Teach Me To Love

Teach Me To Love
TERSIRAM KOPI


__ADS_3


"teman ? tapi kenapa kalian berpegangan tangan " ucap perempuan itu yang masih belum puas dengan jawaban Nesya .


"maksud dia ,teman itu berarti pacar bagi nya benarkan sayang!" ucap Sean dengan mengelus pipi Nesya dan di ikuti bersin yang dia tahan .


"apa ! tapi mama mu bilang kau sedang bujang . tapi kenapa kau membawa perempuan lain untuk kencan buta kita? " ucap perempuan itu merasa tidak terima sambil menatap Nesya dengan benci.


"siapa kau ,berani-berani nya berteriak dengan ku ? " ucap Sean .


"aku tidak berteriak pada mu . aku berteriak padanya" ucap Suzi sambil menumpahkan kopi panas pada Nesya .


"aaaaaah" ucap Nesya yang tersiram kopi itu .


"dasar wanita tidak sopan.pergi kau " ucap Sean yang emosi sambil mendorong tubuh Suzi agar menjauh dari Nesya .


"baiklah aku akan pergi . setidak nya sakit hati ku sudah terbalaskan" ucap Suzi lalu melangkah pergi dengan langkahnya yang sombong .


"nes kamu tidak apa-apa? " ucap Sean khawatir.


"lengan Nesya panas kak . sebentar Nesya mau ke toilet dulu" ucap Nesya yang hendak pergi membasuh lengan yang terkena kopi panas tadi.


"kau mau apa disana ? jangan bilang kau mau menyiramnya dengan air " ucap Sean yang menebak . Nesya hanya terdiam saja mendengar ucapan Sean karena yang di katakan Sean adalah benar.


"ayo ikut aku" ucap Sean menggandeng Nesya untuk naik ke mobil lagi


saat menaiki mobil Nesya tetap mengipasi lengan kirinya dengan tangan kanan nya .


"kita mau kemana kak ? " ucap Nesya yang sudah duduk di kursi depan .


"ke dokter kulit" ucap Sean


"hah ! tidak perlu kak . ini di kasih salep sudah mendingan kok . kulit ku cuma memerah saja " ucap Nesya


"kamu bilang cuma ! jika kamu ada apa-apa kedepan nya bagaimana ? jika nanti membekas di lengan mu bagaimana ?" ucap Sean dengan sangat cerewet .


"iya iya kita ke dokter kulit" ucap Nesya yang menurut saja karena takut dengan Sean . saat di perjalanan Sean terus menanyakan keadaan Nesya .


"masih panas ? " ucap Sean


"sudah tidak . tapi ini sangat perih" ucap Nesya


"sabar . sebentar lagi sampai" ucap Sean yang wajah nya gelisah .


"ini kan hanya tersiram kopi kenapa kak Sean se heboh itu " ucap Nesya dalam hati . tak lama kemudian sampailah mereka di klinik dimana sahabat Sean bekerja .


"maaf sus dokter Pras ada atau tidak ? " ucap Sean


"ada pak . silahkan ambil nomor antrian " ucap suster itu .


"saya teman nya dokter Pras . ini darurat " ucap Sean berwajah serius .


"kalau begitu sebentar pak saya akan menelfon dokter Pras dulu" ucap suster itu menekan tombol telefon .


"bagaimana ? " ucap Sean


"dokter Pras menyuruh Anda untuk masuk pak" ucap suster itu . lalu Sean pun bergegas dengan menggandeng Nesya .


"hai bro . ada apa kau mencariku" ucap dokter Pras .


"dia tadi habis tersiram kopi panas di bagian lengan nya tolong kau periksa" ucap sean


"astaga ku pikir masalah darurat apa yang membawamu kemari" ucap dokter Pras tertawa .


"sudah lah kau jangan tertawa. cepat periksa " ucap Sean. lalu dokter Pras memeriksa lengan Nesya dan langsung mengobati nya .


"lengan nya tidak apa-apa . cukup di berikan salep ini saja untuk meredam rasa perih nya . jangan kena air dulu ya " ucap dokter Pras pada Nesya dengan tersenyum .


"baik dok" ucap Nesya lalu turun dari ranjang pemeriksaan .


"kenapa dia sampai terkena kopi panas ? " ucap dokter Pras .

