Teach Me To Love

Teach Me To Love
DIRENDAHKAN


__ADS_3

"hah gagal lagi " ucap Sean dengan membuang nafas dengan kasar ,karena tidak berhasil merayu nyonya britney untuk tidak melanjutkan kencan buta Sean .


#####


di dalam kelas


"Xing lu " ucap ghuzheng sambil melambai ke arah Xing lu .


"nes aku tinggal ke bangku ghuzheng dulu ya" ucap Xing lu . Nesya pun mengangguk untuk merespon ucapan Xing lu .


"ada apa ? " ucap Xing lu di depan ghuzheng.


"mendekatlah.nanti Nesya dengar" ucap ghuzheng .


"kamu mau tanya apa ? " ucap Xing lu


"tadi Mario bicara apa saja dengan Nesya" ucap ghuzheng dengan berbisik.


"hanya membahas tentang hobby" ucap Xing lu.


"tapi kenapa seperti nya seru sekali" ucap ghuzheng .


"sungguh . tadi mereka hanya membahas tentang hobby. tapi kamu tau sendiri kan Mario orang nya bagaimana " ucap Xing lu


"ya sudah kalau begitu . kamu boleh kembali ke bangku mu . terimakasih" ucap ghuzheng


"ok .. eh eh sebentar ada yang ingin ku sampaikan padamu" ucap Xing lu


"apa ? " ucap ghuzheng yang penasaran .


"tadi saat kembali ke kelas Nesya di hadang oleh diva. dia mengatakan hal yang kasar pada Nesya " ucap Xing lu


"benarkah ? " ucap ghuzheng yang tidak percaya.


"tentu saja benar. aku tidak pernah membohongi mu . diva di depan mu seperti gadis yang lembut . tapi di belakang omongan nya itu tajam " ucap Xing lu . ghuzheng terus berfikir ,karena hampir tidak percaya dengan yang di ucapkan Xing lu .


"hei aku duduk dulu ya . kamu jangan melamun begitu" ucap Xing lu sambil berjalan duduk di sebelah Nesya. selang beberapa menit akhirnya guru pun datang ke kelas mereka .


"selamat siang murid-murid" ucap guru itu


"siang sir" ucap semua murid .


"sekarang buka buku kalian pada halaman 154" ucap guru itu. mereka pun mematuhi yang di perintahkan oleh guru. waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah bel pulang pun berbunyi . semua murid yang tadi nya merasa mengantuk sekarang menjadi semangat kembali .


"murid-murid kita akhiri dulu pertemuan hari ini . selamat sore" ucap guru itu .


"selamat sore sir" ucap semua murid .


"nes ayo pulang " ucap ghuzheng menghampiri Nesya .


"tunggu sebentar " ucap Nesya merapikan buku-buku nya .


"sini ku bantu " ucap ghuzheng sambil mengambil alih buku-buku itu dari tangan Nesya lalu memasukan nya ke tas .


"ayo" ucap ghuzheng tersenyum dengan membawa tas Nesya.


"lho eh kenapa kamu membawa tas ku .beri kan padaku biar aku saja yang membawanya" ucap Nesya dengan mengulurkan tangan nya


"sudah ayo jalan " ucap ghuzheng memegang tangan Nesya untuk menggandeng nya keluar . diva yang melihat ghuzheng sangat perhatian pada Nesya merasa hati nya sedang di koyak .


"div sabar . jangan emosi" ucap stefi.


BRAAAK ...! diva menggebrak meja


"kurang ajar dia "ucap diva yang kesal


"sabar div . aku punya rencana untuk menjebak nya " ucap stefi


"benarkah . bagaimana caranya ? " ucap diva yang antusias lalu stefi mendekat kan dirinya pada telinga diva untuk membisikan rencana nya .


"bagaimana, bagusan rencanaku pasti dia akan malu" ucap stefi yang selesai membisikan rencana itu .


"bagus juga . kau memang pintar " ucap diva .


#####


saat Nesya dan ghuzheng sudah ada di depan patung untuk berjalan ke gerbang ternyata mereka sudah di tunggu oleh Mario .


"DOR! " ucap Mario mengageti ghuzheng dari belakang.


"kenapa kau belum pulang " ucap ghuzheng pada Mario .


"aku sengaja menunggumu keluar " ucap Mario .


"untuk apa ? " ghuzheng bingung


"untuk ikut dengan mu pulang lah " ucap Mario .

__ADS_1


"kenapa kau ikut bersama ku . kau kan punya rumah sendiri" ucap ghuzheng


"kau sudah lupa ucapan ku . selama ada Nesya di rumah mu ,aku akan sering-sering bermain di rumah mu" ucap Mario


"ah tidak tidak,aku tidak setuju . apa-apa an kau ini . pulang sana " ucap ghuzheng


"o begitu ,jadi kau tidak mau aku datang ke rumah mu " ucap Mario


"iya " ucap ghuzheng


"kalau begitu terima ini" ucap Mario sambil menyetrum pinggang ghuzheng dengan jari-jarinya.


