
"loh kok tidak bisa di buka. apa pintu nya rusak . tolong .....tolong . apa ada orang di luar" ucap Nesya meminta tolong
"tolong aku ....apa ada orang" Nesya mencoba berteriak tetapi tidak ada orang sama sekali .
#####
di dalam kelas ,ghuzheng terus menatap ke arah pintu . ",nesya kemana ... kenapa belum kembali " gumam ghuzheng dengan cemas . akhirnya guru pun datang ke kelas dan memulai pelajaran .
"ssstttt...Xing lu" ucap ghuzheng memanggil Xing lu.
"apa ?" ucap Xing lu .
"kenapa Nesya belum kembali ?" ucap ghuzheng.
"mana aku tau " ucap Xing lu juga heran .
"Xing lu " ghuzheng memanggil Xing lu lagi
"apa ? " ucap Xing lu berbisik .
"coba kau keluar menyusul Nesya . mungkin dia tersesat " ucap ghuzheng .Xing lu akhirnya meminta izin kepada guru kelas
"sir, saya ingin ke toilet" ucap Xing lu .
"silahkan" ucap guru memperbolehkan Xing lu .
#####
seperti biasa Mario bolos pelajaran dan saat ingin kembali ke kelas tak sengaja Mario lewat di depan toilet perempuan dan mendengar dari dalam ada yang meminta tolong .
"tulisan nya sedang di perbaiki . tapi kenapa ada suara orang di dalam " pikir Mario ,saat Mario ingin melangkah pergi tetapi dia mendengar suara meminta tolong lagi .
"ah aku heran sekali dengan murid di sini . kenapa tidak ada yang pergi ke toilet selain aku " gumam Nesya .
"halo ...apa ada orang " ucap Mario membuka pintu utama yang ada di toilet .
"tolong aku .aku terkunci " ucap Nesya .
"bagaimana bisa kau terkunci di sana ? tunggu sebentar " ucap Mario berusaha membuka kunci pintu tetapi tidak bisa .
"hei teman , kau mundur lah dulu . aku akan mendobrak pintu ini" ucap Mario .
"iya" ucap Nesya yang sudah beringsut mundur .
"1,2,3" ucap Mario
BRAAAKK.....! pintu pun terbuka dan yang membuat Mario kaget adalah orang yang terkunci disana ternyata Nesya.
"nes kamu tidak apa-apa ? kenapa kamu bisa terkunci di dalam ? " ucap Mario
"aku tidak tau . mungkin saja pintu nya rusak " ucap Nesya yang juga bingung .
"terimakasih telah membantuku" ucap Nesya memegang pundak Mario . Mario hanya melihat tangan Nesya yang memegang nya dan dia merasakan jantung nya berdetak sangat cepat .
"Nesya " panggil Xing lu
"Xing lu " ucap Nesya .
"kenapa kamu tidak kembali ke kelas dan kenapa malah berdiri di sini dengan Mario ? " ucap Xing lu
"Nesya tadi terkunci di toilet ,untung ada aku waktu lewat " ucap Mario .
"hah kamu terkunci . kok bisa ? tapi kamu gapapa kan?" ucap Xing lu khawatir
"aku tidak apa-apa kok" ucap Nesya yang masih terengah-engah karena berteriak minta tolong .
"siapa sih yang iseng sama kamu seperti ini keterlaluan sekali" ucap Xing lu mencoba membersihkan seragam putih Nesya yang terkena tembok . Mario melihat seklebatan orang yang baru saja mengintip mereka .
"sepertinya aku tau siapa yang berbuat ini pada Nesya " ucap Mario dengan menatap ke luar toilet.
"Mario mau kemana ? " ucap Xing lu . tetapi tidak di gubris oleh Mario .
"sudah lah biarkan saja . ayo kembali ke kelas " ucap Nesya . lalu mereka pun berjalan menuju kelas bersama . di tempat lain Mario sedang mengejar seseorang yang di duga mengunci Nesya dari luar .
__ADS_1
"Jesica berhenti! " ucap Mario . Jesica adalah pacar dari Mario yang ke sekian .Jesica pun berhenti dan memutar badan nya menghadap Mario tanpa rasa bersalah .
"aku tau yang kau lakukan . kenapa kau jahat ? apa kau tau bagaimana bahayanya jika dia terus terkunci di sana dan tidak ada yang menolong nya ! " ucap Mario membentak Jesica.
"oooo jadi kamu sudah berani membentak ku karena murid baru itu . bagus " ucap Jesica .
