
"nes kamu suka laki-laki seperti apa? " ucap Mario lagi
"kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu?" ucap Nesya
"ya tidak apa-apa .aku hanya ingin tau saja" ucap Mario.
"apa ya . kriteria ku cukup umum seperti perempuan lain nya .aku ingin mempunyai seorang yang baik , tegas dan pastinya dia setia" ucap Nesya .
"baik ada di aku , tegas ada juga , setia .....aduh aku belum punya kriteria itu" ucap Mario dalam hati nya .
"emmm kamu sebelum nya sudah pernah pacaran ?" ucap Mario
"aku belum pernah merasakan yang nama nya jatuh cinta pada lawan jenis . apa lagi pacar" ucap Nesya tersenyum kikuk.
"seandainya ada seseorang yang menyukai mu tapi dia dulu nya playboy bagaimana?" ucap Mario.
"hmmm aku ..." ucap Nesya yang terpotong karena ghuzheng sudah kembali membawa minuman untuk Nesya .
"ini nes minum dulu" ucap ghuzheng
"terimakasih ya" ucap Nesya sambil mengambil minuman itu yang sudah di buka oleh ghuzheng .
"sudah ?" ucap ghuzheng lalu menerima minuman Nesya .
"kalau begitu ayo kita masuk mobil" ucap ghuzheng sambil menggandeng Nesya .
mereka memasuki mobil dengan posisi yang sama seperti waktu pergi tadi .
"nes sekarang kamu masih deg-deg an tidak? " ucap ghuzheng .
"tidak . aku sudah baik-baik saja " ucap Nesya tersenyum .
"syukurlah kalau begitu . kapan lagi kalau kamu tidak ingin lihat jangan di paksa kan begitu . ok ! " ucap ghuzheng .
"ok" ucap Nesya tersenyum .
"bagus " ucap ghuzheng dengan mengelus kepala nesya .
"kamu sejak kapan nes takut melihat film horor" ucap Mario
"aku dari kecil memang penakut kalau soal seperti itu" ucap Nesya .
"kau punya phobia ya ?" ucap Mario
"bagaimana kamu bisa tau ? " ucap Nesya heran .
"ya menebak saja " ucap Mario dengan mengangkat bahu nya .
"benar aku memang punya phobia . aku phobia gelap . jadi kalau aku di dalam kegelapan kepalaku bisa pusing dan berkeringat dingin " ucap Nesya .
"kenapa bisa begitu ?" ucap ghuzheng
"entahlah . dari kecil aku sudah seperti itu" ucap Nesya .
"bisa jadi kau saat keringat dingin itu bukan karena takut film nya . tapi karena phobia mu" ucap Mario . Nesya pun mengangguk .
"kenapa kamu tidak bilang dengan ku kalau kamu punya phobia nes " ucap ghuzheng
"ku pikir itu tidak penting untuk ku ceritakan .jadi aku menyimpan nya sendiri saja" ucap Nesya pada ghuzheng.
"apapun yang menyangkut kamu itu penting bagiku . bagaimana aku bisa melindungi mu jika aku tidak tau apa kelemahan mu" ucap ghuzheng .Sean dan Mario hanya menyimak ghuzheng saja dari depan .
"kau ku antarkan pulang saja sekalian " usap Sean pada Mario .
"tidak usah kak . nanti aku akan menelfon supirku" ucap Mario
"sudah diam lah" ucap sean.
"yah padahal aku ingin mendengar jawaban Nesya tadi . kak Sean memang tidak seru" ucap Mario dalam hati .
"sudah, turunlah " ucap Sean pada Mario
__ADS_1
"terimakasih kak . bye nes , ghuzheng " ucap Mario .Nesya membalas lambaian Mario sambil tersenyum. lalu mereka bertiga melanjutkan perjalanan untuk menuju ke rumah . sesampainya di halaman rumah ghuzheng berjalan dengan menggandeng tangan Nesya . "ayo nes" ucap ghuzheng sambil tersenyum ,Nesya hanya menurut saja .
"selamat malam ma " ucap ghuzheng saat memasuki rumah melihat nyonya britney yang duduk di ruang keluarga .
"malam sayang . kalian sudah pulang rupanya bagaimana malam Minggu kalian?" ucap nyonya britney .
"senang ma. benar kan nes " ucap ghuzheng
"benar ma " ucap Nesya juga ikut tersenyum .
"Sean" nyonya britney memanggil Sean
"ada apa ma ?" ucap Sean berhenti dari langkah nya .
"teman mama meminta kamu menemui anak nya besok " ucap nyonya britney
"apa , kenapa di majukan sih ma . besok kan hari Minggu " ucap Sean
"tepat sekali . jadi mama ingin kamu mengenal nya dengan lebih lama " ucap nyonya britney.
"ma ,ayo lah kenapa tidak konsisten begitu . perjanjian nya kan setelah aku pulang dari los angeles" ucap Sean .
"temui saja dia . kalau kamu tidak suka ya sudah tidak apa-apa yang penting kamu sudah menemui dia Sean " ucap nyonya britney.
"ok fine ,Sean akan menemui nya besok " ucap Sean mengalah pada nyonya britney.
"kau memang anak yang baik. terimakasih sayang . cepat tidur ya supaya besok kamu terlihat segar" ucap nyonya britney pada Sean . Sean tidak menggubris ucapan nyonya britney ,dia langsung berjalan cepat menuju kamar nya .
"ghuzheng bolehkah aku meminjam gitar akustik mu? " ucap Nesya tersenyum
"boleh. kamu bisa mengambil nya di studio ku. aku sudah capek ingin ke kamar dulu nes
,ma ghuzheng ingin ke kamar dulu ya. mama cepat tidur jangan membaca majalah terus " ucap ghuzheng tersenyum
"iya sayang " ucap nyonya britney pada ghuzheng.
