Teach Me To Love

Teach Me To Love
KENAPA ?


__ADS_3

tanpa di sadari ada seseorang yang mengintai nyonya Britney dari balik pintu .


" jadi kau dalang dari menghilangnya Sean ! bagus , setelah ini aku akan membuatkan peti mati untukmu " ucap wanita yang memakai setelan serba hitam dengan menyeringai .


#####


setelah ghuzheng mengambil paspor nya di rumah kini dia sudah berada di bandara untuk lepas landas .


" ghuzheng tunggu ! " ucap Xing lu memegang tangan ghuzheng .


" ada apa Xing lu ? " ucap ghuzheng khawatir melihat raut wajah Xing lu yang mendadak lesu .


" seperti nya aku tidak bisa ikut dengan mu " ucap Xing lu sambil memegang perut nya .


" apa kau sedang sakit ? " ucap ghuzheng .


" aku waktunya datang bulan perutku sakit " ucap Xing lu .


" kalau begitu kau kembali lah ke apartemen " ucap ghuzheng .


" baiklah . mungkin 2 hari lagi aku akan menyusul mu " ucap Xing lu .


" kau tenang saja . yang penting kau subuh dulu . ok ! " ucap ghuzheng mengelus kepala xing lu .


" baiklah kalau begitu aku pergi dulu " ucap ghuzheng lagi dengan melambai . setelah kepergian ghuzheng Xing lu pun kembali pulang .


#####


kini mata Sean sudah merasa pedih karena terlalu lama memandang layar monitor.


dia pun memutuskan untuk menutup laptop nya dan tidur di samping Nesya .


" lelap Sekali tidurmu " ucap Sean mengelus rambut Nesya tiba - tiba telfon nya pun berbunyi .


" kenapa kau malam - malam menelfon ku " ucap Sean pada si penelfon .


" maaf tuan . tapi saya tadi melihat teman wanita tuan muda sedang mengintip di kamar nyonya . sepertinya ada yang tidak beres dengan nya " ucap spy khusus yang di sewa Sean untuk menjaga mamanya saat dia pergi . spy itu telah menyamar menjadi pelayan baru .


" apa yang dia lakukan disana ? " ucap Sean heran .


" dia tidak melakukan apapun tuan . tapi saya lihat dia terus mengawasi nyonya " ucap Spy itu.


" George terus awasi dia ,jangan sampai lengah " ucap Sean tegas.


" baik tuan . saya akan terus menjaga nyonya" ucap Spy itu.


" bagus . kabari aku 10 menit sekali saat gadis itu datang lagi " ucap Sean .


" baik tuan " ucap Spy itu lalu menutup telfon nya .


setelah mendengar kabar seperti itu ,mendadak hati Sean menjadi tidak karuan dan susah tidur .


" sebenarnya apa yang dia mau " ucap Sean geram dengan Xing lu . setelah itu Sean membuka daftar kontak dan mencari nama Justin disana .


Tut...tut...Tut.... ( tanda terhubung ) .


" ada apa malam - malam menelfon ku ? " ucap Justin .


" apa kau masih belum tidur " ucap sean.


" belum aku masih di ruang kerjaku " ucap Justin .


"baiklah aku butuh bantuan mu " ucap Sean.


" kau butuh bantuanku apa ? " ucap Justin .


" tembusi lah pikiran teman gadisku besok " ucap Sean .


" kau pikir gampang untuk aku menembus masa lalu nya . itu akan menguras energi ku " ucap Justin .


" ayolah Justin . ini urgent , aku bingung untuk meminta bantuan kepada siapa lagi jika bukan kau " ucap Sean memelas .

__ADS_1


" baiklah besok aku akan mencari gadis itu untukmu . o iya tadi aku mendapat informasi dari detektif ding , dia mengatakan kalau teman gadismu itu anak dari seorang pengusaha yang ekonominya saat ini sedang berada di titik kebangkrutan ." ucap Justin .


" siapa nama pengusaha itu ? " ucap Sean tenang .


" Wisnu . apa kau mengenalnya ? " ucap Justin .


" tentu aku mengenalnya . dia sempat meminjam dana dari perusahaan ku " ucap Sean .


" sebaiknya kau jangan berikan . dia itu licik " ucap Justin .


" aku sudah tau lebih dulu daripada kau tenang saja " ucap Sean .


" sepertinya ayah dan anak sama sama liciknya " ucap Justin .


" begitulah . maka dari itu aku ingin bantuan mu untuk mengetahui rencana yang dia buat " ucap Sean lalu melihat pada jam dinding di depan nya .


" ok . kalau begitu kau istirahat lah . ini hampir dini hari " ucap Sean .


" hmm " ucap Justin lalu mematikan telfon nya .


" Wisnu ? " ucap Sean berfikir sejenak lalu merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk Nesya .


.


.


.


pagi telah datang sang Surya sudah nampak dengan cahayanya yang menembus tirai transparan .


" kak bangunlah " ucap Nesya yang memakai handuk di kepalanya .


" sebentar . aku masih ngantuk nes " ucap Sean beralih posisi .


" memangnya kakak kemarin tidur jam berapa ? " ucap Nesya melepas handuk yang emlilit rambutnya .


" aku baru tidur jam 2 tadi " ucap Sean .


" banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan saat itu juga . jadi biarkan aku tidur 15 menit lagi . ok ! " ucap Sean .


