Teach Me To Love

Teach Me To Love
PANTAI


__ADS_3

" Nesya tidak tega kak " ucap Nesya parau .


sekarang Sean merasa hatinya sakit saat mendengar suara Nesya yang menahan tangis.


" kau dengar ? dia tidak tega menyakitimu tetapi kenapa kau menyakitinya ! dasar bodoh ! untuk sekarang kau masih ku maafkan . lain kali aku tau kau menyakitinya lagi ,tidak segan - segan aku berbuat lebih kejam daripada ini" ucap Sean sambil melepas jas nya dan menutup tubuh Nesya menggunakan jas itu sambil merangkulnya di bawa pergi.


lalu Xing lu ikut pergi menyusul Nesya .


" rasain emang enak di siram air dingin ! " ucap Xing lu sambil menyenggol pundak diva .


" kau ! " ucap diva sambil bersiap menampar Xing lu karena emosinya belum tersampaikan .


" cukup diva !!! " ucap ghuzheng yang kini membentak diva dengan sangat keras.


dia berhasil membuat diva mengurungkan niatnya untuk menampar Xing lu .


" ghuzheng maafkan aku .aku tidak sengaja " ucap diva sambil memegang tangan ghuzheng .


" kau bilang ini tidak sengaja ? tidak sengaja darimana !!! " ucap ghuzheng yang masih membentak diva .


" aku selama ini terus menerus sabar padamu . satu , dua kali aku menegurmu dengan lembut tapi kenapa kau sama sekali tidak sadar . mau mu apa div !!! Apa !!! " ucap ghuzheng yang semakin meninggi .


" bisakah kau tidak berteriak pada sepupuku ! " ucap Mario sambil menarik kerah kemeja ghuzheng .


" dia memang pantas mendapatkan itu .apa menurutmu kau juga akan membela nya saat dia salah ! " ucap ghuzheng sambil menatap Mario dengan tajam .


" jangan pukul ghuzheng Mario . lepaskan dia" ucap diva menarik tangan Mario di kerah ghuzheng .


" kau pikir aku takut dengan mu . ayo pukul aku !!! " ucap ghuzheng semakin menantang Mario .


" ghuzheng kendalikan emosimu " ucap Xing lu menarik ghuzheng agar menjauh dari Mario .


" sudah ayo kita pergi dari sini . kita susul Nesya saja " ucap Xing lu sambil menatap kesal dengan diva .


lalu ghuzheng pun mau di ajak pergi sambil di tarik oleh Xing lu .


kini acara itu berjalan seperti biasa lagi .


" aku benci Nesya " ucap diva dengan angkuh.


Mario menatap diva dengan tatapan tajam .


" kenapa kau menatap ku seperti itu? " ucap diva heran .


" bisa kah kau tidak berfikir negatif sedikit saja dengan Nesya? dia itu baik " ucap Mario .


" kau juga ! ternyata otak mu Sudah di cuci oleh gadis kampung itu ! " ucap diva kesal .

__ADS_1


" kau bilang otak ku ? bukan otak ku yang telah di cuci . tapi otak mu yang sudah di penuhi dengan kebencian diva " ucap Mario sambil menunjuk ke kepala diva .


" aku akan bersumpah akan membalas lebih kejam dari ini . lihat saja nanti " ucap diva geram .


" oh ya? coba saja kalau kau berani . apa kau pernah dengar seorang pria tega memenjarakan sepupunya karena tindak kejahatan" ucap Mario dengan mengeryitkan mata nya .


sontak diva langsung tertegun dengan pernyataan Mario .


" jika kau berani melakukan itu . ku pastikan kau akan mendekam di penjara diva . cam kan itu " ucap Mario lalu melangkah pergi melewati diva yang masih merasa kesal .


" kenapa semua nya Nesya , Nesya , Nesya !!! kenapa Nesya terus !!! " ucap diva berteriak histeris lalu murid - murid lain pun menertawainya .


" DIAM !!! " ucap diva dengan keras lalu pergi melewati pintu aula .


#####


mobil terus berjalan hingga sampailah Sean dan nesya di tempat favorit Sean untuk menenangkan diri .


saat pintu mobil di buka hawa dingin mulai menusuk ke tulang , deburan ombak saling bersautan dan ada suara binatang malam di sekitar sana .


" ayo ! " ucap Sean sambil mengulurkan tangan nya.


" kemana ? " saut Nesya .


