
saat Nesya memegang handle pintu , Xing lu sibuk mengeluarkan benda mengkilat dari balik blazer bludru nya , ya benar itu adalah pisau . Xing lu mempunyai maksud menikam Nesya dari arah belakang dan memasukan mayat Nesya ke dalam ruangan kosong itu hingga membusuk .
" selamat tinggal Nesya " gumam Xing lu dalam hati dengan menyeringai seperti harimau bertemu mangsanya.
tiba-tiba pundak Xing lu di tepuk oleh seseorang dan dia pun mengurungkan niatnya dengan memasukan benda mengkilat itu lagi pada saku blazer .
" kenapa kalian berada disini " ucap seorang dokter marah dengan di dampingi perawat yang memakai masker .
" sial bagaimana bisa di tempat tak pernah terpakai ini ada dokter yang muncul " Xing lu nampak terkejut .
" nona kami bertanya pada anda . kenapa kalian berada di bangunan bekas ini ? "
" bangunan bekas ? bukan kah ini rumah sakit yang masih di gunakan " saut Nesya dari belakang Xing lu sambil melangkah maju ke arah dokter .
" kalian mendapat informasi dari siapa ? " ucap dokter itu memandang Nesya dengan tatapan yang tak biasa . tentu bukan tatapan biasa itu tatapan kerinduan dari Sean . Sean menyamar sebagai dokter untuk menyelamatkan Nesya .
" bukan kah kata mu kak Sean ada di dalam ruangan ini " berganti bertanya pada Xing lu .
" ah iya aku memang mendapat informasi seperti itu nes . maafkan aku , rupanya ghuzheng tidak benar-benar memberitahu ku , maafkan aku " sesal Xing lu .
" dia memang begitu kejam .padahal aku sangat ingin melihat nya " ucap Nesya menitihkan air mata lalu menghapusnya kembali . tak kuasa melihat Nesya menangis sean hendak melangkah kan kaki ke arah Nesya tetapi perawat itu menarik lengan sean .
" lihatlah aku , aku di depan mu nes "
" begini saja dok , bagaimana jika dua nona ini kita antar ke depan agar menanyakan langsung ke petugas resepsionis . mungkin orang yang mereka cari di pindahkan ke ruangan lain "
" ide yang bagus . ayo nes kita kesana mungkin saja kata perawat ini benar " sambil mengelus pundak Nesya , Nesya hanya menurut .
" sebaiknya kalian berjalan terlebih dahulu . kami akan mengawal dari belakang " ucap Sean dengan dingin .
" b*tch , aku tidak bisa mencari celah sekarang . ok sepertinya Tuhan masih menyelamatkan hidup mu dengan datang nya dua orang tidak berguna ini " ucap nya penuh kebencian dalam hati .
" baiklah . terimakasih dok telah menuntun jalan kami " ucap Xing lu memasang wajah yang sangat lembut dan santun .
" gadis iblis . berani nya kau menghasut nesya ku " Sean sangat geram pada Xing lu .
selama melangkahkan kaki di belakang Nesya dan Xing lu . mata Sean terus lekat mengawasi setiap gerak gerik Xing lu hingga tiba di meja pengecekan data Pasien yang masuk di rumah sakit itu .
" silahkan anda tanyakan kesana " ucap sean sambil menunggu Xing lu dan Nesya berjarak 2 meter .
" permisi . bisakah anda menunjukan kamar atas nama Sean "
" maaf nona nama lengkap nya siapa ? " tutur perawat itu dengan sopan .
" Sean Britney " saut Nesya .
" untuk tuan Sean Britney dia kabur 3 hari yang lalu "
" oh begitu .apakah anda tahu dia berada dimana ? "
" maaf nona saya tidak tahu " ucap perawat itu dengan ekspresi aneh dengan pertanyaan Nesya .
" benar juga mana mungkin perawat ini tau tentang kak Sean " ucap Nesya dengan wajah kecewa nya .
" bagaimana? " ucap Sean pada Nesya .
" orang yang saya cari sudah pergi dok . terimakasih atas bantuan anda dan kakak perawat ini "
__ADS_1
" terimakasih dok jika tidak ada anda pasti kami akan tersesat di bangunan tua tadi " ucap Xing lu dengan manis .
" penjilat " geram perawat yang ada di samping Sean dan tak lain adalah RB .
" kami pamit undur diri dulu . terimakasih atas bantuan anda sekali lagi . permisi " ucap Nesya sambil membungkukkan badan nya dengan sopan lalu pergi bersama Xing lu .
" tuan seperti nya anda tadi hampir ketahuan " ucap RB .
" maafkan aku , aku tidak bisa melihat nya bersedih seperti tadi . hati ku ikut merasakan sakit RB "
" aku tahu " saut RB .
" biarlah aku mengorbankan perasaan demi melihat mu bahagia . aku akan terus membantu mu hingga bersanding dengan nya lagi " tambah RB dalam hatinya .
" sekarang kau perintahkan Mario untuk membuntuti mereka " ucap Sean sambil keluar dari rumah sakit itu bersama RB lewat pintu samping .
" baik tuan . kini Mario sudah menyamar "
" bagus " ucap Sean sambil melepas jas dokter nya lalu melempar ke kursi belakang .
