Teach Me To Love

Teach Me To Love
TERBAYANG


__ADS_3

" karena aku tidak ingin benar - benar menjauhi nesya " ucap Sean dalam hati .


ghuzheng pun merasa kesal dan ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan amarah nya .


keesokan paginya hawa dingin mulai merasuk dalam keluarga britney .


semua orang memang sedang berkumpul disana tetapi tidak ada pembicaraan yang mengundang tawa lagi .


Semua menjadi hening dan saling melempar pandangan dingin satu sama lain .


" kalian kenapa sama-sama diam ? " ucap nyonya Britney.


" tidak apa - apa ma " ucap ghuzheng sambil kembali memakan makanan nya .


" Nesya apa kau sakit ? " ucap nyonya Britney pada Nesya dengan lembut .


" tidak mama , Nesya baik-baik saja " ucap Nesya tersenyum .


" baguslah " ucap nyonya Britney tersenyum .


" aku berangkat " ucap Sean tidak menghabiskan sarapan nya .


" kenapa buru - buru sekali ? sarapan mu juga belum habis " ucap nyonya Britney .


tapi Sean tidak menggubris itu karena percuma saja , dijawab pun nyonya britney akan tau dia sedang berbohong .


" Sean ! kau tidak menunggu ghuzheng dan Nesya ? " ucap nyonya Britney lagi .


" aku akan berangkat dengan Nesya sendiri ma . biarkan dia pergi terlebih dahulu " ucap ghuzheng tersenyum .


" ah anak itu . sebenarnya apa yang terjadi padanya . selalu lari-larian seperti ini . apakah kau bertengkar dengan kakakmu ? " tanya nyonya Britney pada ghuzheng sambil memandang kepergian Sean .


ghuzheng hanya mengangkat bahunya dan melirik ke Nesya sebentar . Nesya hanya diam menatap makanan nya .


" nes , kok melamun " ucap ghuzheng menyentuh pundak Nesya.


" tidak apa - apa . ayo kita berangkat sekarang " ucap Nesya tersenyum tipis dan berpamitan pada nyonya Britney .


" kalian hati - hati ya " ucap nyonya Britney dengan perasaan curiga .


#####


kini Sean sudah berada di depan JALAVANYA grup .


selama sean berjalan banyak karyawan yang menyapa nya tapi dia terus menatap depan dengan pandangan kosong .


dia sedang memikirkan Nesya hingga tak sadar berbelok ke toilet wanita dan saat membuka pintu ada 3 wanita yang menjerit bersamaan .


" AAAaaaaaa!!!" jerit 3 wanita tadi .

__ADS_1


sontak Sean pun sadar dari lamunan nya .


" maaf , aku tidak sengaja " ucap Sean dengan cepat menutup pintu nya lagi .


" astaga kenapa aku sampai kesasar kesana " rutuk nya kesal sambil berjalan cepat menuju ruangan nya .


" Sean . pukul 9 ada meeting dengan Mr. Janson " ucap Naomi berdiri di belakang mejanya .


" apa ! kenapa kau tidak memberi tahuku ! " saut Sean .


" aku sudah mengirim pesan singkat padamu tadi malam " ucap Naomi .


lalu Sean mengingat - ingat semalam . dia teringat bahwa ponsel nya sengaja di matikan karena dia terus kepikiran ingin menelfon Nesya.


" kalau begitu siapkan berkas - berkas yang harus di bawa " ucap Sean lalu bergegas menuju ruangan nya .


Sean kini kembali duduk dengan tetap melamun menatap ponsel nya .


" apa aku benar - benar merelakan Nesya ? . tapi kenapa hatiku merasa tidak terima " ucap Sean dalam hati dan memijat kepalanya karena kebingungan .


" Sean mobil sudah siap di depan ayo berangkat ! " ucap Naomi sambil membuka pintu ruangan Sean .


tetapi Sean tetap tidak merespon ucapan nya hingga Naomi mencoba mendekat dan memanggil nya sekali lagi .


" Sean ! " ucap Naomi mengulangi memanggil Sean .


" ayo berangkat . tunggu apa lagi ?" ucap Naomi .


