Teach Me To Love

Teach Me To Love
TIDAK ADA RUANG


__ADS_3

" baiklah " ucap Xing lu tersenyum lalu ghuzheng pun pergi ke kamarnya .


"gaun pengantin ? maksudmu gaun kematian" ucap Xing lu tersenyum sinis . entah mengapa Xing lu sangat membenci Nesya hingga ingin melenyapkan nya , tetapi alasan yang masuk akal untuk kemungkinan itu adalah keirian nya terhadap Nesya .


kembali ke mobil Mario , disana ada seorang spy yang entah suruhan siapa .


" kau turun dimana ? " ucap Mario pada wanita bermata coklat itu .


" aku turun di sana " ucap RB menunjuk suatu gedung yang di perkirakan itu adalah apartemen kelas atas .


" kau tinggal disana ? " ucap Mario menaikan alisnya . RB pun mengangguk dan memakai topi baseball nya kembali .


" gaji mu banyak juga sampai bisa tinggal di apartemen elit seperti itu " ucap Mario tersenyum . RB tetap diam hanya memandang Mario karena pintunya masih di kunci.


" berapa gaji mu ? " ucap Mario mulai tertarik mengorek informasi pada RB.


" aku yakin kau mampu membayarku tetapi aku tidak yakin mau bekerja dengan mu . sekarang buka pintu nya " ucap RB tegas , ketegasannya cukup membuat Mario terdiam dan menuruti perkataan nya .


" jangan lupa kita bertemu lagi pukul 7 malam . jangan terlambat " ucap RB yang sudah membuka pintu.


" ok " ucap Mario mengangguk dan melihat RB hilang seiring berjalan menjauhinya.


#####


Apartemen mewah


RB terus berjalan menaiki lift hingga tiba di lantai 8 dan terus berjalan hingga berada di depan daun pintu bernomor 415.


Ting-tung....ting-tung !


seketika pintu pun terbuka dengan lebar dan memunculkan orang yang ada di dalam nya .


" bagaimana , kau sudah menemukan Mario. " ucap suara berat yang berkarisma sambil menutup pintunya lagi.


" sudah tuan . nanti saya akan beraksi " ucap RB .


" apakah tidak ada yang curiga ? " ucap pria itu memastikan .


" tidak tuan " ucap RB .


" bagus . sekarang istirahat lah " ucap pria itu sambil menjauhi RB .


" tuan " ucap RB .


" ada apa ? " ucap pria itu berkarisma .


" apakah nanti tuan mau ikut ? hitung-hitung untuk mengobati rasa rindu tuan dengan nona Nesya " ucap RB yang hatinya terasa sakit.


" tidak perlu . aku sudah tidak mau menemuinya , biarkan dia memulai hidup barunya dengan mencintai adikku " ucap pria itu dengan nada tegas tetapi ada kesakitan pula disana . ya ... dia adalah Sean orang yang telah membawa pergi Nesya dan mengembalikannya lagi , orang yang telah di pukul adik kandung nya sendiri dan orang yang menyewa RB sebagai spy rahasia nya .


Sean kini sudah kembali akan tetapi , dia tidak mempunyai maksud untuk merebut Nesya . Sean hanya ingin melindunginya dari niat jahat Xing lu .


" saat kau tiba disana , bisakah kau mengabarkan keadaan nya padaku ? aku hanya ingin tahu itu " ucap Sean menatap RB .


" baik tuan " ucap RB menunduk karena tak kuasa di tatap oleh Sean .

__ADS_1


" aku tau bagaimana perasaan mu padaku tapi ," ucap Sean terputus .


" saya tau batasan tuan , saya tidak seharusnya mencampurkan urusan pribadi saya dengan misi saat ini . maafkan saya " ucap RB membungkuk meminta maaf .


" kau baik RB . aku tahu itu " ucap Sean tersenyum sambil menepuk pundak RB .


" tuan bukan kah sekarang sudah waktunya minum obat ? " ucap RB menatap jam digital yang terpasang di tangan nya .


" ya . ambil kan obat ku " ucap Sean yang kini duduk di sofa . Sean dan RB bukan tinggal satu apartemen hanya saja saat pagi menjelang hingga pukul 8 malam RB selalu stand by untuk menjaga Sean.


padahal Sean sudah pernah menawarkan pada RB untuk tinggal sementara bersamanya tetapi RB menolak dengan alasan menyalahi aturan kerja .


" silahkan tuan " wanita manis berkulit eksotis itu memberikan tiga butir kapsul pada Sean.


" terimakasih " ucap Sean mengambil obat itu dari telapak tangan RB .


" sekarang kau istirahat lah dulu . aku ingin keluar sebentar " ucap Sean memakai jaket kulit berwarna army .


" saya akan mengawal anda tuan " saut RB .


" tidak usah . kau seorang Spy bukan pengawal . jika pun kau harus mengawal , aku bukan orang yang tepat untuk kau kawal . istirahatlah " ucap Sean sambil memasang jam tangan nya .


" baik tuan " ucap RB patuh .


Sean sudah lengkap memakai sepatu bertali dengan buff hitam nya dan tak lupa memakai topi baseball yang senada dengan buff nya, akhirnya dia menghilang dari balik pintu silver itu .


#####


Di Kamar nesya


Nesya sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil sesekali membayangkan kenangannya bersama Sean lagi . dia terus terbayang senyum Sean , hangat nya pelukan Sean dan semua yang telah dia lalui bersama pujaan hatinya.


" tak apa . aku hanya teringat seseorang " ucap Nesya mengusap air matanya dengan senyum tipis .


