Teach Me To Love

Teach Me To Love
TITIP PESAN


__ADS_3

Gadis ini sungguh tak bisa di tebak terlebih lagi dia sangat licik dan jahat. . Sean mulai berpikir bagaimana cara agar Nesya berada di tangan nya dengan aman tanpa terluka lagi .


" Xing lu apa yang kau mau ? aku bisa berjalan asalkan Nesya bisa kau lepaskan " tanya Sean dengan tenang . kini dia berusaha mengendalikan emosi nya agar bisa berfikir keselamatan Nesya .


" aku ingin kematian Nesya . hanya itu " ucap Xing lu mengedikan bahu . dia seperti ingin membunuh nyamuk yang telah menggigitnya tanpa rasa berdosa .


DORR !!! letupan tembakan sekali langsung melukai tulang belikat Xing lu dan mengakibatkan dia menjatuhkan pisau nya di lantai serta terjatuh di dekat Nesya .


" baiklah ini kesempatan ku "gumam Sean dalam hati lalu berlari menuju Nesya dan membawanya lari .


" sial siapa yang menembak ku ! " teriak Xing lu yang berusaha bangun .


" nes ayo " ucap Sean menarik tangan Nesya. saat hampir sampai pintu Xing lu kembali memanggil .


" tapi Xing lu tertembak " ucap Nesya yang masih memikirkan Xing lu .


" biarkan saja" ucap Sean memeluk Nesya untuk berlari menjauhi Xing lu .


" Nesya !!! " ucap Xing lu dengan suara lemah . Nesya yang memang merasa iba dan kasian pada Xing lu pun berbalik .


" temui ajalmu " ucap Xing lu sambil berdiri melemparkan pisau belati yang tersimpan di belakang dress nya .


" awas ! " ucap Sean langsung merangkul Nesya untuk menjadi perisai nya .


seketika darah pun menyembur keluar dan terdengar pekikan sean di telinga Nesya yang membuat nya mendongak .


" kak , kamu kenapa ? " ucap Nesya .


" aku sudah berhasil menyelamatkan mu . di luar sudah ada yang menunggu , pergi lah " ucap Sean lemah .


" kak kamu tertusuk " ucap Nesya dengan tangis nya yang pecah saat melihat Sean ambruk di pangkuan nya. kini gaun pengantin berubah warna menjadi merah darah .


" kau pantas mendapat kan itu . dasar pria busuk ! berani nya menghalangi rencana ku " ucap Xing lu berjalan mengambil pisau lipat nya di lantai .


" dan sekarang giliran mu j*lang " ucap Xing lu sambil mengangkat pisau setinggi tinggi nya untuk menghuncam dada Nesya .


DORR !


" Aaa ! " teriak Xing lu menjatuhkan pisau .


DORR !


" Aaaa! " tembakan kedua mengenai paha kiri nya.


DORR !


tembakan ketiga mengenai paha kanan nya dan Xing lu ambruk terduduk .


seketika suara sepatu pun berderap masuk menuju ruangan itu dan muncul RB dengan 4 orang tenaga medis dengan 2 orang suruhan Justin .


" bawa tuan ku ke rumah sakit bersama gadis ini " ucap RB .

__ADS_1


" baik nona " ucap tenaga medis .


" haruskah aku bermain - main dengan mu dulu ? " ucap RB tersenyum penuh kebencian.


" perempuan laknat ! siapa kau berani menembak ku " ucap Xing lu dengan kesakitan .


" apa kau ingat dengan supir taxi yang mati karena ulah mu ? "


" aku anak nya " ucap RB dengan sangat dingin . lalu dia memasukan beberapa peluru lagi kedalam tembak nya .


" kau ! " ucap Xing lu terbelalak .


" ya dan sekarang aku akan membalas sakit hati dan dendam ayah ku pada mu " bersiap menembak .


" lakukan saja jika kau tidak takut polisi menangkap mu " ucap Xing lu .


" kita lihat saja" ucap RB lalu menarik tembakan nya .


DORR !!!


seketika Xing lu pun tergeletak di lantai dengan bersimbah darah . RB menembak nya tepat di kepala yang mengakibatkan Xing lu mati dalam keadaan terbelalak .


" akhirnya dendam ku terbalas . ayah aku sudah membayar lunas hutang nya pada mu.ku harap kau tenang disana dan putri mu akan menjalani hidup normal mulai sekarang" gumam RB dalam hati .


Rumah sakit sejahtera


Sean di dorong di ranjang dengan darah yang tak kunjung berhenti serta mendapat alat bantu pernafasan .


"sssttt jangan menangis " ucap Sean memegang tangan Nesya .


