
" diva bangun ! jangan seperti ini " ucap RB memegangi lengan diva untuk membantu nya berdiri tetapi diva menolak dan terus menangis di bawah kaki RB .
" semua ini karena ku sehingga kakak kehilangan orang yang kakak cintai . sekali lagi maafkan aku kak " ucap diva dengan Isak tangis nya yang tidak terkendali.
" ini bukan kesalahan mu . aku sama sekali tidak menyalahkan mu " ucap RB yang kini ikut terduduk di lantai agar bisa menatap mata diva dengan lekat .
" kau adalah penumpang ayah ku dan ini bukan kesalahan mu . jadi berhentilah untuk menyalahkan dirimu " ucap RB mengelus kepala diva lalu membantu nya untuk berdiri .
" bukan kah berat bagi mu untuk menjalani hari tanpa ada nya ayah yang baik seperti beliau " ucap diva lagi .
" ya . itu sangat berat , dia orang yang paling ku percaya saat aku membutuhkan tempat bercerita tetapi sekarang aku sudah tidak punya " ucap RB sambil menghembuskan nafas dengan kasar agar tidak menangis di depan diva .
" RB " ucap Mario .
" bisakah kita bicara di depan " ucap Mario dengan serius .
" ok " ucap RB lalu mengikuti Mario dari belakang .
sesampai nya di luar mereka berpindah di pojok dinding .
" ada apa ?" ucap RB menatap Mario dengan mata yang berubah menjadi tatapan tak terbaca .
seketika Mario memeluk RB sambil mengelus kepala nya .
" menangis lah di pundak ku lagi . aku tidak keberatan untuk meminjamkan sandaran untuk mu "
" Mario apa yang kau lakukan . ini tempat umum " ucap RB hendak menarik dirinya agar terlepas dari pelukan Mario .
" kau tidak perlu bersikap kuat di depan ku . aku mengetahui betapa hancur nya hati mu saat ini . jadi ku mohon berhenti berpura-pura di depan ku " ucap Mario masih tetap memeluk RB .
Tiba tiba RB membenamkan wajah nya di bahu Mario lalu mantan playboy itu merasa bahu nya menjadi lembab dan basah .
Ternyata benar , RB sedang menangis di bahu nya .
" menangis lah , ceritakan semua yang ingin kau ceritakan padaku " ucap Mario sambil mengelus kepala RB .
dia tahu bahwa umur RB 3 tahun lebih tua daripada diri nya akan tetapi Mario tidak bisa mengelak atas perasaan nya kini pada RB , Mario mencintai RB .
" kau sudah lama berpura-pura tegar selama ini jadi tumpahkan semua isi hati mu pada ku jangan ada yang terpendam lagi . setidak nya beban mu sudah ada yang berkurang " ucap Mario menenang kan .
Di tempat lain dimana diva dan Sean berada satu ruangan yang sama . diva mulai canggung dengan ada nya Sean di dekat nya . dia merasa takut terhadap pria dingin ini .
" kak Sean "
" ada apa ? " ucap Sean yang kini menoleh ke arah diva .
" maafkan aku " ucap diva dengan lirih .
" dalam hal apa ? " Sean mengerutkan dahi nya karena tidak mengerti kesalahan apa yang di buat diva .
" aku sudah kasar pada Nesya padahal dia gadis yang baik " ucap diva dengan rasa sesal nya .
" seharusnya kau meminta maaf pada nya "
" aku berjanji setelah keluar dari rumah sakit akan pergi meminta maaf pada nesya"
" bagus lah " ucap Sean menyandarkan punggung nya di sofa pojok .
" bagaimana kabar Ghuzheng ? " tanya diva yang mencari jawaban dari sorot mata Sean yang berubah sendu .
" dia baik-baik saja " jawab nya singkat .
__ADS_1
" syukurlah . aku merasa senang jika dia baik-baik saja "
" apakah kau masih mencintai adik ku ? " ucap Sean menatap sepatu yang di kenakan .
