Teach Me To Love

Teach Me To Love
BERUBAH


__ADS_3

" minggirlah aku ingin membangunkan nya " ucap Nesya mendorong perawat itu hingga terpentok jendela kaca .


dengan terpaksa perawat harus menyuntikan obat penenang pada Nesya dan akhirnya Nesya pun lemas tak sadarkan diri di dalam ambulance bersama Sean .


.


.


.


mereka menempuh perjalanan dari rumah nyonya Britney menuju rumah sakit sekitar 10 menit lalu mereka pun sampai di depan pintu ruang IGD.


" dia kenapa ? " ucap ghuzheng kaget karena melihat Nesya yang tiba-tiba tak sadarkan diri .


" maaf tuan kami membiuskan obat penenang pada nona ini . karena dia terus histeris di dalam mobil " ucap perawat itu .


" baiklah terimakasih . kalian selamatkan kakak ku . aku akan membawanya " ucap ghuzheng membopong Nesya memasuki mobil lalu kembali ke rumah .


saat memutar balik mobilnya , ghuzheng bertemu Xing lu yang sedang berlari menuju rumah sakit .


" Xing lu ! " teriak ghuzheng agar di dengar oleh Xing lu . Xing lu pun menoleh ke arah ghuzheng .


" masuk " ucap ghuzheng lagi .


" astaga Nesya ! " ucap Xing lu kaget saat duduk di kursi belakang .


" kenapa dia tidak sadarkan diri begini ? " ucap Xing lu .


" dia di bius oleh pihak rumah sakit " ucap ghuzheng dengan terus melajukan mobil nya .


" apa yang terjadi ghuzheng ? " ucap Xing lu.


" Sean ku hajar hingga tak sadarkan diri dan Nesya melihatnya " ucap ghuzheng yang masih emosi .


" apa kau sudah gila ? bagaimana keadaan kakak mu ? " ucap Xing lu khawatir .


" aku sangat emosi karena kehilangan Nesya Xing lu. kau mana tau rasanya di tinggal oleh orang yang kau sayangi . terlebih lagi Sean telah mengambil kesucian nya ! " ucap ghuzheng .


" aku tau dan sangat tau . bah kan aku sekarang sedang semobil dengan orang yang meninggalkan ku " ucap Xing lu dalam hati.


" nesya sudah kotor ghuzheng . dan kau masih mau ? " ucap Xing lu .


" aku mencintainya bagaimana pun dia aku akan menerima " ucap ghuzheng dengan terus fokus pada jalanan .


" bagaimana jika dia hamil ?" ucap Xing lu lagi .


" akan ku gugurkan dengan paksa . aku tidak ingin mengurus anak yang bukan darah dagingku " ucap ghuzheng dengan mantap .


seketika mata Xing lu terbelalak kaget dan badannya terasa dingin setelah ucapan ghuzheng itu .


" lalu sekarang kita mau kemana ? " ucap Xing lu .


" sekarang kita ke rumah . kau sementara tinggalah sekamar dengan Nesya " ucap ghuzheng .


" ok " ucap Xing lu .

__ADS_1


setelah obrolan mereka mobil pun menjadi hening hingga sampai di halaman rumah mewah yang familiar bagi ghuzheng .


kini Xing lu pun turun bersamaan dengan ghuzheng yang membopong Nesya .


saat mereka sampai di kamar bernuansa elegan , ghuzheng membaringkan tubuh Nesya di ranjang terlebih dahulu sebelum berbicara banyak dengan Xing lu .


" ikut aku ke balkon " ucap ghuzheng sambil berjalan mendahului Xing lu menuju balkon yang terlihat dari dalam kamar karena tersekat oleh kaca tembus pandang .


" ada apa ghuzheng ? " ucap Xing lu yang sudah ada di belakang ghuzheng .


" mengingat besok kita akan mengikuti ujian kelulusan . sebaiknya Nesya tidak ikut ujian di sekolah karena keadaan nya yang masih memberontak ku aku khawatir dia akan kabur " ucap ghuzheng . Xing lu pun menganggukan kepalanya .


" setelah ujian selesai . aku akan melangsungkan acara pernikahan ku dengan Nesya " ucap ghuzheng dengan mantap .


" apa ! kenapa begitu terburu-buru ? " ucap Xing lu kaget dengan pernyataan ghuzheng .


" ini sangat darurat Xing lu . jika aku sudah menikah dengan Nesya maka kakak ku tidak akan mengganggunya lagi " ucap ghuzheng .


Xing lu berdiam diri sejenak lalu mengatur nafasnya untuk mengungkapkan isi hatinya .


" ghuzheng apa kau tidak keterlaluan telah memisahkan orang yang sama-sama cinta ? " ucap Xing lu .


" aku tidak peduli karena aku telah mencintainya " ucap ghuzheng .


" lalu bagaimana dengan ku ? " ucap Xing lu memandang mata ghuzheng dengan lekat.


" maksud mu ? " ucap ghuzheng tidak paham .


" apa kau tidak merasakan selama 3 tahun ini aku telah mencintaimu " ucap Xing lu .


" aku tanya padamu ghuzheng . jawab ! . apa kau tidak menyadari itu ? " ucap Xing lu .


" aku tidak mengetahui itu Xing lu . kau sangat pandai menyembunyikan perasaan mu tapi maaf Xing lu sedalam apapun kau mencintai ku , aku akan tetap memilih Nesya " ucap ghuzheng . seketika hati Xing lu terasa remuk redam dengan pernyataan ghuzheng .


