
Gadis ini sungguh tak bisa di tebak terlebih lagi dia sangat licik dan jahat. . Sean mulai berpikir bagaimana cara agar Nesya berada di tangan nya dengan aman tanpa terluka lagi .
" Xing lu apa yang kau mau ? aku bisa berjalan asalkan Nesya bisa kau lepaskan " tanya Sean dengan tenang . kini dia berusaha mengendalikan emosi nya agar bisa berfikir keselamatan Nesya .
" aku ingin kematian Nesya . hanya itu " ucap Xing lu mengedikan bahu . dia seperti ingin membunuh nyamuk yang telah menggigitnya tanpa rasa berdosa .
DORR !!! letupan tembakan sekali langsung melukai tulang belikat Xing lu dan mengakibatkan dia menjatuhkan pisau nya di lantai serta terjatuh di dekat Nesya .
" baiklah ini kesempatan ku "gumam Sean dalam hati lalu berlari menuju Nesya dan membawanya lari .
" sial siapa yang menembak ku ! " teriak Xing lu yang berusaha bangun .
" nes ayo " ucap Sean menarik tangan Nesya. saat hampir sampai pintu Xing lu kembali memanggil .
" tapi Xing lu tertembak " ucap Nesya yang masih memikirkan Xing lu .
" biarkan saja" ucap Sean memeluk Nesya untuk berlari menjauhi Xing lu .
" Nesya !!! " ucap Xing lu dengan suara lemah . Nesya yang memang merasa iba dan kasian pada Xing lu pun berbalik .
" temui ajalmu " ucap Xing lu sambil berdiri melemparkan pisau belati yang tersimpan di belakang dress nya .
" awas ! " ucap Sean langsung merangkul Nesya untuk menjadi perisai nya .
seketika darah pun menyembur keluar dan terdengar pekikan sean di telinga Nesya yang membuat nya mendongak .
" kak , kamu kenapa ? " ucap Nesya .
" aku sudah berhasil menyelamatkan mu . di luar sudah ada yang menunggu , pergi lah " ucap Sean lemah .
" kak kamu tertusuk " ucap Nesya dengan tangis nya yang pecah saat melihat Sean ambruk di pangkuan nya. kini gaun pengantin berubah warna menjadi merah darah .
" kau pantas mendapat kan itu . dasar pria busuk ! berani nya menghalangi rencana ku " ucap Xing lu berjalan mengambil pisau lipat nya di lantai .
" dan sekarang giliran mu j*lang " ucap Xing lu sambil mengangkat pisau setinggi tinggi nya untuk menghuncam dada Nesya .
DORR !
" Aaa ! " teriak Xing lu menjatuhkan pisau .
DORR !
" Aaaa! " tembakan kedua mengenai paha kiri nya.
DORR !
tembakan ketiga mengenai paha kanan nya dan Xing lu ambruk terduduk .
seketika suara sepatu pun berderap masuk menuju ruangan itu dan muncul RB dengan 4 orang tenaga medis dengan 2 orang suruhan Justin .
" bawa tuan ku ke rumah sakit bersama gadis ini " ucap RB .
__ADS_1
" baik nona " ucap tenaga medis .
" haruskah aku bermain - main dengan mu dulu ? " ucap RB tersenyum penuh kebencian.
" perempuan laknat ! siapa kau berani menembak ku " ucap Xing lu dengan kesakitan .
" apa kau ingat dengan supir taxi yang mati karena ulah mu ? "
" aku anak nya " ucap RB dengan sangat dingin . lalu dia memasukan beberapa peluru lagi kedalam tembak nya .
" kau ! " ucap Xing lu terbelalak .
" ya dan sekarang aku akan membalas sakit hati dan dendam ayah ku pada mu " bersiap menembak .
" lakukan saja jika kau tidak takut polisi menangkap mu " ucap Xing lu .
" kita lihat saja" ucap RB lalu menarik tembakan nya .
DORR !!!
seketika Xing lu pun tergeletak di lantai dengan bersimbah darah . RB menembak nya tepat di kepala yang mengakibatkan Xing lu mati dalam keadaan terbelalak .
" akhirnya dendam ku terbalas . ayah aku sudah membayar lunas hutang nya pada mu.ku harap kau tenang disana dan putri mu akan menjalani hidup normal mulai sekarang" gumam RB dalam hati .
Rumah sakit sejahtera
Sean di dorong di ranjang dengan darah yang tak kunjung berhenti serta mendapat alat bantu pernafasan .
"sssttt jangan menangis " ucap Sean memegang tangan Nesya .
" bukan kah cerita kita sama dengan Dewi bulan . maafkan aku tidak bisa mengubah jalan cerita itu " ucap Sean dengan terbata bata .