__ADS_1


"dia di siram oleh wanita gila" ucap Sean yang masih kesal saat membayangkan kejadian itu .


"jangan bilang mama mu masih mengatur kencan buta untuk mu . dan kau menyusun rencana untuk menggagalkan nya,benar ? " ucap dokter Pras menebak


"begitulah . tapi aku tidak menyangka akan seperti ini" ucap Sean


"sudah ku tebak" ucap dokter Pras tersenyum.


"sebenarnya aku sudah capek di jodoh - jodohkan seperti ini " ucap Sean mengacak rambutnya dengan asal .


"menurut saja dengan ibumu .toh perempuan yang di pilihkan untuk mu cantik cantik bukan ? " ucap dokter Pras .


"tapi aku tidak suka dengan mereka" ucap sean


"bisakah kita bicara 4 mata ? " ucap dokter Pras .


"nes . kamu keluar dulu tunggu di kursi depan ya" ucap Sean . nesya pun mengangguk dan memberi senyum tipis pada dokter Pras .


"kau mau bicara apa? " ucap Sean


"gadis itu manis juga . dia terlihat lugu , apa dia pacarmu?" ucap dokter Pras .


"bukan"ucap Sean cuek


"bagus kalau begitu . aku mau mendekatinya " ucap ucap dokter Pras .


"jangan macam-macam . dia calon tunangan adik ku" ucap Sean memberi peringatan pada sahabatnya itu .


"oh ya? . dia calon tunangan adikmu atau calon tunangan mu" ucap dokter Pras menebak-nebak.


"dia calon ghuzheng .sungguh aku tidak berbohong" ucap Sean . dokter Pras pun hanya menatap Sean dengan tatapan yang mencemooh.


"kenapa kau menatapku begitu . ah sudah lah aku pergi dulu " ucap Sean lalu berjalan keluar menemui Nesya .


"ayo pulang " ucap Sean dengan terus berjalan .


saat mereka memasuki mobil tiba-tiba Sean melepas jaketnya untuk di payung kan ke atas Nesya.


"ayo jalan kenapa berhenti" ucap Sean yang menopang jaket itu dengan menatap Nesya yang berhenti berjalan .


"matahari sudah terik . luka merah di lengan mu akan terasa panas jika langsung terkena sinar matahari. ayo cepat jalan" ucap Sean memberi perintah pada Nesya.


"terimakasih" ucap Nesya yang sudah duduk di kursi depan laku di susul Sean yang masuk dari arah pintu lain nya .


"sebelum pulang kita ke hotel dulu " ucap Sean sambil fokus melihat jalan .


"mau apa? " ucap Nesya yang kini was-was.


"pikiran mu jangan kotor . aku mengajak mu ke hotel untuk mengganti pakaian mu saja . setelah itu baru kita pulang . tidak mungkin kan kau pulang dengan mengenakan dress itu. nanti akan timbul pertanyaan-pertanyaan bodoh lain nya" ucap Sean menerangkan pada Nesya .


"oooo baiklah" ucap Nesya . laku suasana di dalam mobil pun menjadi hening . Nesya kepikiran untuk menyalankan MP3 agar tidak sepi . "apakah kau memang seperti ini ? " ucap Sean


"maksudnya seperti apa? " ucap Nesya yang tidak paham .


"kalau mendengar musik . selalu ada saja yang kau lakukan . seperti yang kau lakukan sekarang " ucap Sean melirik kaki Nesya yang mengikuti irama .


"aku sudah terbawa dan menyatu dengan musik . jadi setiap nada yang di ciptakan membuat aku ingin mengetuk-ketukan kaki ku" ucap Nesya .


"pantas" ucap Sean


"pantas apa ? " ucap Nesya penasaran .


"tidak apa-apa . ayo turun kita sudah sampai" ucap Sean.


"selamat siang . ada yang bisa saya bantu " ucap resepsionis itu .


"saya pesan 1 kamar " ucap Sean sambil memberikan kartu debit nya


"baik tuan . tolong tunggu sebentar " ucap resepsionis itu menyelesaikan transaksi hotel nya .


"silahkan tuan " ucap resepsionis itu sambil memberikan card kamar pada Sean.

