
Mobil nyonya Britney sedang melaju ke arah istana nya dengan di kendarai oleh supir pribadi nya selama 28 tahun ini yang bernama pak tong .di dalam mobil sudah ada anak gadis dari sahabat nya yang sudah meninggal 2 hari yang lalu .
"Nesya kamu sedang melamun apa nak ?" ucap nyonya Britney.
"Nesya butuh ibu " ucap Nesya yang menahan air mata nya agar tidak jatuh .
"sayang... kemarilah agar aku bisa memelukmu " ucap nyonya Britney memeluk Nesya di mobil .
"mulai saat ini akulah pengganti orang tuamu sayang . jangan bersedih lagi .ok " ucap nyonya Britney mengelus kepala nesya dengan tetap memeluknya .
.
.
.
sampailah mereka di depan pintu gerbang rumah nyonya Britney . saat pintu gerbang di buka secara otomatis ,mata Nesya terus memandang takjup pada bangunan yang berdiri kokoh seperti istana .
"nak , setelah kamu turun dan memasuki rumah itu kamu sudah termasuk dari keluarga Britney .semua perlakuan yang kamu dapatkan nantinya akan sama persis dengan yang di terima oleh anak-anak ku" ucap nyonya Britney .
"terimakasih Tante" ucap Nesya.
"no no no ...jangan panggil Tante . kamu sudah ku anggap sebagai putri ku jadi panggil aku mama . mengerti" ucap nyonya Britney
"baik mama" ucap Nesya .
"good girl" ucap nyonya Britney mengacungkan jempol nya . setibanya di depan halaman rumah nyonya Britney ,sasa pun turun dengan di bantu supir yang membukakan pintu untuk mereka . saat memasuki rumah itu , berjejer lah pelayan-pelayan di samping pintu untuk menyambut kedatangan mereka . ada yang melepaskan jaket yang di kenakan nyonya Britney ada yang mengambil alih tas yang di pegang nyonya Britney dan yang lain nya keluar membawa barang barang Nesya untuk di pindahkan ke calon kamar nya nanti .
Nesya terus memandang ke sekeliling ruangan dan interior yang menghiasi setiap ruangan.
Plok...Plok...Plok!
bunyi tepukan tangan nyonya Britney 3 kali untuk tanda berkumpulnya para pelayan .
"dengarkan untuk kalian semua . ini Nesya dia adalah putriku . mulai saat ini layani dia seperti hal nya kalian melayani ku dan anak kandungku . mengerti " ucap nyonya Britney tersenyum
"mengerti nyonya " ucap para pelayan .
"Nesya kamu ikuti pelayan perempuan ini untuk ke kamarmu. nanti kamu bersih-bersih badan dulu setelah itu kita akan makan bersama . ok " ucap nyonya Britney
"baik ma" ucap Nesya lalu berjalan .
"oh iya . mama sudah menyiapkan pakaian yang akan kamu kenakan saat makan malam nanti " ucap nyonya Britney.
"baik ma . nanti akan Nesya pakai" ucap Nesya tersenyum lembut .
"anak yang manis . akhirnya aku mempunyai anak perempuan juga" gumam nyonya Britney lirih.
"hai ma" ucap ghuzheng yang baru saja pulang dari sekolah nya bersama Mario .
"lho lho kok sudah pulang ? biasanya kan pukul 4 sore . ini kenapa sudah pulang ? bolos lagi ? ayo jawab " ucap nyonya Britney
"kami tidak membolos Tante . memang gurunya tidak ada di tempat jadi nya jam kosong . maka dari itu kita memutuskan untuk pulang saja ,daripada di sekolah tetapi tidak di ajar" ucap Mario
"sekolah macam apa itu . sebentar tante akan telfon papamu agar papa mu bisa memecat guru yang tidak datang itu " ucap nyonya Britney yang hendak menekan tombol gagang telfon.
__ADS_1
"jangan ma jangan ...iya iya kami membolos " ucap ghuzheng mengaku . lalu mario menepuk dahinya sendiri dengan sedikit kencang .
"ooooo kamu sudah berani bohong ya sama mama " ucap nyonya Britney dengan melipat tangan nya di depan .
"ampun ma . tidak ku ulangi lagi . habisnya aku selalu mengantuk jika pelajaran sejarah " ucap ghuzheng .
"sudah sana masuk kamar " ucap nyonya Britney . lalu ghuzheng mencium pipi nyonya Britney .
"mama memang yang terbaik " ucap ghuzheng yang berjalan menuju kamarnya bersama Mario, tetapi dia putar balik lagi dan bertanya pada nyonya Britney .
"Ma , tadi aku dengar mama bawa tamu . mana tamu nya ? " ucap ghuzheng yang melihat ke sekeliling ruangan .
"nanti kamu akan tau " ucap nyonya Britney yang melangkah pergi.
"ma, jangan pergi dulu siapa tamu nya ? mama mau nikah lagi ya " ucap ghuzheng menebak dengan asal-asalan .
"ngawur kamu . tidak akan ada yang bisa menggantikan papa ku tau " ucap nyonya Britney pergi .
"kau tau siapa yang di bawa mama ku ke rumah ini ?" ucap ghuzheng pada Mario .
"mana ku tau . aku kan baru datang dengan mu. memang nya kau tau" ucap Mario
"haaaissh dasar kau . aku tanya malah kau balik tanya " ucap ghuzheng menjambak rambut Mario lalu berlari kabur .
"hei tangan mu. jangan asal-asal an menyentuh rambutku " ucap Mario kesal .
.
.
.
"terimakasih mbak " ucap Nesya .
