
tanpa di sadari ada seseorang yang mengintai nyonya Britney dari balik pintu .
" jadi kau dalang dari menghilangnya Sean ! bagus , setelah ini aku akan membuatkan peti mati untukmu " ucap wanita yang memakai setelan serba hitam dengan menyeringai .
#####
setelah ghuzheng mengambil paspor nya di rumah kini dia sudah berada di bandara untuk lepas landas .
" ghuzheng tunggu ! " ucap Xing lu memegang tangan ghuzheng .
" ada apa Xing lu ? " ucap ghuzheng khawatir melihat raut wajah Xing lu yang mendadak lesu .
" seperti nya aku tidak bisa ikut dengan mu " ucap Xing lu sambil memegang perut nya .
" apa kau sedang sakit ? " ucap ghuzheng .
" aku waktunya datang bulan perutku sakit " ucap Xing lu .
" kalau begitu kau kembali lah ke apartemen " ucap ghuzheng .
" baiklah . mungkin 2 hari lagi aku akan menyusul mu " ucap Xing lu .
" kau tenang saja . yang penting kau subuh dulu . ok ! " ucap ghuzheng mengelus kepala xing lu .
" baiklah kalau begitu aku pergi dulu " ucap ghuzheng lagi dengan melambai . setelah kepergian ghuzheng Xing lu pun kembali pulang .
#####
kini mata Sean sudah merasa pedih karena terlalu lama memandang layar monitor.
dia pun memutuskan untuk menutup laptop nya dan tidur di samping Nesya .
" lelap Sekali tidurmu " ucap Sean mengelus rambut Nesya tiba - tiba telfon nya pun berbunyi .
" kenapa kau malam - malam menelfon ku " ucap Sean pada si penelfon .
" maaf tuan . tapi saya tadi melihat teman wanita tuan muda sedang mengintip di kamar nyonya . sepertinya ada yang tidak beres dengan nya " ucap spy khusus yang di sewa Sean untuk menjaga mamanya saat dia pergi . spy itu telah menyamar menjadi pelayan baru .
" apa yang dia lakukan disana ? " ucap Sean heran .
" dia tidak melakukan apapun tuan . tapi saya lihat dia terus mengawasi nyonya " ucap Spy itu.
" George terus awasi dia ,jangan sampai lengah " ucap Sean tegas.
" baik tuan . saya akan terus menjaga nyonya" ucap Spy itu.
" bagus . kabari aku 10 menit sekali saat gadis itu datang lagi " ucap Sean .
" baik tuan " ucap Spy itu lalu menutup telfon nya .
setelah mendengar kabar seperti itu ,mendadak hati Sean menjadi tidak karuan dan susah tidur .
" sebenarnya apa yang dia mau " ucap Sean geram dengan Xing lu . setelah itu Sean membuka daftar kontak dan mencari nama Justin disana .
Tut...tut...Tut.... ( tanda terhubung ) .
" ada apa malam - malam menelfon ku ? " ucap Justin .
" apa kau masih belum tidur " ucap sean.
" belum aku masih di ruang kerjaku " ucap Justin .
"baiklah aku butuh bantuan mu " ucap Sean.
" kau butuh bantuanku apa ? " ucap Justin .
" tembusi lah pikiran teman gadisku besok " ucap Sean .
" kau pikir gampang untuk aku menembus masa lalu nya . itu akan menguras energi ku " ucap Justin .
" ayolah Justin . ini urgent , aku bingung untuk meminta bantuan kepada siapa lagi jika bukan kau " ucap Sean memelas .
__ADS_1
" baiklah besok aku akan mencari gadis itu untukmu . o iya tadi aku mendapat informasi dari detektif ding , dia mengatakan kalau teman gadismu itu anak dari seorang pengusaha yang ekonominya saat ini sedang berada di titik kebangkrutan ." ucap Justin .
" siapa nama pengusaha itu ? " ucap Sean tenang .
" Wisnu . apa kau mengenalnya ? " ucap Justin .
" tentu aku mengenalnya . dia sempat meminjam dana dari perusahaan ku " ucap Sean .
" sebaiknya kau jangan berikan . dia itu licik " ucap Justin .
" aku sudah tau lebih dulu daripada kau tenang saja " ucap Sean .
" sepertinya ayah dan anak sama sama liciknya " ucap Justin .
" begitulah . maka dari itu aku ingin bantuan mu untuk mengetahui rencana yang dia buat " ucap Sean lalu melihat pada jam dinding di depan nya .
" ok . kalau begitu kau istirahat lah . ini hampir dini hari " ucap Sean .
" hmm " ucap Justin lalu mematikan telfon nya .
" Wisnu ? " ucap Sean berfikir sejenak lalu merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk Nesya .
.
.
.
pagi telah datang sang Surya sudah nampak dengan cahayanya yang menembus tirai transparan .
" kak bangunlah " ucap Nesya yang memakai handuk di kepalanya .
" sebentar . aku masih ngantuk nes " ucap Sean beralih posisi .
" memangnya kakak kemarin tidur jam berapa ? " ucap Nesya melepas handuk yang emlilit rambutnya .
" aku baru tidur jam 2 tadi " ucap Sean .
" banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan saat itu juga . jadi biarkan aku tidur 15 menit lagi . ok ! " ucap Sean .
