
" karena kau seperti bunga itu " ucap Mario sambil menunjuk bunga yang di pegang Nesya .
Nesya pun menatap buket mawar lalu berbalik menatap Mario dengan tatapan tidak mengerti .
" cantik " ucap Mario menatap mata Nesya.
" kau bisa saja . silahkan duduk" ucap Nesya tersenyum .
" ghuzheng mana nes ? " ucap Mario iseng menanyakan itu.
" dia belum pulang. katanya masih rapat osis " ucap Nesya .
" bagus , ini kesempatan ku untuk lebih dekat dengan Nesya " ucap Mario dalam hati.
" mau minum apa ? " ucap Nesya membuyarkan lamunan Mario .
" orange juice saja " ucap Mario tersenyum .
" mbak tolong buatkan orange juice dua ya " ucap Nesya meminta tolong pada pelayan yang sedang berdiri di samping pintu .
" baik non " ucap pelayan itu lalu pergi .
" nes kamu mau gak jalan bareng dengan aku" ucap Mario penuh harap .
" maaf Mario tapi aku sedang tidak enak badan " ucap Nesya membohongi Mario .
" pantas saja tadi kamu tidak kembali ke kelas. kamu sakit apa nes ? " ucap Mario khawatir .
" hanya pusing saja kok . tidak terlalu serius " ucap Mario .
lalu pelayan pun datang dengan membawa dua juice untuk Nesya dan Mario .
" silahkan di minum " ucap Nesya tersenyum .
saat Mario hendak mengangkat gelas nya tiba - tiba ada suara yang familiar di telinganya .
" mau apa kau kemari ? " ucap ghuzheng yang datang dengan wajah marah .
" bukan urusan mu " ucap Mario menaikan alis nya.
" sudah menjadi urusan ku jika kau menginjak kan kakimu di rumah ku " ucap ghuzheng memandang Mario dengan tajam .
tetapi Mario tersenyum sinis memandang ghuzheng.
" nes aku pergi dulu ya . ada pengganggu di sini aku malas " ucap Mario menatap ghuzheng dengan benci .
"eh jangan pergi dulu. ini minuman nya gimana ? " ucap Nesya yang tidak di gubris oleh Mario .
" minuman nya ku minum saja . aku juga sedang panas " ucap ghuzheng mengambil minuman dari tangan Nesya lalu meneguknya .
" ini bunga dari siapa? " ucap ghuzheng mengambil paksa bunga yang ada di tangan Nesya .
" dari Mario tadi " ucap Nesya .
" seharusnya kamu tidak menerimanya kan " ucap ghuzheng sedikit kesal dengan Nesya .
" tapi dia memberikan itu tulus untuk ku " saut Nesya .
" tapi aku tidak suka karena kamu adalah milik ku ! " ucap ghuzheng berteriak di depan Nesya .
" kenapa kau membentak ku ? " ucap Nesya lirih .
" pelayan ! " teriak ghuzheng .
__ADS_1
" iya tuan muda" ucap pelayan itu.
" mulai hari ini jangan biarkan dia datang kemari lagi . mengerti ! " ucap ghuzheng penuh kebencian menatap mobil Mario yang melaju pergi .
" baik tuan muda " ucap para pelayan yang berada di depan pintu .
lalu ghuzheng pergi menuju kamar nya .
dari sini Nesya bisa melihat cara emosi ghuzheng yang tentunya tidak dia sukai . dia sangat arogan , lebih arogan daripada Sean dan terlebih lagi ghuzheng memiliki sifat ambisius yang apapun keinginan nya harus terpenuhi .
setelah itu Nesya kembali ke kamar nya dengan perasaan yang campur aduk karena bentakan ghuzheng .
"kenapa ghuzheng semakin kesini makin terlihat buruk . kenapa berbeda dengan kak Sean . dia tidak pernah memarahiku untuk hal sepele seperti itu" ucap Nesya .
lalu tiba - tiba telfon pun berbunyi . disana tertulis Xing lu .
" halo Xing lu . kenapa kamu tidak masuk sekolah " ucap Nesya halus .
" nes , bisakah kita bertemu di cafe Galaxy dekat sekolah kita " ucap Xing lu lirih menyembunyikan Isak tangis nya.
" kamu kenapa menangis lagi ? " ucap Nesya yang mengetahui suara Xing lu yang sengau .
" nanti akan ku ceritakan " ucap Xing lu .
" baiklah. kamu tunggu disana aku akan berangkat sekarang " ucap Nesya sambil mengambil tas selempang nya .
Nesya berjalan cepat menuruni tangga dan bertemu ghuzheng yang kebetulan keluar dari kamar nya .
" nes ! " ucap ghuzheng memanggil Nesya .
" ada apa ? " ucap Nesya yang sebenarnya malas berbicara dengan ghuzheng .
" maafkan aku tadi berteriak padamu " ucap ghuzheng menyesal .
" nes kamu mau kemana ? bukan nya kamu sakit " ucap ghuzheng memegang pundak Nesya.
" aku ingin menemui Xing lu , dia sedang butuh bantuan ku " ucap Nesya .
