
" aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk orang yang sangat ku cintai , dan orang itu adalah kakak " ucap Nesya tersenyum samar .
Nesya menatap Sean dengan sisa air matanya yang masih menempel di bulu mata lentik nya .
lalu Sean mendekatkan wajahnya , lebih dekat dan semakin dekat .
Nesya kini hanya memejamkan matanya untuk menunggu bibir Sean menyentuh bibir nya .
" bukan begini caranya " ucap Sean di telinga Nesya . seketika Nesya membuka matanya kembali .
" aku memang mencintaimu , tapi jika kita seperti ini akan membuat sakit hati banyak orang . terutama ghuzheng " ucap Sean sambil mengelus pipi Nesya .
Sean merasa miris dengan kisah cintanya .
disaat dia dan Nesya saling mencintai tetapi terhalang oleh dinding kaca . itu sangat menyiksa mereka berdua.
" ku harap kau akan mengerti nes " ucap Sean lagi .
kini Nesya memeluk Sean dengan lebih erat lagi .
" nesya takut kak , Nesya takut " ucap Nesya membenamkan wajah nya di dada bidang Sean .
" tidak ada yang perlu di takutkan Nesya . kau hanya perlu belajar untuk mencintai adik ku " ucap Sean mengelus kepala nesya dengan merasakan sakit di hatinya karena patah .
" aku tidak bisa kak " ucap Nesya menarik pelukan nya .
" kau belum mencoba nya " ucap Sean menatap lekat Nesya .
disana Sean melihat kekecewaan Nesya yang sangat dalam terhadap dirinya.
" aku sudah mencobanya , tapi itu sia-sia " ucap Nesya menitihkan air mata .
" baiklah ,....kau mau aku memperjuangkan mu kan ? sekarang ayo kita pulang , aku akan katakan pada mama dan ghuzheng bahwa kita saling cinta " ucap Sean menggandeng tangan Nesya .
" tidak akan semudah itu . pasti mereka akan sakit hati ." ucap Nesya melepas gandengan Sean .
" itu yang aku maksud dari tadi .apa kau mau jika mama jatuh sakit gara - gara ulah kita ? . sebaiknya kita menjaga jarak satu sama lain agar semua akan baik-baik saja ." ucap Sean memberi pengertian pada Nesya .
Nesya kini hanya diam mematung karena dia sudah tidak ada pilihan lain , selain melanjutkan perjodohan nya dengan ghuzheng .
" baiklah aku akan menuruti perkataan kakak " ucap Nesya lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Sean.
disini Sean merasa sakit bercampur senang . sakit karena Nesya benar-benar akan menerima ghuzheng dan di sisi lain senang karena Nesya mau mendengarkan ucapan nya .
" sekarang ku minta kau jangan menangis lagi . Nanti akan menimbulkan kecurigaan pada kita " ucap Sean .
lalu Nesya menganggukan kepalanya dan ijin untuk memakai kamar mandi Sean sebelum kembali ke rumah nyonya britney .
" tentu aku akan memperjuangkan mu nes . tapi ini belum saatnya " ucap Sean dalam hati .
.
.
.
setelah Nesya selesai dari kamar mandi dia menghampiri Sean lagi .
" pulang sekarang ? " ucap Sean .
Nesya pun meganggukan kepala nya .
__ADS_1
" baiklah ayo ke mobil " ucap Sean menggenggam tangan Nesya lagi .
" aku ingin di gengam seperti ini terus tetapi tanpa ada rasa ketakutan dan rasa bersalah sedikit pun " ucap Nesya menatap genggaman Sean dan balik menatap wajah Sean dari samping .
" naiklah " ucap Sean membukakan pintu mobil untuk Nesya .
setelah mereka masuk mobil , Sean pun menancap gas nya .
tetapi kini dia melajukan mobilnya tidak seperti biasanya .
Sean kini menyetir dengan santai sambil menikmati duduk berdampingan bersama nesya .
" kenapa kau datang ke kantor ku masih mengenakan seragam ? " ucap Sean yang teringat saat melihat seragam Nesya .
" karena aku memasak untuk mu .jadi aku sempatkan ke kantor untuk memberikan itu " ucap Nesya .
" berarti sekarang kau sedang bolos pelajaran ? " ucap Sean.
Nesya pun menganggukan kepalanya . tiba - tiba ponselnya pun berbunyi .
