
" tidak , aku menunggumu disini saja . kasian kamu tidak ada teman nya " ucap Nesya tersenyum .
" baiklah aku tambah semangat jika kamu temani seperti ini " ucap ghuzheng tersenyum .
kini Nesya duduk di samping guzheng , selang beberapa menit Nesya merasakan kantuk yang teramat sangat dan dia mencoba menempelkan kepalanya di sofa.
tak beberapa lama guzheng berbicara pada Nesya.
" nes jika kamu merasa ngantuk tidurlah " sambil tetap menjahit gaun Nesya yang telah robek .
lalu ghuzheng merasa aneh karena tidak ada jawaban dari Nesya , dia pun akhirnya mengangkat kepala dan menghadap ke Nesya .
"astaga ternyata kamu sudah tidur" ucap guzheng sambil tersenyum menatap Nesya.
lalu dia terus melanjutkan jahitan nya yang kurang sedikit lagi .
#####
Di kamar Sean.
di kamar bernuansa putih itu Sean menyenderkan punggung nya di kepala ranjang sambil memikirkan Nesya .
" apa keputusanku tadi sudah benar ? " ucap Sean dengan tatapan yang kosong .
lalu Sean membayangkan senyum Nesya dan kedekatan mereka saat di pantai .
" astaga kenapa aku memikirkan dia terus . Sean , kau sudah berjanji untuk menjauhi nya . jadi jangan coba - coba untuk membayangkan Nesya " ucap Sean dengan dirinya sendiri .
setelah itu dia masih bisa membayangkan Nesya tengah duduk di sampingnya dengan tersenyum manis .
" Nesya ! " ucap Sean kaget ,lalu halusinasi nya pun menghilang .
" astaga kenapa aku malah membayangkan nya . sebaik nya aku harus tidur agar otak ku tidak semakin parah " ucap Sean kesal sambil mematikan lampu kamarnya .
#####
setelah melewati tahap sulitnya ,kini ghuzheng telah berhasil memperbaiki gaun Nesya.
" akhirnya selesai juga " ucap ghuzheng senang dan menggeliatkan tubuh nya karena pegal .
di lihatnya Nesya masih tertidur pulas di sofa . karena ghuzheng tidak tega membangunkan nesya , dia memutuskan untuk membopong Nesya pindah ke ranjang .
lalu ghuzheng kembali ke sofa dan memakaikan gaun itu ke hanger dan di gantungkan di dinding .
" selamat malam nes . semoga besok pagi kamu bisa belajar menyukaiku " ucap ghuzheng tersenyum mengelus rambut Nesya .
ghuzheng berbicara seperti itu dengan penuh keyakinan.
walaupun dia tau itu sebuah hal yang mustahil.
setelah itu ghuzheng pergi kembali ke kamarnya meninggalkan Nesya sendiri yang sudah terlelap .
#####
keesokan paginya , Nesya sudah bangun pagi - pagi sekali untuk menuju ke dapur .
" selamat pagi non " ucap koki disana .
" iya pagi mbak " ucap Nesya tersenyum sambil membuka kulkas .
__ADS_1
" non Nesya mau apa ? biar saya saja yang mengerjakan " ucap salah satu koki di samping Nesya .
" Nesya mau buat masakan untuk kak Sean mbak . mbak lanjutkan saja masaknya , Nesya bisa melakukan ini sendiri " ucap Nesya mengeluarkan bahan- bahan yang di perlukan nya.
" baik non saya melanjutkan pekerjaan saya dulu " ucap koki itu sambil berlalu.
Nesya sengaja membuatkan bekal untuk Sean karena dia ingin meminta maaf sudah memeluk Sean waktu di pantai .
lama dia berkutat di dapur akhirnya masakan itu pun siap .
" akhirnya jadi juga bekal ini . mbak Nesya titip ini dulu ya " ucap Nesya tersenyum .
" baik non " ucap koki itu sambil tersenyum juga .
akhirnya Nesya pun pergi menuju kamar nya untuk mandi persiapan sekolah .
saat menaiki tangga , Nesya melihat Sean yang sedang turun dan hendak menyapa nya tapi Sean terlihat acuh dengan Nesya .
" sebenarnya kak Sean kenapa sih " ucap Nesya dalam hati dengan melanjutkan langkah nya menuju kamar .
saat setelah mandi dia masih memikirkan perubahan Sean yang secara mendadak itu.
tok...tok...tok ..
" masuk saja " ucap Nesya .
" permisi non , saya mau ambil baju kotor " ucap mbak rani .
" mbak Nesya boleh tanya ? " saut Nesya .
" silahkan non " ucap mbak Rani .
" saya lihat tuan turun tapi saya tidak merasa aneh dengan sikap tuan non . memang ada apa ? " ucap mbak Rani penasaran.
" tidak apa - apa mbak. Nesya hanya tanya saja " ucap Nesya .
