
"kemana perempuan itu kenapa cepat sekali menghilang nya?" ucap Sean mencari-cari keberadaan Nesya . setelah keberadaan Nesya tidak terlihat lagi , Sean memutuskan untuk berpakaian dan turun ke bawah .
"ma...mama" ucap Sean mencari nyonya Britney . Sean terus berjalan hingga ke ruang makan bertemu dengan ghuzheng dan Mario.
"hai kak Sean " ucap Mario Sean hanya mengangguk saja .
"mama kemana ? " ucap Sean pada ghuzheng
"mana ku tau ,aku tidak melihat mama . tunggu saja disini, lagi pula ini sudah waktunya makan malam " ucap ghuzheng . lalu Sean pun duduk di depan ghuzheng
"anak-anak ...lihat lah kemari " ucap nyonya Britney . ghuzheng yang awalnya sedang asik bercanda dengan Mario ,menoleh bersamaan untuk melihat ke arah nyonya Britney . tampak dari wajah ghuzheng dan Mario memandang takjup pada Nesya tak terkecuali Sean . memang benar Sean sudah melihat Nesya saat bermain gitar ,tetapi wajah nya tidak terlihat jelas oleh nya. sepertinya nyonya Britney berhasil membuat Sean terkejut dengan surprise nya kali ini .semua seakan- akan tersihir oleh kecantikan Nesya .
"duduk disini sayang" ucap nyonya Britney yang menyuruh Nesya duduk di samping Sean.
"terimakasih ma" ucap Nesya .
"perkenalkan anak-anak , ini Nesya dia adalah anak dari Sabahat mama . mulai sekarang Nesya akan tinggal bersama kita " ucap nyonya Britney .
"cantik nya ....seperti nya mulai besok aku akan sering mengunjungi rumah mu " ucap Mario berbisik pada ghuzheng .
"perkenalkan aku Mario" ucap Mario mengulurkan tangan nya pada Nesya .
"nesya" ucap Nesya dengan senyum
"aku ghuzheng " ucap ghuzheng dengan senyuman khas nya .
"Sean" ucap Sean dengan cuek tanpa menerima uluran tangan Nesya .
"jangan di ambil hati sayang . dia memang seperti itu " ucap nyonya Britney .
"iya mama" ucap Nesya .
"kita akan makan atau berdiskusi ? " ucap Sean datar .
"baiklah-baiklah. ayo makan sayang jangan sungkan sungkan . ini adalah rumahmu juga" ucap nyonya Britney.
"mulai besok Nesya akan bersekolah dengan mu . jaga dia baik-baik . jangan ada yang menjaili nya . paham ?" ucap nyonya Britney pada ghuzheng.
"ok mama" ucap ghuzheng .
"wow besok Nesya akan satu sekolah dengan ku . yeesss target bertambah satu " ucap Mario dalam hati
"wah sebentar-sebentar ,kenapa Nesya memanggil Tante dengan sebutan mama ? " ucap Mario
"Tante sudah menganggap Nesya sebagai anak Tante sendiri . benarkan sayang " ucap nyonya Britney. Nesya pun hanya menganggukkan kepalanya .
"lagipula Tante akan menjodohkan Nesya dengan ghuzheng . satu nya cantik dan satu nya lagi tampan ..aaaa kalian sangat cocok sekali mama jadi gemes" ucap nyonya Britney . setelah ucapan nyonya Britney seperti tadi Nesya hanya menahan makanan nya di mulut tanpa di kunyah sedikit pun . berbeda dengan Nesya ,ada dua orang yang merespon ucapan nyonya Britney dengan sangat terkejut yaitu Sean dan Mario .
"Sean . kamu ini kalau minum hati-hati . kenapa sampai tersedak " ucap nyonya Britney .
"mama ini keterlaluan . ghuzheng masih SMA ma . kenapa harus di jodoh-jodoh kan .apa mama tidak kasihan pada ghuzheng nanti nya . perjalanan nya masih panjang ma" ucap Sean
"kamu yang sudah mapan kenapa sampai sekarang belum mempunyai pacar? . sudah beberapa kali mama menjodohkan kamu tapi kamu terus saja menolak .sekarang kenapa kamu yang protes .adik mu saja diam. diam itu artinya setuju benar kan sayang" ucap nyonya britney pada ghuzheng.lalu Sean menoleh ke arah ghuzheng untuk mencari jawabannya .