" kak , ghuzheng " ucap Nesya menunjukan nama yang ada di telfon nya .
" angkat saja aku akan diam " ucap Sean lalu mulai fokus menyetir .
Nesya pun mengikuti perintah Sean untuk mengangkat telfon ghuzheng .
" halo " ucap Nesya.
" halo nes . kamu dimana ? kenapa saat istirahat kamu menghilang dan tidak kembali sampai sekarang? " ucap ghuzheng khawatir . kini Nesya melihat jam tangan nya .
kini jarum pendek sudah berada di angka 4 .
" lalu bagaimana keadaan mu sekarang ? " ucap ghuzheng lebih khawatir .
" sudah cukup baik " ucap Nesya .
" baiklah , setelah rapat osis aku akan segera pulang menemui mu . kamu tunggu dulu ya " ucap ghuzheng dengan halus .
" iya " ucap Nesya .
" kalau begitu kembalilah istirahat , aku menyayangimu " ucap ghuzheng .
" iya " ucap Nesya lalu menutup telfon nya lagi .
" dia bicara apa ? " ucap Sean penasaran .
karena telfon Nesya tadi tidak di loospeaker .
" tadi ghuzheng bilang, dia akan pulang setelah rapat osis " ucap Nesya menatap Sean .
" bagus kita masih punya waktu untuk menuju ke rumah sebelum dia datang " ucap Sean sambil menancap gas nya agar lebih cepat lagi .
karena Sean tidak mau ada pertengkaran lagi dengan ghuzheng.
Sean memang orang yang cuek , kasar dan keras kepala . tetapi di samping sikap buruk nya itu dia sangat menyayangi ghuzheng .
dia lebih memilih untuk mengalah daripada melihat ghuzheng bersedih .
tak lama kemudian , sampailah mereka di depan rumah nyonya britney .
saat nesya akan turun Sean memegang tangan Nesya .
__ADS_1
" ada apa kak ? " ucap nesya menatap Sean .
" rahasiakan pertemuan kita ini " ucap Sean serius .
" aku tau " ucap Nesya lalu turun dari mobil Sean .
" aku kembali ke kantor dulu . sebaiknya kau segera mandi dan berganti baju " ucap Sean tersenyum manis pada Nesya .
Nesya pun melambai ke Sean sebentar lalu memasuki rumah .
setelah dirasa Sean sudah menghilang dari gerbang , Nesya menoleh ke arah belakang .
" andai saja tidak serumit ini " ucap Nesya lalu berjalan lagi untuk menuju ke kamar nya .
" selamat sore nona " ucap pelayan yang menyambutnya di samping pintu .
" mama kemana mbak ? " ucap Nesya mencari keberadaan nyonya britney.
" nyonya sedang keluar non . kira - kira satu jam yang lalu " ucap pelayan itu .
" ooo...ya sudah Nesya ke atas dulu ya mbak " ucap Nesya tersenyum .
sesampainya di kamar , Nesya langsung membersihkan badan nya dan berganti T-shirt warna pink dengan celana jeans hitam selutut , Nesya memang suka memakai pakaian yang sederhana seperti itu .
tok...tok...tok...
" siapa ? " ucap Nesya yang tengah duduk di ranjang nya sambil membaca novel romance .
" mbak Rani non " ucap mbak Rani .
" masuk aja mbak " ucap Nesya .
" maaf non di depan ada tuan Mario ingin mencari non Nesya " ucap mbak Rani .
" kenapa Mario mencariku ? " ucap Nesya dalam hati sambil menunjukkan ekspresi heran .
" iya mbak . Nesya akan menemui nya " ucap Nesya lalu turun dari ranjang dan melangkah ke bawah untuk menemui Mario .
.
.
.
#####
" hai Mario " ucap Nesya yang menuruni tangga .
" hai nes " ucap Mario dengan ramah .
" ada apa kau mencariku ? " ucap Nesya .
" ini untuk mu " ucap Mario memberikan sebuket bunga mawar pada Nesya .
" terimakasih . kenapa kau selalu membawakan ku bunga ? " ucap Nesya penasaran .
" karena kau seperti bunga itu " ucap Mario sambil menunjuk bunga yang di pegang Nesya .
Nesya pun menatap buket mawar lalu berbalik menatap Mario dengan tatapan tidak mengerti .
" cantik " ucap Mario menatap mata Nesya.
__ADS_1