" aku mencintai nya tapi aku tahu , ghuzheng tidak membutuhkan aku " ucap diva tersenyum .
" bagus. Ghuzheng dan Nesya akan menikah 2 hari lagi jangan pernah mengganggu hubungan mereka lagi " ucap Sean datar .
"apa ! bukan nya kakak mencintai Nesya juga"
" sok tahu ! " ucap Sean .
" kakak tidak usah mengelak . aku bisa membedakan tatapan suka dan tatapan cinta" ucap diva .
" dugaan mu salah " ucap Sean bertingkah tenang . dia tidak ingin terpergok salah tingkah di depan diva .
" tapi aku lihat Nesya memiliki perasaan yang spesial pada mu . apa dia begitu mudah nya menerima Ghuzheng ? murahan sekali" ketus diva ingin memancing emosi Sean agar mengaku .
" aku yang memaksa nya untuk menikah dengan Ghuzheng . aku memilih menghilang dari kehidupan mereka berdua agar Nesya dapat belajar mencintai Ghuzheng " saut Sean dengan jujur .
" kan ketahuan " ucap diva tersenyum menunjuk Sean .
" kalian memiliki perasaan yang sama . kenapa tidak kawin lari saja " ucap diva memberi saran yang konyol pada Sean .
"
aku bukan pecundang " ucap Sean seraya tersenyum miris memikirkan takdir nya.
Berselang beberapa detik masuk lah RB dan Mario dengan memasang wajah seperti tidak terjadi apapun pada mereka .
" kalian darimana ? " ucap Sean .
" kalian membicarakan apa ? " lanjut Mario menatap Sean dan diva bergantian .
" tidak ada " ucap diva yang gugup . dia takut jika Mario marah karena diva membicarakan Ghuzheng .
"diva , apakah kau mempunyai bukti bahwa Xing lu lah pelaku dari kecelakaan maut yang menewaskan ayah RB ? "
" aku tidak tahu karena waktu itu aku sudah tidak sadarkan diri di dalam taxi " jelas diva dengan lirih .
jawaban diva yang sedemikian rupa membuat dada RB sesak untuk bernafas .
" bagaimana cara kita mengungkap kejahatan nya jika tidak mempunyai bukti yang valid " ucap Sean mulai memikirkan sesuatu .
" ah ya , di jalan raya itu ada beberapa restoran dan toko toko yang berjajar kan . pasti mereka memasang CCTV di depan " lanjut Sean lagi dengan tersenyum sumringah .
" tidak usah berfikir menjebloskan nya ke penjara tuan . aku memiliki cara mudah agar dia menebus segala kesalahan nya " ucap RB dengan pandangan dingin .
.
.
.
kini Nesya sudah sampai di rumah megah itu lagi.
dia berjalan dengan di ikuti pak tong yang memapah nya untuk di bawa masuk .
" Rani ! Rani ! " pak tong memanggil asisten pribadi Nesya .
" astaga . non Nesya kenapa ? " ucap mbak Rani karena kaget melihat Nesya lemas lalu mbak Rani berganti memapah Nesya untuk duduk di sofa dan pak tong pun pergi .
__ADS_1
" aku habis terkunci di ruang mayat yang gelap mbak . kepala ku sakit " ucap Nesya .
" pasti ini kerjaan gadis gila itu ! " gumam mbak Rani lirih .
" saya buatkan teh hangat dulu ya non " ucap mbak Rani dengan memegang pundak Nesya .
" ghuzheng kemana mbak ? " ucap Nesya .
" tuan muda tadi pergi ke butik sendirian non . kata nya ingin mengurus acara pernikahan" setelah mbak Rani berbicara seperti itu Nesya mengembuskan nafas nya dengan berat sambil memejamkan mata nya . dia kesal , bahkan sangat kesal dengan semua nya .