" bukan kah cerita kita sama dengan Dewi bulan . maafkan aku tidak bisa mengubah jalan cerita itu " ucap Sean dengan terbata bata .


" kau tidak boleh pergi atau aku akan membenci mu "


" teruskan hidup mu . aku akan melihat mu dari langit " ucap Sean lalu tak sadarkan diri .


" kakak ! aku sangat mencintai mu tolong berjuang lah " ucap Nesya terus berteriak .


" maaf nona . biarkan tim medis yang bekerja anda tidak boleh masuk " ucap perawat yang menghalangi Nesya untuk masuk ke ruang operasi .


Nesya terus berdiri di depan pintu dengan tangis nya yang sesenggukan . dia sangat terpukul saat Sean mengatakan hal hal yang tidak seharus nya dia katakan .


baru saja dia menemukan matahari yang mulai menghangatkan nya lagi tetapi langsung berganti menjadi badai yang tak henti henti.


" kak ku mohon bertahan lah " gumam Nesya dalam hati sambil melihat ke arah lorong ruang operasi yang gelap .


seketika muncul lah nyonya britney , Mario , diva ,RB dan ghuzheng .


" Nesya ! " ucap ghuzheng langsung merangkul Nesya . Nesya hanya diam tanpa meronta ataupun membalas pelukan itu .


" nes pipi mu terluka , ayo kita obati dulu " ucap ghuzheng menggandeng Nesya .

__ADS_1


" persetan dengan luka ku ! . dasar baj*ngan semua ini gara - gara kamu ! " ucap Nesya marah pada ghuzheng lalu pergi begitu saja .


" nes " ucap ghuzheng yang tak habis pikir dengan ucapan Nesya .


" kalian disini saja , biar aku yang mengejar nya " ucap RB dengan gelisah .


" sudah puas belum ? " ucap Mario menatap ghuzheng yang merasa terpukul dengan keadaan sekarang .


" sudah puas belum untuk menghancurkan semua nya ! " teriak Mario lagi .


" lihat di dalam ruang operasi itu ! kakak mu sekarat . dia yang rela mengorbankan apapun demi adik tak tau diri seperti kau tapi kau terus menerus membuat nya dalam kesedihan "


" tidak kah kau merasa egois ! " ucap Mario .


ghuzheng hanya diam karena tidak bisa menjawab semua pernyataan Mario .


" anjing ! jawab ! " ucap Mario menarik kerah kemeja putih ghuzheng dengan kesal karena hanya melihat ghuzheng menundukan kepala .


" maafkan aku " ucap ghuzheng lemah .


" bangs*at " ucap Mario memukul pelipis ghuzheng .


" dengan maaf mu saja tidak cukup untuk mengembalikan semua keadaan ! . kau diam diam menggiring Nesya dalam keadaan bahaya "


" Mario stop ! jangan menyalahkan ghuzheng terus " ucap diva menghalangi Mario memukul ghuzheng lagi . disini nyonya britney hanya diam karena masih tertegun dengan kejadian semua ini . beliau melihat Nesya yang terluka terlebih lagi gaun pengantinnya yang lusuh bercampur darah Sean .


" aku tahu ini salah ghuzheng ,tapi ku mohon kontrol emosi mu " ucap diva .


" dari awal aku sudah memperingatkan mu tentang Xing lu tapi kau tidak percaya . sekarang nikmatilah rasa penyesalan mu sendiri " sambil melangkah mendekat ke arah ghuzheng .


"jika kakak mu tidak mendapatkan kesadaran nya lagi. bersiaplah Nesya akan membenci mu seumur hidup ! " ucap Mario dengan penekanan agar ghuzheng merasa frustasi lalu pergi menyusul Nesya .


" mama " ucap ghuzheng menghampiri nyonya britney .


" mama menyalahkan ku juga ? "


nyonya britney tidak menjawab . beliau hanya menangis tersedu-sedu .


" maafkan aku ma . aku tidak bermaksud menyakiti kakak . maafkan aku ma " ucap ghuzheng bersimpuh di kaki nyonya britney.


" aku tidak habis pikir . kalian sama sama ku besarkan , meminum asi yang sama bahkan pernah tidur di ranjang yang sama . kenapa terpecah belah menjadi musuh seperti ini . aku merasa berdosa pada papa mu . aku bukan orang tua yang baik " ucap nyonya britney menangis.


" maafkan ghuzheng ma" ghuzheng terus meminta maaf .


seketika perawat pun keluar dan menginformasi kan bahwa Sean membutuhkan donor darah AB .


" ambil darah saya saja sus " ucap ghuzheng .


" baik ikuti saya " ucap perawat mengantarkan ghuzheng ke dalam ruang pengambilan darah .


__ADS_1


__ADS_2