Teach Me To Love

Teach Me To Love
APA KAU MENYERAH ?


__ADS_3

ututututu disini siapa yang nungguin aku update episode baru nya 🙋


sorry baru kasih kelanjutan nya lagi ya teman teman ku yang ter-uwuw 🤗


yuk sekarang mulai baca lagi dan jangan bosen ya nungguin episode-episode selanjut nya . aku sayang kalian 😚😚😄


#####


" sebaiknya kau bawa Xing lu ke rumah sakit , aku takut dia mengalami dehidrasi"


Nesya sangat menyayangi Xing lu seperti keluarga sendiri. dia adalah orang pertama yang mengkhawatirkan Xing lu . nesya menganggap Xing lu adalah orang yang sangat baik akan tetapi alangkah terkejut nya dia jika mengetahui motif dari kebaikan Xing lu .


" pak tolong siap kan mobil "


" baik tuan muda" setelah itu ghuzheng membopong Xing lu karena badan nya sudah lemas . mungkin dia memang dehidrasi karena terus menerus ke kamar mandi .


Mereka bergegas ke rumah sakit dengan Nesya yang duduk di depan bersama pak tong dan ghuzheng bersama Xing lu di belakang .


" tadi kalian makan apa saja ? " ucap ghuzheng menatap Nesya dari kaca kecil yang menggantung di atap mobil .


" hanya makan bakso " jawab Nesya sambil mengingat ingat lagi .


" kamu benar-benar tidak sakit nes ? " tanya ghuzheng lagi . dia pasti lebih khawatir jika Nesya yang sakit .


" aku tidak apa-apa . bah kan aku memakan sambal lebih banyak dari Xing lu " ucap Nesya .


tak lama kemudian sampailah mereka di rumah sakit dan Ghuzheng langsung berlari sambil membopong Xing lu yang sudah tak sadarkan diri .


" suster ! suster ! " setelah dia berteriak seperti itu keluarlah 2 orang perawat wanita sambil mendorong tempat tidur dorong untuk Xing lu .


.


.


.


Lobby apartemen mewah


" stop . kau cukup mengantar ku sampai disini saja " ucap RB .


" baiklah . sampai jumpa lagi " ucap Mario sambil melambai ke arah RB dan RB hanya tersenyum sekilas lalu mulai melangkah menjauhi Mario .


" tunggu ! " ucap Mario memegang tangan RB.


" ada apa ? " ucap RB berbalik badan .

__ADS_1


" nama mu siapa ? " ucap Mario dengan penasaran .


RB pun kembali melangkah mendekati Mario hingga tiba di depan Mario lagi . kini posisi mereka sangat dekat bahkan sampai menyentuh hidung lawan nya . RB memiringkan kepala dan memajukan wajahnya untuk membisikan sesuatu di telinga Mario .


" nama ku Santi . tolong jaga rahasia ini " lalu menarik kepala nya lagi sambil tersenyum manis.


" baiklah . sampai jumpa Santi " ucap Mario melambai ke arah RB dengan senyum nya yang mempesona .


tiba - tiba di dalam hati Mario merasa sangat penasaran terhadap majikan RB dan dia memutuskan untuk menanyakan pada resepsionis di depan .


" permisi . bolehkah saya bertanya "


" silahkan tuan . ada yang bisa saya bantu ? " ucap resepsionis itu dengan wajah nya yang ramah .


" anda lihat perempuan yang memakai jaket kulit berwarna hitam itu "


" iya "


" dia tinggal di apartemen nomor berapa ? "


" 406 lantai 7 tuan . dia tinggal bersama dengan seorang pria "


" seorang pria ! " ucap Mario kaget .


" benar tuan . mereka adalah sepasang suami istri "


" mana mungkin ! . dia mengatakan padaku kalau belum menikah " gumam Mario dalam hati .


" aku harus memastikan nya sendiri " lanjut nya lagi .


" ok terimakasih " ucap Mario lalu berlari menuju lift yang di pakai RB tadi .


" aku belum menikah " itu adalah ucapan RB yang kini sedang terngiang di telinga mario. Sesampai nya di lantai 7 dia mencari nomor 406 dan akhirnya ketemu . Nomor itu tepat berada di samping kiri Mario . kini dia mulai mendekat dan menekan bel yang ada di samping pintu .


" apa benar ini tempat tinggal nya . tapi kalaupun benar apa urusan nya dengan ku " gumam nya dalam hati .


