
" kenapa dia memamerkan kemesraan nya di depan mataku ! " ucap Sean marah .
" tidak seharusnya aku marah seperti ini kan. toh mereka juga akan menikah...tapi kenapa hatiku rasanya seperti berhenti berdetak saat Nesya di gandeng ghuzheng . apa ini yang di namakan cemburu ? " ucap Sean terus menebak - nebak perasaan nya .
#####
Di meja makan
saat makan Nesya teringat sesuatu
" astaga bekal kak Sean ! " ucap Nesya dalam hatinya .
lalu tiba - tiba dia berlari menuju pintu utama dengan tergesa-gesa tanpa membawa bekal Sean .
sesampainya di depan pintu utama Nesya kini sudah tidak melihat keberadaan Sean lagi .
" ck.. terus gimana ini ? . ku antarkan saat istirahat saja lah kan ada waktu satu jam " ucap Nesya lalu kembali ke meja makan .
saat kembali di kursi nya , nyonya Britney pun bertanya pada Nesya .
" kenapa kamu tergesa - gesa seperti tadi Nesya ? " ucap nyonya britney penasaran .
" tidak apa - apa ma " ucap Nesya tersenyum .
" ghuzheng , aku tunggu di depan ya " ucap Nesya lagi sambil mengambil tas nya yang tersender di kursi .
" kamu gak makan lagi , makanan mu masih ada nes " ucap ghuzheng menatap Nesya .
" enggak . aku sudah kenyang " ucap Nesya menggeleng .
" ya sudah ayo kita berangkat sekarang " ucap ghuzheng meneguk segelas susu .
" ma ghuzheng berangkat dulu ya " ucap ghuzheng mencium pipi nyonya britney.
" kalian hati - hati ya " ucap nyonya Britney tersenyum .
.
.
.
#####
JALAVANYA GRUP
sesampainya di kantor Sean kini di sambut dengan senyuman hangat Naomi-sekretaris Sean .
" pagi Sean " ucap Naomi dengan tersenyum .
" pagi " ucap Sean sambil terus melangkah membuka pintu ruangan nya .
tok...tok...tok
" masuk " ucap Sean sedang membuka berkas - berkas nya yang menumpuk .
" bagaimana acara launchingnya ? " ucap Naomi berjalan menghampiri kursi Sean.
" lancar " jawab Sean dengan acuh .
__ADS_1
" Sean aku ingin bicara serius dengan mu " ucap Naomi yang kini berjalan ke sofa .
" bicara saja aku akan mendengarkan mu " ucap Sean sambil tetap fokus di layar monitor nya .
" ini tentang kita " ucap Naomi lagi dengan memandang Sean .
lalu Sean mengangkat kepalanya dan menatap Naomi dengan pandangan bertanya .
" duduk lah kemari " ucap Naomi menepuk sofa di sebelahnya , lalu dengan menurut Sean pun berjalan menuju sofa itu .
" ada apa ? " ucap Sean menghadap ke arah Naomi .
" apa kau masih menyukaiku ? " ucap Naomi .
" kenapa kau menanyakan itu ? " ucap Sean sambil mengeryitkan matanya .
" aku memutuskan untuk memilihmu . aku tidak jadi rujuk dengan mantan suami ku " ucap Naomi menatap Sean dengan tersenyum .
kini Sean menunjukan ekspresi yang tak terduga bagi Naomi .
" lalu kau memilih ku untuk kau jadikan pelarian mu , begitu maksudmu? " ucap Sean menaikan salah satu alis nya .
" bukan begitu Sean , tapi aku baru sadar telah menyukaimu " ucap Naomi meyakinkan sean.
" kenapa baru sekarang ? " ucap Sean yang rahang nya mengeras .
" bukankah tidak ada bedanya aku mengakuinya sekarang ataupun dulu . kau masih menyukaiku kan ? " ucap Naomi memegang tangan Sean .
" maafkan aku " ucap Sean menepis tangan Naomi yang memegang nya .
" aku sudah berhenti mengejarmu Naomi . aku sudah melupakan mu " ucap Sean dengan menatap mata Naomi.
" aku sudah mencintai gadis lain " ucap Sean .
" Sean apa kau mencoba mempermainkan hatiku ? " ucap Naomi yang sedih .
