
semua orang berkerumun ingin menolong diva dan supir untuk keluar dari taxi kecuali pengendara mobil ugal-ugalan itu , dia sudah kabur dengan membawa mobil nya entah kemana .
beberapa saat kemudian datanglah polisi dan ambulance yang di panggil warga sekitar untuk mengatasi kecelakaan itu .
#####
Di rumah nyonya britney
ghuzheng kini sedang berada di ruang keluarga untuk menunggu kedatangan seseorang .
" tunggu ! " ucap ghuzheng saat mengetahui Seseorang yang di tunggunya lewat .
" kenapa kau memanggil ku ? " ucap Sean menatap ghuzheng dengan malas .
" bagaimana tawaran ku ? " ucap ghuzheng .
" tawaran yang mana ? " ucap Sean menaikan alisnya .
" kakak mau pindah tidak ? " ucap ghuzheng mengulangi pertanyaan nya .
" jawaban ku masih sama dan akan selalu sama " ucap Sean dengan tegas .
" baiklah jika kakak tidak ingin pindah . aku mempunyai cara lain agar Nesya tetap memilihku " ucap ghuzheng tersenyum penuh kemenangan .
" apa yang ingin kau lakukan ? " ucap Sean penasaran .
" nanti kakak akan tau sendiri " ucap ghuzheng sambil melewati Sean menuju kamar nya .
" apa yang sebenarnya di rencanakan ghuzheng . semoga saja tidak membahayakan nesya " ucap Sean mengembuskan nafas pelan lalu melangkah lagi menuju kamar .
saat menaiki anak tangga tiba lah Sean di lantai dua sambil menatap kamar Nesya yang sedang tertutup .
" aku rindu padanya . ingin sekali melihatnya walau sedetik saja " ucap Sean dalam hati .
dan sepertinya Tuhan mengabulkan permintaan Sean , tiba - tiba pintu kamar Nesya pun terbuka dan memunculkan Nesya yang berjalan dengan kaki yang sedikit berjingkat sakit .
" kau kenapa ? " ucap Sean khawatir.
" tadi habis jatuh kak " ucap Nesya memandang Sean dengan jantung yang berdetak sangat cepat .
" kenapa bisa terjatuh ? bisakah kau lebih berhati - hati lagi ? " ucap Sean menghampiri Nesya .
" sudahlah kak tidak apa-apa " ucap Nesya melangkah mundur saat Sean berlutut di depannya untuk melihat luka di lutut Nesya .
" jangan banyak protes . kemarilah aku ingin melihat luka mu !" ucap Sean .
Nesya pun mendekatkan kaki nya pada Sean .
__ADS_1
" ini hanya lecet saja . tapi lebam nya harus di kompres untuk mengurangi rasa nyeri " ucap sean .
" sudah ku bilang kan ini hanya luka kecil " ucap Nesya ingin menuruni anak tangga .
" kau mau kemana ? " ucap Sean heran.
" mau mengambil baskom dan es batu " ucap Nesya .
"kenapa kau harus turun . bukan kah lebih mudah untuk memanggil pelayan pribadi mu dari dalam kamar ? " ucap Sean .
" hanya mengambil baskom dan es batu saja aku bisa sendiri kak " ucap Nesya .
" ya sudah tunggulah di kamar saja .biar aku yang ambil " ucap Sean berjalan menuruni tangga lagi .
Nesya pun tertunduk senyum karena perhatian kecil Sean dan memasuki kamar nya dengan langkah pelan .
tak beberapa lama pintu pun di buka oleh Sean yang sudah membawa baskom dan es batu terbalut kain .
" terimakasih kak " ucap Nesya yang ingin mengambil alih baskom di tangan Sean .
" kau cukup diam . biar aku saja yang melakukan nya " ucap Sean pada Nesya .
" tidak usah kak biar Nesya saja . kakak kan belum mandi " ucap Nesya .
