
" karena aku tidak ingin benar - benar menjauhi nesya " ucap Sean dalam hati .
ghuzheng pun merasa kesal dan ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan amarah nya .
keesokan paginya hawa dingin mulai merasuk dalam keluarga britney .
semua orang memang sedang berkumpul disana tetapi tidak ada pembicaraan yang mengundang tawa lagi .
Semua menjadi hening dan saling melempar pandangan dingin satu sama lain .
" kalian kenapa sama-sama diam ? " ucap nyonya Britney.
" tidak apa - apa ma " ucap ghuzheng sambil kembali memakan makanan nya .
" Nesya apa kau sakit ? " ucap nyonya Britney pada Nesya dengan lembut .
" tidak mama , Nesya baik-baik saja " ucap Nesya tersenyum .
" baguslah " ucap nyonya Britney tersenyum .
" aku berangkat " ucap Sean tidak menghabiskan sarapan nya .
" kenapa buru - buru sekali ? sarapan mu juga belum habis " ucap nyonya Britney .
tapi Sean tidak menggubris itu karena percuma saja , dijawab pun nyonya britney akan tau dia sedang berbohong .
" Sean ! kau tidak menunggu ghuzheng dan Nesya ? " ucap nyonya Britney lagi .
" aku akan berangkat dengan Nesya sendiri ma . biarkan dia pergi terlebih dahulu " ucap ghuzheng tersenyum .
" ah anak itu . sebenarnya apa yang terjadi padanya . selalu lari-larian seperti ini . apakah kau bertengkar dengan kakakmu ? " tanya nyonya Britney pada ghuzheng sambil memandang kepergian Sean .
ghuzheng hanya mengangkat bahunya dan melirik ke Nesya sebentar . Nesya hanya diam menatap makanan nya .
" nes , kok melamun " ucap ghuzheng menyentuh pundak Nesya.
" tidak apa - apa . ayo kita berangkat sekarang " ucap Nesya tersenyum tipis dan berpamitan pada nyonya Britney .
" kalian hati - hati ya " ucap nyonya Britney dengan perasaan curiga .
#####
kini Sean sudah berada di depan JALAVANYA grup .
selama sean berjalan banyak karyawan yang menyapa nya tapi dia terus menatap depan dengan pandangan kosong .
dia sedang memikirkan Nesya hingga tak sadar berbelok ke toilet wanita dan saat membuka pintu ada 3 wanita yang menjerit bersamaan .
" AAAaaaaaa!!!" jerit 3 wanita tadi .
__ADS_1
sontak Sean pun sadar dari lamunan nya .
" maaf , aku tidak sengaja " ucap Sean dengan cepat menutup pintu nya lagi .
" astaga kenapa aku sampai kesasar kesana " rutuk nya kesal sambil berjalan cepat menuju ruangan nya .
" Sean . pukul 9 ada meeting dengan Mr. Janson " ucap Naomi berdiri di belakang mejanya .
" apa ! kenapa kau tidak memberi tahuku ! " saut Sean .
" aku sudah mengirim pesan singkat padamu tadi malam " ucap Naomi .
lalu Sean mengingat - ingat semalam . dia teringat bahwa ponsel nya sengaja di matikan karena dia terus kepikiran ingin menelfon Nesya.
" kalau begitu siapkan berkas - berkas yang harus di bawa " ucap Sean lalu bergegas menuju ruangan nya .
Sean kini kembali duduk dengan tetap melamun menatap ponsel nya .
" apa aku benar - benar merelakan Nesya ? . tapi kenapa hatiku merasa tidak terima " ucap Sean dalam hati dan memijat kepalanya karena kebingungan .
" Sean mobil sudah siap di depan ayo berangkat ! " ucap Naomi sambil membuka pintu ruangan Sean .
tetapi Sean tetap tidak merespon ucapan nya hingga Naomi mencoba mendekat dan memanggil nya sekali lagi .
" Sean ! " ucap Naomi mengulangi memanggil Sean .
" ayo berangkat . tunggu apa lagi ?" ucap Naomi .