"hei hentikan . itu geli " ucap ghuzheng


"aku akan berhenti jika kau mengizin kan ku " ucap Mario .


"ok - ok aku mengizinkan mu ikut dengan ku " ucap ghuzheng yang akhirnya setuju


"nah begitu dari tadi kan enak" ucap Mario .


tak lama kemudian datanglah Sean dengan mobil hitam metalik nya menerobos masuk ke dalam gerbang sekolah.


"masuk" ucap Sean membuka kaca jendelanya sedikit . Nesya pun masuk terlebih dahulu ke dalam kursi penumpang .


"nah jika kau ikut . naik saja mobil mu sendiri ,aku naik dengan Nesya" ucap Mario yang hendak pergi masuk mobil .


"hei apa kau bilang ? jika aku tidak bisa duduk dengan Nesya ,berarti kau sendiri juga tidak bisa. ayo ikut ke mobil ku (sambil menyeret tas punggung yang di gunakan Mario) kak Sean jaga Nesya ,aku dan adik mu ini akan mengikuti kalian dari belakang " ucap Mario


"ok" ucap Sean lalu melajukan mobil nya dengan cepat .


"kak tunggu aku . jangan menggubris Mario" ucap ghuzheng meneriaki mobil Sean yang sudah berjalan jauh .


"sudah lah ayo ikut ke mobil ku saja . kau sudah tidak punya pilihan lain teman" ucap Mario tertawa.


#####


di dalam mobil Sean


"hei bocah" ucap Sean


"iya ? " ucap Nesya menengok ke arah Sean


"aku sudah mendapatkan kesempatan untuk mendekati wanita yang ku suka" ucap Sean terlihat senang .


"baguslah kalau begitu" ucap Nesya juga terlihat senang tapi hatinya seperti ada yang tidak beres .


"sesuai janji ku . aku akan membantumu " ucap Nesya.


"bagus . aku ingin kau menjadi mata-mata ku .apa kau mau ? " ucap Sean


"aku mau saja . tapi bagaimana cara nya kan aku sedang sekolah" ucap Nesya .


"untuk caranya serah kan saja padaku . yang penting kau mau membantuku"ucap Sean tersenyum sekilas .


"ok kak . lho kak kok kita lurus ,bukan kah arah ke rumah seharusnya belok" ucap Nesya yang menegur Sean takut jika Sean lupa berbelok .


"aku tau . tapi kita akan langsung mencari ponsel untuk mu " ucap Sean .


#####


"kenapa mereka cepat sekali jalannya " ucap Mario mengemudi mobil nya


"mungkin saja kak Sean sudah sampai rumah duluan. kau seperti baru mengenal nya saja . dia kan pemarah" ucap ghuzheng .


"benar juga " ucap Mario . saat mereka memasuki rumah , ghuzheng langsung menanyakan Nesya pada pelayan pribadi Nesya.


"Nesya dimana ? " ucap ghuzheng pada mbak Rani .


"bukan kah nona Nesya masih di sekolah " ucap mbak Rani.


"tidak , tadi Nesya sudah di jemput kak Sean" ucap ghuzheng


"maaf tuan muda , tapi nona Nesya dan tuan sean belum pulang " ucap mbak Rani .


"baiklah kalau begitu" ucap ghuzheng lalu menuju ke ruang tamu nya .


"kemana mereka ? " ucap Mario


"aku pun tidak tau .katanya mereka belum pulang . apa mungkin mereka sedang ada masalah . tadi kan kak Sean berkendara sangat kencang" ucap ghuzheng .


"kau jangan membuatku takut begitu . coba kau telfon kak Sean sekarang" ucap Mario yang mulai khawatir . telfon pun terhubung pada Sean


"halo kak , kakak dimana ?kenapa belum sampai di rumah ? " ucap ghuzheng


".........."


"o begitu ya sudah . hati-hati di jalan" ucap ghuzheng

__ADS_1


"......." mereka terus mengobrol di telfon .


#####


di gerai Ponsel


"kau suka yang mana ? " ucap Sean


"aku bingung .... coba kakak pilih kan saja untuk ku " ucap Nesya .


"kalau begitu sama dengan ponsel ku saja bagaimana " ucap Sean yang tidak mau ambil pusing memilih ponsel .


"baiklah" ucap Nesya tersenyum .


"aku ambil yang ini " ucap Sean pada karyawan di gerai Ponsel itu .


"pilihan anda bagus sekali tuan . ini adalah keluaran terbaru bulan ini" ucap pelayan itu


"sudah tau" ucap Sean .


"ini nota nya silahkan mengantri di kasir tuan" ucap karyawan itu . saat ingin mengantri tiba-tiba ponsel Sean berbunyi


"kau ambil tempat antrian dulu . aku ingin mengangkat telfon ghuzheng" ucap Sean.lalu Sean pun sedikit menjauh dari keramaian .