" baiklah " ucap Sean melangkah keluar lalu mereka jalan berdampingan untuk pergi ke ruang meeting.


.


.


.


sesampainya disana , sean berjabat tangan dengan tersenyum hangat pada klien nya .


" selamat pagi Mr.Jonson " ucap Naomi dengan ramah .


" selamat pagi non Naomi . senang bertemu anda dan Mr. Sean " ucap Mr. Jonson dengan sumringah .


" mari duduk " ucap Naomi mempersilahkan duduk .


kini Naomi terus menjelaskan setiap bab yang sedang mereka bahas sedangkan Sean terus melamun tanpa tau apa yang mereka bahas.


hingga akhirnya Mr.jonson merasa Sean tidak serius dalam meeting ini .


" Mr. Sean ! " ucap Naomi yang ada di samping nya .

__ADS_1


" iya nes ? " ucap Sean yang kelabakan dan salah memanggil nama .


" apa anda setuju dengan permintaan Mr. Jonson ? " ucap Naomi tidak menggubris lamunan Sean tetapi dia mengulangi pertanyaan Mr. Jonson pada Sean .


" maaf . tadi sampai mana ? " ucap Sean mulai membuka map yang di depan nya .


" seperti nya Mr. Sean ada sebuah masalah " ucap Mr. Jonson menatap ke arah Sean dengan tersinggung .


" maafkan aku sepertinya meeting ini di tunda dulu . permisi " ucap Sean berdiri lalu pergi meninggalkan ruang meeting itu .


Sean terus berjalan dengan cepat hingga sampai di ruangan nya sendiri .


disana dia mengambil air putih dan meneguk pelan - pelan .


" tenangkan dirimu Sean . kenapa kau menjadi berubah begini ! bukan kah dulu kau adalah pria berhati dingin " ucap Sean pada dirinya sambil berdiri .


di tambah lagi rasa kesal karena memikirkan janjinya pada ghuzheng .


" sial ! untuk apa aku mengalah padanya . kalau sudah seperti ini aku tidak mungkin menarik janji ku lagi " ucap Sean menendang kursinya hingga terbalik .


tok...tok...tok..


" siapa ! " ucap Sean dingin .


" ini aku " ucap Naomi sambil membuka pintu .lalu Naomi berjalan ke arah Sean .


" kau kenapa tidak fokus begitu ? . Sean ini peluang besar tapi kau hampir menggagalkan nya " ucap Naomi meletakan berkas di meja nya .


" aku tau tapi pikiran ku kacau " ucap Sean duduk di sofa nya .


" apa ini tentang gadis itu ? " ucap Naomi mendekati Sean .


Sean hanya diam tidak menjawab pertanyaan Naomi .


"apakah dia marah karena aku memeluk mu ?" ucap Naomi menebak .


Sean tetap diam menatap ke meja kaca hitam yang memantulkan dirinya dari bawah situ .


" baiklah jika kau tidak ingin bercerita . aku akan pergi saja , tapi aku hanya mempunyai saran untuk mu . jika ada masalah sebaiknya kau selesaikan , jangan pernah lari ataupun diam karena itu tidak akan menjelaskan apapun. dan jika gadis itu menyukai mu sudah seharusnya kau memperjuangkan nya " ucap Naomi lalu berdiri ingin melangkah pergi .


" apa itu harus ? " ucap Sean tetap menatap ke bawah .


" harus ! karena dia mencintai mu bukan orang lain jadi sudah sepantasnya kau harus berjuang untuknya " ucap Naomi .


" jangan seperti ku , yang jelas - jelas dulu kau mencintai ku tapi aku malah mengacuhkan mu . jika kau memilih pilihan yang sama seperti ku , kau akan menyesal di kemudian hari " ucap Naomi tersenyum pada Sean .


" maafkan aku naomi . aku tidak bermaksud menyakitimu " ucap Sean mendongakkan kepalanya .


" itu sudah berlalu . sekarang yang aku bahas adalah masalah asmara mu Sean " ucap Naomi lalu berjalan keluar menuju meja nya .

__ADS_1


__ADS_2