
"kau tau siapa aku ? " ucap Sean
"seperti nya anda tidak asing di mata saya" ucap supervisor itu . lalu Sean mengeluarkan kartu nama nya .
"astaga Mr.Sean . Anda Mr. Sean yang mempunyai bisnis perakitan mobil sport itu " ucap supervisor terkaget .
"ya . aku minta kau memecat kasir mu yang tidak tau diri ini . dia telah menghina kekasih ku" ucap Sean .
"tolong tuan jangan pecat saya . kalau saya di pecat ,saya akan kerja apa . tolong tuan " ucap kasir itu memelas pada Sean .
"tuan apa tidak sebaiknya kita bicarakan dengan baik-baik saja .kasir ini adalah karyawan terbaik di gerai . mungkin saja dia hanya salah bicara tuan " ucap supervisor itu sebagai penengah mereka .
"kau pecat dia atau ku tutup gerai ini....aku bisa melakukan itu dengan waktu semalam saja .kau pilih mana ? " ucap Sean pada supervisor itu.
"baiklah tuan saya akan memecat nya tapi tolong jangan tutup gerai ini " ucap supervisor itu ketakutan .
"pak jangan pecat saya pak ,jangan pak " ucap kasir itu dengan memegangi kaki supervisor nya .melihat kasir itu memegang i kaki supervisor nya ,Nesya menjadi iba melihat dia seperti itu .
"bangunlah ,ayo bangun . bicara lah sombong seperti tadi saat kau menghinanya " ucap Sean dengan bersuara tegas .
"kak jangan begitu kak . kasian dia , ada benarnya yang di katakan atasan nya tadi, mungkin dia hanya salah bicara ." ucap Nesya .
"tidak , aku tidak akan mengampuni nya .keterlaluan sekali dia mempermalukan mu " ucap Sean yang kini sedikit berteriak .
" beri dia kesempatan kak . sekali saja .ku mohon jangan seperti ini" ucap Nesya ikut memohon untuk kasir yang menghina nya tadi. hati Sean tiba-tiba luluh saat melihat Nesya memohon dengan wajah sedih di depan nya .
"baiklah aku akan berbaik hati hari ini . aku menarik ucapan ku untuk memecat mu dengan satu syarat ,kau harus meminta maaf pada nya(menunjuk ke arah Nesya) " ucap Sean
"baik tuan saya akan meminta maaf " ucap kasir itu lalu merangkak menuju Nesya .
"nona ku mohon maafkan aku . aku mengaku salah padamu " ucap kasir itu berganti memohon pada kaki Nesya .
"sudah bangun lah kak . aku memaafkan kakak . jangan seperti ini" ucap Nesya dengan memegang tangan kasir itu untuk membantu nya bangun .
"tepati ucapan mu (sambil menunjuk ke kasir) ayo kita pergi" ucap Sean pada Nesya .
"maaf atas ke gaduhan ini " ucap Nesya meminta maaf untuk Sean karena membuat gaduh di gerai Ponsel itu lalu Nesya mengikuti langkah Sean pergi.
"pakai sitbelt nya " ucap Sean pada Nesya .
"sudah" ucap Nesya . lalu Sean menancap gas untuk melaju ke rumah nya . saat di jalan Sean dan Nesya terus diam tanpa bicara sepatah kata . Sean yang fokus melihat depan dan Nesya duduk dengan memandang ke luar jendela . hingga sampailah mereka di halaman rumah . seperti biasa Sean yang turun terlebih dahulu dari Nesya dan berjalan menuju kamar nya .
"kak Nesya mana " ucap ghuzheng
"belakang" ucap Sean hanya satu kata . saat ghuzheng melihat Nesya ,dia akhirnya menghampiri Nesya yang berjalan perlahan.
"kamu sudah dapat ponsel nes?" ucap ghuzheng
"sudah" ucap Nesya
"boleh aku melihat nya" ucap ghuzheng lagi.lalu Nesya memberikan bingkisan itu pada ghuzheng .
"waahhh ini bagus sekali nes .kau memiliki selera tinggi juga" ucap Mario
"tunggu sebentar . seperti nya ponsel mu sama seperti milik kak Sean " ucap ghuzheng.
"memang kak Sean yang memilihkan ini . karena aku bingung "ucap Nesya .
"nes kamu kenapa ,kok pulang pulang jadi lesu begini" ucap ghuzheng memegang pundak Nesya .
"tidak apa-apa kok " ucap Nesya tersenyum .
"ya sudah kalau begitu kamu mandi sana gih . setelah ini kita akan nonton bersama " ucap ghuzheng.
