Teach Me To Love

Teach Me To Love
ALASAN


__ADS_3

" aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk orang yang sangat ku cintai , dan orang itu adalah kakak " ucap Nesya tersenyum samar .


Nesya menatap Sean dengan sisa air matanya yang masih menempel di bulu mata lentik nya .


lalu Sean mendekatkan wajahnya , lebih dekat dan semakin dekat .


Nesya kini hanya memejamkan matanya untuk menunggu bibir Sean menyentuh bibir nya .


" bukan begini caranya " ucap Sean di telinga Nesya . seketika Nesya membuka matanya kembali .


" aku memang mencintaimu , tapi jika kita seperti ini akan membuat sakit hati banyak orang . terutama ghuzheng " ucap Sean sambil mengelus pipi Nesya .


Sean merasa miris dengan kisah cintanya .


disaat dia dan Nesya saling mencintai tetapi terhalang oleh dinding kaca . itu sangat menyiksa mereka berdua.


" ku harap kau akan mengerti nes " ucap Sean lagi .


kini Nesya memeluk Sean dengan lebih erat lagi .


" nesya takut kak , Nesya takut " ucap Nesya membenamkan wajah nya di dada bidang Sean .


" tidak ada yang perlu di takutkan Nesya . kau hanya perlu belajar untuk mencintai adik ku " ucap Sean mengelus kepala nesya dengan merasakan sakit di hatinya karena patah .


" aku tidak bisa kak " ucap Nesya menarik pelukan nya .


" kau belum mencoba nya " ucap Sean menatap lekat Nesya .


disana Sean melihat kekecewaan Nesya yang sangat dalam terhadap dirinya.


" aku sudah mencobanya , tapi itu sia-sia " ucap Nesya menitihkan air mata .


" baiklah ,....kau mau aku memperjuangkan mu kan ? sekarang ayo kita pulang , aku akan katakan pada mama dan ghuzheng bahwa kita saling cinta " ucap Sean menggandeng tangan Nesya .


" tidak akan semudah itu . pasti mereka akan sakit hati ." ucap Nesya melepas gandengan Sean .


" itu yang aku maksud dari tadi .apa kau mau jika mama jatuh sakit gara - gara ulah kita ? . sebaiknya kita menjaga jarak satu sama lain agar semua akan baik-baik saja ." ucap Sean memberi pengertian pada Nesya .


Nesya kini hanya diam mematung karena dia sudah tidak ada pilihan lain , selain melanjutkan perjodohan nya dengan ghuzheng .


" baiklah aku akan menuruti perkataan kakak " ucap Nesya lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Sean.


disini Sean merasa sakit bercampur senang . sakit karena Nesya benar-benar akan menerima ghuzheng dan di sisi lain senang karena Nesya mau mendengarkan ucapan nya .


" sekarang ku minta kau jangan menangis lagi . Nanti akan menimbulkan kecurigaan pada kita " ucap Sean .


lalu Nesya menganggukan kepalanya dan ijin untuk memakai kamar mandi Sean sebelum kembali ke rumah nyonya britney .


" tentu aku akan memperjuangkan mu nes . tapi ini belum saatnya " ucap Sean dalam hati .


.


.


.


setelah Nesya selesai dari kamar mandi dia menghampiri Sean lagi .


" pulang sekarang ? " ucap Sean .


Nesya pun meganggukan kepala nya .

__ADS_1


" baiklah ayo ke mobil " ucap Sean menggenggam tangan Nesya lagi .


" aku ingin di gengam seperti ini terus tetapi tanpa ada rasa ketakutan dan rasa bersalah sedikit pun " ucap Nesya menatap genggaman Sean dan balik menatap wajah Sean dari samping .


" naiklah " ucap Sean membukakan pintu mobil untuk Nesya .


setelah mereka masuk mobil , Sean pun menancap gas nya .


tetapi kini dia melajukan mobilnya tidak seperti biasanya .


Sean kini menyetir dengan santai sambil menikmati duduk berdampingan bersama nesya .


" kenapa kau datang ke kantor ku masih mengenakan seragam ? " ucap Sean yang teringat saat melihat seragam Nesya .


" karena aku memasak untuk mu .jadi aku sempatkan ke kantor untuk memberikan itu " ucap Nesya .


" berarti sekarang kau sedang bolos pelajaran ? " ucap Sean.


Nesya pun menganggukan kepalanya . tiba - tiba ponselnya pun berbunyi .


