Teach Me To Love

Teach Me To Love
MENAHAN CEMBURU


__ADS_3

" tidak , aku menunggumu disini saja . kasian kamu tidak ada teman nya " ucap Nesya tersenyum .


" baiklah aku tambah semangat jika kamu temani seperti ini " ucap ghuzheng tersenyum .


kini Nesya duduk di samping guzheng , selang beberapa menit Nesya merasakan kantuk yang teramat sangat dan dia mencoba menempelkan kepalanya di sofa.


tak beberapa lama guzheng berbicara pada Nesya.


" nes jika kamu merasa ngantuk tidurlah " sambil tetap menjahit gaun Nesya yang telah robek .


lalu ghuzheng merasa aneh karena tidak ada jawaban dari Nesya , dia pun akhirnya mengangkat kepala dan menghadap ke Nesya .


"astaga ternyata kamu sudah tidur" ucap guzheng sambil tersenyum menatap Nesya.


lalu dia terus melanjutkan jahitan nya yang kurang sedikit lagi .


#####


Di kamar Sean.


di kamar bernuansa putih itu Sean menyenderkan punggung nya di kepala ranjang sambil memikirkan Nesya .


" apa keputusanku tadi sudah benar ? " ucap Sean dengan tatapan yang kosong .


lalu Sean membayangkan senyum Nesya dan kedekatan mereka saat di pantai .


" astaga kenapa aku memikirkan dia terus . Sean , kau sudah berjanji untuk menjauhi nya . jadi jangan coba - coba untuk membayangkan Nesya " ucap Sean dengan dirinya sendiri .


setelah itu dia masih bisa membayangkan Nesya tengah duduk di sampingnya dengan tersenyum manis .


" Nesya ! " ucap Sean kaget ,lalu halusinasi nya pun menghilang .


" astaga kenapa aku malah membayangkan nya . sebaik nya aku harus tidur agar otak ku tidak semakin parah " ucap Sean kesal sambil mematikan lampu kamarnya .


#####


setelah melewati tahap sulitnya ,kini ghuzheng telah berhasil memperbaiki gaun Nesya.


" akhirnya selesai juga " ucap ghuzheng senang dan menggeliatkan tubuh nya karena pegal .


di lihatnya Nesya masih tertidur pulas di sofa . karena ghuzheng tidak tega membangunkan nesya , dia memutuskan untuk membopong Nesya pindah ke ranjang .


lalu ghuzheng kembali ke sofa dan memakaikan gaun itu ke hanger dan di gantungkan di dinding .


" selamat malam nes . semoga besok pagi kamu bisa belajar menyukaiku " ucap ghuzheng tersenyum mengelus rambut Nesya .


ghuzheng berbicara seperti itu dengan penuh keyakinan.


walaupun dia tau itu sebuah hal yang mustahil.


setelah itu ghuzheng pergi kembali ke kamarnya meninggalkan Nesya sendiri yang sudah terlelap .


#####


keesokan paginya , Nesya sudah bangun pagi - pagi sekali untuk menuju ke dapur .


" selamat pagi non " ucap koki disana .


" iya pagi mbak " ucap Nesya tersenyum sambil membuka kulkas .

__ADS_1


" non Nesya mau apa ? biar saya saja yang mengerjakan " ucap salah satu koki di samping Nesya .


" Nesya mau buat masakan untuk kak Sean mbak . mbak lanjutkan saja masaknya , Nesya bisa melakukan ini sendiri " ucap Nesya mengeluarkan bahan- bahan yang di perlukan nya.


" baik non saya melanjutkan pekerjaan saya dulu " ucap koki itu sambil berlalu.


Nesya sengaja membuatkan bekal untuk Sean karena dia ingin meminta maaf sudah memeluk Sean waktu di pantai .


lama dia berkutat di dapur akhirnya masakan itu pun siap .


" akhirnya jadi juga bekal ini . mbak Nesya titip ini dulu ya " ucap Nesya tersenyum .


" baik non " ucap koki itu sambil tersenyum juga .


akhirnya Nesya pun pergi menuju kamar nya untuk mandi persiapan sekolah .


saat menaiki tangga , Nesya melihat Sean yang sedang turun dan hendak menyapa nya tapi Sean terlihat acuh dengan Nesya .


" sebenarnya kak Sean kenapa sih " ucap Nesya dalam hati dengan melanjutkan langkah nya menuju kamar .


saat setelah mandi dia masih memikirkan perubahan Sean yang secara mendadak itu.


tok...tok...tok ..


" masuk saja " ucap Nesya .


" permisi non , saya mau ambil baju kotor " ucap mbak rani .


" mbak Nesya boleh tanya ? " saut Nesya .


" silahkan non " ucap mbak Rani .


" saya lihat tuan turun tapi saya tidak merasa aneh dengan sikap tuan non . memang ada apa ? " ucap mbak Rani penasaran.


" tidak apa - apa mbak. Nesya hanya tanya saja " ucap Nesya .