"ada apa ? " ucap Sean pada telfon


"kakak dimana ? kenapa belum sampai rumah ?" ucap ghuzheng


"aku masih membeli ponsel untuk Nesya . ini masih antri di kasir " ucap Sean . mereka terus berbicara tanpa tau Nesya sudah berada di paling depan sendiri .


"hei nona maju lah giliran mu " ucap kasir .


"iya " ucap Nesya lalu maju memberikan nota pembayaran pada kasir .


"kau benar ingin membeli ponsel ini . ini sangat mahal " ucap kasir itu


"benarkah ? " ucap Nesya


"apa kau tidak melihat angka pada nota ini " ucap kasir itu memperlihatkan nota yang di bawa Nesya tadi.


"aku tidak tau .kalau itu terlalu mahal maka ganti saja dengan yang lebih murah . boleh ? " ucap Nesya


"kalau kau tidak punya uang ,jangan sok-sok an membeli ponsel disini " ucap kasir itu mempermalukan Nesya di depan orang banyak. Nesya hanya terdiam saja melihat orang di sekitar nya menertawakan dia.


"seperti nya kau anak sekolah elit di kota ini tapi cara berdandan mu sangat minim . apa kau anak pungut dari keluarga kaya " ucap kasir itu lagi . Nesya terlihat acuh dengan ucapan kasir itu hingga membuat si kasir kehabisan kesabaran karena Nesya tidak menanggapi omongan nya sedikit pun .


"hei kenapa kau diam saja . sana kau pergi " ucap kasir itu dengan kasar .Nesya tetap berdiri di tempat ,karena Sean menyuruh nya untuk tetap di situ .


"Nesya kuat ,Nesya kuat " ucap Nesya dalam hati untuk menguatkan dirinya .


"ada apa ini ? " ucap Sean datang .


"Anda siapa ? " ucap kasir


"aku kekasih gadis yang ingin kau usir ini . kenapa kau mengusir nya " ucap Sean dengan nada santai .


"bagaimana aku tidak mengusirnya , ponsel ini sudah di buka segel dan dia minta untuk mengganti yang lebih murah dari ini" ucap kasir itu.


"benar begitu ? " ucap Sean pada Nesya. Nesya pun menganggukan kepalanya .


"maafkan kekasih ku ,dia adalah wanita yang tidak enak an dengan pasangan nya . ini ku bayar dengan kartu ku " ucap Sean berbohong tak lama kemudian dia bersin lalu sean memberikan kartu debit nya pada kasir yang menghina nesya tadi .


"sayang kapan lagi jangan begini ya . kau tidak perlu sungkan untuk menerima barang yang ingin ku berikan untuk mu. mengerti " ucap Sean yang pura pura dan mengelus kepala nesya tiba-tiba dia bersin lagi. Nesya hanya diam dan menunduk saja .


"silahkan tuan ini ponsel nya " ucap kasir itu memberikan ponsel sekaligus kartu debit Sean .


"tuan kau memiliki selera yang bagus . dia masih gadis dan memiliki lekuk tubuh yang indah tentunya sangat asik jika menikmatinya di ranjang nanti" ucap kasir itu pada Sean dengan berbisik tidak senonoh tentang Nesya .


"terimakasih sudah memuji kekasih ku .keluar lah kemari . aku akan memberi mu tips" ucap Sean pada kasir itu dengan tersenyum lalu Sean bersin lagi . Sean akan begitu terus jika dia berbohong . kasir itu pun keluar dari meja komputer nya dan mendekat ke arah Sean.


"kau mau tips ? " ucap Sean mengulangi tawarannya pada kasir itu


"mau tuan" ucap kasir itu dengan sumringah .


"ini tips untuk mu" ucap Sean sambil memukul mulut kasir itu hingga terjatuh . semua orang yang ada disitu hanya terdiam dan ada juga yang keluar dari gerai tidak jadi membeli ponsel karena takut pada Sean .


"jaga ucapan mu ,jangan pernah kau menghina seseorang lagi. jika aku mau,aku bisa membeli gerai ini terlebih lagi kau . kau juga bisa ku beli " ucap Sean bernada santai pada kasir itu .


"mana supervisor kalian " ucap Sean pada seluruh karyawan . lalu salah satu dari karyawan itu pergi untuk memanggil supervisor mereka . tidak lama datanglah karyawan itu dengan supervisor nya .


"maaf kan karyawan kami tuan .maaf kan atas pelayanan buruk kami " ucap supervisor itu dengan menbungkuk pada Sean .


"kau tau siapa aku ? " ucap Sean


"seperti nya anda tidak asing di mata saya" ucap supervisor itu . lalu Sean mengeluarkan kartu nama nya .


"astaga tuan Sean . Anda tuan Sean yang mempunyai bisnis perakitan mobil sport itu " ucap supervisor itu kaget .

__ADS_1


__ADS_2