"karena kau itu salah " ucap Mario
"aku tidak pernah salah Mario .aku tidak mau kamu mendekati perempuan lain.kenapa kamu terlalu berlebihan dengan nya kamu itu milik ku. bukan kah kamu bilang akan menikah dengan ku setelah kita lulus. . apa kamu lupa ayah ku telah menyuntikan dana di bisnis keluarga mu ?" ucap Jesica dengan nada mengancam .
"I know ...kau sedang mengancam ku lagi bukan ? . selama kita berpacaran . semua kemauan mu selalu minta ku turuti ,apapun itu . kau tidak pernah mau mengetahui apa mau ku apa kesibukan ku . selalu aku yang harus mengerti dirimu . aku sudah lelah dengan mu . kita putus " ucap Mario . Jesica tidak percaya bahwa Mario berani mengatakan putus pada nya ,padahal dalam pikiran Jesica ,Mario akan selalu menurut pada nya.
"apa! kamu bilang putus ? Mario kamu bercanda kan . ok aku tidak akan mengancam mu lagi . tapi tarik kata-kata mu" ucap Jesica yang ketakutan putus dari Mario dengan memegang tangan mario
"sudah lah Jes aku muak dengan tingkah mu. aku tidak mencintai mu . aku hanya ingin bermain-main saja denganmu(menghempas tangan Jesica) .untuk urusan bisnis keluargamu dan keluarga ku kau batalkan saja tidak apa-apa . aku yang akan menanggung semua" ucap Mario lalu pergi meninggalkan jesica.
"tidak ...tunggu mario jangan pergi . aku bisa berubah . apa kau mau aku meminta maaf pada murid baru itu....ok akan ku lakukan . tapi ku mohon jangan putus" ucap jesica memelas pada Mario tetapi Mario tetap berjalan menjauhi Jesica .Jesica terus memanggil manggil nama Mario tetapi Mario tidak menoleh sedikit pun ke arah Jesica.
"sial(menendang tempat sampah) ...kenapa aku kasar dengan nya . bagaimana nanti jika dia benar-benar mengadu pada ayah nya. tapi dia memang keterlaluan terhadap nesya " ucap Mario dalam hati .
"apa benar aku terlalu berlebihan membela Nesya ....tapi kenapa aku tidak merasa begitu. ah sudah lah lebih baik aku kembali ke kelas saja" ucap Mario frustasi .
tok...tok..tok...
"maaf sir baru kembali" ucap Xing lu dengan menggandeng Nesya .
"silahkan kembali ke tempat duduk" ucap guru yang ada di kelas.
"ssstttt.... nes kamu kenapa lama sekali " tanya ghuzheng pada Nesya
"aku..." saat Nesya ingin menjawab tiba-tiba guru memergok i mereka .
"tuan muda Britney kenapa anda berisik . kerjakan soal di depan" ucap guru itu .
"baik sir" ucap ghuzheng.
"sssttt kita bahas nanti saja ya" ucap ghuzheng pada Nesya . Nesya hanya mengangguk untuk isyarat jawaban iya .
#####
"Sean aku pulang dulu " ucap Naomi
"kamu naik apa ?aku antar saja bagaimana? " ucap Sean
"aku sudah memesan taxi " ucap Naomi tersenyum .
"baiklah . kamu hati-hati" ucap Sean. tiba-tiba ponsel Sean pun berbunyi ,tertulis nama disana tuan muda yaitu ghuzheng .
"ada apa" ucap Sean
"aku sudah selesai kelas . tapi aku ingin pergi dengan Mario . sekarang kakak menyusul Nesya saja " ucap ghuzheng
"kenapa kau tidak mengajak nya sekalian dengan mu " ucap Sean
"dia tidak mau . katanya takut kalau kakak marah" ucap ghuzheng
"ok .aku akan menjemput nya sekarang" ucap Sean menutup telfon nya
"kenapa dia harus takut padaku " gumam Sean heran .
#####
"nes aku sudah memberitahu kak Sean .dia sekarang sedang menuju kemari" ucap ghuzheng .
"ok .aku akan menunggu nya di dekat tangga itu saja" ucap Nesya .
"kamu tadi kemana ? kenapa di toilet lama sekali" ucap ghuzheng
"aku tadi terkunci dari luar .aku juga sempat meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar" ucap Nesya .
"lalu bagaimana caranya kamu bisa keluar" ucap ghuzheng
"tadi aku di tolong oleh Mario . untung saja ada dia waktu lewat " ucap Nesya .
__ADS_1
"syukurlah kalau begitu . tapi nes kalau kamu bilang terkunci dari luar ,itu tidak mungkin . pasti ada yang berbuat iseng dengan mu" ucap ghuzheng yang mulai menebak-nebak orang yang mungkin menjebak Nesya .