" baiklah kalau begitu aku akan ke bawah dulu ya " ucap Nesya .


Sean tidak menjawab dan meneruskan tidur nya dan Nesya pun menutup pintu kamar untuk turun ke bawah .


.


.


.


#####


Apartemen


kini Xing lu sudah memakai dress biru muda ingin berbelanja di supermarket tetapi sebelum berangkat dia berfikir untuk menghubungi nesya lagi karena kemarin ponsel Nesya tidak bisa di hubungi .


Tut...Tut...Tut..


" halo ? " ucap Nesya .


" nes kamu sekarang dimana ? kok gak masuk sekolah ? " ucap Xing lu dengan pura-pura khawatir .


" aku .... aku ada mmm " ucap Nesya bingung .


" dimana nes ? " ucap Xing lu tak sabar .


" aku tidak bisa memberitahu mu " ucap Nesya lirih.


" kenapa ? apa kamu takut jika aku memberi tahu ghuzheng ?... kau jangan takut aku tidak akan memberitunya " ucap Xing lu dengan tetap berpura-pura.


" aku berada di pulau terpencil . tapi aku tidak tau ini dimana " ucap Nesya .

__ADS_1


" apakah kau baik-baik saja disana ? " ucap Xing lu .


" iya aku baik-baik saja " ucap Nesya .


" syukurlah kalau begitu . jaga dirimu baik - baik ya " ucap Xing lu lalu menutup telfon nya .


" bagus . kalau bisa kau tidak usah kembali lagi supaya aku tidak susah payah menyingkirkan mu " gumam Xing lu dengan senyum sinis nya. setelah itu Xing lu pun keluar dengan suasana hati senang .


#####


tanpa sadar di belakang Nesya sudah ada Sean yang turun mengenakan kaos putih dan celana panjang hitam .


" siapa yang kau telfon ? " ucap Sean mengambil roti yang sudah di beri selai oleh Nesya .


" Xing lu kak " ucap Nesya .


seketika Sean berhenti mengunyah dan memandang Nesya tak percaya .


" apa yang dia katakan ? " ucap Sean dengan tegas .


" dia bertanya keberadaan ku sekarang " ucap Nesya bingung dengan ekspresi yang di tunjukan Sean .


" kamu jawab apa ? " ucap Sean lebih tegas .


" aku bilang di pulau terpencil " ucap Nesya tanpa rasa khawatir.


" sial ! pasti dia akan memberitahu ghuzheng . itu akan mempermudah nya untuk menemukan ku dan juga Nesya " ucap Sean dalam hati .


" kakak kok melamun ? kenapa kak ? " ucap Nesya menyentuh pundak Sean.


" seharusnya kamu tidak memberitahu teman mu itu !!!" ucap Sean sedikit meninggikan suaranya .


" memangnya kenapa kak ? " ucap Nesya bingung .


" kau tidak tau sifat aslinya seperti apa . bisa saja dia memberi tahu ghuzheng " ucap Sean marah .


" mana mungkin dia melakukan itu . Xing lu sangat baik padaku kak ! " saut Nesya memandang Sean .


" kau baru saja mengenalnya . bagaimana kau menyimpulkan bahwa dia baik ? " ucap Sean tak mau kalah dengan Nesya .


" lalu bagaimana dengan kakak . kita juga kenal dengan waktu yang singkat bukan ? tapi aku bisa mengetahui kakak adalah orang baik " ucap Nesya menunjuk Sean .


" itu berbeda ! " ucap Sean


" apanya yang berbeda ? " saut Nesya.


sudahlah sekarang kemasi pakaian mu . kita tinggalkan pulau ini kemungkinan besar ghuzheng akan mengepung rumah ini" ucap Sean menarik tangan Nesya.


" kita pergi kemana lagi ? " ucap nesya menahan tarikan tangan Sean .


" ke tempat dimana ghuzheng tidak akan menemukan kita lagi " ucap Sean .


" sudah cukup kak ! " ucap Nesya menghempaskan tangan Sean .


" aku lelah lari - larian terus , aku merasa seperti buronan yang kabur dari tahanan apakah kakak tidak lelah dengan ini semua ? " ucap Nesya menangis .


Sean hanya mengangguk pelan lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya .


sesampainya disana dia mengunci pintu dan menangis sejadi - jadinya .


"kenapa ini terjadi padaku ! kenapa !!!....sial !!! " ucap Sean memukul pintu hingga menyebabkan dentuman keras terdengar sampai bawah .


" ya Tuhan , kenapa Kau mengatur skenario cintaku serumit ini . setelah aku merasakan jatuh cinta yang teramat sangat . sekarang Kau Banting harapanku lagi ! beginikah caraMu mempermainkan manusia " ucap Sean terus memukul-mukulkan tangan nya di pintu itu .


brak-brak-brak ! ( seseorang menggedor pintu dengan kasar )


" kak . kakak kenapa ? " ucap Nesya dari luar dengan nada khawatir .


Sean tetap tidak mengindahkan suara panggilan Nesya , dia memilih diam dengan duduk di lantai menyender dinding .


" apa ini harus segera berakhir ? . tapi aku tidak mau ini berakhir " ucap Sean lemah sambil meringkuk tubuhnya sendiri . pertahanan nya kini benar - benar hancur tanpa tersisa . dia terus terisak karena tidak ingin kehilangan Nesya .

__ADS_1


__ADS_2