" baiklah non kalau begitu saya permisi dulu " ucap mbak Rani tersenyum lalu menutup pintu Nesya lagi .


" apakah kak Sean sengaja menghindariku ? tapi apa alasan nya ? " ucap Nesya menebak - nebak. sambil memakai pantofelnya .


tok...tok...tok ...


" masuk aja mbak " ucap Nesya sambil mengikat rambut nya di depan cermin .


" ini aku nes " ucap ghuzheng membuka pintu kamar Nesya dengan tersenyum.


" ternyata kamu . ku kira mbak Rani " ucap Nesya tersenyum .


" gimana gaun nya ? " ucap ghuzheng .


" terimakasih ya kamu sudah mau memperbaiki itu untuk ku " ucap Nesya menepuk pundak ghuzheng .


" tidak masalah nes . kalau begitu ayo turun aku kesini sekalian untuk menjemputmu turun " ucap ghuzheng tetap tersenyum menggandeng Nesya .


" ghuzheng tunggu ! " ucap Nesya tiba tiba teringat sesuatu .


" kenapa nes ? " ucap ghuzheng heran .


" apa kamu sudah bertemu kak Sean ? " ucap Nesya.

__ADS_1


kini ekspresi ghuzheng yang awalnya bahagia berubah menjadi tak terbaca .


" dia ada di bawah . kenapa ? " ucap ghuzheng datar .


" aku merasa kalau sikap kak Sean pagi ini jadi aneh " ucap Nesya keheranan .


" aneh gimana maksud kamu ? " saut ghuzheng dengan penasaran .


" dia tiba - tiba cuek dan tidak menggubris ku" ucap Nesya tidak bersemangat .


" bagus , sepertinya kak Sean menepati janji nya " ucap ghuzheng dalam hatinya .


" sudah lah mungkin itu hanya perasaan mu saja . kak Sean mungkin dalam mood yang jelek jadi dia tidak sengaja bersikap seperti itu padamu . tenang saja kan maish ada aku " ucap ghuzheng mengelus kepala nesya .


tapi usaha ghuzheng untuk menenangkan Nesya tidak berhasil ,karena Nesya tetap memikirkan Sean .


" baiklah ayo kita turun " ucap ghuzheng menggandeng Nesya .


Nesya hanya tersenyum simpul dan mengikuti langkah ghuzheng di samping.


#####


saat menuruni tangga , tak sengaja mata Nesya bertemu dengan mata Sean . mereka saling bertatapan .


sekilas Nesya tersenyum menyapa Sean tetapi Sean hanya membuang muka lalu berjalan mendahului ghuzheng .


disini Nesya merasa sangat aneh . ini bukan hanya perasaan nya saja tapi sean memang benar - benar ingin menghindar darinya .


" pagi ma , kak Sean " ucap ghuzheng tersenyum seperti tidak terjadi sesuatu .


" pagi sayang " ucap nyonya britney tersenyum .


" lihatlah pasangan ini , sekarang sudah berani gandengan di depan mama ya " ucap nyonya Britney menggoda ghuzheng dan Nesya .


" mama jangan begitu , Nesya nanti malu " ucap ghuzheng tersenyum melirik Nesya .


" Sean , seharusnya kamu juga sudah punya pasangan kan . lihat adik mu , mama jodohkan dengan Nesya dia langsung mau " ucap nyonya britney .


" Sean tidak mau terburu - buru ma " ucap Sean sambil melahap makanan nya .


" terburu - buru gimana maksud mu ? sekarang umur mu berapa ? pernah tidak kamu membawa perempuan untuk di kenalkan mama ? mama sudah pengen punya cucu Sean " ucap nyonya Britney .


" baiklah . Sean sudah kenyang , jika kalian sudah selesai keluarlah . ku tunggu di mobil " ucap Sean datar .


" tidak usah kak , aku dan Nesya akan di antar pak tong saja " ucap ghuzheng tersenyum.


" ok " ucap Sean yang kini benar - benar pergi .


" lihat kakakmu itu . dia selalu membuat mama naik darah " ucap nyonya Britney memegang kepalanya .


" kak Sean tidak bermaksud begitu ma , mungkin sekarang kak Sean sedang mengamati wanita yang sedang di dekatinya dulu . baru di kenalkan ke mama " ucap Nesya dengan halus agar emosi nyonya Britney mereda .


#####


Sean memasuki mobil dengan langkah yang panjang dan cepat .


" sial ! " ucap Sean memukul setir kemudinya .


" kenapa dia memamerkan kemesraan nya di depan mataku ! " ucap Sean marah .

__ADS_1


" tidak seharusnya aku marah seperti ini kan. toh mereka juga akan menikah...tapi kenapa hatiku rasanya seperti berhenti berdetak saat Nesya di gandeng ghuzheng . apa ini yang di namakan cemburu ? " ucap Sean terus menebak - nebak perasaan nya .


__ADS_2