"sudah lupakan saja . lagi pula aku juga tidak kenapa-kenapa" ucap nesya.
dari jauh , Mario pun datang dengan menyetir mobil nya .
"ghuzheng common" ucap Mario di dalam mobil .
"nes aku pergi dulu ya. ambil payung ini .seperti nya hujan akan turun sebentar lagi " ucap ghuzheng pada Nesya dengan tersenyum .
"ok . kamu hati-hati ya " ucap Nesya .
" iya . bye bye. sampai jumpa di rumah" ucap ghuzheng yang masuk ke dalam mobil Mario .
"nes kami pergi dulu ya kamu mau apa nanti akan ku bawakan" ucap Mario dengan melambai ke Nesya .
"sudah ayo jalan . jangan mengganggu calon ku " ucap ghuzheng menarik rambut Mario .
saat kepergian ghuzheng dan Mario , Nesya di sana berdiri sendiri tanpa berpindah posisi .terkadang Nesya memainkan payung nya untuk di buka dan di tutup lagi . hingga dia tidak sadar ada mobil yang masuk ke dalam sekolah nya dan berhenti di depan nya .
"bocah itu sedang apa ?bermain payung tidak jelas" ucap Sean lalu membuka kaca mobil nya .
"masuk" ucap Sean pada Nesya . Nesya pun menurut pada Sean dan menutup rapat payung nya kembali .saat di perjalanan Nesya terus memandang luar .
"kak tolong berhenti di ujung situ" ucap Nesya
"kau mau apa ?" ucap sean .
"ada lah pokok nya " ucap Nesya. lalu Sean pun meminggirkan mobil nya sesuai permintaan Nesya . Nesya pun turun dari mobil " apa yang di lakukan bocah itu ?" ucap Sean menengok ke arah belakang tepat di sana Nesya sedang membeli 2 buah gulali dari kakek-kakek tua dan dia kembali ke mobil dengan senyuman indah nya .
"kau membawa apa itu? " ucap Sean
"ini gulali . aku juga membelikan untuk kakak .ini ambil" ucap Nesya .
"aku tidak suka manis" ucap Sean lalu dia bersin .
"kakak flu ?kalau begitu kita cepat pulang " ucap Nesya sambil memegangi gulali milik Sean . sesampai nya di rumah Nesya turun dari mobil dengan menggandeng tangan Sean .
"kau mau apa ?" ucap Sean .
"ayo ikut saja " ucap Nesya . sesampai nya di depan pintu seperti biasa ada pelayan yang menyambut kedatangan mereka.
"selamat sore tuan , nona ." ucap pelayan itu sambil mengambil tas Sean dan Nesya .
"kau mau mengajak ku kemana ? " ucap Sean
"kakak tadi bersin kan . aku ingin membuat obat herbal untuk kakak " ucap Nesya
"apa-apa an kau ini . aku tidak sakit . sudah lah aku ingin ke kamar " ucap Sean .
"eh tunggu dulu . aku merasa bersalah jika kakak menolak kebaikan ku . gara-gara menjemput ku . kakak jadi sakit" ucap Nesya
"kalau kau tau itu, harusnya kau bisa berangkat sendiri" ucap Sean lalu dia bersin lagi .
"baiklah -baiklah besok aku akan berangkat sendiri . tapi sekarang kakak harus minum obat herbal yang ku buat " ucap Nesya .
"aku tidak sakit . apa kau tau kalimat tidak sakit ! " ucap Sean sedikit membentak Nesya .kini Sean berhasil membuat Nesya kaget dengan suaranya .
"ya sudah kalau tidak mau . tidak usah membentak ku " ucap Nesya tertunduk lalu melangkah pergi menuju kamar nya .
"tunggu sebentar " ucap Sean dengan lembut.
"ada apa kak ? " ucap Nesya berbalik badan menghadap Sean
"kau tadi bilang gulali itu ingin kau berikan padaku " ucap Sean
"ini ? bukannya tadi kakak bilang tidak suka manis. akan ku berikan ke ghuzheng saja nanti" ucap Nesya . tak lama kemudian saat nesya hendak melangkah kan kaki nya Sean merampas gulali itu dari tangan Nesya .
"apa kau tau ,barang yang sudah di berikan itu tidak boleh di ambil lagi " ucap Sean lalu pergi meninggalkan Nesya yang terdiam .
"tadi tidak mau . sekarang mau . huuuhhh bikin bingung saja " ucap Nesya sambil menghabiskan gulali nya.
__ADS_1