" aarrghhhh seperti nya aku sudah gila mencampuri urusan orang lain " lalu Mario hendak pergi tetapi niat itu di urungkan karena ada seseorang yang membuka pintu itu .


saat Mario mendongak ke atas ,mata nya terbelalak kaget karena yang berdiri di hadapan nya bukan lah RB melainkan Sean .


" kak Sean ! " ucap Mario sambil menunjuk Sean dengan terperangah. disini sean juga merasa terkejut tetapi dia berhasil menyembunyikan itu dan menyisakan wajah datar nya .


" masuk " ucap Sean tidak ingin berlama-lama memperlihatkan wajah nya di luar kamar apartemen . Mario pun masuk dengan wajah nya yang masih kebingungan .


" kenapa kau disini ? " ucap Sean melipat tangan nya menghadap ke Mario .

__ADS_1


" kenapa kak Sean ada di apartemen RB ? " ucap Mario sambil menunjuk Sean dan RB secara bergantian .


" tuan Sean adalah majikan ku " saut RB yang masih memakai jaket hitam nya .


" berhubung kau sudah mengetahui nya . aku harap kau tidak akan membongkar rahasia ini pada siapapun " ucap Sean dengan mata nya yang tajam .


" jadi selama ini kak Sean bersembunyi ? " tanya Mario dengan raut wajah kesal dan Sean hanya mengangguk untuk mengiyakan ucapan Mario .


" apa kakak tidak memikirkan perasaan Nesya , dia sibuk mencari mu kak . dia hampir gila karena mu " sambil menunjuk dada Sean .


" memang ku akui aku mencintai Nesya tetapi aku bukan adik mu yang bodoh sekaligus pengecut busuk itu ! . dia telah tega memisahkan mu dengan Nesya "


" ghuzheng lebih membutuhkan Nesya daripada aku . tugas ku hanya untuk menyingkirkan Xing lu dari hidup mereka "


" kau menyerah dengan perasaan mu ! " ucap Mario dengan segala emosi nya .


dia baru pertama kali menaikan suara saat berbicara kepada Sean . entah keberanian yang datang darimana sampai Mario berani membentak padahal selama ini dia sangat takut terhadap pria tinggi berwajah dingin itu .


" bukankah kau juga menyerah dengan perasaan mu . untuk apa kau menceramahi ku " saut Sean tetap tenang .


" karena dia mencintai mu bukan mencintai ku ! " setelah itu hening beberapa saat .


"jika nesya mencintai ku sedikit saja pasti aku akan merebut paksa dari ghuzheng" setelah itu Mario melangkah tiga kali di depan Sean lalu bersimpuh .


" apa yang kau lakukan disana . bangun ! " ucap Sean bingung dengan sikap Mario .


" tolong kak . temui Nesya , perjuangkan dia lagi ,dia membutuhkan mu kak " ucap Mario sambil menyatukan kedua telapak tangan nya seperti memohon.


" tidak " saut Sean tegas . kini Mario kembali berdiri sejajar dengan Sean .


" apakah kau sungguh tidak peduli akan perasaan nya ? "


"apakah kau nanti nya tidak akan menyesal setelah melepasnya ? " Mario terus menghujani sean dengan segala pertanyaan yang tak mampu untuk di jawab oleh sean .


" DIAM !!! " saut Sean dengan suara lantang .


" aku tidak akan diam sebelum kau mengiyakan untuk bersanding dengan Nesya . Nesya tidak mencintai adik mu ! kenapa kau memaksa nya untuk menikahi ghuzheng " teriak Mario dengan sorot mata yang berubah menjadi tajam dan merah .


" Mario kontrol emosi mu " ucap RB menghampiri Mario .


" kau Diam Santi ! kau hanyalah orang luar tidak tahu urusan ku dengan kakak beradik ini" ucap Mario dengan tetap menatap mata Sean . Sean hanya terdiam tetapi terlihat dari sorot mata nya dia sangat bingung .


kini rasa takut pada Sean sudah hilang entah kemana . Mario disini bukan lah Mario yang dulu . kemana perginya sifat playboy Mario ? padahal dulu dia sangat senang membuat hati para gadis patah . Nesya benar-benar mengubah pemuda pematah hati para gadis ini .


" pikirkan yang ku katakan tadi . jika kalian butuh bantuan ku , aku akan senang untuk membantu kalian" mario tetap menatap Sean dengan lekat .

__ADS_1


" permisi " ucap nya seraya membungkuk untuk memberi salam dan setelah itu pergi .


__ADS_2