" baiklah kalau begitu aku akan ke bawah dulu ya " ucap Nesya .
Sean tidak menjawab dan meneruskan tidur nya dan Nesya pun menutup pintu kamar untuk turun ke bawah .
.
.
.
#####
Apartemen
kini Xing lu sudah memakai dress biru muda ingin berbelanja di supermarket tetapi sebelum berangkat dia berfikir untuk menghubungi nesya lagi karena kemarin ponsel Nesya tidak bisa di hubungi .
Tut...Tut...Tut..
" halo ? " ucap Nesya .
" nes kamu sekarang dimana ? kok gak masuk sekolah ? " ucap Xing lu dengan pura-pura khawatir .
" aku .... aku ada mmm " ucap Nesya bingung .
" dimana nes ? " ucap Xing lu tak sabar .
" aku tidak bisa memberitahu mu " ucap Nesya lirih.
" kenapa ? apa kamu takut jika aku memberi tahu ghuzheng ?... kau jangan takut aku tidak akan memberitunya " ucap Xing lu dengan tetap berpura-pura.
" aku berada di pulau terpencil . tapi aku tidak tau ini dimana " ucap Nesya .
__ADS_1
" apakah kau baik-baik saja disana ? " ucap Xing lu .
" iya aku baik-baik saja " ucap Nesya .
" syukurlah kalau begitu . jaga dirimu baik - baik ya " ucap Xing lu lalu menutup telfon nya .
" bagus . kalau bisa kau tidak usah kembali lagi supaya aku tidak susah payah menyingkirkan mu " gumam Xing lu dengan senyum sinis nya. setelah itu Xing lu pun keluar dengan suasana hati senang .
#####
tanpa sadar di belakang Nesya sudah ada Sean yang turun mengenakan kaos putih dan celana panjang hitam .
" siapa yang kau telfon ? " ucap Sean mengambil roti yang sudah di beri selai oleh Nesya .
" Xing lu kak " ucap Nesya .
seketika Sean berhenti mengunyah dan memandang Nesya tak percaya .
" apa yang dia katakan ? " ucap Sean dengan tegas .
" dia bertanya keberadaan ku sekarang " ucap Nesya bingung dengan ekspresi yang di tunjukan Sean .
" kamu jawab apa ? " ucap Sean lebih tegas .
" aku bilang di pulau terpencil " ucap Nesya tanpa rasa khawatir.
" sial ! pasti dia akan memberitahu ghuzheng . itu akan mempermudah nya untuk menemukan ku dan juga Nesya " ucap Sean dalam hati .
" kakak kok melamun ? kenapa kak ? " ucap Nesya menyentuh pundak Sean.
" seharusnya kamu tidak memberitahu teman mu itu !!!" ucap Sean sedikit meninggikan suaranya .
" memangnya kenapa kak ? " ucap Nesya bingung .
" kau tidak tau sifat aslinya seperti apa . bisa saja dia memberi tahu ghuzheng " ucap Sean marah .
" mana mungkin dia melakukan itu . Xing lu sangat baik padaku kak ! " saut Nesya memandang Sean .
" kau baru saja mengenalnya . bagaimana kau menyimpulkan bahwa dia baik ? " ucap Sean tak mau kalah dengan Nesya .
" lalu bagaimana dengan kakak . kita juga kenal dengan waktu yang singkat bukan ? tapi aku bisa mengetahui kakak adalah orang baik " ucap Nesya menunjuk Sean .
" itu berbeda ! " ucap Sean
" apanya yang berbeda ? " saut Nesya.
sudahlah sekarang kemasi pakaian mu . kita tinggalkan pulau ini kemungkinan besar ghuzheng akan mengepung rumah ini" ucap Sean menarik tangan Nesya.
" kita pergi kemana lagi ? " ucap nesya menahan tarikan tangan Sean .
" ke tempat dimana ghuzheng tidak akan menemukan kita lagi " ucap Sean .
" sudah cukup kak ! " ucap Nesya menghempaskan tangan Sean .
" aku lelah lari - larian terus , aku merasa seperti buronan yang kabur dari tahanan apakah kakak tidak lelah dengan ini semua ? " ucap Nesya menangis .
Sean hanya mengangguk pelan lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya .
sesampainya disana dia mengunci pintu dan menangis sejadi - jadinya .
"kenapa ini terjadi padaku ! kenapa !!!....sial !!! " ucap Sean memukul pintu hingga menyebabkan dentuman keras terdengar sampai bawah .
" ya Tuhan , kenapa Kau mengatur skenario cintaku serumit ini . setelah aku merasakan jatuh cinta yang teramat sangat . sekarang Kau Banting harapanku lagi ! beginikah caraMu mempermainkan manusia " ucap Sean terus memukul-mukulkan tangan nya di pintu itu .
brak-brak-brak ! ( seseorang menggedor pintu dengan kasar )
" kak . kakak kenapa ? " ucap Nesya dari luar dengan nada khawatir .
Sean tetap tidak mengindahkan suara panggilan Nesya , dia memilih diam dengan duduk di lantai menyender dinding .
" apa ini harus segera berakhir ? . tapi aku tidak mau ini berakhir " ucap Sean lemah sambil meringkuk tubuhnya sendiri . pertahanan nya kini benar - benar hancur tanpa tersisa . dia terus terisak karena tidak ingin kehilangan Nesya .
__ADS_1