
" ada apa nes ? " ucap ghuzheng mengurungkan niatnya membuka pintu dan kini membalikan tubuhnya .
" bagaimana luka di wajah mu ? " ucap Nesya yang khawatir dengan ghuzheng .
" oh ini ( sambil menunjuk luka yang ada di pelipis nya ) tidak sakit kok , besok juga sembuh sendiri " ucap ghuzheng dengan tersenyum lalu pergi .
" luka ini tidak sebanding dengan rasa sakit di hatiku nes " ucap ghuzheng dalam hati menuruni tangga .
#####
Di kamar Nesya
di saat - saat seperti ini , Nesya merasa sedang merindukan ibunya .
" ibu ....Nesya salah apa Bu , teman - teman Nesya bersikap buruk padaku " ucap Nesya sambil menutupi wajah nya .
tiba - tiba ponsel nya berbunyi . disana ada sama Sean .
" halo " ucap Nesya
" kau kemana saja ku kirimi SMS kenapa tidak kau baca ? " ucap Sean
" maaf kak , Nesya tidak tau " ucap Nesya
" tunggu sebentar , apa kau sedang menangis ? " ucap Sean .
" tidak kok " ucap Nesya berbohong .
" kau jangan membohongi ku . suaramu yang parau seperti ini kenapa masih bilang tidak . katakan padaku , apa yang membuatmu menangis ? " ucap Sean .
" aku hanya merasa tidak pantas berada di tengah - tengah keluarga kakak " ucap Nesya
" kau jangan bohong . ini pasti ada yang mengejek mu di sekolah kan " ucap Sean
" bagaimana kakak bisa tau ? " ucap Nesya
" tadi ghuzheng sempat menelfon ku dia meminta tolong untuk menenangkan mu " ucap Sean .
Flash back
setelah ghuzheng menuruni tangga dia berjalan cepat menuju kamar nya dan mengambil ponsel yang tergeletak di atas ranjang nya .
kini telunjuk nya sangat lincah mengetik nama di daftar kontak .
Tut...Tut...Tut....
" halo " ucap Sean yang ternyata di telfon oleh ghuzheng .
" halo kak . kak bisa kah aku meminta bantuan mu " ucap ghuzheng
" minta bantuan apa ? " ucap Sean
" tolong hibur Nesya kak . tadi saat di sekolah dia di ejek dan di siram dengan minuman" ucap ghuzheng
" tapi dia diam saja ? " ucap Sean
" begitulah " ucap ghuzheng
" dasar gadis bodoh " ucap Sean
" jangan mengumpat nya . sungguh aku ingin meminta bantuan mu kak " ucap ghuzheng
" kenapa tidak kau saja yang menghiburnya . kau kan calon suami nya " ucap Sean
" dia sepertinya lebih mendengarkan ucapan mu daripada aku . jadi aku meminta tolong padamu " ucap ghuzheng .
" baik aku akan menghibur nya . kalau begitu aku tutup dulu telfon nya " ucap Sean .
Flashback end
" bukankah kau gadis yang kuat . kenapa kau menangis ? " ucap Sean pada Nesya lewat telfon .
" sekuat - kuat nya aku . aku juga masih bisa menangis jika hatiku merasa sakit " ucap Nesya
__ADS_1
" kenapa kau masukan ke hati omongan sampah seperti itu ? " ucap Sean .
Nesya diam saja tidak bisa menjawab .
" jika aku disuruh memilih antara kau dan diva , tentu aku memilihmu. karena walaupun kau gadis kampung , kau masih mempunyai adab dan sopan santun. " ucap Sean .
sontak Nesya melukis senyum di wajah nya .
" halo kau mendengarku tidak ? " ucap Sean
",iya Nesya dengar kak " ucap Nesya
" ya sudah , jangan sedih lagi ya " ucap Sean
" iya kak , disana sepertinya ramai . kakak dimana ? " ucap Nesya
" sudah ku bilang kan , aku di acara pengesahan rancangan mobil terbaru ku " ucap Sean.
" kalau begitu tutup telfon nya , nanti Nesya mengganggu kakak " ucap Nesya.
" tadi rencana nya aku ingin menelfon mu di hotel tapi aku khawatir dengan mu jadi aku langsung menelfon mu saja " ucap Sean
" sekarang Nesya kan sudah tidak apa - apa jadi matikan saja telfon nya " ucap Nesya
" baiklah . tapi setelah ini kau jangan sedih lagi " ucap Sean
" iya kak " ucap Nesya dengan senyum nya yang mengembang .
" ok , see you " ucap Sean.
lalu menutup telfon nya . saat telfon di tutup , Nesya kini merasa hatinya sudah lebih baik dari sebelum nya .
#####
Di ruang keluarga
Xing lu berjalan ingin menemui Nesya di kamar .
" Xing lu " ucap ghuzheng yang tengah duduk di sana .
" kau mau keatas ? " ucap ghuzheng
" iya . aku mau melihat Nesya . apakah dia baik - baik saja setelah diva memperlakukan nya seeeti tadi? " ucap Xing lu geram .
