Teach Me To Love

Teach Me To Love
KETAKUTAN


__ADS_3

" terimakasih " ucap ghuzheng menerimanya .


" Nesya , mendengar bahwa orang yang kau cinta telah kabur seperti nya tidak adil jika kau ku bunuh tanpa mengabulkan permintaan terakhir mu tapi tergantung mood ku besok " ucap Xing lu dalam hati sambil menaikan salah satu alisnya .


" ghuzheng "


" ya ? "


" besok aku ijin tidak masuk sekolah "


" kenapa ? " ucap ghuzheng sambil mengeryit.


" aku merasa tidak enak badan "


" kalau begitu sekarang istirahat lah .jangan begadang . ok ! " ucap ghuzheng dengan lembut .


Xing lu pun mengangguk dan pergi meninggalkan ghuzheng bersama cecangkir capuccino yang di buatnya .


.


.


.


" kau sudah pulang ? " RB berbalik menengok suara yang mengajaknya bicara .


" sudah tuan " ucap RB sopan .


" apakah nesya aman ? "


" saya tadi melihat di lengan nona Nesya ada lebam bekas cengkraman tangan seseorang dan nona Nesya nampak nya menjadi depresi setelah kehilangan anda " lalu Sean berjalan mendekat ke arah RB .


" apa kau tau siapa yang menyakiti nya ? " ucapnya tegas . kini Sean berubah menjadi tatapan marah dan bernada dingin .


" maaf tuan saya tidak menanyakan itu pada nona Nesya karena dari awal dia menolak kedatangan saya "


" apakah yang menyakiti nya itu Xing lu ? " ucap Sean lirih .


"saya tidak tau persis siapa yang menyakiti nona Nesya tetapi tuan tenang saja saya sudah memasang alat perekam suara di bawah meja nona Nesya . kita akan mendengar setiap obrolan yang mereka lakukan dengan nona Nesya mulai sekarang "


" baiklah " Sean menghembuskan nafas dengan kasar setelah itu berjalan menuju balkon .


" jika itu adalah ulah nya . bersiap lah untuk menerima imbalanmu Xing lu " sambil mengepalkan tangan nya .


" tuan "


" ya "

__ADS_1


" besok saya akan mengintai nona Nesya menuju rumah sakit bersama Xing lu "


" mau apa mereka ke rumah sakit ? "


" Xing lu mengajak nona Nesya ke rumah sakit dengan dalih ingin mempertemukan nya dengan anda "


" dia begitu polos . jadi Pasti dia akan pergi bersama nya "


" jika anda mau , anda bisa ikut mengintai nya"


" ok besok aku akan ikut . siapkan baju penyamaran ku "


" baik tuan "


" apa yang kau rencanakan Xing lu "


keesokan pagi nya di kediaman rumah nyonya britney .


" selamat pagi ghuzheng " sambut Xing lu sambil tersenyum membawa segelas susu .


" pagi Xing lu . jika kau sakit seharusnya tidak usah bangun pagi seperti ini "


" hanya membuat segelas susu bukan hal yang susah "


" kalau begitu terimakasih " ucap ghuzheng sambil mengelus kepala Xing lu .


kini Xing lu dan ghuzheng pun sarapan bersama terkecuali Nesya . Dia masih mengurung diri di kamar dengan membawa kerinduan nya akan Sean .


" aku berangkat dulu . kau di rumah saja dengan Nesya ya " memakai tas ransel nya .


" ghuzheng "


" ya ? "


" bolehkah aku mengajak Nesya untuk berobat ke rumah sakit ? . hitung hitung untuk membawa nya bersantai di luar "


" boleh . kau juga bisa mengajaknya ke taman atau ke Mall . ini kartu debit ku kau bisa menggunakan nya bersama nesya " Xing lu pun tersenyum senang dengan jawaban ghuzheng lalu dia berjalan menuju kamar atas dimana Nesya mengurung diri .


tok...tok...tok


" nes "


" masuk lah "


setelah Xing lu masuk ke kamar Nesya , disana sudah berdiri seorang gadis yang memakai dress rajut selutut dengan lengan se siku berwarna burgundy.


" wah wah wah ternyata kamu sudah siap ya " Xing lu melipat tangan nya di depan memandang takjup penampilan Nesya .

__ADS_1


" aku sengaja bersiap dari pukul 5 dini hari tadi"


" kamu begitu bersemangat nes "


" tentu . karena aku akan bertemu dengan kak Sean " Xing lu pun tersenyum dengan licik melihat Nesya yang sangat mudah di bodohi .


" ayo pergi sekarang "


" baiklah " ucap Xing lu menggenggam jemari Nesya .


saat di perjalanan Nesya dan Xing lu sama-sama terdiam dengan pikiran mereka masing-masing hingga sampailah di depan rumah sakit yang di janjikan Xing lu .


" anda tunggu disini dulu pak " ucap Xing lu pada pak tong .


"baik non "


mereka sekarang sudah masuk kedalam rumah sakit dan tanpa bertanya ke pihak resepsionis yang ada di depan Xing lu langsung menerobos memasuki lorong demi lorong . dengan terus menggandeng Nesya ,Xing lu memasuki lorong yang sudah lama tidak terpakai oleh rumah sakit itu .


" Xing lu kenapa kita berada di ruangan sepi seperti ini . apakah kita salah arah "


" tidak Nesya . ini arah yang benar "


" tunggu ! " ucap Nesya menahan tangan Xing lu agar tidak melangkah lagi . kini tatapan Xing lu menjadi dingin tanpa tersenyum .


" sebaiknya kita balik tanya ke pihak resepsionis yang tadi saja . aku tidak berani kesana . lorong itu sangat gelap " tunjuk nya ke arah lorong itu.


" apa yang kamu takut kan , bukankah ada aku"


" aku tidak yakin kak Sean di rawat disana "


" aku lebih tahu nes . ghuzheng yang memindahkan nya disana " ucap Xing lu meyakinkan Nesya .


" bukankah kamu tahu sendiri ghuzheng sangat membenci kak Sean . jadi normal saja jika dia memindahkan kak Sean di ruang yang gelap ini "


nesya pun setuju untuk terus berjalan sampai di pintu yang lampunya mati nyala terus menerus .


" ini ruangan kak Sean " ucap Xing lu tersenyum manis .


" kamu yakin ? "


" kamu buka saja . pasti kak Sean akan senang saat melihat mu " ucap Xing lu terus memprovokasi Nesya agar percaya dengan ucapan nya .


saat Nesya memegang handle pintu , Xing lu sibuk mengeluarkan benda mengkilat dari balik blazer bludru nya , ya benar itu adalah pisau . Xing lu mempunyai maksud menikam Nesya dari arah belakang dan memasukan mayat Nesya ke dalam ruangan kosong itu hingga membusuk .


" selamat tinggal Nesya " gumam Xing lu dalam hati dengan menyeringai seperti harimau bertemu mangsanya .


__ADS_1


__ADS_2