Berbeda dengan Sean , RB tetap mengenakan seragam perawatnya itu dengan tetap menggunakan masker .
di tempat parkir mereka menunggu kabar dari Mario hingga pada akhirnya Mario menelfon nomor RB .
" halo "
" mereka ada di taman kota cepat kau kemari disini sepi "
" baiklah aku akan kesana . tolong kau awasi dia terus "
" ok " lalu mereka bersamaan memutus telfon nya .
" tuan bisa kah anda jangan mengebut , ini sangat berbahaya " ucap RB melihat Sean menancap gas terlalu kencang . Sean hanya acuh tidak mendengarkan ucapan RB .
.
.
.
*Di taman*
Nesya dan Xing lu sekarang sedang bercanda bersama layak nya sahabat normal . mereka berjalan beriringan sambil sesekali Xing lu menghibur Nesya yang kecewa karena tidak jadi bertemu dengan Sean .
" nes kok murung terus sih . aku gelitikin nih kalo nyuekin aku " ucap Xing lu .
"aku tidak nyuekin kamu kok . dasar tembem" ucap Nesya mencubit pipi Xing lu .
" kamu kebiasaan ya " Xing lu memprotes tetapi nesya malah tertawa lepas .
" bagaimana sekarang perasaan mu ? " ucap Xing lu .
" sedikit berkurang setelah berada disini . terimakasih ya " ucap Nesya memegang tangan Xing lu sambil membingkai senyumnya .
" tidak masalah kamu kan sahabat ku . eh lihat itu ada bakso ayo kita beli aku lapar " Xing lu menarik Nesya tanpa mengatakan persetujuan .
" bukan kah ini bakso yang pernah aku beli dengan kak Sean " gumam Nesya dalam hati sambil menatap gerobak dan Abang penjual nya .
" eh nona cantik . mana pacar nya non " ucap penjual bakso itu .
__ADS_1
Nesya enggan menjawab karena dia menahan tangis agar tidak pecah . mungkin ada di antara kalian yang menganggap Nesya cengeng . tapi berpisah dengan orang yang kita cinta tanpa ada kabar itu sangat menyakitkan .
" bang beli bakso 1 makan sini " ucap seorang pria perawakan tinggi tegap -sean . dia sudah berganti kostum lagi .sean kini memakai kumis dan jenggot serta kacamata hitam dan memakai topi ala coboi .
" ok mas "
" bang pesen 2 mangkok ya " ucap Nesya tersenyum tipis pada tukang bakso itu .
" nes kok kamu murung lagi ? " ucap Xing lu memajukan mulut nya karena melihat Nesya tidak bersemangat kembali .
" ini adalah tempat ku bersama kak Sean pertama kali sarapan berdua Xing lu "
" benarkah ! . maafkan aku telah membuat mu sedih nes . apakah kita membungkus saja "
" tidak perlu . aku akan tetap makan di sini . walaupun ini mustahil aku bisa merasakan kehadiran nya di dekat ku " ucap Nesya tersenyum.
" kamu merindukan nya hingga sejauh ini nes . sabar ya " ucap Xing lu mengelus punggung Nesya .
" aku benar-benar di dekat mu nes . kita sedang makan bersama " gumam Sean dalam hati lalu berjalan untuk membeli minum di gerobak kaki lima yang ada di sebelah tukang bakso itu .
" berikan 2 minuman ini pada 2 gadis yang disana bilang saja gratis. ingat yang merah untuk gadis yang memakai dress itu " ucap Sean sangat pelan sambil memberikan dua minuman yang sudah dia buka .
" baik tuan " ucap penjual itu .
" ini untuk mu " bisik Sean pada penjual minuman itu sambil memberikan 3 lembar uang kertas.
" terimakasih tuan " setelah itu Sean kembali duduk di kursi menikmati bakso nya .
" selamat pagi non ini minuman untuk non berdua "
" tapi saya tidak memesan nya " ucap Nesya .
" ini gratis non "
" gratis ! nes gratis nes " Xing lu kesenangan bukan main .
" biar aku membayarnya untuk anda . minuman seperti ini pasti untung nya tidak seberapa pak "
" tidak usah. hari ini ulang tahun saya non . anggap saja kalian beruntung telah makan di taman ini "
" selamat ulang tahun ya pak semoga sehat selalu "ucap Xing lu dengan senang hati mengambil minuman botol berwarna biru itu .
" bagus minum sampai habis " gumam Sean sambil terus melahap makanan nya .
" ini hadiah untuk bapak " Nesya memberikan dua lembar uang bernilai besar .
" tidak usah repot-repot non "
" terima lah pak . ini kado dari ku " ucap Nesya sangat tulus .
" terimakasih non " ucap penjual itu sambil sumringah . bagaimana tidak dia mendapatkan uang double dari Sean dan Nesya .
" sungguh aku ingin membawa mu ke dekapan ku nes . maaf aku belum bisa muncul sebagai Sean di depan mu saat ini " ucap Sean tak terasa menitihkan air mata di balik kacamata hitam .
##############
hayooo ngaku siapa yang disini kayak Nesya . kangen sama orang terus tiba-tiba nangis gitu aja ?
__ADS_1