Teach Me To Love

Teach Me To Love
PATAH HATI


__ADS_3

" kenapa dia memamerkan kemesraan nya di depan mataku ! " ucap Sean marah .


" tidak seharusnya aku marah seperti ini kan. toh mereka juga akan menikah...tapi kenapa hatiku rasanya seperti berhenti berdetak saat Nesya di gandeng ghuzheng . apa ini yang di namakan cemburu ? " ucap Sean terus menebak - nebak perasaan nya .


#####


Di meja makan


saat makan Nesya teringat sesuatu


" astaga bekal kak Sean ! " ucap Nesya dalam hatinya .


lalu tiba - tiba dia berlari menuju pintu utama dengan tergesa-gesa tanpa membawa bekal Sean .


sesampainya di depan pintu utama Nesya kini sudah tidak melihat keberadaan Sean lagi .


" ck.. terus gimana ini ? . ku antarkan saat istirahat saja lah kan ada waktu satu jam " ucap Nesya lalu kembali ke meja makan .


saat kembali di kursi nya , nyonya Britney pun bertanya pada Nesya .


" kenapa kamu tergesa - gesa seperti tadi Nesya ? " ucap nyonya britney penasaran .


" tidak apa - apa ma " ucap Nesya tersenyum .


" ghuzheng , aku tunggu di depan ya " ucap Nesya lagi sambil mengambil tas nya yang tersender di kursi .


" kamu gak makan lagi , makanan mu masih ada nes " ucap ghuzheng menatap Nesya .


" enggak . aku sudah kenyang " ucap Nesya menggeleng .


" ya sudah ayo kita berangkat sekarang " ucap ghuzheng meneguk segelas susu .


" ma ghuzheng berangkat dulu ya " ucap ghuzheng mencium pipi nyonya britney.


" kalian hati - hati ya " ucap nyonya Britney tersenyum .


.


.


.


#####


JALAVANYA GRUP


sesampainya di kantor Sean kini di sambut dengan senyuman hangat Naomi-sekretaris Sean .


" pagi Sean " ucap Naomi dengan tersenyum .


" pagi " ucap Sean sambil terus melangkah membuka pintu ruangan nya .


tok...tok...tok


" masuk " ucap Sean sedang membuka berkas - berkas nya yang menumpuk .


" bagaimana acara launchingnya ? " ucap Naomi berjalan menghampiri kursi Sean.


" lancar " jawab Sean dengan acuh .

__ADS_1


" Sean aku ingin bicara serius dengan mu " ucap Naomi yang kini berjalan ke sofa .


" bicara saja aku akan mendengarkan mu " ucap Sean sambil tetap fokus di layar monitor nya .


" ini tentang kita " ucap Naomi lagi dengan memandang Sean .


lalu Sean mengangkat kepalanya dan menatap Naomi dengan pandangan bertanya .


" duduk lah kemari " ucap Naomi menepuk sofa di sebelahnya , lalu dengan menurut Sean pun berjalan menuju sofa itu .


" ada apa ? " ucap Sean menghadap ke arah Naomi .


" apa kau masih menyukaiku ? " ucap Naomi .


" kenapa kau menanyakan itu ? " ucap Sean sambil mengeryitkan matanya .


" aku memutuskan untuk memilihmu . aku tidak jadi rujuk dengan mantan suami ku " ucap Naomi menatap Sean dengan tersenyum .


kini Sean menunjukan ekspresi yang tak terduga bagi Naomi .


" lalu kau memilih ku untuk kau jadikan pelarian mu , begitu maksudmu? " ucap Sean menaikan salah satu alis nya .


" bukan begitu Sean , tapi aku baru sadar telah menyukaimu " ucap Naomi meyakinkan sean.


" kenapa baru sekarang ? " ucap Sean yang rahang nya mengeras .


" bukankah tidak ada bedanya aku mengakuinya sekarang ataupun dulu . kau masih menyukaiku kan ? " ucap Naomi memegang tangan Sean .


" maafkan aku " ucap Sean menepis tangan Naomi yang memegang nya .


" aku sudah berhenti mengejarmu Naomi . aku sudah melupakan mu " ucap Sean dengan menatap mata Naomi.


" aku sudah mencintai gadis lain " ucap Sean .


" Sean apa kau mencoba mempermainkan hatiku ? " ucap Naomi yang sedih .


