
"baik nyonya . saya akan mengikuti tuan muda terlebih dahulu " ucap Robert.
" pastikan kau tidak ketahuan oleh nya . paham ! " ucap nyonya Britney .
" paham nyonya " ucap Robert lalu mematikan telfon nya setelah itu menancap gas membuntuti mobil ghuzheng dari jarak 5 meter yang sudah di pasang alat lacak menempel pada mobil nya .
.
.
.
kini sampailah ghuzheng di apartemennya untuk menurunkan Xing lu .
" sebaiknya kau ganti seragamu lalu ikut aku mencari Nesya ke luar negeri ? " ucap ghuzheng .
" apa kau sudah tau keberadaan Nesya ? " ucap Xing lu .
" belum tapi kita mencari ke negara yang dekat dengan negara kita terlebih dahulu " ucap ghuzheng .
" baiklah " ucap Xing lu lalu turun dari mobil ghuzheng .
" kalian sudah menemukan lokasi mereka ? " ucap ghuzheng pada telfonnya .
" belum tuan " ucap anak buah ghuzheng .
" baiklah , kalian tetap mencari di bagian barat aku akan mencari di bagian timur . paham ! " ucap ghuzheng tegas.
" paham tuan " ucap anak Buah nya lalu mematikan telfon .
#####
" Nesya kamu dimana ? " ucap Sean mencari keberadaan Nesya di rumah besar itu .
" aku disini kak" saut Nesya yang berada di kolam renang berbentuk oval .
Sean pun berjalan menuju Nesya dengan mengenakan sweater hijau lumut dan celana selutut kotak - kotak berwarna khaki .
" kenapa kamu malam malam disini ? " ucap Sean yang mengetahui Nesya tengah duduk di tepi kolam sambil mencelupkan kedua kakinya .
" aku hanya ingin menatap bayanganku sendiri di air " ucap Nesya sambil tetap menatap air yang menjadi bayangannya .
" sudahlah ayo berdiri nanti kamu basah " ucap Sean mengangkat tubuh Nesya dengan entengnya membawa Nesya duduk di kursi yang dekat kolam renang itu.
" kakak lihat bulan itu ? " ucap Nesya menunjuk bulan .
" ada apa dengan bulan itu ? " ucap Sean ikut menatap bulan .
" disana telah tinggal seorang putri yang di asingkan oleh raja dan ratu karena sang putri telah jatuh cinta pada seorang pria biasa " ucap Nesya .
" lalu apa yang terjadi dengan mereka ? " ucap Sean .
__ADS_1
" sang putri tetap tinggal di bulan itu hingga sekarang dan pria yang di cintainya telah di hukum cambuk seribu kali hingga menemui ajalnya " ucap Nesya memandang bulan .
" darimana kamu tau tentang cerita itu ? " ucap Sean mengeryit.
" dulu saat aku kecil ibu menceritakan dongeng putri bulan padaku . apakah cerita kita akan berakhir sama seperti putri bulan ? " ucap Nesya .
" tidak. tentu tidak akan sama ! " ucap Sean menenangkan Nesya.
" pria yang mencintai putri bulan itu bodoh , dia bukan aku . jika aku yang ada di posisinya , aku akan lari mencari putri bulan dan mengajaknya pergi seperti yang kamu alami sekarang " ucap Sean lagi .
" tapi jika pria itu lari , maka nyawa putri bulan juga menjadi taruhannya . jadi pria itu memilih menyerahkan diri dan membawa cinta Putri bulan hingga mati . begitu tulus cinta mereka berdua " ucap Nesya menangis haru .
" sudah lah itu kan hanya dongeng . kita sekarang hidup di jaman yang berbeda . jadi kamu jangan khawatirkan itu " ucap Sean mengelus rambut Nesya lalu menggandeng nya masuk untuk istirahat di kamar .
#####
di tempat yang penuh dengan televisi pengintai datanglah seorang wanita paruh baya dengan wajah cemas nya .
" Robert ! " ucap nyonya Britney .
" saya disini nyonya " ucap Robert yang sedang melihat titik merah keberadaan ghuzheng di layar monitornya .
" bagaimana hasilnya ? " ucap nyonya Britney .
" tuan Sean sekarang di lokasi yang aman nyonya. saya sudah menemukan nya lebih dulu sebelum anak buah tuan muda " ucap Robert .
" dimana dia sekarang . bisa kau tunjukan padaku ? " ucap nyonya Britney tak sabar .
