
" oh jadi kakak ini yang membawamu saat di acara dansa sekolah . hai kak aku Xing lu " ucap Xing lu tersenyum simpul .
Sean menerima salaman itu dengan pandangan yang tidak menyenangkan .dia sangat marah dengan Xing lu karena gara - gara ingin menemui dia , Nesya hampir saja celaka .
" sebaiknya kita pergi dari sini . tidak aman untuk gadis seperti kalian ada disini " ucap Sean menatap Nesya .
" baiklah ayo Xing lu " ucap Nesya menggandeng Xing lu menuju ke mobil Sean .
akhirnya mereka pun meninggalkan tempat yang berbaya itu .
disini Sean merasa ada yang masih tidak beres tetapi dia tidak tau apa yang membuat hatinya merasa tidak nyaman .
" nes kita antarkan teman mu dulu " ucap Sean .
" tidak usah kak . aku turun di sana saja " saut Xing lu sambil menunjuk trotoar yang lumayan rame dengan orang orang berlalu lalang .
" kau yakin ? " ucap Sean datar merasa masa bodoh sebenarnya .
" iya aku mau membelikan makanan untuk mama ku dulu " saut Xing lu .
" kita antarkan saja . agar aku bisa tenang saat kamu sudah di apartemen " ucap Nesya tulus .
" baiklah " ucap Xing lu tersenyum .
kini Xing lu pun turun berjalan menuju sebuah kedai makanan sedangkan Nesya dan Sean mereka tetap berada di mobil dengan posisi Nesya menduduki kursi penumpang .
" nes " ucap Sean .
" ada apa kak ? " ucap Nesya .
" apa kau tidak merasa di intai oleh seseorang ? " ucap Sean dengan raut wajah yang serius.
Nesya awalnya mengerutkan dahinya .
" tidak " ucap Nesya menggelengkan kepalanya .
" tapi kenapa aku merasa dia sedang tidak aman " ucap Sean dalam hati nya .
" kak (menyentuh pundak Sean ) kenapa ? " ucap Nesya .
" tidak apa-apa . sebaiknya mulai sekarang kau harus lebih berhati-hati lagi " ucap Sean .
" tapi kenapa ? " ucap Nesya yang masih penasaran dengan peringatan yang di beri Sean .
" apa harus ada alasan untuk menjaga dirimu sendiri ? . yang terpenting lakukan saja yang ku katakan " ucap Sean menatap Xing lu yang mau memasuki mobil lagi .
__ADS_1
" teman mu mau kesini . sebaiknya kita tidak usah membahasnya saat ada dia " ucap Sean .
" baiklah " ucap Nesya lalu mulai duduk dengan benar lagi .
" hai . maaf ya aku lama " ucap Xing lu tersenyum .
" tidak apa - apa " ucap Nesya .
" dimana apartemen mu ? " ucap Sean datar .
" di ujung jalan sana lalu belok kiri " ucap Xing lu .
kini Sean pun menancap gas nya menuju tempat yang di beritahu Xing lu dan dia berhenti tepat di depan area gedung apartemen yang tidak asing baginya .
" kau tinggal di apartemen ini ? " ucap Sean menaikan alis nya .
" iya . Xing lu tinggal di apartemen ghuzheng kak " ucap Nesya .
" ooo . kalau begitu turunlah " ucap Sean menghadap kedepan lagi .
" makasih kak sean sudah mengantar ku sampai kemari . nes aku masuk dulu ya " ucap Xing lu tersenyum .
" baiklah . besok saja ya ceritanya gapapakan ? " ucap Nesya .
" iya santai saja " ucap Xing lu mengangguk pergi .
" kenapa aku tidak menyukainya padahal baru bertemu " ucap Sean .
" kak . kakak lihat apa ? " ucap Nesya yang pindah di kursi depan .
" tidak . kita ke kantor ku dulu setelah itu baru pulang " ucap Sean lalu menancap gas nya .
" aku tidak mau pulang " saut Nesya .
" lalu kau mau kemana malam malam begini ?" ucap Sean heran .
" tempat rahasia " ucap Nesya memandang Sean .
" jangan kesana . angin malam di pantai tidak bagus untuk mu " ucap Sean .
" kerumah kak Sean saja kalau begitu " ucap Nesya lagi .
" ini sudah malam . nanti kalau kamu ngantuk bagaimana ? " ucap Sean .
" aku ingin bicara banyak dengan kakak " ucap Nesya .
__ADS_1
" baiklah kita bicara di ruang kerja ku saja bagaimana? " ucap Sean .
" baiklah " ucap Nesya tersenyum . lalu Sean pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalavanya.
setelah sampai di jalavanya , mereka memasuki gerbang perusahaan yang terlah dijaga oleh lima security di depan dan di dalam pos .
" selamat malam Mr " ucap kepala security itu memberi salam pada Sean . setelah itu dia memasukan mobil nya kedalam area parkir khusus .
kini Sean berjalan menghampiri Nesya dan membukakan pintu mobil Nesya . kini Sean berjalan sambil menggandeng tangan Nesya tanpa ada rasa takut sedikit pun . Nesya pun sangat menikmati waktu saat ini .
" sekarang kamu bisa bicara " ucap Sean tersenyum pada Nesya .
" kamu ? apa aku tidak salah dengar ? kak Sean bicara dengan ku menggunakan kata kamu ! " ucap Nesya dalam hati yang kesenangan .
" Nesya ! " ucap Sean menjentikan jarinya di depan wajah Nesya .
" eh iya kak " ucap Nesya lalu duduk di sofa hitam milik Sean .
" sebenarnya Nesya ingin membicarakan soal di meja makan tadi " ucap Nesya gugup .
" aku sudah tau " ucap Sean .
" sudah tau ? . sebentar , kakak jangan salah paham aku bahkan tidak mengetahui kalau ghuzheng ingin mempercepat pertunangan itu " ucap Nesya cemas .
" bukan kamu nes . tapi dia yang lebih dulu memberitahu ku " ucap Sean dengan raut wajah tersenyum tetapi senyumannya kini berbeda , bukan senyuman bahagia yang Sean tunjukan pada Nesya .
" apa kakak akan tetap diam saja ? " ucap Nesya menatap mata Sean .
" begitulah " ucap Sean mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya .
" kenapa diam saja ! " ucap Nesya bersuara parau.
" menurut mu aku harus melakukan apa ? " ucap Sean menatap Nesya dengan wajahnya yang kebingungan . kini Nesya hanya bisa menangis pelan dengan menundukan kepalanya .
" hei kamu jangan menangis " ucap Sean lembut sambil mengusap air mata Nesya.
" sebenarnya ini belum terlambat kak . kita bisa menjelaskan ini pada mama dan juga ghuzheng " ucap Sean .
" itu tidak segampang yang kamu kira Nesya . kamu tau kan ghuzheng sangat menyukaimu . pasti dia tidak akan melepaskan mu begitu saja " ucap Sean .
" lalu apa langkah selanjutnya . apa kita benar-benar berhenti sampai disini dan terus mencintai dalam diam " ucap Nesya menunduk lagi .
" entahlah " ucap Sean sambil memeluk Nesya .
" aku tidak menginginkan perjodohan ini kak , sungguh . aku mencintai mu " ucap Nesya dengan Isak tangis yang pecah .
__ADS_1
" Tuhan aku sudah merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya , tapi kenapa Engkau tidak mempersatukan kami " ucap Nesya dalam hati.
" sebaiknya aku menuruti ucapan ghuzheng agar Nesya dapat belajar mencintainya " ucap Sean bertekad dalam hatinya .