" kak , ghuzheng " ucap Nesya menunjukan nama yang ada di telfon nya .


" angkat saja aku akan diam " ucap Sean lalu mulai fokus menyetir .


Nesya pun mengikuti perintah Sean untuk mengangkat telfon ghuzheng .


" halo " ucap Nesya.


" halo nes . kamu dimana ? kenapa saat istirahat kamu menghilang dan tidak kembali sampai sekarang? " ucap ghuzheng khawatir . kini Nesya melihat jam tangan nya .


kini jarum pendek sudah berada di angka 4 .


" lalu bagaimana keadaan mu sekarang ? " ucap ghuzheng lebih khawatir .


" sudah cukup baik " ucap Nesya .


" baiklah , setelah rapat osis aku akan segera pulang menemui mu . kamu tunggu dulu ya " ucap ghuzheng dengan halus .


" iya " ucap Nesya .


" kalau begitu kembalilah istirahat , aku menyayangimu " ucap ghuzheng .


" iya " ucap Nesya lalu menutup telfon nya lagi .


" dia bicara apa ? " ucap Sean penasaran .


karena telfon Nesya tadi tidak di loospeaker .


" tadi ghuzheng bilang, dia akan pulang setelah rapat osis " ucap Nesya menatap Sean .


" bagus kita masih punya waktu untuk menuju ke rumah sebelum dia datang " ucap Sean sambil menancap gas nya agar lebih cepat lagi .


karena Sean tidak mau ada pertengkaran lagi dengan ghuzheng.


Sean memang orang yang cuek , kasar dan keras kepala . tetapi di samping sikap buruk nya itu dia sangat menyayangi ghuzheng .


dia lebih memilih untuk mengalah daripada melihat ghuzheng bersedih .


tak lama kemudian , sampailah mereka di depan rumah nyonya britney .


saat nesya akan turun Sean memegang tangan Nesya .

__ADS_1


" ada apa kak ? " ucap nesya menatap Sean .


" rahasiakan pertemuan kita ini " ucap Sean serius .


" aku tau " ucap Nesya lalu turun dari mobil Sean .


" aku kembali ke kantor dulu . sebaiknya kau segera mandi dan berganti baju " ucap Sean tersenyum manis pada Nesya .


Nesya pun melambai ke Sean sebentar lalu memasuki rumah .


setelah dirasa Sean sudah menghilang dari gerbang , Nesya menoleh ke arah belakang .


" andai saja tidak serumit ini " ucap Nesya lalu berjalan lagi untuk menuju ke kamar nya .


" selamat sore nona " ucap pelayan yang menyambutnya di samping pintu .


" mama kemana mbak ? " ucap Nesya mencari keberadaan nyonya britney.


" nyonya sedang keluar non . kira - kira satu jam yang lalu " ucap pelayan itu .


" ooo...ya sudah Nesya ke atas dulu ya mbak " ucap Nesya tersenyum .


sesampainya di kamar , Nesya langsung membersihkan badan nya dan berganti T-shirt warna pink dengan celana jeans hitam selutut , Nesya memang suka memakai pakaian yang sederhana seperti itu .


tok...tok...tok...


" siapa ? " ucap Nesya yang tengah duduk di ranjang nya sambil membaca novel romance .


" mbak Rani non " ucap mbak Rani .


" masuk aja mbak " ucap Nesya .


" maaf non di depan ada tuan Mario ingin mencari non Nesya " ucap mbak Rani .


" kenapa Mario mencariku ? " ucap Nesya dalam hati sambil menunjukkan ekspresi heran .


" iya mbak . Nesya akan menemui nya " ucap Nesya lalu turun dari ranjang dan melangkah ke bawah untuk menemui Mario .


.


.


.


#####


" hai Mario " ucap Nesya yang menuruni tangga .


" hai nes " ucap Mario dengan ramah .


" ada apa kau mencariku ? " ucap Nesya .


" ini untuk mu " ucap Mario memberikan sebuket bunga mawar pada Nesya .


" terimakasih . kenapa kau selalu membawakan ku bunga ? " ucap Nesya penasaran .


" karena kau seperti bunga itu " ucap Mario sambil menunjuk bunga yang di pegang Nesya .


Nesya pun menatap buket mawar lalu berbalik menatap Mario dengan tatapan tidak mengerti .


" cantik " ucap Mario menatap mata Nesya.

__ADS_1


__ADS_2