Teach Me To Love

Teach Me To Love
TERJEBAK


__ADS_3

" pikirkan yang ku katakan tadi . jika kalian butuh bantuan ku , aku akan senang untuk membantu kalian" mario tetap menatap Sean dengan lekat .


" permisi " ucap nya seraya membungkuk untuk memberi salam dan setelah itu pergi .


" tuan , anda tidak apa-apa ? " ucap RB berdiri di samping Sean .


" aku tidak apa-apa " ucap Sean lirih lalu tak beberapa lama ponsel nya pun berbunyi .


" halo " ucap Sean mengawali telfon itu .


" tuan saya membawa kabar baik , Xing lu sedang di larikan ke rumah sakit "


" bagus . Nesya dimana ? "


" nona Nesya sedang berada di rumah sakit bersama tuan ghuzheng "


" baiklah , tolong awasi mereka terus dan jangan sampai ada satu orang pun yang curiga " ucap Sean lalu menutup telfon nya .


disini RB menatap Sean dengan penasaran.


"sekarang kau harus menyamar sebagai perawat lagi "


" apakah terjadi sesuatu dengan nona Nesya ? "


" bukan Nesya tapi Xing lu . aku ingin kau mengawasi nya selama Nesya berada di sisi gadis iblis itu " RB pun menganggukan kepala dan memberi saran pada Sean .


" tuan bisa kah anda menemui nya "


" tidak "


" hanya sebentar saja "


" tidak " jawab Sean lebih mantap.


" jika anda mau menemuinya . aku bisa menyusun rencana untuk anda " ucap RB yang masih membujuk Sean untuk menemui Nesya .


Sean sangat takut jika mendengar kata kebencian yang di lontarkan langsung dari mulut Nesya maka tak heran jika dia menolak untuk menemui gadis pujaan hati nya itu .


" aku tidak perlu menemui nya

__ADS_1


biarkan dia lebih membenci ku lagi . itu akan terlihat baik untuk hubungan adik ku dan Nesya " ucap Sean lalu keluar dari apartemen menggunakan blazer hitam nya .


.


.


.


" bagaimana keadaan teman saya dok ? " ucap ghuzheng setelah dokter keluar dari ruang UGD .


"seperti yang saya duga tadi pak. pasien telah mengkonsumsi obat pencuci perut " .


" obat pencuci perut ? . mana mungkin dia memakan obat semacam itu "


" saya tidak tahu pasti pak tapi itu yang saya temukan dalam pemeriksaan tadi "


" apakah dia baik-baik saja ? "


" pasien sekarang sudah siuman tetapi masih lemas . setidak nya pasien harus menjalani pemulihan kurang lebih hingga besok hari"


" baiklah . terimakasih dok "


" saya permisi dulu pak , selamat siang " setelah kepergian dokter , ghuzheng menatap Nesya lalu menanyakan sesuatu perihal Xing lu.


" ada tapi dia juga seorang pembeli biasa yang memakai kacamata hitam dan berjenggot " ucap Nesya sambil mengingat - ingat kembali .


" aku rasa ada yang berniat jahat pada Xing lu" ghuzheng mulai berfikir .


" nanti saja di pikir lagi , sekarang ayo kita masuk untuk melihat keadaan Xing lu " ucap Nesya berjalan mendahului ghuzheng .


" Xing lu " sapa Nesya menghampiri sahabat busuk nya itu .


" Nesya , ghuzheng " ucap Xing lu dengan lemas .


" maaf aku telah merepotkan kalian " ucap Xing lu yang masih lemas memegang tangan Nesya .


" kamu jangan bilang begitu . kita kan sahabat" ucap Nesya mengelus kepala Xing lu dengan lembut .


" ayo makan setelah itu minum obat " ucap Nesya mengambil mangkuk bubur yang ada di meja .

__ADS_1


" perut ku masih tidak enak untuk makan nes" ucap Xing lu sambil menampik sendok yang berisi bubur .


" makan sedikit saja ya " bujuk nesya .


" tidak mau " ucap Xing lu sambil menutup mulut nya .


" aku tidak mau makan dari tangan mu bodoh " ucap Xing lu kesal dalam hati .


" bagaimana jika ghuzheng yang menyuapi mu . apa kau mau ? " ucap Nesya menawarkan ide yang pasti saja Xing lu tidak akan menolak . dia malah mengangguk dengan antusias sambil tersenyum .


" baiklah tapi bubur ini harus habis . ok ! " ucap Nesya tersenyum .


" iya " ucap Xing lu tersenyum .


" akhirnya aku bisa merasakan di suapi oleh orang yang ku cinta " ucap Xing lu dalam hati .


kini tempat duduk Nesya di geser oleh ghuzheng dan dia keluar untuk mengurus administrasi serta obat-obatan Xing lu .


saat nesya berjalan , dia merasa ada mata yang sedang mengawasi nya tetapi saat dia menengok ke belakang tidak ada hal yang aneh disana . sampai dimana ada tangan yang menepuk pundak nya saat hampir tiba di meja administrasi.


" ya ? " ucap Nesya menoleh ke arah perawat ber masker yang menepuk pundak nya .


" dokter ingin berbicara dengan anda mengenai keadaan pasien Xing lu " ucap perawat itu dengan datar .


" ok sus " ucap Nesya mengurungkan niat nya untuk membayar administrasi lalu mengikuti langkah perawat itu menuju ruangan yang bertuliskan ruang dokter .


saat pintu di buka terlihat lah ruangan yang sepi dan gelap . seketika perasaan Nesya menjadi cemas dan was was .sewaktu dia hendak menengok ke arah perawat tiba-tiba punggung nya di dorong dengan kasaruntuk memasuki ruangan gelap dan mengerikan itu .


BLAM !


pintu pun di tutup dan di kunci dari luar oleh perawat tadi .


" hei keluar kan aku ! tolong !!! " ucap Nesya menggedor gedor pintu dengan gelagapan .


dia phobia dengan gelap dan nafas nya terasa berat saat berada di kegelapan seperti sekarang . Nesya merasa seperti ada banyak orang yang berdesak-desakan hingga dia tidak bisa bernafas dengan leluasa .


" sampai jumpa nona " ucap perawat itu sambil mengganti tulisan (ruang dokter) menjadi (kamar mayat)


" tolong aku ! aku sangat takut disini " ucap Nesya dengan sekuat tenaga . seketika dia mengingat seseorang yang sangat berarti di hidup nya .

__ADS_1


" kak Sean tolong aku ! . Nesya takut kak " ucap Nesya sambil meringkuk ketakutan serta tangan nya berubah menjadi dingin dan berkeringat .


dia berharap ada seseorang yang mendengar gedoran tangan dan suara nya yang lantang . semakin lama pandangan nya mulai kabur dan kepala nya mulai berat hingga akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri di lantai putih yang berdebu.


__ADS_2