Teach Me To Love

Teach Me To Love
TIDAK AMAN ?


__ADS_3

" oh jadi kakak ini yang membawamu saat di acara dansa sekolah . hai kak aku Xing lu " ucap Xing lu tersenyum simpul .


Sean menerima salaman itu dengan pandangan yang tidak menyenangkan .dia sangat marah dengan Xing lu karena gara - gara ingin menemui dia , Nesya hampir saja celaka .


" sebaiknya kita pergi dari sini . tidak aman untuk gadis seperti kalian ada disini " ucap Sean menatap Nesya .


" baiklah ayo Xing lu " ucap Nesya menggandeng Xing lu menuju ke mobil Sean .


akhirnya mereka pun meninggalkan tempat yang berbaya itu .


disini Sean merasa ada yang masih tidak beres tetapi dia tidak tau apa yang membuat hatinya merasa tidak nyaman .


" nes kita antarkan teman mu dulu " ucap Sean .


" tidak usah kak . aku turun di sana saja " saut Xing lu sambil menunjuk trotoar yang lumayan rame dengan orang orang berlalu lalang .


" kau yakin ? " ucap Sean datar merasa masa bodoh sebenarnya .


" iya aku mau membelikan makanan untuk mama ku dulu " saut Xing lu .


" kita antarkan saja . agar aku bisa tenang saat kamu sudah di apartemen " ucap Nesya tulus .


" baiklah " ucap Xing lu tersenyum .


kini Xing lu pun turun berjalan menuju sebuah kedai makanan sedangkan Nesya dan Sean mereka tetap berada di mobil dengan posisi Nesya menduduki kursi penumpang .


" nes " ucap Sean .


" ada apa kak ? " ucap Nesya .


" apa kau tidak merasa di intai oleh seseorang ? " ucap Sean dengan raut wajah yang serius.


Nesya awalnya mengerutkan dahinya .


" tidak " ucap Nesya menggelengkan kepalanya .


" tapi kenapa aku merasa dia sedang tidak aman " ucap Sean dalam hati nya .


" kak (menyentuh pundak Sean ) kenapa ? " ucap Nesya .


" tidak apa-apa . sebaiknya mulai sekarang kau harus lebih berhati-hati lagi " ucap Sean .


" tapi kenapa ? " ucap Nesya yang masih penasaran dengan peringatan yang di beri Sean .


" apa harus ada alasan untuk menjaga dirimu sendiri ? . yang terpenting lakukan saja yang ku katakan " ucap Sean menatap Xing lu yang mau memasuki mobil lagi .

__ADS_1


" teman mu mau kesini . sebaiknya kita tidak usah membahasnya saat ada dia " ucap Sean .


" baiklah " ucap Nesya lalu mulai duduk dengan benar lagi .


" hai . maaf ya aku lama " ucap Xing lu tersenyum .


" tidak apa - apa " ucap Nesya .


" dimana apartemen mu ? " ucap Sean datar .


" di ujung jalan sana lalu belok kiri " ucap Xing lu .


kini Sean pun menancap gas nya menuju tempat yang di beritahu Xing lu dan dia berhenti tepat di depan area gedung apartemen yang tidak asing baginya .


" kau tinggal di apartemen ini ? " ucap Sean menaikan alis nya .


" iya . Xing lu tinggal di apartemen ghuzheng kak " ucap Nesya .


" ooo . kalau begitu turunlah " ucap Sean menghadap kedepan lagi .


" makasih kak sean sudah mengantar ku sampai kemari . nes aku masuk dulu ya " ucap Xing lu tersenyum .


" baiklah . besok saja ya ceritanya gapapakan ? " ucap Nesya .


" iya santai saja " ucap Xing lu mengangguk pergi .


" kenapa aku tidak menyukainya padahal baru bertemu " ucap Sean .


" kak . kakak lihat apa ? " ucap Nesya yang pindah di kursi depan .