" kak Sean ? " ucap Xing lu menebak dan Nesya pun mengangguk untuk respon benar nya .


" sabar ya ,kan besok kamu akan menemuinya " ucap Xing lu menyentuh pipi Nesya .


Nesya mengangguk dengan di barengi Xing lu yang tersenyum lembut pada Nesya .


" oh ya nes nanti aku akan ke butik dengan ghuzheng . apa kamu mau ikut , hitung - hitung untuk mengobati rasa bosan mu karena di kurung " ucap Xing lu memberi ide . padahal dia tau pasti Nesya menolak ajakan itu .


" tidak perlu aku ikut . cukup kamu saja Xing lu " ucap Nesya datar .


" kamu pilihkan saja gaun yang menurutmu pantas untuk ku pakai " tambah Nesya lagi .


" baiklah " ucap Xing lu .


tok..tok..tok !


" apa aku mengganggu kalian " ucap ghuzheng yang tanpa mereka sadari sudah ada di ambang pintu dan sekarang dia berjalan mendekat ke arah Nesya dan Xing lu .


" sejak kapan kau ada disana ? " ucap Xing lu heran .


" obrolan apa yang kalian buat hingga tidak menyadari keberadaan ku " ucap ghuzheng dengan senyum khasnya . Xing lu menatap Nesya dengan tersenyum tetapi Nesya kembali terdiam sambil menunduk .

__ADS_1


" Xing lu bisakah kau tinggalkan kami berdua ? " ucap ghuzheng menatap Xing lu .


" tentu " ucap Xing lu yang ingin beranjak dari duduk nya tetapi tangan kanannya di pegang erat oleh Nesya . dia tidak ingin di tinggal berdua dengan ghuzheng.


" tidak apa-apa , aku akan mengawasi dari luar " Xing lu membujuk Nesya akhirnya Nesya pun melepas tangan Xing lu dan membiarkan dia pergi .


setelah kepergian Xing lu , suasana menjadi hening dengan ghuzheng yang terus memandang Nesya dari posisi berdirinya .


" apa kamu setakut itu dengan ku ? " ucap ghuzheng lembut . Nesya hanya menggeleng lemah saja .


" apa kau membenciku ? " ucap ghuzheng lagi . disini Nesya hanya diam tanpa memberi respon.


" aku tau jawaban nya " ucap ghuzheng menganggukan kepala beberapa kali.


disini ghuzheng menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai duduk di tepi ranjang. gerakannya itu membuat Nesya berjingkat dan berpindah posisi menuju tepi ranjang yang ada di seberang .


" bisakah aku melihat luka memar di tangan mu ? " ucap ghuzheng mengulurkan tangan nya untuk meminta izin pada Nesya .


" aku sudah tidak apa-apa " ucap Nesya lirih.


" baiklah aku tidak memaksa " ucap ghuzheng tetap lembut .


" ada yang ingin ku bicarakan dengan mu nes " ucap ghuzheng lagi


" apa hatimu sudah kau kunci untuk kakak ku selama nya . tidak bisakah kau menyisakan tempat sedikit saja untuk ku . tak apa walau seujung kuku " ucap ghuzheng memelas .


" kau pasti sudah tau jawabannya " ucap Nesya tetap menunduk .


" aku akan menanyakan ini terus menerus hingga kau bilang telah mencintai ku nes " ucap ghuzheng menahan tangisnya . dari awal pengakuan Nesya , hatinya sudah remuk redam tetapi kini dia masih belum menyerah untuk mendapat jawaban yang berbeda dari mulut Nesya .


" bisakah kau memberiku kesempatan untuk mendatangi makam ibu ku . aku ingin mengunjunginya sebelum pernikahan di gelar" ucap Nesya dengan suara yang lemah .


" tentu saja boleh . aku akan mengantarmu " ucap ghuzheng lembut .


" tidak usah , aku akan kesana dengan Xing lu saja " Nesya menolak tawaran ghuzheng.


" tapi..." ucap ghuzheng belum selesai namun Nesya sudah menyautnya .


" kau tidak perlu khawatir , aku tidak akan kabur darimu . toh percuma saja , pasti kau akan menghabisi kakak mu lagi dan aku tidak mau itu terjadi " ucap Nesya memandang pemandangan yang ada di balik dinding kaca .


" bagus jika kamu paham konsekwensinya" ucap ghuzheng sudah kesal dengan nesya lalu memilih pergi dengan membanting pintu cukup kencang .


" kau tidak akan pernah mendapatkan hati ku ,tidak akan pernah " ucap Nesya menatap pintu itu dengan pandangan kebencian .


Nesya turun dari ranjang dan mengambil buku diary nya yang tersimpan apik di laci dekat sofa setelah itu dia kembali duduk bersandar sambil menggerakkan tangan nya di atas lembaran diary . sambil sesekali menitihkan air mata dan terus menerus mengusapnya , nesya menulis hingga hatinya tak kuat menahan sakit , dia sangat tersiksa dengan rindu .


Di lemparnya diary itu dan Nesya mulai meringkuk sambil menangis sejadi-jadinya lagi .


puisi karangan Nesya


deburan ombak kala itu telah membawa sejuta kenangan ke dasar laut menenggelamkannya secara paksa....


pasir putih nan bersih menjadi tempat kita berpijak merangkai cinta yang tak nyata...


hai kau orang yang ku cinta , datanglah mendekat , rangkul aku seperti kala itu , berikan harum mu di penciuman ku...

__ADS_1


untuk pengobat rindu yang sedang merajuk menyiksaku .....



__ADS_2