" apa ini rasa di tolak yang sebenarnya . dadaku terasa sesak " ucap Xing lu dengan senyum sinis nya .


" tolong mengertilah Xing lu . kita masih bisa berteman apalagi kau juga masih bisa dekat dengan ku kan " ucap ghuzheng .


Xing lu tetap terdiam dengan memalingkan wajah nya .


" tapi aku tidak menginginkan hubungan sekedar teman " ucap Xing lu pelan .


" jika kau benar-benar mencintai ku , bantulah aku untuk bersanding di pelaminan dengan Nesya . aku yakin di luar sana masih banyak pria yang baik untuk mu , ku mohon ! " ucap ghuzheng memegang tangan Xing lu .


" baiklah aku akan membantumu " ucap Xing lu dengan wajah datar nya .


" terimakasih Xing lu . aku tau kau memang berhati malaikat " ucap ghuzheng menarik tangan Xing lu dan memeluknya .


" tapi jangan salahkan aku jika di tengah perencanaan mu akan berbeda akhir ceritanya " ucap Xing lu dalam hati dengan senyum licik .


" ayo ke dalam Nesya sudah bangun " ucap ghuzheng saat melihat Nesya yang sudah duduk bersandar di kepala ranjang lalu berjalan kesana .


" kenapa aku ada disini ! " ucap Nesya sedikit berteriak lalu bangun dari ranjang .


" kamu mau kemana lagi nes . dia sudah di tangani dokter" ucap ghuzheng mencengkram pergelangan tangan Nesya .

__ADS_1


" ghuzheng sakit . lepaskan aku ! " berontak Nesya .


" Xing lu keluar lah " ucap ghuzheng pada Xing lu .


setelah Xing lu keluar ghuzheng mengunci pintu kamar Nesya dengan cepat .


" kenapa kamu mengunci pintu nya ? aku mau menemui kak Sean ghuzheng " ucap Nesya dengan menarik paksa gagang pintunya .


" ghuzheng buka pintunya " ucap Nesya lagi .


" nes dengarkan aku . dia sudah mengembalikan mu padaku itu artinya dia sudah bosan dengan mu " ucap ghuzheng memegang kedua bahu Nesya.


" kak Sean mencintai ku aku tau itu ! " ucap Nesya lemah karena menahan tangisnya agar tidak pecah .


" jika dia mencintai mu . mana mungkin dia membawamu untuk kembali padaku . sekarang ku mohon cobalah untuk mencintai ku dan lupakan dia " ucap ghuzheng.


" bagaimana aku bisa mencintaimu " ucap Nesya melemah sambil menitihkan air mata .


" aku akan selalu mencoba untuk menjadi yang kamu ingin kan " ucap ghuzheng dengan mantap.


" bagaimana aku bisa mencintai orang yang egois sepertimu " ucap Nesya memejamkan matanya tak kuasa mengingat wajah Sean .


" aku tidak egois nes " ucap ghuzheng menyangkal .


" kau dengan entengnya menghajar kakak mu hingga tergeletak di depan mataku . apa itu tidak egois ! " ucap Nesya dengan meninggi .


" aku melakukan itu karena dia telah merebut kesucian mu ! " ucap ghuzheng meninggi .


" aku sudah bilang padamu dia tidak pernah melakukan hubungan badan dengan ku .apa kau tuli ! " ucap Nesya .


" benarkah ? coba kita lihat sekarang . aku ingin memastikannya sendiri " ucap ghuzheng membopong tubuh Nesya ke ranjang dan membaringkan disana .


" kau mau apa ? " ucap Nesya menatap ghuzheng dengan pandangan waspada .


" aku ingin memastikan ucapan mu " ucap ghuzheng membuka baju nya dan hanya menyisakan kaos putih polos .


" ku mohon jangan seperti ini . aku tidak mau ghuzheng " ucap Nesya .


" kau yang memaksaku untuk memilih cara seperti ini . dengan begini kau tidak akan mengejarnya lagi karena dirimu sudah kotor " ucap ghuzheng dengan tatapan tega .


" aku tidak mau ghuzheng . tolong jangan ! " ucap Nesya yang berusaha menahan rok nya hendak di singkap oleh ghuzheng .


" sebaiknya kau menurut saja agar tidak merasakan sakit " ucap ghuzheng lagi sambil berusaha menyingkap rok Nesya .


Nesya terdiam sejenak ,dia mulai lemas karena tenaganya terkuras .


" saat kau seperti ini aku sudah tidak mengenali ghuzheng yang pertama ku kenal. kau bukan lagi orang yang ku kagumi , kau bukan orang yang berhati lembut . aku membencimu ! " ucap Nesya pelan di dekat telinga ghuzheng yang sedang menindih dan menciumi lehernya .


setelah Nesya menyatakan itu , ghuzheng langsung menarik kepalanya dari leher Nesya dan diam terduduk .


ucapan Nesya terasa seperti tombak bagi ghuzheng , pelan tapi menusuk hati.


" kenapa kau bangun . ayo lanjutkan yang kau mau . bukankah kau ingin memastikan nya sendiri " tantang Nesya dengan suara parau dan masih terbaring lemas karena terus melawan ghuzheng .


" maafkan aku nes " ucap ghuzheng mengambil baju nya lalu pergi dari kamar Nesya .

__ADS_1


__ADS_2