" mbak setelah membuat teh . temani aku disini ya " sambil memegang tangan mbak Rani .
" baik non " ucap mbak Rani lalu menuju ke arah dapur .
berselang hanya lima menit mbak Rani kembali sambil membawa secangkir teh hijau kesukaan Nesya .
" apakah perlu saya pijit non " mbak Rani menawarkan tenaga nya untuk Nesya .
" tidak perlu mbak " sekilas Nesya melihat meja yang hanya berisi kan secangkir teh saja .
" mbak Rani gak buat sekalian ? " tanya Nesya .
" tidak non . saya sudah ngeteh di dapur bersama asisten lain nya " ucap mbak Rani berbohong .
mbak Rani tentu nya paham terhadap perasaan Nesya , mana mungkin dia minum teh sedangkan majikan nya itu memiliki rasa resah di hati nya . dia adalah asisten yang setia .
" non Nesya mau bicara apa dengan saya ? " ucap mbak Rani duduk di samping Nesya.
" aku tadi bertemu dengan kak Sean mbak " ucap Nesya mulai menitihkan air mata .
" tuan menemui non Nesya ! " ucap mbak Rani dengan pura-pura kaget . tentu saja mbak Rani berpura-pura begitu karena sebelum Nesya pulang ke rumah , team lebih dulu menelfon mbak Rani untuk memprovokasi Nesya agar menepis ingatan nya pada Sean .
" iya mbak . dia yang menolong ku saat terjebak di kamar mayat tetapi saat aku bangun , dia sudah tidak ada " ucap Nesya menutupi wajah nya .
" mungkin itu hanya halusinasi non saja " saut mbak Rani dengan rasa tidak enak.
" tidak mungkin aku berhalusinasi . pelukan dan suara itu sangat nyata . aku sangat sadar waktu itu " ucap Nesya memberi penjelasan pada mbak Rani .
" tapi kenapa saat aku membuka mata , kak Sean menghilang lagi "
" tuan selama ini tidak pernah pulang ke rumah apalagi di kantor non . jadi mana mungkin tuan muncul di hadapan non Nesya" ucap mbak Rani .
" maafkan mbak . mbak harus merahasiakan ini dari non nesya " ucap mbak Rani dalam hati sambil ikut menitihkan air mata nya .
" di saat aku dalam keadaan bahaya , dia selalu muncul . apakah aku harus membahayakan nyawa ku dulu agar dapat bertemu dengan nya lagi " ucap Nesya tanpa berpikir panjang .
" tolong jangan berpikir seperti itu non . jika non Nesya berbuat seperti itu pasti tuan Sean tidak akan mengampuni saya non " ucap mbak Rani yang ketakutan jika Nesya bertindak nekad .
Bukan tanpa alasan mbak Rani takut pada Sean akan tetapi sifat Sean yang dingin dan tidak pandang bulu saat amarah nya memuncak . Terakhir kali mbak Rani pernah melihat Sean marah karena nyonya britney masuk rumah sakit karena kritis akibat kecelakaan lalu Sean menghajar dokter yang merawat nyonya britney tanpa ampun .
" aku tidak segan segan menghabisi orang yang telah mengakibatkan orang terdekat ku dalam kesulitan ! cepat selamatkan mama ku ! " ucapan Sean yang sedemikian rupa terus terngiang di telinga mbak Rani .
" pernah kah mbak memendam rindu hingga menderita seperti ku ? "
mbak Rani enggan menjawab karena bingung dengan pertanyaan Nesya .
" aku tahu mbak Rani tidak pernah merasakan sakit nya menahan rindu . apalagi dengan orang yang ingkar janji seperti nya " ucap Nesya lemah lalu di peluk mbak Rani seperti seorang kakak memeluk adik nya yang sedang bersedih .dia ingin menyalurkan energi nya pada Nesya agar tidak berputus asa seperti sekarang .
di bawah ini adalah visual Sean dan ghuzheng .
__ADS_1