" maafkan aku naomi . aku sudah berhenti untuk mengejar mu . sekarang kau bisa kembali ke meja kerja mu " ucap Sean menatap depan .
" tapi aku sudah mengakui perasaan ku padamu ! " ucap Naomi dengan sedikit emosi .
" kau telat Naomi . kenapa kau baru bilang saat hati ku telah di curi oleh gadis lain . apa ini salah ku ! " ucap Sean frustasi karena bingung .
sejenak mereka terdiam sehingga membuat ruangan itu terasa mencekam .
" baiklah aku akan kembali ke meja ku " ucap Naomi sambil berdiri .
lalu di ikuti Sean yang ikut berdiri juga , lalu tiba - tiba Naomi menitihkan air matanya dan langsung mengusapnya .
" sudah lah jangan menangis " ucap Sean memandang Naomi .
" maafkan aku Sean . tidak seharusnya aku berteriak padamu seperti tadi " ucap Naomi sambil memeluk Sean .
" tidak apa . aku tau kau kecewa dengan ku " ucap Sean menepuk punggung naomi di pelukannya .
saat mereka berpelukan tak di sangka pintu tiba - tiba telah di buka seseorang .
seseorang yang telah muncul di hadapan Sean itu membuatnya melepas pelukan Naomi .
" Nesya ! " ucap Sean kaget karena tiba - tiba Nesya datang ke kantornya masih mengenakan seragam sekolah .
__ADS_1
kini Nesya hanya menatap kosong tanpa berbicara apapun .
wajahnya berubah menjadi merah padam dan matanya seperti menggambarkan kekecewaan .
" kenapa kau kemari ?" ucap Sean yang gugup seperti terpergok mencuri sambil menghampiri Nesya di depan pintu .
tanpa berkata-kata Nesya hanya memberikan tas plastik yang isinya bekal untuk Sean lalu dia melesat pergi dengan berlari .
" Nesya , tunggu ! " ucap Sean lalu meletakkan bekal itu di meja dekat Naomi berdiri .
" Sean ! itukah gadis yang kau maksud ? " ucap Naomi memegang pergelangan tangan Sean .
" lepaskan " ucap Sean menepis kasar tangan Naomi lalu berlari mengejar Nesya .
Sean terus mengejar Nesya hingga dia melihat nya masuk ke dalam lift .
dengan secepat nya Sean berlari menuju lift itu agar bisa mengejar Nesya.
Sean sempat melihat ekspresi sedih Nesya di dalam lift itu.
tetapi alhasil pintu lift pun tertutup .
" Nesya ! nes " ucap Sean mengetuk pintu lift itu dengan percuma .
sudah jelas itu tidak akan membantu nya . tapi karena dia gugup dia melakukan hal bodoh seperti itu .
setelah itu Sean memutuskan untuk mengejar Nesya dengan menuruni tangga menuju lantai pertama .
padahal posisinya saat ini berapa di lantai 18 . Sean terus menuruni tangga itu dengan cepat , tanpa menggubris pegawainya yang menyapa , dia terus berlari .
#####
berbeda dengan keadaan Sean , kini Nesya sedang menahan tangis nya di lift .
" ternyata kak Sean menjauhi ku karena itu " ucap Nesya dalam hati .
" sekarang aku sudah tau . jadi tidak perlu lagi mencari penjelasan padanya " ucap Nesya sambil menghapus air matanya.
setelah itu lift pun terbuka dan Nesya berjalan pelan karena dia kini merasa sedih , hancur ,marah . semua bercampur menjadi satu .
" apa ini yang di sebut patah hati ? " ucap Nesya dalam hati .
kini ponsel Nesya berbunyi lalu di lihatnya nama yang menelfon itu ternyata Sean .
dengan cepat Nesya menghapus air matanya dan memencet tombol terima di layar ponsel nya .
" halo nes " ucap Sean dengan nafas nya yang terdengar berat .
" kak Sean kenapa ? " ucap Nesya yang khawatir .
" kau sekarang dimana ? " saut Sean .
" kakak kenapa ? " ucap Nesya mengulangi pertanyaannya .
" kau jawab aku dulu . kau dimana sekarang ?" ucap Sean dengan nafasnya yang terdengar di telfon .
" aku di lobby " ucap Nesya yang keceplosan memberitahu Sean .
" tunggu di sana jangan kemana-mana " ucap Sean lalu menutup telfon nya .
__ADS_1