" tuan Sean dan nona Nesya tinggal di pulau itu nyonya . saya menyelidiki pulau itu adalah milik Mr.justin Van Corner yang di jaga oleh 20 bodyguard yang profesional jadi tidak mungkin jika anak buah tuan ghuzheng dapat menemukan tuan Sean dan nona Nesya dengan mudah ." ucap Robert.
" syukurlah kalau begitu . aku sedikit lega setelah mendengar kabar mereka " ucap nyonya Britney menghembuskan nafas dengan lega.
" tunggu nyonya . saya juga mendapat nomor telfon tuan Sean yang baru " ucap Robert memberikan selembar kertas kecil seperti kertas note yang berisi nomor Sean .
" kerja bagus Robert . kalau begitu aku akan pulang sekarang " ucap nyonya Britney dengan sedikit senyum .
" baik nyonya . Anda hati - hati di jalan " ucap Robert.
.
.
.
"sekarang kamu tidurlah " ucap Sean pada Nesya .
" kakak mau kemana ? " ucap Nesya bingung .
" aku tidak kemana - mana aku hanya ingin mengambil laptop ku dan bekerja di atas ranjang ini " ucap Sean tersenyum .
" baiklah aku akan menemanimu juga " ucap Nesya memperbaiki duduk nya di samping Sean .
__ADS_1
" apa kamu tidak mengantuk ? " ucap Sean .
" tidak " ucap Nesya sambil menggeleng .
" sebaiknya kamu tidur . besok aku akan mengajak mu berjalan-jalan ke pantai " ucap Sean membujuk Nesya .
" benarkah ? baiklah aku akan tidur " ucap Nesya lalu kembali membaringkan tubuhnya dan merangkul perut Sean yang sedang duduk .
" baiklah posisi seperti ini tidak akan membuat mu pergi meninggalkan ku " ucap Nesya dalam hati seraya membenamkan wajahnya di dekat paha Sean .
" aku senang saat melihatmu bermanja dengan ku seperti ini nes " ucap Sean dalam hati sambil tersenyum menatap Nesya yang terpejam .
beberapa menit kemudian Nesya sudah terlelap dalam tidurnya dengan tetap merangkul perut Sean dan Sean pun masih mengetik dengan lincah di atas keyboard laptopnya .
tiba-tiba telfonnya pun bergetar dan tanpa melihat nama yang terdapat pada layar ponselnya Sean langsung mengangkat telfon itu .
" halo " ucap Sean menghadap laptop nya .
" Sean kau dimana sekarang nak " ucap nyonya Britney berbisik .
sontak Sean pun menghentikan jemarinya yang lincah tadi dan langsung menutup laptopnya .
" mama ! bagaimana mama tau nomor baruku ? " ucap Sean kaget bercampur heran .
" itu tidak penting Sean . sekarang jawab mama , kau ada dimana ? " ucap nyonya Britney .
" maafkan aku tidak bisa memberitahu mu " ucap Sean .
" baiklah tak apa kau tidak memberitahu ku . kenapa kau tidak jujur pada mamamu ini Sean ? . kenapa kau diam - diam menyimpan perasaan untuk Nesya ? " ucap nyonya Britney .
" mama sudah tau ? " ucap Sean semakin kaget .
" tentu mama tau " ucap nyonya Britney .
" maafkan Sean ma . Sean tidak bermaksud untuk merebut calon istri adik . tapi Sean juga mencintai Nesya " ucap Sean pelan karena tidak ingin Nesya terbangun .
" mama bisa memaklumi itu nak . perasaan memang tak tau kapan dia akan datang . sebaiknya kau berhati-hati terus karena adikmu dan anak buahnya sedang mencari nesya ke penjuru kota dan negara lain " ucap nyonya Britney memperingatkan.
" baik ma . kalau begitu ku tutup dulu telfonnya , mama cepat lah beristirahat jangan banyak pikiran . masalah ini biar aku dan Ghuzheng saja yang mengurusnya . " ucap Sean lalu menutup telfon nya .
" ku harap dia tidak menemukan ku sebelum waktunya " ucap Sean dalam hati .
#####
kamar nyonya Britney.
" ku mohon lindungi lah kedua putra ku tuhan . jangan biarkan hal buruk terjadi pada mereka berdua " ucap nyonya Britney seraya menumpukan kedua tangannya layaknya orang berdoa .
tanpa di sadari ada seseorang yang mengintai nyonya Britney dari balik pintu .
" jadi kau dalang dari menghilangnya Sean ! bagus , setelah ini aku akan membuatkan peti mati untukmu " ucap wanita yang memakai setelan serba hitam dengan menyeringai .
__ADS_1