" ikut saja " ucap Sean sambil meraih tangan Nesya. Sean terus membawa Nesya berjalan untuk mendekati pesisir pantai dan duduk di sana .


" sini duduk . aku ingin bercerita padamu " ucap Sean menepuk pasir yang menjadi alas mereka untuk duduk .


" tadi aku sempat adu pendapat dengan Mr. Edwin karena dia hendak curang " ucap Sean .


" curang bagaimana maksud nya ? " saut Nesya yang penasaran.


Flash back


saat di acara dansa Mr.edwin , kepala sekolah dan Sean berunding untuk pemenang ajang dansa itu .


" Mr . Sean kita tidak usah berunding lama - lama . kita putuskan saja yang menjadi pemenangnya adalah diva " ucap Mr . Edwin.


Sean pun mengeryitkan mata nya karena tidak setuju.


" kenapa anda ingin memenangkan nya padahal nilai yang tertinggi punya Nesya " ucap sean santai sambil menunjuk tulisan nama Nesya .


" diva adalah anak dari adik ku jadi kita menangkan saja dia " ucap mr.edwin .


sontak Sean pun tersenyum sinis pada Mr Edwin.


" jika acara ini hanya ditujukan untuk memenangkan keponakan anda , untuk apa kita menulis nilai dansa murid sebanyak ini ? . sebaiknya anda harus bersikap adil . atau aku akan membongkarnya disini dan tentunya yang malu bukan hanya diva tapi anda juga merasakan nya " ucap Sean dengan tenang.

__ADS_1


" baiklah kita bersikap adil saja " ucap mr.edwin yang menutupi rasa takut nya .


Flash back end .


"jadi mereka mempunyai maksud curang ? " ucap Nesya sambil menerawang ke depan . lalu Sean hanya mengangguk untuk jawaban iya .


" sekarang apa yang kau rasakan ? " ucap Sean memandang wajah Nesya .


Nesya hanya menghembuskan nafasnya dan memejamkan mata saja .


" Nesya ingin menyerah kak " ucap Nesya menunduk .


" angkat kepala mu dan lihat lah kedepan " ucap Sean memberi instruksi pada Nesya .


" saat kau melihat ke depan seperti , kau melihat apa ? " ucap Sean .


" ombak dan batu besar " ucap Nesya .


" bagus . sekarang ku gambarkan kau seperti ombak , yang berupa air tak memiliki wujud kasar dan batu ku gambarkan sebagai masalahmu yang mana keras serta menghangi jalan mu . tapi ombak bisa menerjang batu terus menerus untuk mengikis nya menjadi semakin berkurang lalu habis menghilang , sama hal nya dengan dirimu , kau harus tetap kuat untuk menyelesaikan segala masalah mu , kau boleh menangis tapi jangan pernah menyerah ! " ucap Sean menatap Nesya dengan lekat .


Nesya kini juga menatap Sean dengan lekat . mereka terus mendekatkan wajah satu sama lain .


hingga ponsel Nesya pun berbunyi . sontak Sean dan Nesya menjadi gelagapan .


" angkat telfon mu " ucap Sean gugup .


lalu Nesya membuka tas nya dan mengeluarkan ponsel nya untuk mengangkat telfon .


" halo ? " ucap Nesya .


" nes kamu dimana ? " ucap ghuzheng dengan nada khawatir .


" aku sedang bersama kak Sean . ada apa ghuzheng ? " ucap Nesya .


" kamu baik- baik saja kan ? " ucap ghuzheng masih khawatir.


" iya aku baik baik saja kok . tenanglah " ucap Nesya membingkai senyum di wajah nya .


" sebaiknya kamu pulang sekarang nes . angin malam tidak bagus untuk mu . lagi pula kamu juga memakai gaun pesta seperti itu " ucap ghuzheng yang mendengar deburan ombak di pantai .


" iya sebentar lagi aku akan pulang " ucap Nesya tersenyum lalu menutup telfon nya .


" ghuzheng ? " ucap Sean bertanya .


" iya kak " ucap Nesya .


" ya sudah sebaiknya kita pulang sekarang. agar ghuzheng tidak khawatir lagi dengan mu" ucap Sean tersenyum . lalu dengan berani Nesya memeluk Sean dari arah depan .

__ADS_1


" terimakasih ya kak sudah menghibur nesya " ucap Nesya dengan suara halus .


seketika badan Sean menjadi kaku karena gugup.


__ADS_2