu tertawa .
" kamu ketawa kenapa ? " ucap Nesya heran.
" ngebayangin rambut diva botak . pasti lucu sekali " ucap Xing lu yang tertawanya semakin keras .
" ssstt diam jangan keras - keras " ucap Nesya yang mencoba menahan tertawanya .
" maaf - maaf habis nya nyebelin sih dia " ucap Xing lu lalu menarik nafas .
tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan halaman rumah nyonya britney .
" terimakasih pak " ucap Nesya sambil memberikan uang kepada supir taxi .
" yuk masuk " ucap Nesya menggandeng Xing lu .
" selamat sore non nesya " ucap pelayan yang membukakan pintu .
" mama kemana mbak ? " ucap Nesya yang mencari nyonya britney .
karena biasanya nyonya britney menyambut kedatangan nya .
" nyonya sedang keluar non " ucap pelayan itu .
" ya sudah . Nesya ke kamar dulu ya mbak " ucap Nesya .
" silahkan non " ucap pelayan itu sambil tersenyum .
setelah sampai di kamar , nesya mulai membersihkan badan nya sedangkan Xing lu menggantung gaun yang akan mereka pakai nanti .
tak lama kemudian keluarlah Nesya dengan piyama mandi nya .
" nes duduk sini " ucap Xing lu menyuruh duduk Nesya .
" kamu gak mandi dulu ? " ucap Nesya .
" nanti saja gampang . aku pengen buat kamu seperti princess dan membuat orang - orang pangling " ucap Xing lu .
" kamu bisa saja " ucap Nesya tertawa sekilas .
" aku serius nes . malah aku ingin kamu mengalahkan nenek lampir itu " ucap Xing lu .
" mana bisa aku mengalahkan diva , dia pasti akan dandan habis - habis an hanya untuk mengalahkan ku nanti . mungkin saja dia juga menyewa MUA ternama untuk meriasnya " ucap Nesya .
" tenang saja keahlian ku hampir setara dengan MUA ternama kok . gini - gini aku sering mengikuti seminar tentang kecantikan dan langsung praktik menggunakan model " ucap Xing lu sambil memberikan primer di wajah Nesya .
" benarkah ? " ucap Nesya .
" hmmm . kamu tidak yakin ? " ucap Xing lu .
" setengah yakin , setengah tidak " ucap Nesya tertawa.
" ya udah lah kalau gitu aku bikin jelek aja sekalian " ucap Xing lu kesal .
" iya iya aku yakin sama kamu Xing lu " ucap Nesya mencubit pipi Xing lu .
" sudah hentikan . merem dulu " ucap Xing lu lalu menyemprotkan cairan ke wajah Nesya .
" itu apa Xing lu ? " ucap Nesya .
" BB cream sprey ,sudah kamu diam saja " ucap Xing lu untuk mengakhiri obrolan mereka agar cepat selesai merias Nesya .
hampir 1 jam Xing lu sibuk dengan wajah dan rambut Nesya , akhirnya selesai .
" sudah " ucap Xing lu .
" sudah boleh buka mata ? " ucap Nesya.
" iya coba buka matamu dan lihat siapa yang ada di kaca " ucap Xing lu .
Saat membuka matanya Nesya tampak terkejut dengan perubahan nya yang sekarang .
__ADS_1
Dia kini benar - benar seperti putri kerajaan .
" waaahhh kamu benar - benar membuatku berubah Xing lu " ucap Nesya senang.
" apa kamu senang ? " ucap Xing lu.
" tentu " ucap Nesya .
" sekarang aku yakin pasti kamu bisa mengalahkan nenek lampir itu . tahun ini pemenang dansa wanita akan di menangkan oleh Nesya !!! " ucap Xing lu bersemangat.
" terimakasih Xing lu " ucap Nesya sambil memeluk Xing lu .
" ya sudah kalau begitu aku mau mandi dulu ya nes . lumayan masih 1 jam " ucap Xing lu sambil menggantungkan handuk nya di pundak .
" iya . aku tunggu disini ya " ucap Nesya yang masih mematut dirinya di cermin .
tak lama kemudian keluarlah Xing lu yang melilitkan handuk di tubuhnya .