"iya kak . aku tidak masalah kok jika di jodohkan dengan Nesya " ucap ghuzheng tersenyum . lalu Sean pun mengelap mulut nya dengan tisu dan pergi meninggalkan meja makan .
"kamu mau kemana ?"tanya nyonya Britney
__ADS_1
"aku sudah kenyang" ucap Sean yang menutupi mulut nya ingin bersin setelah itu dia melangkah pergi
"kak" Nesya memanggil Sean
"tidak usah di kejar . sudah biasa dia seperti itu . biarkan saja besok juga sudah lupa" ucap nyonya Britney.
"iya ma " ucap Nesya lalu melanjutkan makan nya .
#####
makan malam pun selesai . nyonya Britney berpamitan untuk masuk ke kamar nya terlebih dahulu.
"sayang ,mama ke kamar dulu ya . kalian silahkan mengobrol dulu " ucap nyonya Britney .
"baik ma . selamat malam" ucap Nesya dengan tersenyum .
"hai nes" Mario menyapa Nesya .
"hai mario"Nesya membalas sapaan Mario dan datang mendekati Mario dan ghuzheng
"kau dulu bersekolah dimana ? " tanya Mario
"aku dulu sekolah di SMA swasta lalu saat aku masuk kelas 3 aku putus sekolah " ucap Nesya. tiba-tiba ponsel Mario berbunyi .
"sial , Mr.edwin sudah menelfon ku . kita sambung besok saja ya . bye nes" ucap Mario pada Nesya .
"Mr. Edwin itu siapa ? " tanya Nesya pada ghuzheng .
"beliau adalah orang tua Mario . hmmm kamu sudah mengantuk ? " tanya ghuzheng pada Nesya.
"belum" ucap Nesya dengan menggelengkan kepalanya .
"tentu" ucap Nesya dengan senyum nya yang tak kalah manis .
#####
"kamu bilang tadi ,kamu putus sekolah . memang nya kenapa ? " ucap ghuzheng
"aku putus sekolah karena ibu ku sakit keras ,jadi aku harus mengurusnya" ucap Nesya .
"kalau boleh tau Tante sakit apa ? " tanya ghuzheng penasaran .
"sebenarnya tidak terlalu serius , tetapi lambat laun penyakitnya menjadi bahaya dan sampai terjadi gagal ginjal" ucap Nesya .
"kenapa tidak di operasi saja ?" ucap ghuzheng
"biaya dari mana ? untuk biaya keluar masuk rumah sakit dan makan saja sudah pas-pas an " ucap Nesya tersenyum miris mengingat hal itu .
"ayah mu dimana ?" ucap ghuzheng
"ayah ku sudah meninggal saat aku berusia 15 tahun lalu " ucap Nesya .
"maafkan aku telah membuka luka lama mu ." ucap ghuzheng .
"tak apa . kamu kan tidak tau " ucap Nesya tersenyum .
"kamu pasti sangat sulit melewati itu semua " ucap ghuzheng . Nesya nyaris menitihkan air mata saat ghuzheng terus menerus membahas tentang keluarganya . Nesya hanya menanggapi ucapan ghuzheng dengan senyuman saja .
"o iya di sana ada studio musik . itu milik siapa ? " ucap Nesya
__ADS_1
"itu milik ku . kenapa kamu bisa tau disana ada studio musik? . apa kamu masuk kedalam " ucap ghuzheng menebak .
"maafkan aku aku tidak sengaja masuk kesana . awalnya aku mencari mama tapi tidak ketemu lalu aku melihat ruang studio mu terbuka sedikit jadi aku masuk dan melihat-lihat . saat masuk aku meminjam gitar akustik mu untuk ku mainkan . tapi tenang saja .gitar nya sudah ku kembalikan ke tempat semula kok" ucap Nesya panjang lebar .
"kamu bisa main gitar ? " ghuzheng mencoba meyakinkan dirinya .Nesya pun menganggukan kepalanya .
"kapan-kapan ayo kita kolab mau ? " ucap ghuzheng menawari Nesya
"ok " ucap Nesya tersenyum .
"kalau begitu tidur lah sekarang . besok kamu harus bangun pagi untuk ke sekolah baru mu dengan ku " ucap ghuzheng
"baiklah . selamat malam " ucap Nesya lalu naik ke lantai atas menuju kamar nya .
"mimpi apa aku semalam sehingga rumahku di huni oleh bidadari cantik sepertinya " ucap ghuzheng yang tetap melihat ke arah punggung Nesya yang semakin lama semakin jauh dengan nya .