" kau tidak boleh pergi atau aku akan membenci mu "
" teruskan hidup mu . aku akan melihat mu dari langit " ucap Sean lalu tak sadarkan diri .
" kakak ! aku sangat mencintai mu tolong berjuang lah " ucap Nesya terus berteriak .
" maaf nona . biarkan tim medis yang bekerja anda tidak boleh masuk " ucap perawat yang menghalangi Nesya untuk masuk ke ruang operasi .
Nesya terus berdiri di depan pintu dengan tangis nya yang sesenggukan . dia sangat terpukul saat Sean mengatakan hal hal yang tidak seharus nya dia katakan .
baru saja dia menemukan matahari yang mulai menghangatkan nya lagi tetapi langsung berganti menjadi badai yang tak henti henti.
" kak ku mohon bertahan lah " gumam Nesya dalam hati sambil melihat ke arah lorong ruang operasi yang gelap .
seketika muncul lah nyonya britney , Mario , diva ,RB dan ghuzheng .
" Nesya ! " ucap ghuzheng langsung merangkul Nesya . Nesya hanya diam tanpa meronta ataupun membalas pelukan itu .
" nes pipi mu terluka , ayo kita obati dulu " ucap ghuzheng menggandeng Nesya .
__ADS_1
" persetan dengan luka ku ! . dasar baj*ngan semua ini gara - gara kamu ! " ucap Nesya marah pada ghuzheng lalu pergi begitu saja .
" nes " ucap ghuzheng yang tak habis pikir dengan ucapan Nesya .
" kalian disini saja , biar aku yang mengejar nya " ucap RB dengan gelisah .
" sudah puas belum ? " ucap Mario menatap ghuzheng yang merasa terpukul dengan keadaan sekarang .
" sudah puas belum untuk menghancurkan semua nya ! " teriak Mario lagi .
" lihat di dalam ruang operasi itu ! kakak mu sekarat . dia yang rela mengorbankan apapun demi adik tak tau diri seperti kau tapi kau terus menerus membuat nya dalam kesedihan "
" tidak kah kau merasa egois ! " ucap Mario .
ghuzheng hanya diam karena tidak bisa menjawab semua pernyataan Mario .
" anjing ! jawab ! " ucap Mario menarik kerah kemeja putih ghuzheng dengan kesal karena hanya melihat ghuzheng menundukan kepala .
" maafkan aku " ucap ghuzheng lemah .
" bangs*at " ucap Mario memukul pelipis ghuzheng .
" dengan maaf mu saja tidak cukup untuk mengembalikan semua keadaan ! . kau diam diam menggiring Nesya dalam keadaan bahaya "
" Mario stop ! jangan menyalahkan ghuzheng terus " ucap diva menghalangi Mario memukul ghuzheng lagi . disini nyonya britney hanya diam karena masih tertegun dengan kejadian semua ini . beliau melihat Nesya yang terluka terlebih lagi gaun pengantinnya yang lusuh bercampur darah Sean .
" aku tahu ini salah ghuzheng ,tapi ku mohon kontrol emosi mu " ucap diva .
" dari awal aku sudah memperingatkan mu tentang Xing lu tapi kau tidak percaya . sekarang nikmatilah rasa penyesalan mu sendiri " sambil melangkah mendekat ke arah ghuzheng .
"jika kakak mu tidak mendapatkan kesadaran nya lagi. bersiaplah Nesya akan membenci mu seumur hidup ! " ucap Mario dengan penekanan agar ghuzheng merasa frustasi lalu pergi menyusul Nesya .
" mama " ucap ghuzheng menghampiri nyonya britney .
" mama menyalahkan ku juga ? "
nyonya britney tidak menjawab . beliau hanya menangis tersedu-sedu .
" maafkan aku ma . aku tidak bermaksud menyakiti kakak . maafkan aku ma " ucap ghuzheng bersimpuh di kaki nyonya britney.
" aku tidak habis pikir . kalian sama sama ku besarkan , meminum asi yang sama bahkan pernah tidur di ranjang yang sama . kenapa terpecah belah menjadi musuh seperti ini . aku merasa berdosa pada papa mu . aku bukan orang tua yang baik " ucap nyonya britney menangis.
" maafkan ghuzheng ma" ghuzheng terus meminta maaf .
seketika perawat pun keluar dan menginformasi kan bahwa Sean membutuhkan donor darah AB .
" ambil darah saya saja sus " ucap ghuzheng .
" baik ikuti saya " ucap perawat mengantarkan ghuzheng ke dalam ruang pengambilan darah .
__ADS_1