" apa dia di pukul lagi ? " ucap ghuzheng dengan ekspresi penasaran .
" mungkin " ucap Nesya yang kurang yakin tapi melihat Xing lu menangis itu sudah menjadi jawaban utama nya.
" aku ikut " ucap ghuzheng .
" baiklah ayo " ucap Nesya yang sedikit berlari bersama ghuzheng menuju mobil .
" tuan muda mau kemana ? " ucap pak tong supir pribadi keluarga britney.
" urgent pak " ucap ghuzheng sambil memasuki mobil sport berwarna kuning metalik yang sudah di modifikasi .
setelah itu ghuzheng menancap gas nya menuju tempat yang di beritahukan Nesya padanya .
saat di perjalanan ghuzheng masih sempat mengkhawatirkan Nesya .
" nes kamu sakit apa ? " ucap ghuzheng sambil menyetir .
" hanya pusing saja kok " ucap Nesya .
" benar kamu sakit ? kamu tidak sedang membohongi ku lagi kan " ucap ghuzheng .
" maksud kamu ? " ucap Nesya yang benar - benar tidak mengerti .
" bukankah tadi Mario datang ke rumah . apa mungkin kalian memiliki janji bertemu di belakang ku" ucap ghuzheng menuduh.
__ADS_1
" aku tidak mempunyai janji dengan Mario . kenapa kamu menuduh ku ? " ucap Nesya kesal .
" jika kamu tidak ingin di tuduh seperti itu seharusnya kamu tolak kedatangan nya " ucap ghuzheng yang kini mulai merasa kesal mengingat wajah Mario .
" dia juga teman ku , kenapa aku harus mengusirnya " ucap Nesya terus menjawab.
" tapi dia tidak murni ingin menjadi teman mu .dia ingin menjadikan mu miliknya . atau .... " ucap ghuzheng yang menggantung .
" atau apa ? " ucap Nesya hanya menatap depan saja dengan nada datar .
" atau kamu memang sengaja menjerat ku dan Mario untuk merebutkan mu ? " ucap ghuzheng menuduh nesya .
" aku tidak bermaksud seperti itu , sungguh ! " ucap Nesya yang menahan tangis nya karena tuduhan kasar ghuzheng .
" jika kau memang tidak ada maksud seperti itu , jauhi dia . jauhi orang - orang yang ingin mendekatimu kecuali aku " ucap ghuzheng dengan egois .
kini Nesya hanya diam tidak menjawab ucapan ghuzheng .
Nesya benar - benar di buat kecewa oleh sikap ghuzheng yang egois seperti ini.
" Nesya jawab " ucap ghuzheng.
" kita sudah sampai ayo turun " ucap Nesya mengalihkan topik pembicaraan lalu membuka pintu mobil .
ghuzheng pun meredam emosi nya dan mengikuti Nesya untuk turun menemui Xing lu .
mereka terus berjalan mencari keberadaan Xing lu .
" Nesya ! " ucap Xing lu yang berada di kursi pojok cafe .
Nesya langsung berjalan cepat menuju sahabat nya itu .
" kamu kenapa Xing lu . kenapa jadi seperti ini" ucap Nesya kaget bercampur sedih.
dia melihat tulang pipi dan lengan Xing lu yang membiru .
" kamu pasti bisa menebaknya nes " ucap Xing lu mengedikkan bahunya.
lalu mata Nesya memandang ke arah wanita setengah baya di samping Xing lu .
" ini mama ku nes . ma kenalkan ini Nesya dan ini ghuzheng teman Xing lu " ucap Xing lu memperkenalkan Nesya dan ghuzheng .
mama Xing lu hanya tersenyum sekilas lalu kembali melamun .
" kamu lihat sendiri kan nes keadaan mama ku gimana " ucap Xing lu menitihkan air mata .
" kamu yang sabar ya . terus aku harus bantu kamu apa ? " ucap Nesya mengelus pundak Xing lu untuk memberikan kekuatan.
" bolehkah aku meminjam uang padamu ? aku berjanji akan kerja paruh waktu untuk mengembalikan uang mu nanti " ucap Xing lu dengan malu - malu .
karena baru kali ini dia mengemis pada seseorang .
" tentu Xing lu . kamu tidak perlu sungkan seperti itu " ucap Nesya memegang tangan Xing lu .
" kamu meminjam uang untuk apa ? " ucap ghuzheng penasaran .
" aku ingin mencari tempat tinggal dengan mama ku. aku sudah tidak kuat lagi dengan perbuatan papa ku " ucap Xing lu pada ghuzheng .
" bagaimana kalau kamu tinggal di apartemen ku ? kebetulan waktu aku ulang tahun mamaku membelikan apartemen " ucap ghuzheng .
Xing lu pun mencoba berfikir dan ganti menatap ke Nesya untuk meminta ijin .
" kamu terima saja , daripada kamu kebingungan untuk mencari tempat tinggal , nanti akan ku bantu membeli persediaan makanan untuk mamamu dan kamu " ucap Nesya tersenyum hangat.
__ADS_1
" makasih ya nes , ghuzheng aku beruntung mempunyai teman seperti kalian " ucap Xing lu haru .