"terimakasih ya" ucap Nesya pada ghuzheng lalu dia pergi ke studio untuk mengambil gitar .
di kamar Sean
"kenapa perjodohan terus yang di bahas . bisa-bisa aku jadi gila jika seperti ini terus " ucap Sean yang kesal .
tok..tok..tok
"siapa ?" ucap Sean dengan nada membentak
"Nesya kak .apa aku boleh masuk " ucap Nesya .lalu Sean membuka pintu nya .
"masuklah" ucap Sean .
"terimakasih" ucap Nesya melewati Sean .saat di dalam kamar Sean , Nesya memandang ke seluruh penjuru ruangan yang ada di dalam kamar .
"ada apa kau kemari ?" ucap Sean menyadarkan Nesya
"hmmm aku hanya ingin melihat kakak" ucap Nesya
"ingin melihat ku ? maksudmu ?" ucap Sean
"tadi kakak pergi begitu saja , kupikir sekarang kakak sedang tidak enak hati " ucap Nesya
"lalu kalau aku tidak enak hati kau mau apa ? " ucap Sean .
"hmmmm apa kakak mau ku hibur ? " ucap Nesya menawarkan diri.
"memang nya kau mau menghibur ku seperti apa bocah ?" ucap Sean dengan melipat tangan nya ke depan.
"ok ,tunggu sebentar" ucap Nesya yang membuka pintu kamar Sean dan mengambil benda yang di senderkan di dinding .
"gitar ? " ucap sean
"iya gitar . aku akan bernyanyi untuk kakak" ucap Nesya . tiba-tiba Sean teringat suara Nesya saat di bawah dekat kolam renang nya .
__ADS_1
"ok . duduk lah disini" ucap Sean menepuk ranjang nya agar Nesya duduk di situ .
"kakak ingin lagu apa ? " ucap Nesya sambil menyetel gitar ghuzheng.
"terserah kau saja . kau bisa lagu apa ?" ucap Sean .
"hmmm ok aku tau " ucap Nesya . Nesya mulai bernyanyi lagu yang berjudul fix you untuk Sean . terlihat dari wajah Sean , dia sangat menikmati suara dan petikan gitar dari jemari Nesya ,hingga lagu itu berhenti Sean masih tersenyum dalam pejamkan matanya .
"kak " ucap Nesya
"apa?" ucap Sean .
"sudah lebih baik ?" ucap Nesya
"ku rasa sudah" ucap Sean
"ok . kalau begitu aku ingin bertanya sesuatu padamu . boleh" ucap Nesya
"tanya apa ? " ucap Sean yang mengerutkan dahinya .
"sebelum nya maaf jika aku lancang menanyakan ini ,kakak kenapa di umur seperti sekarang ini belum mempunyai pacar " ucap Nesya
"kau tau sendiri kan .aku baru ingin mendekati perempuan yang kusukai " ucap Sean
"apa mama tau kalau kakak punya perempuan idaman ? " ucap Nesya
"mama tidak tau . aku tidak pernah cerita apapun padanya " ucap Sean
"kenapa ? " ucap Nesya
"aku .masih belum yakin saja " ucap Sean .
"begitu" ucap Nesya dengan mengangguk paham .
"besok kakak akan menemui perempuan yang di maksud mama ? " ucap Nesya lagi
"dengan terpaksa " ucap Sean .
"saran ku , kalau pun kakak tidak mau dengan perempuan itu ,kakak jangan menolak nya dengan kata-kata kasar . " ucap Nesya tersenyum .
"akan ku coba .tapi jika aku kepelasan itu di luar kehendak ku " ucap Sean .
"baiklah . kalau begitu ayo kita bernyanyi lagi " ucap Nesya .
"nyanyi apa lagi . apa kamu tidak ngantuk ? " ucap Sean
"belum mungkin sebentar lagi . aku masih ingin menghibur kakak " ucap Nesya tersenyum .
"kenapa kau sangat suka tersenyum seperti itu?" ucap Sean
"hmmm tidak tau ,aku sudah terbiasa seperti ini " ucap Nesya mengangkat bahunya .
"ayo bernyanyi lah . aku akan mendengarkan mu" ucap Sean .
"kali ini aku tidak mau bernyanyi sendiri . kakak juga harus ikut . kita bernyanyi lagu kesukaan kakak saja (everything ),hanya reff nya saja pasti kakak hafal kan , bagaimana ?" ucap Nesya
"baiklah . ayo mulai" ucap Sean tersenyum setelah itu Nesya memetik gitar nya dan mulai bernyanyi bersama Sean. sampai lagunya berakhir Sean pun tersenyum senang
"akhirnya kakak tersenyum juga . kalau begitu aku kembali ke kamar ku dulu ya kak . selamat malam " ucap Nesya tersenyum lagi
"hei bocah " ucap Sean saat Nesya hendak membuka pintu kamar Sean ,Nesya pun menengok ke arah Sean .
"terimakasih kau telah menghiburku" ucap Sean .
"sama-sama kak . Nesya juga berterimakasih saat di bioskop tadi " ucap Nesya lalu menutup rapat pintu kamar Sean lagi . setelah kepergian Nesya ,Sean melupakan sesuatu yang ingin di tanyakan kepada Nesya .
"astaga kenapa aku lupa tidak meminta nomer telfon nya ya.aku akan ke kamar nya saja setelah itu baru tidur " ucap Sean yang ingin pergi ke kamar Nesya .
saat membuka pintu kamar nya sedikit, Sean melihat ada orang yang berdiri di depan kamar Nesya .siapa lagi kalau bukan ghuzheng.
"ghuzheng , mau apa dia malam-malam ke kamar Nesya "gumam Sean .
__ADS_1