#####
"kenapa aku tidak bisa tidur " ucap Sean dengan membolak balik kan tubuhnya . lalu dia terpaksa bangun dari tempat tidur nya dan menuju dapur untuk membuat susu hangat agar membuatnya mengantuk .saat tiba di luar pintu kamar tiba-tiba semua lampu menjadi padam dan Sean mendengar ada suara perempuan berteriak .
"Aaaaaaaa tolong aku" lalu sean mendatangi suara yang terdapat di samping kamar nya .
"siapa itu " ucap Sean
"aku Nesya , tolong aku " ucap Nesya yang telungkup di lantai . dengan menyembunyikan wajah nya .
"kenapa kau ada di sini bocah . ayo bangun " ucap Sean . Nesya tetap telungkup dan tidak menggubris ucapan Sean . dengan terpaksa Sean duduk berlutut di depan Nesya .
"kenapa tangan mu dingin . apa kau sakit " ucap Sean yang sedikit khawatir .
"tolong aku . aku takut gelap " ucap Nesya yang ketakutan dengan memeluk sean . Sean pun akhirnya mengerti dan dia merogoh saku nya untuk mengeluarkan ponsel nya .
"bagaimana kalau sekarang ?" ucap Sean dengan menyalakan senter di ponsel nya .
"sedikit lebih baik " ucap Nesya merenggangkan pelukan nya pada Sean .
"sebentar aku akan menelfon pihak PLN " ucap Sean .
"jangan pergi . aku takut " ucap Nesya dengan mengeratkan pelukan nya lagi
"ok...ok aku tidak pergi . aku akan menelfon nya disini" ucap Sean
tuuuutt....tuuut...tuuut....
"halo ..ini kenapa listrik nya padam ?" tanya Sean dengan sedikit emosi .
"maaf pak ada sebuah kecelakaan yang menabrak tiang listrik di dekat daerah bapak . mohon bapak bersabar karena petugas kita sedang menangani nya " ucap pihak PLN . lalu Sean pun menutup telfon nya . melihat keadaan Nesya yang tangan nya dingin dan berkeringat Sean menjadi khawatir
"are you ok ?" ucap Sean . Nesya hanya menganggukan kepala nya . Sean pun menyalakan senter ponsel nya lagi untuk membuat Nesya sedikit lebih nyaman .
"kau tenang saja . jangan takut disini ada aku " ucap Sean dengan mengelus rambut Nesya
"ayo kita pindah duduk di sofa saja . di lantai seperti ini kotor dan dingin" ucap Sean mencoba membangunkan Nesya agar berpindah di sofa . saat berjalan pun Nesya tetap tidak mau melepaskan pelukan nya pada Sean . mau tidak mau Sean pun pasrah dengan keadaan seperti ini . Sean hanya berucap syukur karena yang di posisi ini adalah dia , Sean tidak bisa membayangkan jika yang di posisi ini adalah adik nya atau pun Mario, pasti Nesya sudah habis dengan bocah itu .tak terasa Sean pun tertidur di sofa bersama Nesya yang masih memeluk nya . dan Sean merasa lambat laun pelukan Nesya menjadi lemas dan tidak tegang seperti awal tadi . Sean pun melihat ke arah Nesya yang membenamkan wajah nya di dada bidang miliknya lalu dia melihat jam di ponsel .
"sudah jam 1 dini hari . tapi kenapa listrik nya tidak kunjung menyala " ucap Sean .
"aku harus memindahkan dia di tempat tidur . jika dia tidur dengan posisi seperti ini akan menyakiti lehernya saat dia terbangun nanti " pikir Sean . lalu Sean menggendong Nesya dan di bawanya ke tempat tidur Nesya . setelah Nesya di letakan di tempat tidur ,Sean menyingkirkan rambut yang ada di wajah Nesya . Sean pun melihat wajah Nesya yang terpancar oleh sinar bulan .
"ternyata imut sekali dia " ucap Sean dalam hati dengan wajah yang sangat dekat , Mungkin jarak nya hanya 1 jengkal tangan orang dewasa .
__ADS_1
"ah apa yang ku pikirkan . mungkin aku masih mengantuk , aku harus kembali ke kamar ku " gumam Sean lalu pergi meninggalkan Nesya di kamar sendirian tetapi saat ingin menutup pintu kamar Nesya , Sean berbalik lagi dan meletak an ponsel nya yang masih di nyalakan senter untuk menemani Nesya agar tidak takut lagi . setelah itu Sean pun benar-benar pergi kembali ke kamar nya untuk tidur kembali .