" aku tidak tau . tapi coba kamu lihat jika dia masih sedih , tolong di hibur ya " ucap ghuzheng
" tanpa kau meminta ku untuk menghiburnya , aku akan melakukan itu . tapi sebelum aku pergi ke atas , aku akan mau mengobati mu dulu " ucap Xing lu .
" tidak usah . aku tidak mau merepotkan mu " ucap ghuzheng.
" kau juga teman ku kan . jadi sesama teman tidak ada kata merepotkan " ucap Xing lu dengan tersenyum .
" terimakasih " ucap ghuzheng
" dan tidak ada kata terimakasih " ucap Xing lu lagi .
saat mengobati ghuzheng , tiba - tiba dia menanyakan perihal yang menyangkut Xing lu .
" memar di leher mu sudah hilang ? " ucap ghuzheng
" belum tapi aku menutupinya dengan foundation agar tidak terlihat " ucap Xing lu .
" kenapa papa mu kasar dengan mu ? " ucap ghuzheng heran
" dari dulu dia memang suka main tangan . aku pun tidak menyukainya " ucap Xing lu .
" lain kali jika kau di pukul oleh papamu kau harus berusaha lari ya . jangan diam di tempat " ucap ghuzheng
" sudah . aku mau ke atas dulu " ucap Xing lu untuk mengalihkan topik .
" ok . tolong hibur Nesya ya " ucap ghuzheng lalu membereskan kotak P3K nya .
tok...tok..tok..
__ADS_1
" Nesya " Xing lu memanggil Nesya .
" masuk saja tidak di kunci " ucap Nesya dari dalam . akhirnya Xing lu pun menerobos masuk .
" kamu baru mandi nes ? " ucap Xing lu yang mengetahui rambut Nesya basah .
" iya . kamu kenapa baru pulang ? " ucap Nesya .
" tadi aku masih di kejar papa ku jadi aku harus bersembunyi dulu " ucap Xing lu .
" Xing lu ...." ucap Nesya dengan wajah serius.
" iya nes ? " ucap Xing lu
" mau sampai kapan kamu akan seperti ini ? " ucap Nesya memegang pundak Xing lu .
" aku juga tidak tau nes . aku masih takut kalau papa ku memukul lagi " ucap Xing lu .
" jika kau kabur - kabur an seperti ini . siapa yang akan melindungi mama mu ? ingat Xing lu kamu masih punya tanggung jawab untuk melindungi mama mu . kamu tidak boleh meninggalkan mama mu sendirian " ucap Nesya .
lalu sejenak Xing lu berfikir.
" baiklah nes , besok aku akan pulang ke rumah " ucap Xing lu .
" ya sudah sana kamu mandi " ucap Nesya dengan tersenyum .
" baiklah " ucap Xing lu
lalu memberikan tas nya pada Nesya untuk di gantungkan.
seperti biasa , kini Nesya belajar dengan di temani buku-buku tebal yang ada di samping nya .
" nes besok di sekolah ada acara loh " ucap Xing lu yang baru keluar dari kamar mandi.
" acara apa ? " ucap Nesya.
" pemilihan putra dan putri dansa . itu acara yang di adakan di setiap akhir tahun " ucap Xing lu .
" ohhh " ucap Nesya .
" besok ikut aku ke mall ya setelah pulang sekolah " ucap Xing lu
" mau ngapain ? " ucap Nesya
" mau beli dress yang cantik untuk ku kenakan di acara itu . nanti kamu juga harus beli " ucap Xing lu
" untuk apa ? enggak ah . kamu aja yang beli . baju di lemari ku banyak yang bagus kok " ucap Nesya .
" coba aku lihat " ucap Xing lu
lalu berjalan menuju lemari Nesya .
" cuma ini nes ? " ucap Xing lu yang melihat hanya ada 3 dress yang menggantung disana .
" iya . tapi itu baru semua karena di belikan mama dan kak Sean " ucap Nesya
" kak Sean ? " ucap Xing lu .
" iya kakak nya ghuzheng . apa kamu belum pernah bertemu ? " ucap Nesya .
Xing lu pun menggelengkan kepalanya .
" kenapa kak Sean memberimu dress sebagus ini ? " ucap Xing lu sambil memegang - megang dress itu .
" dia menyuruhku jadi pacar palsu nya " ucap Nesya .
" hah ! pacar palsu ??? tapi kenapa harus kamu yang jadi pacar palsunya ? " ucap Xing lu
" tidak tau . dia hanya meminta tolong padaku jadi aku iya kan saja " ucap Nesya .
" nes , sebaiknya kamu harus hati - hati deh . kamu tidak ingin ghuzheng pukul - pukulan dengan kakak nya kan " ucap Xing lu .
" iya aku tau kok . tapi kak Sean sempat bilang padaku kalau dia menyukai perempuan yang ada di kantor nya . jadi apa yang perlu aku takutkan " ucap Nesya mengangkat bahunya
__ADS_1
tetapi perasaan nya jadi aneh saat mengungkit perempuan yang di sukai Sean .