" baiklah non kalau begitu saya permisi dulu " ucap mbak Rani tersenyum lalu menutup pintu Nesya lagi .
" apakah kak Sean sengaja menghindariku ? tapi apa alasan nya ? " ucap Nesya menebak - nebak. sambil memakai pantofelnya .
tok...tok...tok ...
" masuk aja mbak " ucap Nesya sambil mengikat rambut nya di depan cermin .
" ini aku nes " ucap ghuzheng membuka pintu kamar Nesya dengan tersenyum.
" ternyata kamu . ku kira mbak Rani " ucap Nesya tersenyum .
" gimana gaun nya ? " ucap ghuzheng .
" terimakasih ya kamu sudah mau memperbaiki itu untuk ku " ucap Nesya menepuk pundak ghuzheng .
" tidak masalah nes . kalau begitu ayo turun aku kesini sekalian untuk menjemputmu turun " ucap ghuzheng tetap tersenyum menggandeng Nesya .
" ghuzheng tunggu ! " ucap Nesya tiba tiba teringat sesuatu .
" kenapa nes ? " ucap ghuzheng heran .
" apa kamu sudah bertemu kak Sean ? " ucap Nesya.
__ADS_1
kini ekspresi ghuzheng yang awalnya bahagia berubah menjadi tak terbaca .
" dia ada di bawah . kenapa ? " ucap ghuzheng datar .
" aku merasa kalau sikap kak Sean pagi ini jadi aneh " ucap Nesya keheranan .
" aneh gimana maksud kamu ? " saut ghuzheng dengan penasaran .
" dia tiba - tiba cuek dan tidak menggubris ku" ucap Nesya tidak bersemangat .
" bagus , sepertinya kak Sean menepati janji nya " ucap ghuzheng dalam hatinya .
" sudah lah mungkin itu hanya perasaan mu saja . kak Sean mungkin dalam mood yang jelek jadi dia tidak sengaja bersikap seperti itu padamu . tenang saja kan maish ada aku " ucap ghuzheng mengelus kepala nesya .
tapi usaha ghuzheng untuk menenangkan Nesya tidak berhasil ,karena Nesya tetap memikirkan Sean .
" baiklah ayo kita turun " ucap ghuzheng menggandeng Nesya .
Nesya hanya tersenyum simpul dan mengikuti langkah ghuzheng di samping.
#####
saat menuruni tangga , tak sengaja mata Nesya bertemu dengan mata Sean . mereka saling bertatapan .
sekilas Nesya tersenyum menyapa Sean tetapi Sean hanya membuang muka lalu berjalan mendahului ghuzheng .
disini Nesya merasa sangat aneh . ini bukan hanya perasaan nya saja tapi sean memang benar - benar ingin menghindar darinya .
" pagi ma , kak Sean " ucap ghuzheng tersenyum seperti tidak terjadi sesuatu .
" pagi sayang " ucap nyonya britney tersenyum .
" lihatlah pasangan ini , sekarang sudah berani gandengan di depan mama ya " ucap nyonya Britney menggoda ghuzheng dan Nesya .
" mama jangan begitu , Nesya nanti malu " ucap ghuzheng tersenyum melirik Nesya .
" Sean , seharusnya kamu juga sudah punya pasangan kan . lihat adik mu , mama jodohkan dengan Nesya dia langsung mau " ucap nyonya britney .
" Sean tidak mau terburu - buru ma " ucap Sean sambil melahap makanan nya .
" terburu - buru gimana maksud mu ? sekarang umur mu berapa ? pernah tidak kamu membawa perempuan untuk di kenalkan mama ? mama sudah pengen punya cucu Sean " ucap nyonya Britney .
" baiklah . Sean sudah kenyang , jika kalian sudah selesai keluarlah . ku tunggu di mobil " ucap Sean datar .
" tidak usah kak , aku dan Nesya akan di antar pak tong saja " ucap ghuzheng tersenyum.
" ok " ucap Sean yang kini benar - benar pergi .
" lihat kakakmu itu . dia selalu membuat mama naik darah " ucap nyonya Britney memegang kepalanya .
" kak Sean tidak bermaksud begitu ma , mungkin sekarang kak Sean sedang mengamati wanita yang sedang di dekatinya dulu . baru di kenalkan ke mama " ucap Nesya dengan halus agar emosi nyonya Britney mereda .
#####
Sean memasuki mobil dengan langkah yang panjang dan cepat .
" sial ! " ucap Sean memukul setir kemudinya .
" kenapa dia memamerkan kemesraan nya di depan mataku ! " ucap Sean marah .
__ADS_1
" tidak seharusnya aku marah seperti ini kan. toh mereka juga akan menikah...tapi kenapa hatiku rasanya seperti berhenti berdetak saat Nesya di gandeng ghuzheng . apa ini yang di namakan cemburu ? " ucap Sean terus menebak - nebak perasaan nya .