" setelah mengobati lututmu aku akan mandi " ucap Sean tersenyum manis .
Nesya akhirnya mengalah dan membiarkan Sean yang mengompres lebam yang ada di lututnya.
" bagaimana sekolahmu hari ini ? " ucap Sean .
" a ? sekolah ku tadi berjalan dengan lancar " ucap Nesya yang terkejut dengan pertanyaan Sean karena tidak biasanya Sean sepeduli ini dengan hal - hal kecil .
" bagaimana kau bisa mendapatkan luka seperti ini ? " ucap Sean pada Nesya .
" kan tadi aku sudah bilang . aku jatuh " ucap Nesya menundukan kepalanya karena tidak ingin terlihat berbohong .
" aku sudah mengenal mu Nesya . jadi percuma kau membohongi ku . katakan yang sejujurnya " ucap Sean tetap mengompres lutut Nesya .
" aku terjegal oleh diva kak " ucap Nesya lirih.
" beraninya dia menyakitimu lagi " ucap Sean marah .
" tapi dia bilang tidak sengaja kak . jadi ini bukan kesalahan nya " saut Nesya .
"dia membencimu mana mungkin dia akan mengaku menjegal mu " ucap sean lagi .
disini Nesya hanya diam dengan meremas selimut yang ada di dekat nya karena menahan sakit .
__ADS_1
" setelah ini aku akan membuat dia kapok " ucap Sean ingin melangkah pergi .
" jangan kak ! . dia sudah di buat menangis oleh ghuzheng tadi . jadi jangan menambah kesakitan nya " ucap Nesya melarang Sean.
" maksudmu ? " ucap Sean membalikan badan nya menghadap ke Nesya lagi .
" tadi dia menyatakan cinta nya lagi di hadapan ghuzheng dan teman-temna di sekolah. bahkan dia juga mencium ghuzheng pasti dia sudah sangat malu dengan perbuatan nya itu kak . jangan hukum diva lagi " ucap Nesya .
" apa dia mencium nya di depan mu ? " ucap Sean .
Nesya pun menganggukan kepalanya.
" gila ! . kenapa ghuzheng mau di cium diva " ucap Sean marah ingin menghampiri ghuzheng .
" itu bukan kesalahan ghuzheng kak . diva mencium nya dengan mendadak " ucap Nesya .
" kenapa kau masih membelanya sedangkan dia menyakitimu ! apa kau sekarang mulai mencintainya" ucap Sean kesal dengan Nesya .
" justru aku tidak mencintainya jadi aku biarkan saja . aku tidak merasa tersakiti jika yang di cium gadis lain adalah ghuzheng " ucap Nesya menatap Sean .
" jika itu aku ? " saut Sean iseng menanyakan hal itu .
Nesya langsung gugup dan mulai menunjukan ekspresi malu .
" aduh mulut ini ! " rutuk Nesya dalam hati .
tok...tok...tok
Sean dan Nesya pun menengok pintu yang di ketuk seseorang .
" permisi non " ucap mbak Rani.
" ada apa mbak ? " ucap Nesya pada mbak Rani.
" maaf non . makan malam sudah siap " ucap mbak Rani tersenyum .
" iya mbak sebentar lagi Nesya akan turun " ucap Nesya tersenyum . lalu mbak Rani kembali turun .
" sebaiknya kakak cepat mandi . karena sudah waktunya makan malam " ucap Nesya sambil mendorong Sean agar keluar kamarnya .
" hei aku belum mendengar jawaban mu " ucap Sean terus melangkah maundur karena di dorong Nesya .
" sudah sana mandi " ucap Nesya menunduk sambil menutup pintu .
kini Sean hanya tersenyum sendiri sambil memandang pintu Nesya .
" dia malu - malu....itu artinya dia akan marah jika aku begitu " ucap Sean dengan perasaan yang senang melangkah ke kamar nya .
__ADS_1