__ADS_1


"ayo" ucap Sean Pada Nesya .


saat memasuki lift Nesya berdiri dengan berjaga jarak dengan Sean setelah itu ada 3 orang yang masuk satu lift dengan mereka . salah satu dari ketiga orang itu adalah seorang pria yang seumuran dengan Sean . saat di lift Sean terus melihat gerak gerik pria itu karena sangat mencurigakan , dia terus mencoba menempelkan tubuhnya pada punggung Nesya berharap seperti ingin menyentuh punggung mulus nesya ,sontak Sean pun menegur pria itu " jangan dekat-dekat dengan nya . mundur! " ucap Sean menajamkan matanya sambil memegang bahu pria itu lalu menariknya untuk mundur ,dan kini posisi Sean yang berada di belakang Nesya . tak lama kemudian Sean dan Nesya tiba di lantai tempat kamar yang mereka sewa.


"ayo masuk ,kenapa berdiri disitu" ucap Sean . lalu Nesya masuk dengan langkah yang pelan .


"cepat gantilah . setelah ini kita akan makan siang sekalian di restoran hotel ini" ucap Sean


"kakak kenapa tidur disini" ucap Nesya gugup


"terus aku harus dimana ?sudahlah jangan berfikir yang macam-macam . tugasmu sekarang masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian mu " ucap Sean sambil membuka ponselnya .


"baiklah . tapi jangan ngintip ya" ucap Nesya lugu


"ck....kau pikir aku pria hidung belang" ucap Sean mengerutkan dahinya .melihat Sean yang sedikit tersinggung dengan ucapannya, Nesya pun menghambur pergi meninggalkan Sean di atas ranjang.


"ada-ada saja bocah itu" ucap Sean sambil menggelengkan kepalanya . tak lama kemudian Nesya pun keluar dengan kaos olahraga yang tadi dia pakai .


"kak sudah " ucap Nesya


"sebentar aku pusing" ucap Sean yang memijit kepalanya karena tiba- tiba merasa pusing .


"kakak sakit?" ucap Nesya


"mungkin vertigo ku kambuh" ucap Sean .


"sini aku bantu memijatnya" ucap Nesya menghampiri Sean .


"tidak usah . aku bisa sendiri" ucap Sean menolak tawaran Nesya .


"kalau tidak mau ya sudah . padahal ibu ku dulu waktu pusing aku yang memijatnya " ucap Nesya


"sembuh ? " ucap Sean menanyakan pada Nesya .


"sembuh . jadi setiap ibu pusing selalu memintaku memijatnya" ucap Nesya


"kalau begitu pijat kepala ku" ucap Sean yang kini menyuruh Nesya .


"tadi bukan nya kakak menolak" ucap Nesya


"aku pikir kau tidak bisa . sekarang pijat kepala ku agar kita bisa pulang" ucap Sean .


"tadi tidak mau . sekarang malah minta" ucap Nesya lirih .


"kau bilang apa? " ucap Sean mendongak melihat Nesya dengan berbaring .


"tidak . Nesya tidak bilang apa-apa" ucap nesya gugup . setelah itu dia memijit kepala Sean untuk mengurangi rasa pusing .


#####


Di rumah nyonya britney


"mbak, Nesya sudah pulang belum ? " ucap ghuzheng pada pelayan pribadi Nesya .


"belum tuan muda "ucap mbak Rani .


"ok . makasih mbak" ucap ghuzheng lalu mengeluarkan ponsel nya untuk menelfon Nesya .


"kamu di mana sih nes....ok terhubung " ucap ghuzheng saat mendengar bunyi terhubung pada ponsel Nesya .


"halo" ucap Nesya


"halo nes , kamu dimana ? " ucap ghuzheng


"aku sudah mau pulang kok " ucap Nesya tidak menjawab keberadaan nya .


"sekarang kamu dimana ? aku jemput ya" ucap ghuzheng yang hendak pergi .


"tidak usah . sudah ada kak Sean kok" ucap Nesya keceplosan .


"hah ! kenapa bisa ada kak Sean disana ?" ucap Nesya

__ADS_1


"nanti saja kalau di rumah aku jelaskan ya . sekarang aku matikan dulu . ponsel ku lowbat" ucap Nesya


"halo nes ...Nesya halo" ucap ghuzheng pada Nesya yang ternyata telfon nya sudah di matikan oleh Nesya .


__ADS_2