
" pikirkan yang ku katakan tadi . jika kalian butuh bantuan ku , aku akan senang untuk membantu kalian" mario tetap menatap Sean dengan lekat .
" permisi " ucap nya seraya membungkuk untuk memberi salam dan setelah itu pergi .
" tuan , anda tidak apa-apa ? " ucap RB berdiri di samping Sean .
" aku tidak apa-apa " ucap Sean lirih lalu tak beberapa lama ponsel nya pun berbunyi .
" halo " ucap Sean mengawali telfon itu .
" tuan saya membawa kabar baik , Xing lu sedang di larikan ke rumah sakit "
" bagus . Nesya dimana ? "
" nona Nesya sedang berada di rumah sakit bersama tuan ghuzheng "
" baiklah , tolong awasi mereka terus dan jangan sampai ada satu orang pun yang curiga " ucap Sean lalu menutup telfon nya .
disini RB menatap Sean dengan penasaran.
"sekarang kau harus menyamar sebagai perawat lagi "
" apakah terjadi sesuatu dengan nona Nesya ? "
" bukan Nesya tapi Xing lu . aku ingin kau mengawasi nya selama Nesya berada di sisi gadis iblis itu " RB pun menganggukan kepala dan memberi saran pada Sean .
" tuan bisa kah anda menemui nya "
" tidak "
" hanya sebentar saja "
" tidak " jawab Sean lebih mantap.
" jika anda mau menemuinya . aku bisa menyusun rencana untuk anda " ucap RB yang masih membujuk Sean untuk menemui Nesya .
Sean sangat takut jika mendengar kata kebencian yang di lontarkan langsung dari mulut Nesya maka tak heran jika dia menolak untuk menemui gadis pujaan hati nya itu .
" aku tidak perlu menemui nya
__ADS_1
biarkan dia lebih membenci ku lagi . itu akan terlihat baik untuk hubungan adik ku dan Nesya " ucap Sean lalu keluar dari apartemen menggunakan blazer hitam nya .
.
.
.
" bagaimana keadaan teman saya dok ? " ucap ghuzheng setelah dokter keluar dari ruang UGD .
"seperti yang saya duga tadi pak. pasien telah mengkonsumsi obat pencuci perut " .
" obat pencuci perut ? . mana mungkin dia memakan obat semacam itu "
" saya tidak tahu pasti pak tapi itu yang saya temukan dalam pemeriksaan tadi "
" apakah dia baik-baik saja ? "
" pasien sekarang sudah siuman tetapi masih lemas . setidak nya pasien harus menjalani pemulihan kurang lebih hingga besok hari"
" baiklah . terimakasih dok "
" saya permisi dulu pak , selamat siang " setelah kepergian dokter , ghuzheng menatap Nesya lalu menanyakan sesuatu perihal Xing lu.
" ada tapi dia juga seorang pembeli biasa yang memakai kacamata hitam dan berjenggot " ucap Nesya sambil mengingat - ingat kembali .
" aku rasa ada yang berniat jahat pada Xing lu" ghuzheng mulai berfikir .
" nanti saja di pikir lagi , sekarang ayo kita masuk untuk melihat keadaan Xing lu " ucap Nesya berjalan mendahului ghuzheng .
" Xing lu " sapa Nesya menghampiri sahabat busuk nya itu .
" Nesya , ghuzheng " ucap Xing lu dengan lemas .
" maaf aku telah merepotkan kalian " ucap Xing lu yang masih lemas memegang tangan Nesya .
" kamu jangan bilang begitu . kita kan sahabat" ucap Nesya mengelus kepala Xing lu dengan lembut .
" ayo makan setelah itu minum obat " ucap Nesya mengambil mangkuk bubur yang ada di meja .
__ADS_1
" perut ku masih tidak enak untuk makan nes" ucap Xing lu sambil menampik sendok yang berisi bubur .
" makan sedikit saja ya " bujuk nesya .
" tidak mau " ucap Xing lu sambil menutup mulut nya .
" aku tidak mau makan dari tangan mu bodoh " ucap Xing lu kesal dalam hati .
" bagaimana jika ghuzheng yang menyuapi mu . apa kau mau ? " ucap Nesya menawarkan ide yang pasti saja Xing lu tidak akan menolak . dia malah mengangguk dengan antusias sambil tersenyum .
" baiklah tapi bubur ini harus habis . ok ! " ucap Nesya tersenyum .
" iya " ucap Xing lu tersenyum .
" akhirnya aku bisa merasakan di suapi oleh orang yang ku cinta " ucap Xing lu dalam hati .
kini tempat duduk Nesya di geser oleh ghuzheng dan dia keluar untuk mengurus administrasi serta obat-obatan Xing lu .
saat nesya berjalan , dia merasa ada mata yang sedang mengawasi nya tetapi saat dia menengok ke belakang tidak ada hal yang aneh disana . sampai dimana ada tangan yang menepuk pundak nya saat hampir tiba di meja administrasi.
" ya ? " ucap Nesya menoleh ke arah perawat ber masker yang menepuk pundak nya .
" dokter ingin berbicara dengan anda mengenai keadaan pasien Xing lu " ucap perawat itu dengan datar .
" ok sus " ucap Nesya mengurungkan niat nya untuk membayar administrasi lalu mengikuti langkah perawat itu menuju ruangan yang bertuliskan ruang dokter .
saat pintu di buka terlihat lah ruangan yang sepi dan gelap . seketika perasaan Nesya menjadi cemas dan was was .sewaktu dia hendak menengok ke arah perawat tiba-tiba punggung nya di dorong dengan kasaruntuk memasuki ruangan gelap dan mengerikan itu .
BLAM !
pintu pun di tutup dan di kunci dari luar oleh perawat tadi .
" hei keluar kan aku ! tolong !!! " ucap Nesya menggedor gedor pintu dengan gelagapan .
dia phobia dengan gelap dan nafas nya terasa berat saat berada di kegelapan seperti sekarang . Nesya merasa seperti ada banyak orang yang berdesak-desakan hingga dia tidak bisa bernafas dengan leluasa .
" sampai jumpa nona " ucap perawat itu sambil mengganti tulisan (ruang dokter) menjadi (kamar mayat)
" tolong aku ! aku sangat takut disini " ucap Nesya dengan sekuat tenaga . seketika dia mengingat seseorang yang sangat berarti di hidup nya .
__ADS_1
" kak Sean tolong aku ! . Nesya takut kak " ucap Nesya sambil meringkuk ketakutan serta tangan nya berubah menjadi dingin dan berkeringat .
dia berharap ada seseorang yang mendengar gedoran tangan dan suara nya yang lantang . semakin lama pandangan nya mulai kabur dan kepala nya mulai berat hingga akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri di lantai putih yang berdebu.