" Xing lu apa kamu sudah memilih pasangan dansa ? " ucap Nesya .
" belum . kita nanti akan berdansa dengan laki-laki yang memberikan bunga mawar nes " ucap Xing lu .
" maksud nya ? " ucap Nesya yang belum mengerti .
" peraturan nya kita akan berdansa dengan seseorang yang memberikan bunga mawar pada kita nanti " ucap Xing lu .
" kalau tidak ada yang memberi berarti tidak dansa dong " ucap Nesya .
" begitulah , terus nanti juga ada pemilihan gadis tercantik juga" ucap Xing lu .
" Oooo begitu " ucap Nesya .
" kamu tunggu di sini dulu . aku akan memakai gaun ku " ucap Xing lu.
dia kini memasuki kamar mandi lagi . tak lama kemudian Xing lu sudah keluar dengan mengenakan gaun nya .
" nes ayo " ucap Xing lu memakai jam tangan nya .
" ok " ucap Nesya mengalungkan tas nya di pundak .
#####
Di ruang keluarga
ghuzheng sudah berdiri dengan setelan tuxedo nya . dia disana sedang menunggu Nesya dan Xing lu .
" mbak Nesya sudah turun belum ? " ucap ghuzheng bertanya pada mbak Rani.
" sepertinya belum tuan . tadi saya masih mendengar suara non Nesya di atas " ucap mbak Rani .
" ok makasih ya mbak " ucap ghuzheng .
tak lama kemudian saat ghuzheng melihat jam di tangan nya , dia mendengar suara sepatu yang sedang menuruni tangga .
sontak mata ghuzheng berbinar melihat Nesya yang menuruni tangga , dia tersihir kecantikan Nesya .
" ghuzheng " ucap Xing lu .
" eh hai " ucap ghuzheng gelagapan .
" kamu kenapa , kok liat Nesya gitu banget ? " ucap Xing lu .
" mana Nesya ? " ucap ghuzheng mengeryitkan dahinya .
" yang di depan mu ini kan Nesya " ucap Xing lu yang di buat bingung oleh ghuzheng .
" ini bukan Nesya , ini kan Dewi kayangan " ucap ghuzheng tersenyum menatap Nesya .
" kamu bisa saja " ucap Xing lu .
" kamu sangat cantik nes " ucap ghuzheng.
" terimakasih ghuzheng " ucap Nesya tersenyum malu .
" eh ayo kita berangkat sekarang " ucap Xing lu menyadarkan mereka .
" baiklah " ucap ghuzheng lalu berjalan di depan mereka .
kini ghuzheng sudah duduk berdampingan dengan Nesya lagi di kursi penumpang , sedangkan Xing lu duduk di depan.
di dalam mobil mereka asik berfoto dan bercanda ringan hingga mobil ghuzheng masuk ke dalam sekolahnya dan menurunkan mereka di depan aula yang terlihat dari depan.
" pak ,langsung pulang saja ya . nanti saya telfon lagi saat ingin menjemput " ucap ghuzheng.
" baik tuan " ucap supir itu lalu melajukan mobilnya lagi .
" ayo " ucap ghuzheng .
kini Nesya berjalan dengan melingkarkan tangan nya di lengan ghuzheng .
saat memasuki aula semua mata tertuju pada Nesya tak peduli perempuan ataupun laki - laki , mereka takjup belihat kecantikan yang terpancar dari diri Nesya .
tak khayal banyak murid laki - laki yang memberikan nya bunga mawar hingga tangan kanan nya tidak bisa untuk menggenggam 1 mawar lagi karena terlalu banyak .
setelah sampai di kursi yang tersedia di tepi , Nesya dan Xing lu pun duduk disana sembari mendengarkan lagu yang di nyanyikan .
" nes aku tinggal kesana dulu ya " ucap ghuzheng menunjuk kumpulan temannya .
" iya " ucap Nesya tersenyum . dan kini hanya tinggal mereka berdua saja .
" nes kamu dapat mawar berapa ? " ucap Xing lu .
__ADS_1
" enggak tau . aku tidak menghitung nya " ucap Nesya sambil membolak balik nawarnya .
" aku dapat 7 . coba sini punya mu " ucap Xing lu meminta mawar Nesya untuk di hitung nya .