" tidak . kita ke kantor ku dulu setelah itu baru pulang " ucap Sean lalu menancap gas nya .


" aku tidak mau pulang " saut Nesya .


" lalu kau mau kemana malam malam begini ?" ucap Sean heran .


" tempat rahasia " ucap Nesya memandang Sean .


" jangan kesana . angin malam di pantai tidak bagus untuk mu " ucap Sean .


" kerumah kak Sean saja kalau begitu " ucap Nesya lagi .


" ini sudah malam . nanti kalau kamu ngantuk bagaimana ? " ucap Sean .


" aku ingin bicara banyak dengan kakak " ucap Nesya .

__ADS_1


" baiklah kita bicara di ruang kerja ku saja bagaimana? " ucap Sean .


" baiklah " ucap Nesya tersenyum . lalu Sean pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalavanya.


setelah sampai di jalavanya , mereka memasuki gerbang perusahaan yang terlah dijaga oleh lima security di depan dan di dalam pos .


" selamat malam Mr " ucap kepala security itu memberi salam pada Sean . setelah itu dia memasukan mobil nya kedalam area parkir khusus .


kini Sean berjalan menghampiri Nesya dan membukakan pintu mobil Nesya . kini Sean berjalan sambil menggandeng tangan Nesya tanpa ada rasa takut sedikit pun . Nesya pun sangat menikmati waktu saat ini .


" sekarang kamu bisa bicara " ucap Sean tersenyum pada Nesya .


" kamu ? apa aku tidak salah dengar ? kak Sean bicara dengan ku menggunakan kata kamu ! " ucap Nesya dalam hati yang kesenangan .


" Nesya ! " ucap Sean menjentikan jarinya di depan wajah Nesya .


" eh iya kak " ucap Nesya lalu duduk di sofa hitam milik Sean .


" sebenarnya Nesya ingin membicarakan soal di meja makan tadi " ucap Nesya gugup .


" aku sudah tau " ucap Sean .


" sudah tau ? . sebentar , kakak jangan salah paham aku bahkan tidak mengetahui kalau ghuzheng ingin mempercepat pertunangan itu " ucap Nesya cemas .


" bukan kamu nes . tapi dia yang lebih dulu memberitahu ku " ucap Sean dengan raut wajah tersenyum tetapi senyumannya kini berbeda , bukan senyuman bahagia yang Sean tunjukan pada Nesya .


" apa kakak akan tetap diam saja ? " ucap Nesya menatap mata Sean .


" begitulah " ucap Sean mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya .


" kenapa diam saja ! " ucap Nesya bersuara parau.


" menurut mu aku harus melakukan apa ? " ucap Sean menatap Nesya dengan wajahnya yang kebingungan . kini Nesya hanya bisa menangis pelan dengan menundukan kepalanya .


" hei kamu jangan menangis " ucap Sean lembut sambil mengusap air mata Nesya.


" sebenarnya ini belum terlambat kak . kita bisa menjelaskan ini pada mama dan juga ghuzheng " ucap Sean .


" itu tidak segampang yang kamu kira Nesya . kamu tau kan ghuzheng sangat menyukaimu . pasti dia tidak akan melepaskan mu begitu saja " ucap Sean .


" lalu apa langkah selanjutnya . apa kita benar-benar berhenti sampai disini dan terus mencintai dalam diam " ucap Nesya menunduk lagi .


" entahlah " ucap Sean sambil memeluk Nesya .


" aku tidak menginginkan perjodohan ini kak , sungguh . aku mencintai mu " ucap Nesya dengan Isak tangis yang pecah .

__ADS_1


" Tuhan aku sudah merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya , tapi kenapa Engkau tidak mempersatukan kami " ucap Nesya dalam hati.


" sebaiknya aku menuruti ucapan ghuzheng agar Nesya dapat belajar mencintainya " ucap Sean bertekad dalam hatinya .


__ADS_2