" baiklah " ucap Sean melangkah keluar lalu mereka jalan berdampingan untuk pergi ke ruang meeting.
.
.
.
sesampainya disana , sean berjabat tangan dengan tersenyum hangat pada klien nya .
" selamat pagi Mr.Jonson " ucap Naomi dengan ramah .
" selamat pagi non Naomi . senang bertemu anda dan Mr. Sean " ucap Mr. Jonson dengan sumringah .
" mari duduk " ucap Naomi mempersilahkan duduk .
kini Naomi terus menjelaskan setiap bab yang sedang mereka bahas sedangkan Sean terus melamun tanpa tau apa yang mereka bahas.
hingga akhirnya Mr.jonson merasa Sean tidak serius dalam meeting ini .
" Mr. Sean ! " ucap Naomi yang ada di samping nya .
__ADS_1
" iya nes ? " ucap Sean yang kelabakan dan salah memanggil nama .
" apa anda setuju dengan permintaan Mr. Jonson ? " ucap Naomi tidak menggubris lamunan Sean tetapi dia mengulangi pertanyaan Mr. Jonson pada Sean .
" maaf . tadi sampai mana ? " ucap Sean mulai membuka map yang di depan nya .
" seperti nya Mr. Sean ada sebuah masalah " ucap Mr. Jonson menatap ke arah Sean dengan tersinggung .
" maafkan aku sepertinya meeting ini di tunda dulu . permisi " ucap Sean berdiri lalu pergi meninggalkan ruang meeting itu .
Sean terus berjalan dengan cepat hingga sampai di ruangan nya sendiri .
disana dia mengambil air putih dan meneguk pelan - pelan .
" tenangkan dirimu Sean . kenapa kau menjadi berubah begini ! bukan kah dulu kau adalah pria berhati dingin " ucap Sean pada dirinya sambil berdiri .
di tambah lagi rasa kesal karena memikirkan janjinya pada ghuzheng .
" sial ! untuk apa aku mengalah padanya . kalau sudah seperti ini aku tidak mungkin menarik janji ku lagi " ucap Sean menendang kursinya hingga terbalik .
tok...tok...tok..
" siapa ! " ucap Sean dingin .
" ini aku " ucap Naomi sambil membuka pintu .lalu Naomi berjalan ke arah Sean .
" kau kenapa tidak fokus begitu ? . Sean ini peluang besar tapi kau hampir menggagalkan nya " ucap Naomi meletakan berkas di meja nya .
" aku tau tapi pikiran ku kacau " ucap Sean duduk di sofa nya .
" apa ini tentang gadis itu ? " ucap Naomi mendekati Sean .
Sean hanya diam tidak menjawab pertanyaan Naomi .
"apakah dia marah karena aku memeluk mu ?" ucap Naomi menebak .
Sean tetap diam menatap ke meja kaca hitam yang memantulkan dirinya dari bawah situ .
" baiklah jika kau tidak ingin bercerita . aku akan pergi saja , tapi aku hanya mempunyai saran untuk mu . jika ada masalah sebaiknya kau selesaikan , jangan pernah lari ataupun diam karena itu tidak akan menjelaskan apapun. dan jika gadis itu menyukai mu sudah seharusnya kau memperjuangkan nya " ucap Naomi lalu berdiri ingin melangkah pergi .
" apa itu harus ? " ucap Sean tetap menatap ke bawah .
" harus ! karena dia mencintai mu bukan orang lain jadi sudah sepantasnya kau harus berjuang untuknya " ucap Naomi .
" jangan seperti ku , yang jelas - jelas dulu kau mencintai ku tapi aku malah mengacuhkan mu . jika kau memilih pilihan yang sama seperti ku , kau akan menyesal di kemudian hari " ucap Naomi tersenyum pada Sean .
" maafkan aku naomi . aku tidak bermaksud menyakitimu " ucap Sean mendongakkan kepalanya .
" itu sudah berlalu . sekarang yang aku bahas adalah masalah asmara mu Sean " ucap Naomi lalu berjalan keluar menuju meja nya .
__ADS_1