" 1 , 2 , 3 , 4 ,5 ,6...8...10...12...14...17 18 . wah 18 bunga nes banyak banget yang pengen ngajak kamu dansa . kira - kira mana yang akan kamu pilih ? " ucap Xing lu melihat nama yang tertempel di batang mawar itu .
" aku gak tau " ucap Nesya .
" loh kok gak tau ? " ucap xing lu heran
" soalnya aku gak bisa dansa Xing lu " ucap Nesya .
sontak Xing lu pun tertawa mendengar ucapan Nesya .
" aku serius ! " ucap Nesya .
" benarkah ? " ucap Xing lu yang kini berbisik serius ke Nesya .
lalu tiba - tiba ada tangan yang muncul dari arah belakang Nesya membawa 5 tangkai mawar sekaligus .
" aku akan mengajarimu bagaimana ? " ucap Mario .
" Mario ?! " ucap Nesya .
" mau tidak ? " ucap Mario .
" baiklah " ucap Nesya .
lalu Mario mengajak Nesya untuk ke tengah aula .
" tapi aku tidak bisa sama sekali " ucap Nesya berbisik.
" tidak apa . pelan - pelan saja " ucap Mario tersenyum sambil memposisikan tangan dan kaki Nesya.
tak jarang saat gerakan demi gerakan Nesya menginjak kaki Mario .
" sudahlah aku menyerah " ucap Nesya putus asa.
" jangan menyerah ayo belajar lagi . aku tau kamu pasti bisa nes " ucap Mario menyemangati Nesya .
" kamu pegang bahu ku dan ikuti langkah ku . jangan kaku , santai saja . jika kamu kaku gerakan nya akan menjadi aneh " ucap Mario .
" baiklah " ucap Nesya mulai menerapkan ajaran Mario .
" Mario aku bisa ! " ucap Nesya .
" nah bisa kan makan nya jangan menyerah dulu " ucap Mario mencubit hidung Nesya .
" apa maksud mu ! " ucap ghuzheng yang tiba-tiba mendorong tubuh Mario .
" hei jaga sikap mu . kenapa kau mendorong ku ! " ucap Mario . kini keadaan berubah menjadi panas .
" ghuzheng ayo ikut aku " ucap Nesya langsung menarik tubuh ghuzheng untuk menjauhi Mario .
" duduk " ucap Nesya pada ghuzheng untuk duduk di kursinya tadi .
tak lama kemudian acara pun di mulai . sang MC membacakan urutan acara pertama hingga akhir .
.
.
.
#####
Di taxi
Sean terus harap harap cemas karena dia harus menggantikan nyonya britney di acara sekolah ghuzheng .
" pak bisa lebih cepat ? " ucap Sean .
" baik tuan " ucap supir itu .
dia terus melihat jam tangan nya .
" kurang 15 menit lagi " ucap Sean yang masih cemas .
" pak minggir " ucap Sean .
" kenapa tuan ? kan ini belum sampai " ucap supir itu .
" tepikan saja .kau bertukar posisi dengan ku . biar aku yang mengemudi " ucap Sean .
" tapi tuan ..." ucap supir itu belum selesai.
" nanti ku bayar 3 kali lipat " ucap sean.
" baik tuan " ucap supir itu langsung menepikan taxi nya . dan kini berganti Sean yang menyetir .
" pegangan " ucap Sean sambil menancap gas nya .
" tuan hati - hati . saya masih punya anak dan istri " ucap supir itu .
" diam lah . asal kau berpegangan , ku jamin kau akan selamat " ucap Sean terus menyetir taxi itu .
sampai mengakibatkan sang supir menjerit terus menerus saat ada truk dan bus di jalan raya yang sedang Sean salip .
hanya butuh waktu 5 menit dia mengebut seperti tadi dan akhirnya sampai tepat waktu di depan gedung aula .
" sudah buka matamu " ucap Sean sambil membuka pintu mobil taxi itu .
__ADS_1
" ini uang nya . terimakasih " ucap Sean lalu berjalan cepat menuju gedung aula .
" astaga ternyata aku masih hidup . ku pikir sudah mati " ucap supir taxi itu yang masih lemas .