"baiklah aku akan ke kamar ku dulu" ucap Nesya tersenyum tipis .
"Nesya kenapa ya?" ucap ghuzheng
"mana ku tahu . mungkin di marahi kakak mu" ucap Mario .
"kak Sean mana berani kasar dengan perempuan dengan lalat saja dia takut" ucap ghuzheng.
__ADS_1
di kamar Sean
saat di kamar nya sean berjalan sambil melonggarkan dasi nya.
"kenapa nesya malah memaafkan kasir tidak tau diri itu . padahal dia tau kalau orang itu sudah menghina nya. dasar bocah ! sedikit-sedikit kasian , sedikit-sedikit tidak tega" ucap Sean dengan diri nya sendiri lalu dia melepas kemeja nya karena ingin mandi.
"tapi kenapa aku bertindak terlalu berlebihan seperti tadi seharusnya kan aku membayarnya lalu langsung pergi,simple kan . astaga akhir-akhir ini mulutku kenapa suka sekali berbohong" ucap Sean sambil memukul pelan mulut nya ,setelah itu Sean pergi masuk ke kamar mandi .
setelah mandi Sean pun bergegas memakai pakaian nya . kini Sean berpakaian santai saja memakai kaos hitam dan di padukan dengan jaket jeans berwarna abu-abu tua . tak lama kemudian dia menuruni anak tangga seperti biasa Sean bertemu Nesya lagi saat turun .mereka tetap diam satu sama lain seperti orang bertengkar .
"hai nes " ucap ghuzheng yang melihat Nesya datang padanya .
"ayo pergi sekarang"ucap Sean melewati ghuzheng dan Mario . kini mereka berempat berangkat menggunakan mobil Sean .
"kau di depan dengan kak Sean "ucap ghuzheng pada Mario .
"ah tidak mau . enak sekali kau duduk dengan Nesya " ucap Mario
"kau mau satu mobil ,atau berangkat sendiri" ucap ghuzheng.
"Mario kau di depan dengan ku " ucap Sean yang memasuki mobil lebih dulu .
"kau dengar kan.sana masuk" ucap ghuzheng pada Mario. lalu masuk lah mereka setelah itu Sean menancap gas nya untuk menuju gedung bioskop.
"nes kamu bisa mengoperasikan ponsel itu ? " ucap ghuzheng
"bisa " ucap Nesya tersenyum .
"apa kamu membawanya sekarang ? " ucap ghuzheng lagi .
" tidak .ponsel nya aku tinggal di rumah " ucap Nesya .
"hmm nes ayo kita berfoto apa kamu mau ?" ucap ghuzheng pada Nesya .
"tentu" ucap Nesya tersenyum . lalu ghuzheng mengambil beberapa foto berdua dengan Nesya. sekitar setengah jam mereka menempuh perjalanan , akhirnya sampailah di gedung bioskop itu . disana sudah ada diva yang menunggu kedatangan mereka .
"ghuzheng" ucap diva senang lalu menghampiri ghuzheng
"lumayan 10 menit yang lalu aku sudah di sini" ucap diva.
"baiklah ayo masuk" ucap Mario.
sesampainya di loket mereka berunding untuk menonton film yang akan di lihat nya nanti .
"enak nya nonton apa ini ? " ucap ghuzheng
"terserah . dari awal aku tidak berminat" ucap Sean .
"bagaimana kalau komedi saja ?" ucap Nesya
"tidak seru kita lihat film romantis saja" ucap Mario
"aku tidak setuju . kita lihat horor saja bagaimana ? " ucap diva
"memang nya kau berani" ucap Mario
"berani" ucap diva
"kan ada ghuzheng di samping ku. jadi nanti bisa dekat-dekat dengan nya " ucap diva dalam hati.
"baiklah kau antri membeli tiket nya" ucap ghuzheng pada Mario .
"ok" ucap Mario lalu pergi mengantri.
"nes kamu tunggu disini dulu ya dengan kak Sean dan diva aku mau pergi membeli popcorn" ucap ghuzheng
"baiklah" ucap Nesya
"aku ikut dengan mu" ucap diva pada ghuzheng.
"ya sudah ayo" ucap ghuzheng. lalu disana tinggalah Nesya dan Sean saja . mereka masih terdiam bersama ,tidak ada yang memulai bicara hingga Nesya yang terlebih dulu mulai menyapa Sean .
__ADS_1
"kak" ucap Nesya pada Sean
"apa ? " ucap Sean cuek
"kakak marah dengan ku ? " ucap Nesya
"tidak , apa gunanya aku marah dengan mu" ucap Sean lalu bersin .
