Teach Me To Love

Teach Me To Love
RINDU


__ADS_3

semua orang berkerumun ingin menolong diva dan supir untuk keluar dari taxi kecuali pengendara mobil ugal-ugalan itu , dia sudah kabur dengan membawa mobil nya entah kemana .


beberapa saat kemudian datanglah polisi dan ambulance yang di panggil warga sekitar untuk mengatasi kecelakaan itu .


#####


Di rumah nyonya britney


ghuzheng kini sedang berada di ruang keluarga untuk menunggu kedatangan seseorang .


" tunggu ! " ucap ghuzheng saat mengetahui Seseorang yang di tunggunya lewat .


" kenapa kau memanggil ku ? " ucap Sean menatap ghuzheng dengan malas .


" bagaimana tawaran ku ? " ucap ghuzheng .


" tawaran yang mana ? " ucap Sean menaikan alisnya .


" kakak mau pindah tidak ? " ucap ghuzheng mengulangi pertanyaan nya .


" jawaban ku masih sama dan akan selalu sama " ucap Sean dengan tegas .


" baiklah jika kakak tidak ingin pindah . aku mempunyai cara lain agar Nesya tetap memilihku " ucap ghuzheng tersenyum penuh kemenangan .


" apa yang ingin kau lakukan ? " ucap Sean penasaran .


" nanti kakak akan tau sendiri " ucap ghuzheng sambil melewati Sean menuju kamar nya .


" apa yang sebenarnya di rencanakan ghuzheng . semoga saja tidak membahayakan nesya " ucap Sean mengembuskan nafas pelan lalu melangkah lagi menuju kamar .


saat menaiki anak tangga tiba lah Sean di lantai dua sambil menatap kamar Nesya yang sedang tertutup .


" aku rindu padanya . ingin sekali melihatnya walau sedetik saja " ucap Sean dalam hati .


dan sepertinya Tuhan mengabulkan permintaan Sean , tiba - tiba pintu kamar Nesya pun terbuka dan memunculkan Nesya yang berjalan dengan kaki yang sedikit berjingkat sakit .


" kau kenapa ? " ucap Sean khawatir.


" tadi habis jatuh kak " ucap Nesya memandang Sean dengan jantung yang berdetak sangat cepat .


" kenapa bisa terjatuh ? bisakah kau lebih berhati - hati lagi ? " ucap Sean menghampiri Nesya .


" sudahlah kak tidak apa-apa " ucap Nesya melangkah mundur saat Sean berlutut di depannya untuk melihat luka di lutut Nesya .


" jangan banyak protes . kemarilah aku ingin melihat luka mu !" ucap Sean .


Nesya pun mendekatkan kaki nya pada Sean .

__ADS_1


" ini hanya lecet saja . tapi lebam nya harus di kompres untuk mengurangi rasa nyeri " ucap sean .


" sudah ku bilang kan ini hanya luka kecil " ucap Nesya ingin menuruni anak tangga .


" kau mau kemana ? " ucap Sean heran.


" mau mengambil baskom dan es batu " ucap Nesya .


"kenapa kau harus turun . bukan kah lebih mudah untuk memanggil pelayan pribadi mu dari dalam kamar ? " ucap Sean .


" hanya mengambil baskom dan es batu saja aku bisa sendiri kak " ucap Nesya .


" ya sudah tunggulah di kamar saja .biar aku yang ambil " ucap Sean berjalan menuruni tangga lagi .


Nesya pun tertunduk senyum karena perhatian kecil Sean dan memasuki kamar nya dengan langkah pelan .


tak beberapa lama pintu pun di buka oleh Sean yang sudah membawa baskom dan es batu terbalut kain .


" terimakasih kak " ucap Nesya yang ingin mengambil alih baskom di tangan Sean .


" kau cukup diam . biar aku saja yang melakukan nya " ucap Sean pada Nesya .


" tidak usah kak biar Nesya saja . kakak kan belum mandi " ucap Nesya .