"selama nona ada di rumah ini , saya adalah pelayan pribadi nona . jadi selama 24 jam jika nona membutuhkan bantuan saya , saya siap " ucap pelayan itu.
"baiklah . mbak nama nya siapa ? " tanya Sasa pada pelayan itu .
"saya Rani non " ucap pelayan itu .
"ok mbak Rani .aku akan memanggil mu seperti itu saja agar lebih akrab" ucap Nesya tersenyum ramah .
"baik non. kalau begitu saya tinggal dulu . jika butuh apa-apa non Nesya bisa memencet bel di dinding " ucap mbak Rani membungkukan badan dan pergi meninggalkan Nesya sendirian di kamar .
"mimpi apa aku bisa datang di rumah semegah ini. banyak benda-benda berharga disini . sudah seharusnya aku bergerak dengan hati-hati agar tidak menyenggol nya" ucap Nesya mengelus guci dan vas yang ada di kamar nya .
"wah bagus juga dress nya . akan ku coba " ucap Nesya . setelah mencoba nya ,Nesya bercermin di meja rias . dia terus berputar ke kiri dan kanan dengan dihiasi senyuman di wajah nya tetapi senyum itu tiba-tiba meredup . "andai ibu masih ada . pasti dia akan senang melihat ku memakai pakaian yang manis seperti ini" ucap Nesya dengan menghela nafas berat .
.
.
.
terlihat nyonya Britney sedang sibuk dengan ponsel yang menempel di telinga nya .
__ADS_1
"kamu nanti pukul 5 sudah harus ada di rumah . pokok nya mama tidak menerima alasan apapun" ucap nyonya Britney
"aku masih ada urusan ma . tolong lah mengerti" ucap Sean di telfon .
"pokoknya mama tidak mau tau .kalau kamu tidak datang tepat waktu ,mama akan diemin kamu " ucap nyonya Britney . dia tau perangai anak nya yang satu ini ,Sean selalu tidak betah jika mamanya mendiam kan nya tanpa mengajak nya bicara sedikit pun .
"ok ok aku akan pulang sekarang " ucap Sean lalu menutup telfon nya .
"anak pintar " ucap nyonya Britney dengan senyuman nya .
jam sudah menunjukan pukul 5 sore akhirnya Sean pun sampai di rumah dengan tepat waktu tidak kurang dan tidak lebih .
"sore ma " ucap Sean lalu mencium pipi nyonya Britney .
"sore sayang" ucap nyonya Britney dengan menyunggingkan senyum nya .
"tumben mama memintaku untuk makan di rumah . memangnya ada hal apa ? " ucap Sean
"nanti kamu akan tau " ucap nyonya Britney . Sean sudah mengetahui sifat mamanya yang selalu membuat kejutan . tetapi selama ini semua kejutan yang di berikan nyonya Britney pada Sean tidak ada yang membuat Sean benar-benar terkejut
"ok. kalau begitu aku ke atas dulu ya ma "ucap Sean lagi .
*kamar Nesya*
"ok ,begini saja " ucap Nesya memberikan sentuhan terakhir untuk rambutnya yang dia gerai dengan menjepitkan hiasan rambut di dekat telinga Nesya . lalu Nesya pun turun ke bawah . untuk menemui nyonya Britney. tetapi Nesya tidak menemukan keberadaan nyonya Britney ,malah dia tersesat di suatu ruangan . ruangan tersebut seperti tidak asing bagi Nesya ,disana ada gitar , keyboard dan ada serangkaian drum.
"wah di rumah sebesar ini juga ada studio nya " ucap Nesya yang mulai berjalan masuk dan mulai memegang megang alat di sana .
"mungkin ini milik anak mama .boleh atau tidak ya aku mencobanya sebentar saja . "ucap Nesya . di lihat nya di sana ada gitar akustik biasa yang di senderkan di sofa hitam .
"boleh lah . kan hanya gitar akustik nanti kalau aku ketemu pemilik nya ,aku akan meminta maaf " ucap Nesya lirih . lalu Nesya membawa gitar akustik itu keluar studio dan memainkan nya di halaman belakang rumah . dekat dengan kolam renang . Nesya mulai memetik gitar itu menyusun nya menjadi nada yang indah . lalu Nesya pun mulai bernyanyi .
.
.
.
setelah selesai mandi , Sean tiba-tiba mendengar suara orang yang bernyanyi . dia mencari sumber dari suara itu berasal dan ternyata saat Sean membuka tirai jendela nya ada Nesya di sana yang sedang bernyanyi mengikuti nada yang di ciptakan dari petikan gitar .
"siapa gadis itu ? kenapa bisa masuk ke rumah ini" ucap Sean penasaran .
"suaranya merdu juga " ucap Sean memejamkan matanya menikmati suara Nesya . saat terhanyut menikmati suara Nesya , pintu kamar Sean di ketuk oleh seseorang .
"masuk" ucap Sean dari dalam
"kak aku pinjam stik game mu .ini darurat" ucap ghuzheng.
"ambil saja di laci nomor 2 " ucap Sean
"ok . terimakasih .nanti akan ku kembalikan " ucap ghuzheng yang pergi dan menutup pintu kamar sean lagi . Sean pun kembali menyibak kan tirai untuk mendengarkan alunan suara Nesya ,tetapi tak di duga ternyata Nesya sudah tidak duduk di kursi itu lagi .
"kemana perempuan itu kenapa cepat sekali menghilang nya?" ucap Sean mencari-cari keberadaan Nesya . setelah keberadaan Nesya tidak terlihat lagi , Sean memutuskan untuk berpakaian dan turun ke bawah .
__ADS_1