"aku minta maaf sudah membuat mu marah" ucap Nesya.
"memang nya kau tau kesalahan mu" ucap Sean menengok ke arah Nesya dengan mata yang tajam melihat Nesya .
"duh apa ya salah ku"ucap Nesya dalam hati sambil berfikir kesalahan nya .
"maaf kak Nesya tidak tau " ucap Nesya pada Sean
"kau itu terlalu baik , seharusnya kau membiarkan ku untuk memecat dia tadi . tapi kenapa malah membelanya " ucap Sean
"kasian kak .nanti kalau dia tidak bisa kerja bagaimana ? " ucap Nesya
"ya itu urusan dia bukan urusan ku" ucap Sean . setelah percakapan Nesya dan Sean itu kembalilah Mario bersamaan dengan ghuzheng dan diva .
"sudah dapat tiket nya" ucap ghuzheng
"ini. ayo masuk" ucap Mario pada mereka semua. saat di dalam bioskop Nesya duduk di antara ghuzheng dan Sean .
"nes apa kamu tidak takut melihat horor begini ? " ucap ghuzheng yang ada di sebelah Nesya .
"sebenar nya aku takut . tapi tak apa lah" ucap Nesya tersenyum . Sean hanya mendengarkan percakapan mereka saja .
"kalau takut,kamu pulang saja nes tidak usah nonton" ucap diva
"kamu jangan takut kan disini ada aku.tenang ya" ucap ghuzheng tersenyum sambil menepuk-nepuk tangan Nesya . tiba-tiba lampu di matikan,Nesya pun kaget lalu tidak sengaja berpegangan pada tangan kanan Sean. Sean pun menengok kearah tangan Nesya yang memegang nya .
"sepertinya bocah ini mulai takut " ucap Sean dalam hati . kini layar lebar menyala dengan warna putih memberikan cahaya yang sedikit membuat Nesya tenang , film pun di putar dan saat ada hantu yang muncul di film itu atau saat backsound film yang menegangkan terdengar Nesya tiba-tiba mencengkram lengan Sean dengan kuat .
"astaga apa-apa an bocah ini . tidak menjerit tapi tangan nya mencencengramku" ucap Sean dalam hati dengan melihat ke arah Nesya .
"aaaaaaaa" kali ini Nesya menjerit dan menambah cengkraman di lengan Sean . Sean yang tidak tahan akhirnya mengambil tangan Nesya yang mencengkram nya lalu Sean meletak an telapak tangan Nesya di telapak tangan Sean . kali ini Sean seperti menggandeng Nesya. saat-saat seperti ini Nesya tidak sadar jika tangan nya ada di genggaman Sean ,dia terlalu fokus pada film itu .tak jarang ghuzheng mencuri pandang ke arah Nesya , ghuzheng ingin memegang tangan Nesya tetapi ragu-ragu . hingga tiba saat film itu selesai ,lampu dinyalakan dan Nesya baru sadar jika tangan nya di gandeng oleh Sean .
"maaf kak. aku tidak sengaja" ucap Nesya melepaskan tangan nya .
Sean tidak menanggapi permintaan maaf Nesya ,dia melihat kening Nesya penuh dengan keringat lalu Sean memberikan sapu tangan nya untuk Nesya .
"apa kak ?" ucap Nesya yang bingung
"lap keringat mu" ucap Sean .
"terimakasih " ucap Nesya megambil sapu tangan itu .
"astaga Nesya ,kamu takut sampai berkeringat seperti ini" ucap ghuzheng .
"begitulah" ucap Nesya
"sudah ku bilang kan tadi kita nonton yang romantis saja . kalau begini lihat Nesya . ini semua salah mu div" ucap Mario menyalahkan diva
"kenapa jadi aku" ucap diva yang tidak mau di salahkan .
"sudah lah Mario jangan menyalahkan begitu . sekarang ayo kita keluar" ucap ghuzheng yang kini menggandeng tangan Nesya di susul Mario ,diva dan Sean di belakang mereka .
saat sudah berada di luar ruang bioskop
Sean pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobil nya sedangkan diva langsung pulang . ghuzheng meminta Nesya dan Mario untuk menunggu nya .
"nes kamu disini dulu ya sama Mario . aku akan membeli minum lagi untuk mu" ucap ghuzheng. Nesya pun mengangguk dan tersenyum .
"duduklah disini" ucap Mario .
"nes kamu suka laki-laki seperti apa? " ucap Mario lagi
"kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu?" ucap Nesya
__ADS_1
"ya tidak apa-apa .aku hanya ingin tau saja" ucap Mario.