" setelah mengobati lututmu aku akan mandi " ucap Sean tersenyum manis .


Nesya akhirnya mengalah dan membiarkan Sean yang mengompres lebam yang ada di lututnya.


" bagaimana sekolahmu hari ini ? " ucap Sean .


" a ? sekolah ku tadi berjalan dengan lancar " ucap Nesya yang terkejut dengan pertanyaan Sean karena tidak biasanya Sean sepeduli ini dengan hal - hal kecil .


" bagaimana kau bisa mendapatkan luka seperti ini ? " ucap Sean pada Nesya .


" kan tadi aku sudah bilang . aku jatuh " ucap Nesya menundukan kepalanya karena tidak ingin terlihat berbohong .


" aku sudah mengenal mu Nesya . jadi percuma kau membohongi ku . katakan yang sejujurnya " ucap Sean tetap mengompres lutut Nesya .


" aku terjegal oleh diva kak " ucap Nesya lirih.


" beraninya dia menyakitimu lagi " ucap Sean marah .


" tapi dia bilang tidak sengaja kak . jadi ini bukan kesalahan nya " saut Nesya .


"dia membencimu mana mungkin dia akan mengaku menjegal mu " ucap sean lagi .


disini Nesya hanya diam dengan meremas selimut yang ada di dekat nya karena menahan sakit .

__ADS_1


" setelah ini aku akan membuat dia kapok " ucap Sean ingin melangkah pergi .


" jangan kak ! . dia sudah di buat menangis oleh ghuzheng tadi . jadi jangan menambah kesakitan nya " ucap Nesya melarang Sean.


" maksudmu ? " ucap Sean membalikan badan nya menghadap ke Nesya lagi .


" tadi dia menyatakan cinta nya lagi di hadapan ghuzheng dan teman-temna di sekolah. bahkan dia juga mencium ghuzheng pasti dia sudah sangat malu dengan perbuatan nya itu kak . jangan hukum diva lagi " ucap Nesya .


" apa dia mencium nya di depan mu ? " ucap Sean .


Nesya pun menganggukan kepalanya.


" gila ! . kenapa ghuzheng mau di cium diva " ucap Sean marah ingin menghampiri ghuzheng .


" itu bukan kesalahan ghuzheng kak . diva mencium nya dengan mendadak " ucap Nesya .


" kenapa kau masih membelanya sedangkan dia menyakitimu ! apa kau sekarang mulai mencintainya" ucap Sean kesal dengan Nesya .


" justru aku tidak mencintainya jadi aku biarkan saja . aku tidak merasa tersakiti jika yang di cium gadis lain adalah ghuzheng " ucap Nesya menatap Sean .


" jika itu aku ? " saut Sean iseng menanyakan hal itu .


Nesya langsung gugup dan mulai menunjukan ekspresi malu .


" aduh mulut ini ! " rutuk Nesya dalam hati .


tok...tok...tok


Sean dan Nesya pun menengok pintu yang di ketuk seseorang .


" permisi non " ucap mbak Rani.


" ada apa mbak ? " ucap Nesya pada mbak Rani.


" maaf non . makan malam sudah siap " ucap mbak Rani tersenyum .


" iya mbak sebentar lagi Nesya akan turun " ucap Nesya tersenyum . lalu mbak Rani kembali turun .


" sebaiknya kakak cepat mandi . karena sudah waktunya makan malam " ucap Nesya sambil mendorong Sean agar keluar kamarnya .


" hei aku belum mendengar jawaban mu " ucap Sean terus melangkah maundur karena di dorong Nesya .


" sudah sana mandi " ucap Nesya menunduk sambil menutup pintu .


kini Sean hanya tersenyum sendiri sambil memandang pintu Nesya .


" dia malu - malu....itu artinya dia akan marah jika aku begitu " ucap Sean dengan perasaan yang senang melangkah ke kamar nya .

__ADS_1


__ADS_2