" maafkan aku naomi . aku sudah berhenti untuk mengejar mu . sekarang kau bisa kembali ke meja kerja mu " ucap Sean menatap depan .


" tapi aku sudah mengakui perasaan ku padamu ! " ucap Naomi dengan sedikit emosi .


" kau telat Naomi . kenapa kau baru bilang saat hati ku telah di curi oleh gadis lain . apa ini salah ku ! " ucap Sean frustasi karena bingung .


sejenak mereka terdiam sehingga membuat ruangan itu terasa mencekam .


" baiklah aku akan kembali ke meja ku " ucap Naomi sambil berdiri .


lalu di ikuti Sean yang ikut berdiri juga , lalu tiba - tiba Naomi menitihkan air matanya dan langsung mengusapnya .


" sudah lah jangan menangis " ucap Sean memandang Naomi .


" maafkan aku Sean . tidak seharusnya aku berteriak padamu seperti tadi " ucap Naomi sambil memeluk Sean .


" tidak apa . aku tau kau kecewa dengan ku " ucap Sean menepuk punggung naomi di pelukannya .


saat mereka berpelukan tak di sangka pintu tiba - tiba telah di buka seseorang .


seseorang yang telah muncul di hadapan Sean itu membuatnya melepas pelukan Naomi .


" Nesya ! " ucap Sean kaget karena tiba - tiba Nesya datang ke kantornya masih mengenakan seragam sekolah .

__ADS_1


kini Nesya hanya menatap kosong tanpa berbicara apapun .


wajahnya berubah menjadi merah padam dan matanya seperti menggambarkan kekecewaan .


" kenapa kau kemari ?" ucap Sean yang gugup seperti terpergok mencuri sambil menghampiri Nesya di depan pintu .


tanpa berkata-kata Nesya hanya memberikan tas plastik yang isinya bekal untuk Sean lalu dia melesat pergi dengan berlari .


" Nesya , tunggu ! " ucap Sean lalu meletakkan bekal itu di meja dekat Naomi berdiri .


" Sean ! itukah gadis yang kau maksud ? " ucap Naomi memegang pergelangan tangan Sean .


" lepaskan " ucap Sean menepis kasar tangan Naomi lalu berlari mengejar Nesya .


Sean terus mengejar Nesya hingga dia melihat nya masuk ke dalam lift .


dengan secepat nya Sean berlari menuju lift itu agar bisa mengejar Nesya.


Sean sempat melihat ekspresi sedih Nesya di dalam lift itu.


tetapi alhasil pintu lift pun tertutup .


" Nesya ! nes " ucap Sean mengetuk pintu lift itu dengan percuma .


sudah jelas itu tidak akan membantu nya . tapi karena dia gugup dia melakukan hal bodoh seperti itu .


setelah itu Sean memutuskan untuk mengejar Nesya dengan menuruni tangga menuju lantai pertama .


padahal posisinya saat ini berapa di lantai 18 . Sean terus menuruni tangga itu dengan cepat , tanpa menggubris pegawainya yang menyapa , dia terus berlari .


#####


berbeda dengan keadaan Sean , kini Nesya sedang menahan tangis nya di lift .


" ternyata kak Sean menjauhi ku karena itu " ucap Nesya dalam hati .


" sekarang aku sudah tau . jadi tidak perlu lagi mencari penjelasan padanya " ucap Nesya sambil menghapus air matanya.


setelah itu lift pun terbuka dan Nesya berjalan pelan karena dia kini merasa sedih , hancur ,marah . semua bercampur menjadi satu .


" apa ini yang di sebut patah hati ? " ucap Nesya dalam hati .


kini ponsel Nesya berbunyi lalu di lihatnya nama yang menelfon itu ternyata Sean .


dengan cepat Nesya menghapus air matanya dan memencet tombol terima di layar ponsel nya .


" halo nes " ucap Sean dengan nafas nya yang terdengar berat .


" kak Sean kenapa ? " ucap Nesya yang khawatir .


" kau sekarang dimana ? " saut Sean .


" kakak kenapa ? " ucap Nesya mengulangi pertanyaannya .


" kau jawab aku dulu . kau dimana sekarang ?" ucap Sean dengan nafasnya yang terdengar di telfon .


" aku di lobby " ucap Nesya yang keceplosan memberitahu Sean .


" tunggu di sana jangan kemana-mana " ucap Sean lalu menutup telfon nya .

__ADS_1


__ADS_2